Resmikan Gedung IBI, Bupati Berikan Apresiasi

  • Whatsapp

Pati, detiKawanua.com – Bupati Pati Haryanto meresmikan gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pati di Desa Geritan. Peresmian gedung diawali dengan pemotongan pita. Sabtu (24/10/2020).

Didampingi Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE,. M.I.Pol serta Kapolres Pati AKBP Arie Syafaat S.I.K dalam peresmian gedung tersebut Bupati menuturkan, bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi pada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pati, karena perjuangannya selama ini melakukan berbagai rapat koordinasi di tempat seadanya.

Bacaan Lainnya

Namun, lanjutnya, dengan kekompakan yang terjalin, akhirnya IBI Pati memiliki gedung yang cukup bagus. Bupati berharap, dengan dimilikinya gedung baru ini, IBI dapat meningkatkan kinerjanya.

“Sebab, tujuan memiliki gedung sendiri adalah agar memudahkan dalam koordinasi dan komunikasi. Tentu saja koordinasi dan komunikasi¬† yang dimaksudkan adalah terkait dengan pelayanan”, tegasnya.

Diakui Bupati, telah banyak organisasi profesi yang juga memiliki gedung sendiri, seperti contohnya gedung IDI hasil swadaya yang telah ia resmikan beberapa waktu yang lalu.

“Oleh karena itu, dengan kantor baru dan organisasi yang solid, harapannya IBI dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terlebih bahwa saat ini semua lapisan masyarakat dalam keprihatinan menghadapi pandemi Covid – 19”, jelas Haryanto.

Namun dalam penanganan Covid – 19, imbuhnya, garda terdepan ialah dokter, perawat dan bidan.

“Yang disayangkan adalah, ada sebagian masyarakat belum mengakui hal tersebut. Sebab anggapan mereka, Covid – 19 ini bernuansa politis dan penuh konspirasi, padahal semua anggapan itu tidak benar”, paparnya.

Bahkan hingga saat ini, menurut Bupati, pihaknya masih merespon berbagai isu maupun informasi negatif terkait pandemi Covid – 19 yang tertuju di Kabupaten Pati.

Bahkan, ia mengungkapkan, terdapat oknum masyarakat tak bertanggung jawab yang menyebut tenaga medis/rumah sakit mengcovidkan pasien.

“Itu tidak benar. Berkali – kali saya menjawab, itu tidak benar. Sebab kita landasannya adalah hasil dari laboratorium”, pungkasnya. (fn4/m@s)

Pos terkait