Polres Sangihe Laksanakan Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa Penolakan RUU Cipta Kerja

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com –  Tertuang dalam Pasal 13 ayat (3), Undang-Undang No. 9 Tahun 1998, bahwa dalam pelaksanaan Penyampaian pendapat dimuka umum, Polri bertanggung jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin kemanan dan ketertiban umum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Untuk itu, dalam menyelenggarakan pengamanan guna menjamin keamanan dan ketertiban umum, Polres Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan simulasi pengamanan unjuk rasa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta mengacu kepada Peraturan Kapolri (Perkap) No.Pol : 16 Tahun 2006, tentang pedoman pengendalian massa (Dalmas).

Bacaan Lainnya

Simulasi pengamanan unjuk rasa dipimpin langsung oleh Kapolres Kabupaten Kepulauan Sangihe Tony Budhi Susetyo  SIK. didampingi oleh para Kabag, Kasat serta Perwira Polres Sangihe dimana dalam pelaksanaan simulasi yang berlangsung diikuti oleh Personel Polres Sangihe yang tergabung dalam Tim Negosiator, Peleton Dalmas awal serta Dalmas lanjut.

Kapolres Sangihe Tony Budhi Susetyo SIK menjelaskan bahwa sesuai Perkap No. 16 Tahun 2006, Pengendalian Massa atau yang disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Polri dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa.

“Pengendalian Massa terdiri dari Tim Negosiator yaitu anggota Polri yang melaksanakan perundingan melalui tawar menawar dengan massa pengunjuk rasa guna mencapai kesepakatan bersama, yang kedua, Dalmas Awal yaitu peleton Dalmas yang tidak dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus Kepolisian, digerakkan dalam menghadapi kondisi massa masih tertib, kemudian yang ketiga Dalmas Lanjut adalah Peleton Dalmas yang dilengkapi dengan alat-alat perlengkapan khusus yang digerakkan dalam menghadapi situasi massa yang sudah tidak tertib,” ucap Susetyo

Dalam simulasi yang berlangsung tersebut personel Polres Sangihe memperagakan latihan lapis ganti yaitu peralihan dari Dalmas Awal dimana situasi massa masih tertib kemudian situasi berubah menjadi massa tidak tertib, sehingga dilaksanakan lapis ganti ke Dalmas.

“Simulasi tersebut dilaksanakan oleh Personel Polres Sangihe guna mempedomani Peraturan Kapolri serta menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP penanganan unjuk rasa, guna menyelenggarakan pengamanan serta menjamin kemanan dan ketertiban umum,” kunci Susetyo. (Js)

Pos terkait