‘Katanya WTP’, Steven : Harusnya Bagikan Saja Buku LHP – BPK, Jangan Sembunyikan

  • Whatsapp

Wakil Ketua Dewan Steven Lumowa.

Minsel, detiKawanua.com – Bukan hanya beberapa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Minsel tapi Pimpinan Dewan pun turut bersuara terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Tahun 2019 yang tak kunjung nongol di tangan pimpinan dan anggota DPRD Minsel.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Dewan Steven Lumowa pertanyakan buku LHP BPK Tahun 2019 yang Hingga kini tak diberikan ketangan pimpinan padahal ini penting untuk masuk ke Pembahasan Banggar dengan setiap SKPD, buku yang dianggap sakti karena menghilang entah kemana karena bisa mengungkap “dosa” sejumlah SKPD, ini belum sampai ke meja semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minsel.

“Jangankan Anggota Dewan, kami saja pimpinan Dewan tidak diberikan sampai saat ini ada apa . Padahal sudah 4 kali dapat WTP dari BPK tapi giliran pembagian buku LHP BPK tak kunjung nongo di meja pimpinan , mau sembunyi dari kesalahan??,” tanya Lumowa tertawa sinis.

“Mana katanya prestasi WTP , jangan bersandiwara dihadapan rakyat dan ini pelecehan terhadap Lembaga Legislatif,” ucap Lumowa.

Adapun LHP BPK sangat penting dalam pembahasan Banggar terkait Ranperda Pertanggung Jawaban Anggaran 2019.

Beberapa Anggota Dewanpun menyatakan hal yang sama yaitu
Ketua Fraksi Primanas DPRD Minsel, Jaclyn Koloay SH, “buku LHP belum pernah dia lihat karena belum pernah diberikan ,Ada apa dengan Pemkab Minsel?,” tanya Koloay.

Seharusnya, kata Koloay, jika BPK telah memberikan opini WTP, Pemkab Minsel tidak perlu ragu untuk memberikan buku LHP kepada semua anggota DPRD.

Desakan yang sama juga dilontarkan Ketua Komisi III, Franky Lelengboto ST. Menurut Frato, sapaan akrabnya, Pemkab Minsel harus memberikan buku itu kepada anggota DPRD.

“Anggota DPRD wajib mendapatkan buku LHP BPK. Yang jadi pertanyaan, mengapa buku itu belum kami terima? Ada apa sebenarnya,” kata Frato.

Sekretarie Daerah Denny Kaawoan saat dihubungi untuk mengkonfirmasi hal tersebut rungannya sedang rapat Vikon dan dihubungi via telepon seluler tak bisa dihubungi beberapa kali pun tak bisa, “inilah Sekda yang super sibuk karena Covid,” ucap salah satu ASN.

(Vandytrisno)

Pos terkait