Boltim Miliki Perangkat WRS, Bupati Sehan Landjar Apresiasi BMKG Sulut

  • Whatsapp

Boltim, detiKawanua.com – Adanya pemasangan perangkat Warning Receiver System (WRS) guna mendeteksi bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), olehnya Bupati Sehan Salim Landjar SH menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Pemerintah pusat melalui BMKG Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Saat ini perangkat tersebut, dalam pemasangan dan akan disetting pengoprasian perangkat dimaksud. Perangkat ini memang telah diusulkan oleh Pak Bupati ke lembaga pemerintah non kementerian BMKG, agar di Kabupaten Boltim dapat dipasang alat atau perangkat pendeteksi gempa dan tsunami, mengingat Boltim sebagian adalah wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengn laut Maluku yang merupakan daerah lintasan lempengan mengakibatkan gempa.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan usulan Bupati ini, kemudian kami dari BPBD Boltim, melakukan follow up dan koordinasi ke BMKG. Alhamdulillah alat tersebut saat ini sedang dipasang dan disetting untuk dioprasikan. Kedepan, alat ini akan kami koordinasikan dengan dinas Kominfo Boltim untuk pemanfaatannya. Menginggat, apabila terjadi bencana gempa yang berpotensi tsunami, maka informasi segera dan cepat terinformasi ke masyarakat,” papar, Kepala BPBD Boltim Elvis H. Siagian, Kamis (16/07) sing tadi.

Sementara itu, Kepala seksi data BMKG Provinsi Sulut, Edwar Hendry Mengko bahwa alat WRS ini adalah, perangkat generasi terbaru dari perangkat-perangkat sebelumnya.

“Dan untuk pemasangan alat tersebut, untuk Sulawesi Utara hanya ada lima wilayah yakni, di kepulauan ada 3. Kepulauan Talaud, kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Sitaro. Sementara untuk Bolaang Mongondow Raya (BMR) hanya terdapat di 2 wilayah yaitu, Kabupaten Boltim dan Kabupaten Bolsel,” terang Edwar.

Dirinya menambahkan, perangkat WRS new generation ini adalah, perangkat informasi gempa bumi real time yang merupakan terobosan baru BMKG, dalam penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yg memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat “real time” otomatis dari BMKG.

“Dengan perangkat ini tentunya, dapat memastikan stakeholder khusunya pemangku kebencanaan dapat mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana. Sehingga, memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana,” jelasnya. (Fidh)

Pos terkait