Guna Akses Jalan Pantai Cinta, Pemdes Tomsel Bangun Jembatan Mini

  • Whatsapp

Boltim, detiKawanua.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tombolikat Selatan (Tomsel) Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bangun jembatan mini untuk akses jalan menuju ke pantai cinta.

Kepala desa (Sangadi-red) Zulkifli Mokodompit, menjelaskan, bahwa pihak Pemdes bersama aparat desa Tomsel telah melakukan rapat terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

“Sebelum melakukan pekerjaan jembatan mini dimaksud, pembangun ini sudah tercantum dalam RPJMDes yang diantaranya yakni pembangunan jembatan desa yang sedang kita laksanakan. Olehnya kita lakukan rapat desa sebelumnya,” jelas Sangadi, melalui via seluler (Hp) Rabu (24/06)

Sebelumnya, kondisi jembatan terbuat dari bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat, dan juga pengunjung dari luar kota, kini sudah tidak layak lagi digunakan. “Kondisi jembatan itu memang sudah tidak layak lagi digunakan. Pasalnya, lantai jembatan itu sudah rapuh, patah, dan tak layak digunakan lagi. Olehnya kira bangun jembatan baru dengan dana Padat Karya Tunai Desa (PKTD) bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020 untuk pembangunan jembatan penghubung menuju pantai,” ungkapnya.

Volumenya, lanjut Sangadi katakan, dengan panjang 42 meter serta lebar sekitar 1 setengah meter dengan waktu pekerjaan sekitar 3 bulan. Tujuannya akses jalan menuju pantai cinta agar para pengunjung lebih meningkat.

“Sebelumnya, bersama dengan aparat desa telah melakukan rapat musyawarah soal pembangunn jembatan tersebut. Ada sekira Rp 170 juta anggaran yang Pemdes Tomsel gunakan untuk membangun jembatan tersebut. Anggarannya bersumber dari dana PKTD desa Tomsel untuk tahun anggaran 2020. Ini salah-satu bentuk realisasi fisik Pemdes Tomsel pada tahun 2020 ini,” urainya, kepada media ini.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya jembatan penghubung ke pantai tersebut, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal yang datang di pantai cinta Tomsel.

“Kami akan terus melakukan perbaikan, dan mengembangkan sektor wisata, guna menambah pendapatan asli desa (PADes),” imbuhnya.

(Fidh)

Pos terkait