Gubernur Olly Akan ‘Terobos’ Jalur Internasional Dari Manado Bitung Perjuangkan Harga Kelapa

  • Whatsapp

Manado, detiKawanua.comGubernur Olly Dondokambey meminta pihak Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) terus mengembangkan bibit kelapa unggul untuk meningkatkan produksi kelapa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Oleh karenanya, gubernur mengharapkan keseriusan Balit Palma dalam mengembangkan kelapa di Sulut sehingga peranan Balit Palma itu benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Disamping proses pengembangan kelapa tersebut, dirinya (Gubernur Olly) juga terus berupaya untuk meningkatkan pemasaran kelapa, salah satunya dengan mendorong jalur pemasaran internasional melalui jalur laut Manado dan Bitung guna mengurangi biaya transportasi.

Bacaan Lainnya

“Masalah pemasaran kita itu, distribusi kita masih selalu harus ke Pulau Jawa tidak lewat laut. Tugas saya supaya jalur Bitung dan Manado untuk internasional sana bisa dibuka secara seluas-luasnya sehingga produk kelapa ini mendapatkan nilai tambah yang lebih. Sampai saat ini memang nilai tambah buat para petani kelapa belum dirasakan secara maksimal karena pertama, dikenakannya biaya PPN 10% untuk hasil-hasil pertanian sehingga banyak harganya menurun, kedua biaya transportasi masih mahal dan harus ke Jawa dulu baru naik lagi ke atas, ini yang menjadi kendala-kendala itu kan? Nah, ini yang harus kita lakukan supaya betul-betul hasil kelapa itu dapat dirasakan secara langsung seperti dulu lagi,” tegas Olly saat rapat kerja melalui video conference (Vidcon) dengan Kepala Balit Palma Kementerian Pertanian RI Ismail Maskromo, dalam membahas ‘strategi’ pengembangan kelapa di Sulut, pada Senin (22/06/2020).

Tak hanya soal itu saja namun, gubernur juga menerangkan bahwa Pemprov Sulut berupaya menyediakan lahan ratusan hektar dalam mendukung penuh pengembangan kelapa tersebut dengan melakukan upaya-upaya negosiasi bersama pemerintah pusat.

“Kami sementara bernegosiasi dengan Menteri BUMN dan PTPN XIV (14) untuk kita mengambil alih lahannya (lahan dibawah kewenangan pemerintah pusat) itu, nah kalau sudah Pemprov Sulut yang pegang kita akan berikan ke Balit Palma 100 hektar dan 100 hektarnya lagi ke pihak Unsrat, kan untuk baperson pariwisata yang ada di KEK Pariwisata jadi 200 hektar itu penggunaannya untuk penelitian kelapa. Itu merupakan komitmen kita nggak pernah keluar dari situ,” jelas Olly.

Sementara itu menurutnya lagi, bagi peremajaan kelapa melalui penanaman bibit kelapa unggul yang mampu berbuah besar dan banyak ketika dipanen nantinya dapat meningkatkan perekonomian para petani kelapa.

“Tentunya kita harus lakukan perbaikan untuk tanaman kelapa kita agar supaya cost produksinya untuk kelapa ini turun. Kalau dulu sekali panjat dalam tiga okian itu orang dapat 30 butir, sekarang naik tinggal satu setengah okian, itu jadi biaya manjatnya. Ini sudah tidak bisa nutupi (harga) kelapa yang turun ke bawah ini, tidak bisa nutupi biaya produksi,” ujarnya.

Yang oleh karena itu, Olly pun merasa optimis jika program pengembangan bibit kelapa unggul itu tuntas, maka tanaman kelapa akan kembali kejayaannya menjadi primadona di Sulut.

“Saya kira kalau ini kita bisa tuntas, diperkirakan kelapa ini akan menjadi primadona lagi di Sulut. Misalnya juga Balit Palma sudah punya bibit-bibit unggul yang bisa kita kembangkan cara pembibitannya, ini yang harus kita dorong,” terang Gubernur.

Dikatahui dalam rapat kerja vidcon itu juga diikuti Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulut, Refly Ngantung, pihak perwakilan Unsrat Manado, Deddy Tooy dan Direktur Eksekutif International Coconut Community (ICC), Jelfina Allouw.

(*/mld70)

Pos terkait