Sekretaris Dispertanak Bolmong, I Ketut Merta. /Ist
Bolmong, detiKawanua.com – Walau ada wilayah yang mengalami defisit, namun Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) optimis produksi beras di Bolmong terus menunjukkan hasil yang sesuai harapan.
Bahkan, Bolmong yang dikenal sebagai salah satu daerah penyuplai beras di Sulut, dari tahun ke tahun jumlah produksi beras masih surplus, dan akan masuk kategori berdaulat pangan.
“Iya, memang ada satu Kecamatan yang produksinya kurang. Hal ini tentu ada alasannya, karena lahan disana kecil. Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk tidak sebanding dengan produksi beras. Karena rumusnya perjiwa mengonsumsi beras sekira 113 kilogram,” terang Sekretaris Dispertanak Bolmong, I Ketut Merta, Kamis (14/04) kemarin.
Lajutnya, produksi pangan di Kabupaten Bolmong sudah bukan lagi hanya swasembada, namun sudah bisa dikatakan berdaulat. “Sudah bisa dikatakan berdaulat, dikarenakan dari tahun 80-an, daerah ini selalu memproduksi lebih dari yang diharapkan,” tambahnya.
Ketika disinggung apakah pernah terjadi penurunan produksi, semenjak sepuluh tahun belakangan, Merta mengaku belum ada sama sekali. “Sesuai dengan data analisa, itu tidak pernah terjadi. Malah sebaliknya, produksi beras daerah ini mampu memenuhi 15 Kabupaten/Kota di Sulut,” ucapnya.
Terinformasi, dari 15 kecamatan, hanya ada satu wilayah yakni Kecamatan
Passi Barat, yang produksinya mengalami defisit (selengkapnya lihat
grafis, red). (*/Tri Saleh)
Passi Barat, yang produksinya mengalami defisit (selengkapnya lihat
grafis, red). (*/Tri Saleh)
Berikut Grafis Produksi Beras di Bolmong:
Kecamatan Jlh Penduduk Jlh Produksi
Passi Timur 11.261 jiwa 2,396 Ton
Bilalang 6.057 jiwa 578 Ton
Passi Barat 14.951 jiwa -984 Ton
Lolayan 23.074 jiwa 22,047 Ton
Dumoga Utara 10.705 jiwa 8,943 Ton
Dumoga Tenggara 10.710 jiwa 6,086 Ton
Dumoga Timur 16.056 jiwa 17,477 Ton
Dumoga 13.256 jiwa 10,054 Ton
Dumoga Barat 13.265 jiwa 11,234 Ton
Dumoga Tengah 13.255 jiwa 14,183 Ton
Poigar 17.033 jiwa 4,450 Ton
Bolaang 17.143 jiwa 5,821 Ton
Bolaang Timur 9.608 jiwa 5,000 Ton
Lolak 24.740 jiwa 10,908 Ton
Sang Tombolang 9.556 jiwa 6,046 Ton
Total 213.484 125.223 Ton











