Rekonstruksi Mesjid Fatrul Mubien Dinilai “Loyo”, Rojak Minta Santunan Dari OD

  • Whatsapp

OD saat menerima Proposal Permohonan Bantuan Mesjid Fatul Mubien.


Manado, detiKawanua.com Ketua Panitia Pembangunan Mesjid Fatul Mubien Kecamatan Tuminting Hamka Rojak, mengatakan, pada kesempatan membawakan sambutan di Reses Ketua Franksi PDI Perjuangan DPR RI Olly Dondonkambey (OD), bila keadaan Mesjid saat ini sudah masuk pada keadaan Emergency dari aspek rekonstruksinya. Dengan kata lain, pembangunan mesjid sudah layak untuk di lakukan penyegaran.

“Mesjid sudah berdiri sejak tahun 1980-an, dan merupakan mesjid pertaman di Manado. Kami telah memanggil beberapa arsitektur untuk melihat pembangunan mesjid ini (Fatul Mubien-red), dan mereka mengatakan pembangunan ini  sudah layak untuk diperbaiki,” ungkap Rojak, Senin (13/07) di Mesjid Fatul Mubien, Tuminting.

Dia juga menambahkan, dengan mengutip perkataan salah satu tokoh besar bangsa Indonesia yaitu Buya Hamka, bila datang ke Manado tak menginjakkan kaki di Fatul Mubien, bagai pergi ke Mekah tak berkunjung di Madinah. 
“Madinah adalah awal Keberhasilan Rasulollah SAW dalam mendakwahkan islam, hingga sampai pada kita semua,” tambahnya, didepan jamaah Mesjid Fatul Mubien, pukul 18.20 Wita.
Sementara itu, Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) Amin Lasena, yang saat itu di berikan kesempatan membawakan Pra kata, sebelum memasuki sesi acara penyerahan Proposal, oleh Panitia Pembangunan Mesjid Fatul Mubien kepada Anggota Legislatif (Aleg) DPR RI, menyampaikan, keakraban OD dengan umat beragama, terkhusus dikalangan muslim telah teruji sejak dirinya menjadi panitia pembangunan sekertaris Pembangunan Sekertariat MUI Sulut yang saat ini berada di samping Mesjid Raya Ahmad Yani, Kelurahan Titiwungen. 
“Saya akrab dengan beliau (OD-red) saat menjadi Ketua Panitia Pembangunan Sekertariat MUI Sulut, dan Beliau-lah yang sangat membantu kami. Tak hanya itu saja, Pak Olly juga sudah membantu pembangunan mesjid di Kampung Tidore, Kabupaten Sangihe Talaud hanya karena melihat atap yang sudah rapuh pasca tibanya bapak OD di Sangihe,”  tungkasnya, sembari menambahkan Mesjid yang ada di Kampung Tidore saat ini, mesjid yang paling besar dan mudah dilihat saat sampai di pelabuhan Sangihe. (Arman Soleman)

Pos terkait