Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOPENDIDIKANSULAWESI UTARA

Melampaui Ekspektasi, Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 Jadi Momentum Dongkrak Indeks Literasi Daerah

×

Melampaui Ekspektasi, Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 Jadi Momentum Dongkrak Indeks Literasi Daerah

Sebarkan artikel ini

MANADO – Pelaksanaan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 sukses menarik perhatian masyarakat secara luas. Acara yang berlangsung di kawasan Museum Dinas Kebudayaan ini mencatat tingkat partisipasi dan antusiasme publik yang sangat tinggi, melampaui perkiraan awal dari pihak penyelenggara.

Sekretaris Putra Putri Literasi Sulawesi Utara, Faradila Bachmid, mengungkapkan rasa syukur dan keterkejutannya atas respons luar biasa dari masyarakat bumi Nyiur Melambai. Ia mengakui bahwa pada awalnya panitia sempat khawatir gerakan atau festival ini tidak akan mendapat banyak atensi.

“Semua di luar dugaan. Saya pikir ketika kita mengangkat gerakan literasi atau festival literasi Sulawesi Utara ini, suasananya akan sunyi dan sepi. Namun, melihat antusiasme teman-teman yang ikut bedah buku, talkshow, dan berbagai macam workshop literasi, hal ini membuktikan bahwa indeks literasi di Sulawesi Utara akan terus meningkat,” ujar Faradila saat diwawancarai di lokasi acara usai Penutupan rangkaian kegiatan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026, Minggu (4/10/2026).

Bukan Sekadar Peristiwa, tetapi Dampak Berkelanjutan

Faradila menegaskan bahwa festival ini tidak dirancang sebagai acara seremonial atau sekadar “hura-hura” belaka. Pihak penyelenggara memiliki misi besar untuk memberikan dampak edukasi yang nyata serta membantu program kerja pemerintah provinsi.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar memberikan sebuah dampak peristiwa atau momentum sesaat. Kami bertujuan untuk membantu pemerintah, dalam hal ini meningkatkan indeks literasi di Sulawesi Utara secara riil. Ke depan, kami berharap festival ini bisa dikukuhkan menjadi event tahunan yang fokus pada edukasi, pengembangan diri, dan dampak positif bagi daerah,” tambahnya.

Sinergi dan Kerja Komunal Menuju Masa Depan

Mengutip arahan dari Gubernur Sulawesi Utara bahwa literasi tidak dapat berdiri sendiri, gerakan ini dijalankan dengan mengedepankan asas gotong royong. Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, juga selalu menekankan bahwa literasi adalah sebuah kerja komunal, bukan kerja individual.

Keberhasilan acara tahun ini merupakan buah dari kolaborasi erat lintas sektor. Pihak panitia menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara serta Dinas Kebudayaan, yang telah memfasilitasi penggunaan museum sebagai pusat pelaksanaaan festival.

Selain instansi pemerintah, Faradila juga memberikan apresiasi khusus kepada awak media. Menurutnya, publikasi yang masif menjadi kunci utama agar pesan edukasi ini sampai ke masyarakat luas. “Tanpa teman-teman media, tidak mungkin gerakan kolaborasi ini bisa diketahui oleh banyak orang dan publik secara luas,” terangnya.

Menatap masa depan, Putra Putri Literasi Sulawesi Utara berkomitmen untuk tidak cepat puas. Mereka berencana memperluas jaringan kemitraan dengan merangkul lebih banyak dinas dan lembaga terkait lainnya agar gaung literasi di Sulawesi Utara semakin kuat dan merata.