Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Hadiri Penutupan Festival Literasi Sulut 2026, Donal Pakuku Apresiasi Standius Bara Prima dan Ucapkan Selamat kepada Pemenang

×

Hadiri Penutupan Festival Literasi Sulut 2026, Donal Pakuku Apresiasi Standius Bara Prima dan Ucapkan Selamat kepada Pemenang

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut, Donal Pakuku, S.IP.

MANADO – Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara, Donal Pakuku, menghadiri malam penutupan perhelatan akbar Festival Literasi Sulawesi Utara 2026. Acara penutupan yang berlangsung meriah dan sarat akan nilai budaya ini digelar di kawasan ruang publik Museum Negeri Sulawesi Utara, Manado, pada Minggu (4/10/2026) malam.

Pesta literasi terbesar di Bumi Nyiur Melambai yang mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban” berlangsung selama tiga hari, sejak 2 hingga 4 Oktober 2026. Festival ini ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, akademisi, serta ribuan generasi muda dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Apresiasi Khusus untuk Standius Bara Prima

Di sela-sela acara, Donal Pakuku secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima. Menurut Donal, kepemimpinan Standius berhasil membawa pergerakan PPLSU menjadi motor penggerak literasi yang masif, kreatif, dan berdampak nyata bagi generasi muda di daerah.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Saudara Standius Bara Prima selaku Ketua Umum PPLSU beserta seluruh jajaran panitia. Di bawah kepemimpinannya, Festival Literasi Sulut 2026 ini berhasil dikemas dengan sangat luar biasa, memadukan edukasi, budaya lokal, dan teknologi menjadi satu wadah yang sangat menarik bagi anak muda,” ujar Donal.

Beri Ucapan Selamat dan Titip Harapan untuk Putra Putri Literasi 2026

Donal Pakuku juga memberikan ucapan selamat yang hangat kepada para finalis yang berhasil menyabet gelar juara dalam Grand Final Pemilihan Putra Putri Literasi Sulawesi Utara 2026.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang Putra Putri Literasi Sulawesi Utara 2026. Gelar yang disandang bukan sekadar piala atau selempang kebanggaan, melainkan sebuah amanah besar untuk menjadi motor penggerak literasi di tengah masyarakat,” kata tokoh muda ini.

Donal berharap para pemenang dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarkan budaya membaca dan berpikir kritis hingga ke pelosok desa dan kelurahan di Sulawesi Utara.

“Tantangan generasi muda saat ini adalah banjir informasi dan disrupsi digital. Saya berharap Putra Putri Literasi yang terpilih mampu menjadi teladan, merangkul komunitas-komunitas kepemudaan termasuk remaja masjid untuk bersama-sama meningkatkan indeks literasi daerah kita,” tambahnya.

BKPRMI Siap Selaraskan Program dengan Visi Pemprov Sulut

Menanggapi arahan Gubernur Yulius Selvanus (YSK) yang berkomitmen mentransformasikan perpustakaan daerah menjadi ruang publik yang inklusif dan kreatif, Donal menegaskan bahwa BKPRMI Sulawesi Utara siap berdiri di garda terdepan untuk menyelaraskan program kerjanya.

“Kami di BKPRMI Sulut menangkap sinyal positif dari Bapak Gubernur. Remaja masjid harus keluar dari zona nyaman. Kami siap menyelaraskan program kerja organisasi ke depan dengan fokus pada penguatan literasi digital, pemahaman kebudayaan daerah, dan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis masjid,” tegas Donal.

Ia menginginkan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual semata, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat peradaban, tempat belajar, dan inkubator UMKM bagi pemuda. “Remaja masjid di era sekarang harus menguasai teknologi dan literasi bisnis agar bisa mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar,” jelas pengusaha muda sukses ini.

Kemeriahan Malam Puncak Festival

Malam penutupan Festival Literasi Sulut 2026 berlangsung sangat semarak. Ribuan pasang mata disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya, mulai dari pementasan teater sejarah lokal, pameran instalasi seni, hingga bazar produk UMKM kreatif yang dikelola oleh anak-anak muda daerah.

Kehadiran sejumlah tokoh literasi dan sastra nasional, seperti penulis kenamaan Dee Lestari serta pegiat literasi Wien Muldian, turut menambah bobot edukasi dan inspirasi bagi seluruh masyarakat yang memadati area festival hingga akhir acara.