Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADONUSA UTARASULAWESI UTARA

Ketua Apindo Sangihe Apresiasi Feslit Sulut 2026: Kolaborasi Literasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Pemantik Kebangkitan UMKM Daerah

×

Ketua Apindo Sangihe Apresiasi Feslit Sulut 2026: Kolaborasi Literasi dan Ekonomi Kreatif Jadi Pemantik Kebangkitan UMKM Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketua APINDO Sangihe, Arthur T. Lomboh, S.IP.

SULUT – Penyelenggaraan Festival Literasi Sulawesi Utara (Feslit) 2026 yang berlangsung meriah di Museum Negeri Sulawesi Utara, Kota Manado, sukses menarik perhatian dan dukungan dari berbagai sektor. Tidak hanya menjadi magnet bagi para pencinta buku dan pegiat literasi, ajang terbesar di Bumi Nyiur Melambai ini juga mendapat apresiasi tinggi dari dunia usaha.

Apresiasi positif tersebut salah satunya datang dari Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Sangihe, Arthur T. Lomboh. Ia menilai festival yang diinisiasi oleh Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulut ini merupakan sebuah terobosan cerdas yang berhasil mengawinkan esensi edukasi dengan perputaran roda ekonomi kreatif.

Mengubah Wajah Literasi Menjadi Motor Ekonomi

Menurut Arthur Lomboh, stigma bahwa literasi adalah aktivitas yang kaku dan membosankan telah dipatahkan melalui Feslit 2026. Dengan mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi Untuk Masa Depan Peradaban”, festival ini mampu bertransformasi menjadi ruang inklusif yang mempertemukan berbagai subsektor industri kreatif.

“Kami dari jajaran Apindo Sangihe melihat Feslit 2026 bukan sekadar pameran buku biasa. Ini adalah sebuah ekosistem. Panitia sangat jeli mengintegrasikan literasi dengan panggung seni, teater, stan komedi, pertunjukan musik, hingga pasar produk lokal lewat keterlibatan UMKM. Ini adalah bentuk investasi budaya yang berdampak langsung pada ekonomi riil,” ujar Arthur saat ditemui di lokasi festival, Jumat (2/10/2026).

Ia menambahkan, kehadiran bazar UMKM di tengah-tengah area festival memberikan panggung yang sangat strategis bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas yang memadati area museum.

Soroti Potensi Daerah dan Dorong Akses ke Wilayah Kepulauan

Sebagai representasi pengusaha dari wilayah kepulauan, Arthur Lomboh juga memberikan catatan khusus mengenai pentingnya keterlibatan talenta dan produk dari daerah-daerah di luar pusat kota. Ia memuji ruang yang diberikan kepada talenta lokal, seperti Braga Mongondow, yang tampil berdampingan dengan musisi nasional seperti Dee Lestari, Adhitia Sofyan, dan Endah N Rhesa.

“Kolaborasi lintas daerah ini sangat mahal harganya. Talenta lokal kita butuh panggung seperti ini agar produk kreatif mereka bisa naik kelas ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” jelasnya.

Arthur pun menaruh harapan besar agar gaung festival ini tidak berhenti di kota besar saja. Ia mendorong agar di masa mendatang, akses, sosialisasi, dan keterlibatan aktif dari generasi muda serta pelaku usaha di wilayah perbatasan dan kepulauan, seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe, dapat semakin masif ditingkatkan. Menurutnya, literasi yang kuat di wilayah kepulauan akan menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya wirausahawan baru yang adaptif terhadap era digital.

Menutup pernyataannya, Arthur Lomboh menegaskan bahwa Apindo siap bersinergi untuk mendukung keberlanjutan acara ini. Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat menetapkan Festival Literasi ini sebagai agenda tahunan resmi yang masuk dalam kalender pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Festival yang diselenggarakan secara gratis mulai 2 hingga 4 Oktober 2026 ini diharapkan dapat terus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk terus berkarya, membaca peluang, dan menciptakan narasi positif demi masa depan peradaban daerah yang lebih maju.