Example floating
Example floating
BOLMONG RAYAHEADLINEKotamobaguPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Muliadi Paputungan Desak Pengawasan Pintu Masuk dan Stabilitas Pangan Diperketat Jelang Idul Adha 1447 H

×

Muliadi Paputungan Desak Pengawasan Pintu Masuk dan Stabilitas Pangan Diperketat Jelang Idul Adha 1447 H

Sebarkan artikel ini

SULUT – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Muliadi Paputungan, mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan wilayah operasional menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah ini dinilai krusial guna menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Sebagai anggota komisi I yang membidangi urusan pemerintahan dan hukum, ia menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengawal momentum hari besar keagamaan ini. Muliadi menegaskan bahwa mobilitas barang dan hewan kurban antarwilayah akan meningkat tajam mendekati hari H, sehingga antisipasi dini wajib dilakukan agar tidak memicu inflasi atau kelangkaan.

“Kami meminta pos pengawasan di pintu masuk daerah diperketat. Ini bukan hanya soal kelancaran lalu lintas mudik, tetapi juga untuk memeriksa legalitas dan dokumen kesehatan hewan kurban yang masuk ke Sulut agar masyarakat merasa aman,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).

Selain jalur distribusi, Bendahara DPW PKB Sulut ini mendorong jajaran pemerintah tingkat kecamatan hingga desa untuk aktif menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurutnya, aparat desa harus menjadi garda terdepan dalam memantau wilayahnya, termasuk mengawasi lonjakan harga pangan di pasar-pasar tradisional tingkat desa agar tidak terjadi penimbunan oleh spekulan.

“Stabilitas harga pangan dan keamanan lingkungan adalah hak masyarakat. Pemerintah desa harus jeli melihat situasi di lapangan. Jika ada indikasi permainan harga yang tidak wajar atau gangguan kamtibmas, segera koordinasikan dengan pihak berwajib,” tegasnya.

Muliadi juga mendesak Dinas Pertanian dan Peternakan untuk menerjunkan tim pengawas ke titik-titik penjualan hewan kurban guna memastikan seluruh ternak sapi dan kambing bebas dari penyakit menular serta memenuhi syariat Islam. Di sisi lain, ia mengajak para Shohibul Qurban (orang yang berkurban) dan lembaga amil zakat untuk memperhatikan pemerataan distribusi daging hingga ke pelosok desa dan kantong kemiskinan.

Menutup penyampaiannya, Muliadi mengingatkan agar pelayanan administrasi dan posko pengaduan masyarakat di tingkat daerah tetap berjalan optimal menjelang libur panjang Idul Adha.

“Komisi I DPRD Sulut berkomitmen untuk terus mengawasi kinerja mitra kerja pemerintah provinsi demi memastikan hak-hak dan kebutuhan dasar masyarakat Muslim di Sulawesi Utara terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.