Example floating
Example floating
BITUNGHEADLINEMINUTPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Mengenal Sosok Nick Lomban, Politisi Muda yang Memilih Berjibaku di Lapangan

×

Mengenal Sosok Nick Lomban, Politisi Muda yang Memilih Berjibaku di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Sulut dapil Minut-Bitung, Nick Adicipta Lomban, S.E.

SULUT – Di tengah hiruk-pikuk politik Sulawesi Utara, nama Nick Adicipta Lomban muncul bukan sekadar sebagai pewaris trah kepemimpinan, melainkan sebagai sosok yang konsisten berjibaku dengan realitas di lapangan.

Bagi Nick, politik adalah perpanjangan dari nilai-nilai keluarga. Putra dari mantan Wali Kota Bitung, Maximilian Jonas Lomban, dan Khouny Lomban-Rawung ini tumbuh besar dengan melihat langsung bagaimana kebijakan publik dapat mengubah hidup orang banyak. Namun, di balik seragam dinasnya, Nick adalah seorang ayah dan suami yang menjadikan keluarga sebagai kompas moral.

Dukungan sang istri, Julistin Limpong, serta tawa kedua buah hatinya, menjadi energi utama bagi Nick saat harus membagi waktu antara rapat-rapat krusial di Gedung Cengkih dan agenda turun lapangan yang tak jarang menyita waktu hingga larut malam.

Perjalanan akademisnya di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (2002–2005) dan gelar Sarjana Ekonomi dari program International Business Administration (IBA) Unsrat (2005–2009) tidak hanya memberinya gelar, tetapi juga kerangka berpikir yang taktis. Hal ini terlihat dari cara ia membedah anggaran sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut, di mana ia kerap menyoroti transparansi Indikator Kinerja Utama (IKU) dari setiap SKPD demi memastikan setiap rupiah rakyat kembali untuk kepentingan rakyat.

Sejak terpilih kembali untuk periode 2024–2029 dari Partai NasDem Dapil Minahasa Utara – Bitung, Nick dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut yang membidangi pembangunan. Di sinilah taring politiknya semakin tajam. Pada awal Mei 2026, Nick tertangkap kamera memberikan sorotan tajam kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan perusahaan tambang besar seperti PT Meares Soputan Mining (MSM) terkait konflik akses jalan di lingkar tambang.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung alot, Nick mendesak adanya solusi nyata bagi warga Kelurahan Pinasungkulan yang terdampak kerusakan jalan. “Pihak perusahaan pada dasarnya bersedia membayar. Kami mengimbau adanya kompromi terkait nilai kompensasi agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” ungkapnya saat mendorong win-win solution.

Momen ikonik terjadi pada 1 April 2026, ketika Nick tetap berdiri di tengah guyuran hujan deras untuk menemui massa aksi di depan Kantor DPRD Sulut. Tindakan ini mengirimkan pesan kuat bahwa integritas dan empati adalah mata uang utama dalam kepemimpinannya. Ia bahkan mengajak perwakilan massa untuk berdiskusi langsung di dalam gedung demi memastikan tuntutan mereka ditindaklanjuti secara serius.

Hingga memasuki tahun 2026, politisi muda Partai NasDem ini terus membuktikan bahwa pengabdian bukanlah soal retorika di mimbar, melainkan tentang seberapa sering sepatu seorang wakil rakyat menyentuh debu aspal yang berlubang di daerah pemilihannya.

Fokus Nick kian mengerucut pada isu-isu fundamental yang menyentuh langsung kehidupan warga. Salah satu yang paling menonjol adalah konsistensinya dalam mengawal perbaikan infrastruktur. Menurut Nick, jalan yang rusak bukan hanya soal estetika kota, melainkan hambatan bagi urat nadi ekonomi rakyat. Ia tidak segan turun langsung saat kunjungan lapangan untuk meninjau titik-titik longsor dan penurunan badan jalan yang membahayakan keselamatan warga. Baginya, pembangunan yang mengabaikan keselamatan lokal adalah sebuah kegagalan sistemik.

“Masyarakat tidak peduli apakah itu jalan nasional, provinsi, atau kota. Yang mereka tahu, negara harus hadir saat jalanan rusak membahayakan nyawa mereka,” tegasnya dalam sebuah agenda reses di Bitung pada Maret 2026.

Nick sedang membuktikan bahwa menjadi wakil rakyat bukan berarti duduk manis menunggu laporan, melainkan berani “berjibaku dengan debu” demi memastikan setiap aspirasi warga di Bitung dan Minahasa Utara tidak menguap di ruang rapat yang dingin. Nick sedang menulis sebuah sejarah kecil: bahwa kepemimpinan sejati diukur dari seberapa banyak beban rakyat yang berhasil diringankan.

Sebagai putra dari mantan Wali Kota Bitung, Nick berhasil keluar dari bayang-bayang nama besar sang ayah dengan membangun identitas politiknya sendiri. Ia aktif memanfaatkan platform digital (Instagram: @nicklomban25) untuk menjaga transparansi kerja dan berkomunikasi langsung dengan generasi Z serta milenial.

Menatap sisa masa jabatannya, Nick diprediksi akan menjadi figur sentral dalam peta politik Sulawesi Utara. Dengan kombinasi pengalaman lapangan, latar belakang pendidikan yang kuat, dan keterbukaan terhadap inovasi, ia adalah prototipe pemimpin yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan Sulawesi Utara di era digital.