Example floating
Example floating
Kotamobagu

Adrianus Mokoginta Hadiri Pisah Sambut Kajari Kotamobagu

×

Adrianus Mokoginta Hadiri Pisah Sambut Kajari Kotamobagu

Sebarkan artikel ini

KOTAMOBAGU – Suasana khidmat sekaligus penuh keakraban menyelimuti Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu pada malam pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu. Acara yang menandai transisi kepemimpinan dari Saptono, SH kepada Tasjrifin Muljana ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Kotamobagu, Adrianus Mokoginta, bersama jajaran pimpinan daerah se-Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kehadiran Adrianus Mokoginta dalam acara tersebut bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan wujud nyata dari kuatnya sinergitas antara legislatif dan aparat penegak hukum di wilayah Kotamobagu, sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan supremasi hukum di daerah tersebut.

Pisah sambut ini menjadi istimewa karena mempertemukan para pemegang kebijakan di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Terpantau di lokasi, hadir Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, hingga Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur.

Tak hanya unsur kepala daerah, jajaran Forkopimda seperti Ketua DPRD Bolmong dan Dandim 1303/Bolmong juga turut memberikan penghormatan. Kehadiran para kepala SKPD serta seluruh staf Kejaksaan Negeri Kotamobagu semakin menambah kekeluargaan dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kotamobagu, Adrianus Mokoginta, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Saptono, SH atas dedikasinya selama menjabat sebagai Kajari Kotamobagu. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini telah memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan penegakan hukum di Kota Kotamobagu.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Saptono atas pengabdian dan kerja kerasnya. Banyak prestasi dan sinergi yang telah kita bangun bersama. Semoga di tempat tugas yang baru, beliau semakin sukses dan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa,” ujar Adrianus Mokoginta (*)