SULUT – Anggota DPRD Sulut, Julius Jems Tuuk menyoroti program Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi I terkait rehabilitasi jaringan irigasi Bendung Kosinggolan dan Toraut.
Tuuk menyampaikan bahwa yang di sampaikannya saat Paripurna di depan Gubernur Sulut Olly Dondokambey memang benar terjadi pintu-pintu air bendungan rusak.
“BWS I Prov. Sulut harus cepat tangani apa yang terjadi di Bendungan Kosinggolan dan Toraut. Kalau tidak, Masyarakat Sulut akan kehilangan banyak pasokan stok beras,” ujarnya. Rabu (01/05).
Tuuk juga mengatakan, hampir 80 persen kondisi pintu air di kedua bendung tersebut saat ini dalam kondisi rusak sehingga dapat mengancam turunnya produksi pertanian di wilayah Bolaang Mongondow.
“Atas nama P3A, GP3A dan IP3A di dua jaringan besar memohon bantuan Bapak Gubernur untuk dapat membicarakan dengan Kementerian PU agar pintu-pintu air dapat diperbaiki, ” tegasnya dihadapan Gubernur Olly Dondokambey dalam rapat paripurna DPRD dalam rangka penyerahan rekomendasi DPRD atas LKPJ Gubernur tahun 2023 Selasa (30/4/2024).
Politisi PDIP ini juga mengkhawatirkan akibat kurang seriusnya program rehabilitasi irigasi di kedua bendung tersebut berpotensi kehilangan produsi beras sebanyak 38 ribu ton per tahun.
“Dampak dari rusaknya pintu air dan pengerjaan proyek -proyek dari pusat setiap tahun kita bisa kehilangan 38 ribu ton beras tidak bisa diproduksi, dan ini memberikan dampak yang luar biasa bagi ketersediaan beras di Sulawesi Utara. ”beber Tuuk. (*)
Pintu Air Bendungan Toraut Rusak, James Tuuk Minta Bantuan Gubernur








