SANGIHE – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 menjadi momentum berharga untuk memperkuat nilai-nilai dasar negara di seluruh penjuru nusantara. Menyelaraskan semangat kebangsaan tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Arthur T. Lomboh (ATL) menyerukan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga keutuhan ideologi negara di tengah dinamika global saat ini.
Sebagai pimpinan pelaku usaha di wilayah perbatasan utara Indonesia yang masuk kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Arthur Lomboh menegaskan bahwa Pancasila terbukti menjadi kekuatan yang “sakti” dalam menyatukan keragaman bangsa. Kilas balik sejarah kelam peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965 merupakan pengingat nyata betapa kokohnya fondasi negara yang dipertahankan melalui pengorbanan para Pahlawan Revolusi.
Refleksi Sejarah dari Beranda Utara Nusantara
“Sebagai wilayah perbatasan yang berdiri di beranda terdepan Indonesia, masyarakat dan pelaku usaha di Sangihe memahami betul arti penting persatuan,” kata Arthur Lomboh, Kamis (30/09/2026). “Gugurnya para pahlawan di Lubang Buaya adalah bukti nyata bahwa ideologi ini dipertahankan dengan jiwa dan raga. Tugas kita sekarang adalah menjaga api nasionalisme tersebut tetap menyala,” sambungnya.
Arthur menambahkan bahwa memperingati momen bersejarah ini setiap 1 Oktober bukan sekadar ritual seremonial tahunan atau menyaksikan bendera dinaikkan satu tiang penuh setelah setengah tiang di hari sebelumnya. Menurutnya, ini adalah janji setia kolektif untuk menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan Pancasila.
Menjawab Tantangan Ekonomi dan Informasi Global
Dari perspektif dunia usaha dan sosial, Arthur Lomboh menyoroti pergeseran ancaman di era modern. Saat ini, disintegrasi tidak lagi hanya datang dari serangan fisik, melainkan melalui derasnya arus informasi di ruang digital serta polarisasi opini yang dapat memecah belah keharmonisan masyarakat.
“Generasi Z dan kaum milenial harus menjadikan Pancasila sebagai penyaring informasi dan benteng moral hidup sehari-hari. Di era digital, implementasi Pancasila ada pada cara kita menyebarkan kedamaian, menolak hoaks, dan mengutamakan antarsesama,” tutur Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado tersebut.
Mengamalkan Semangat Gotong Royong
Mengacu pada tema nasional tahun 2026, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, APINDO Sangihe berkomitmen untuk terus mendorong iklim ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial bagi masyarakat kepulauan.
“Mari kita implementasikan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan dalam lini kehidupan kita masing-masing. Hanya dengan menjaga persatuan dan saling menopang, kesaktian Pancasila akan terus abadi dan membawa Indonesia menuju kesejahteraan yang merata,” pungkas Arthur Lomboh.









