Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINENUSA UTARASANGIHESULAWESI UTARA

Akselerasi Ekonomi Beranda Depan Nusantara: Di HUT ke-81 TNI, Ketua APINDO Sangihe Arthur Lomboh Tegaskan Sinergi Pertahanan dan Penguatan Dunia Usaha di Wilayah Kepulauan

×

Akselerasi Ekonomi Beranda Depan Nusantara: Di HUT ke-81 TNI, Ketua APINDO Sangihe Arthur Lomboh Tegaskan Sinergi Pertahanan dan Penguatan Dunia Usaha di Wilayah Kepulauan

Sebarkan artikel ini

SANGIHE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin, 5 Oktober 2026 menjadi momentum krusial bagi daerah perbatasan utara NKRI. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Arthur T. Lomboh, S.IP., memberikan ucapan selamat sekaligus memaparkan catatan strategis mendalam mengenai pentingnya menyelaraskan pertahanan kedaulatan dengan penguatan ekonomi inklusif di wilayah kepulauan perbatasan.

Di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi yang dinamis di beranda depan Nusantara, Arthur menegaskan bahwa kedaulatan bangsa memiliki dimensi yang luas. Menurutnya, menjaga keutuhan wilayah tidak hanya menjadi tugas militer di garis batas, melainkan juga tugas bersama dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat kepulauan.

“Dirgahayu TNI ke-81. Bagi kami yang hidup dan beraktivitas di wilayah kepulauan perbatasan seperti Sangihe, kehadiran jajaran TNI bukan sekadar simbol penegakan hukum negara. Mereka adalah jangkar stabilitas yang memberikan rasa aman. Rasa aman inilah pertimbangan paling mendasar bagi para pelaku usaha, UMKM, nelayan, dan petani lokal untuk terus berproduksi dan menggerakkan roda ekonomi daerah,” ungkap Arthur, Senin (5/10/2026).

Pria yang akrab disapa ATL ini menguraikan bahwa investasi dan pengembangan dunia usaha di daerah kepulauan terluar memiliki risiko geografis yang cukup tinggi. Biaya logistik yang tinggi serta keterbatasan akses pasar menjadi tantangan sehari-hari yang harus dihadapi. Oleh karena itu, jaminan stabilitas teritorial dari TNI menjadi daya tawar utama untuk menarik kolaborasi investasi yang sehat.

“Iklim bisnis yang kondusif tidak akan pernah tercipta di atas wilayah yang rawan atau minim pengawasan. Ketika TNI berhasil menjaga stabilitas keamanan di wilayah maritim dan daratan Sangihe, maka sebetulnya mereka sedang meletakkan fondasi utama agar investasi bisa masuk dan kesejahteraan bisa didistribusikan secara merata,” tambah alumnus Sarjana Ilmu Pemerintahan tersebut.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi TNI yang kian lintas sektoral. Di Kepulauan Sangihe, prajurit TNI dinilai aktif melebur bersama masyarakat lewat berbagai program non-militer, seperti penguatan ketahanan pangan lokal, bakti sosial kesehatan di pulau-pulau, hingga mitigasi bencana alam.

Pandangan visioner Arthur ini sejalan dengan rangkaian aksi strategis yang ia lakukan belakangan ini. Sebagai ketua asosiasi pengusaha, ia sangat vokal mendorong peningkatan daya saing komoditas lokal agar pertumbuhan ekonomi di perbatasan bisa melompat lebih tinggi.

Salah satu langkah nyata yang terus diperjuangkannya adalah akselerasi infrastruktur digital seperti jaringan internet satelit Starlink untuk memerdekakan wilayah kepulauan dari keterisolasian informasi. Bagi APINDO Sangihe, aspek pertahanan modern di masa kini juga mencakup kedaulatan digital dan kemandirian ekonomi.

“TNI kuat bersama rakyat, itu berarti tidak boleh ada masyarakat di perbatasan yang merasa ditinggalkan atau termarjinalkan dari kue pembangunan nasional. Kedaulatan yang sejati tercapai saat masyarakat di perbatasan perairan utara ini memiliki akses ekonomi yang adil, konektivitas teknologi yang setara, dan ruang berkembang yang sama dengan mereka yang berada di kota-kota besar,” urai Arthur dengan lugas.

Menutup pernyataannya, Arthur Lomboh berharap di usia yang ke-81 ini, TNI dapat terus memperkuat kapasitasnya menjadi angkatan perang yang modern, adaptif dalam memitigasi ancaman siber maupun konflik konvensional, serta tetap konsisten mengedepankan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.

APINDO Kabupaten Kepulauan Sangihe menyatakan komitmen penuh untuk terus berjalan beriringan dengan TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah. Kolaborasi multisektor ini diharapkan mampu mengubah paradigma wilayah perbatasan dari yang semula dianggap sebagai daerah yang rawan menjadi beranda depan yang maju, aman, dan makmur.