Example floating
Example floating
BOLMUTHEADLINEPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Fikri Gam : Menjaga Nalar Kritis dan Marwah Rakyat di Parlemen Bolmut

×

Fikri Gam : Menjaga Nalar Kritis dan Marwah Rakyat di Parlemen Bolmut

Sebarkan artikel ini

BOLMUT – Bagi sebagian orang, politik mungkin identik dengan keriuhan dan perebutan kuasa. Namun, bagi Fikri Gam, S.HI., politik adalah soal “rasa”. Di balik seragam formalnya sebagai legislator Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), pria yang memimpin DPC Partai Demokrat ini lebih sering terlihat sebagai sosok kakak yang mengayomi bagi para pemuda, sekaligus anak yang patuh pada nilai-nilai keluarga.

Kepemimpinan Fikri tidak tumbuh secara instan. Ia adalah produk dari kerasnya dunia aktivisme kampus, pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa IAIN Manado dan Ketua Umum MAPALA BUMI. Pengalaman inilah yang membentuk mentalitasnya untuk selalu berpijak pada kepentingan rakyat kecil. Tak hanya di ranah politik, pengabdiannya juga merambah ke akar spiritual sebagai Bendahara Komisariat Wilayah Alkhairaat Bolmong Raya. 
 
Banyak yang mengenal Fikri sebagai sosok yang disiplin di ruang sidang. Sebagai Ketua Fraksi Karya Bolmut Maju (KBM), ia adalah tipe pembicara yang tak banyak basa-basi. Namun, jika sudah menyentuh isu keadilan seperti saat ia membela hak dasar tahanan muslim di Sulawesi Utara yang sempat viral, suaranya akan menggelegar, menunjukkan sisi idealisme yang tak bisa ditawar.

Fikri sadar betul bahwa keberpihakan tidak cukup hanya dengan kata-kata. Itulah mengapa, melalui posisinya sebagai Ketua Bapemperda, ia memilih “bertarung” lewat jalur konstitusi. Saat ini, fokusnya tertuju pada payung hukum bagi UMKM lokal.

“Regulasi harus menjadi instrumen yang mengangkat martabat produk lokal kita,” ujarnya. Ia ingin produk-produk asli Bolmut tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri, tapi mampu bersaing kompetitif karena dilindungi oleh peraturan daerah yang kuat.

Di balik padatnya jadwal antara urusan partai, tugas negara, hingga memimpin organisasi memancing (DPK APRI), Fikri selalu pulang ke rumah untuk “mengisi baterai” jiwanya. Baginya, dukungan keluarga adalah jangkar yang membuatnya tidak mudah goyah oleh godaan politik.

Sisi humanis inilah yang kemudian ia tularkan kepada anak-anak muda di Bolmut melalui organisasi Bintang Muda Indonesia (BMI). Fikri ingin mematahkan stigma bahwa politik itu kotor. Ia ingin anak muda sadar politik, berkontribusi, dan tetap memegang teguh etika. Sisi humanis Fikri paling terlihat melalui Figur Foundation. Melalui yayasan ini, ia menyisihkan sebagian gajinya untuk sektor pendidikan dan keagamaan. Salah satu bukti nyatanya adalah pembangunan TPA Assuhada di Desa Bohabak 1 dan pemberian bantuan fasilitas sekolah di berbagai madrasah.

Komitmennya terhadap masa depan Bolmut juga terpancar dari kegigihannya mengawal bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu. Ia tak ingin ada anak daerah yang putus sekolah hanya karena biaya. Baginya, setiap rupiah anggaran negara harus tepat sasaran menjadi investasi bagi sumber daya manusia di masa depan.

Fikri Gam bukan sekadar politisi yang mencari suara setiap lima tahun sekali. Lewat rekam jejaknya di Dapil 2 Bolmut, ia sedang menulis narasi baru: bahwa di tangan orang yang tepat, kursi parlemen bisa menjadi alat perjuangan yang paling ampuh untuk membawa perubahan nyata.