Penyidik Polres Sangihe Hadirkan Ahli LKPP Jakarta Terkait Internet Desa

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Perlahan namun pasti kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Intrnet Desa (Indes) di 101 Kampung se-Kabupaten Sangihe Tahun  Anggaran 2019 bakal dituntaskan. Pasalnya disela-sela pemanggilan sejumlah Kapitalaung di Kecamatan Manganitu Selatan dan Kecamatan Tatoareng, pihak penyidik TIPIKOR Polres Sangihe telah mamanggil ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) Jakarta.

Hal ini diungkapkan Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK melalui Kasat Reskrim IPTU Kieffer FD Malonda STrK kepada awak media, Kamis (16/09/2021). “Benar kami telah memanggil ahli dari LKPP Jakarta untuk dimintai keterangan terkait dengan
mekanisme dan tata cara pengadaan barang jasa pemerintah di desa sesuai denhan Peraturan Kepala LKPP nomot 13 tahun 2013 tentang pedoman tata cara pengadaan barang dan jasa pemerintah di desa”, ujar Malonda.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa nantinya keterangan ahli ini kita akan bandingan dengan mekanisme dan pengadaan internet desa sesuai fakta di lapangan.

“Apakah sesuai dengan mekanisme dan tata cara pengadaan barang jasa pemerintah desa atau tidak. Dan hal ini nantinya menjadi pekerjaan penyidik untuk mengungkapnya”, jelasnya kembali.

Disinggung soal siapa lagi yang bakal dipanggil, Malonda menyebutkan sesuai dengan laporan Kanit TIPIKOR Polres Sangihe IPDA Rofly Saribatian SH bahwa sampai saat ini masih Kapitalaung di Kecamatan Tatoareng dan selanjutnya Kecamatan Tabukan Selatan.

“Sejumlah Kapitalaung di Kecamatan Tatoareng dan selanjutnya Kapitalaung di Kecamatan Tabukan Selatan yang Kampungnya di TA 2019 lalu melaksanakan pengadaan Indes”, imbuh Malonda.

Seperti diketahui pengadaan internet desa di 101 Kampung pada TA 2019 dilakukan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) ditetapkan. Namun dilakukan revisi karena munculnya oknum pengusaha yang menggunakan jalur tertentu menawarkan pengadaan internet desa. (Js)

Pos terkait