Rakor Forkopimda Tahun 2020, Dipimpin Langsung Bupati Boltim

  • Whatsapp

Boltim, detiKawanua.com – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH pimpin Rapat koordinasi (Rakor) forum koordinasi pimpinan daerah ( Forkopimda) Boltim di kantor Bupati, pada Jumat (18/09) kemarin.

Tujuan diselenggarakannya, rakor ini adalah untuk mengawal orises jalanya pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Dibutuhkan sinergitas Forkompimda, guna mengawal tercapainya pembangunan yang telah direncanakan, sedang dilaksanakan sesuai target, ketentuan peraturan yang telah ditetapkan, kemudian mendeteksi, mengantisipasi, memproteksi beberapa persoalan, kerawanan, gangguan “Dan juga gangguan yang timbul terutama pada pelaksanaan pilkada ditengah pandemi covid-19″ujar, Bupati

Bacaan Lainnya

Beberapa isu atau topik yang disampaikan dan dibahas pada rakor tersebut yakni,
1. Kesiapan pemerintah daerah dalam upaya kewaspadaan pencegahan, pegendalian penyebaran Covid-19
2. Penegakan disiplin, dan penegakan hukum terkait pelaksanaan kenormalan atau new normal dalam penidakan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
3. Maraknya pertambangan tanpa izin
4. Antisipasi pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah, yang mengerahkan masa, konvoi yang menimbulkan kerawanan
5. Pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, dimana peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media online/daring dimana tidak semua orang tua peserta didik mampu menyiapkan fasilitas pembelajaran serta, masih adanya beberapa wilayah, desa di Boltim yang belum terjangkai jaringan internet.
6. Maraknya berita hoax media sosial terkait dengan perkembangan, pelaksanaan pilkada yang perlu mendapat perhatian serta tindaklanjut penegakan hukum dan informasi terkait adanya anggota masyarakat yang dicurigai terpapar covid-19. Sehingga, dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat
7. Terkait pelaksanaan proyek jalan Mooat-Atoga, adanya klaim masyarakat atas kepemilikan lahan dimana lahan tersebut berada pada Hutan Produksi Terbatas, (HPT)
8. Perlunya diaktifkan kembali Pos Kamling di setiap desa
9. Mengantisipasi kekurangan tenaga medis, dalam menanggulangi perkembangan covid-19, terutama edukasi terhadap penanggulangan covid
10. Maraknya perambahan hutan ilegal loging, yang berdampak pada rawan timbulnya bencana alam di Boltim
11. Kesiap siagaan BPBD dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrim di Boltim
12. Masih adanya nelayan yang menggunakan bahan peledak bom, dalam penangkapan ikan yang dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem laut
13. Adanya keluhan dari petani, terkait kelangkaan pupuk bersubsidi sehingga menperngaruhi produksi hasil pertanian di Kabupaten Boltim
14. Maraknya penggunaan miras, dan zat adiktif atau narkoba oleh generasi muda
15. Antisipasi terkait isu-isu negatif terkait, suku agama dan ras dalam menghadapi pilkada gubernur, bupati dan walikota.

Hal-hal tersebut, yang dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait/stake holder.

Rakor ini dihadiri oleh Bupati, Ketua DPR, Kapolres, unsur KPU, Bawaslu Boltim, Dandim Bolaang Mongondow yang diwakili Perwira Penghubung, Asisten, Staf Khusus Bupati Bidang Hukum, dan kepala OPD, beserta para camat.

(Fidh)

Pos terkait