DPRD Sangihe Gelar Rapat Kerja Penanganan Covid19

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Senin (22/6/2020) menggelar rapat kerja bersama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, di Ruang Paripurna DPRD Sangihe.

Dalam rapat tersebut disampaikan beberapa hal penting, baik masalah anggaran, tugas pokok atau permasalahan yang menyangkut Covid-19, maupun membahas tentang kesiapan Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menyambut New Normal.

Bacaan Lainnya

Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 Wita, dihadiri Ketua DPRD Josephus Kakondo Bae, Wakil Ketua I Ferdy Sondakh, Wakil Ketua II Michael Thungari bersama anggota DPRD dari lintas Fraksi, bersama jajaran OPD yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Josephus Kakondo Bae kepada sejumlah wartawan setelah selesai rapat bersama.

Dikatakannya, Rapat bersama antara DPRD dan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengembangan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat lah penting. Dimana dalam rapat ini di agendakan tentang rencana kerja dan kegiatan, serta laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran pencairan tahap pertama sebesar Rp 13 Milyar.

Terlebih lagi lanjutnya, saat ini Indonesia telah memasuki masa New Normal. Kabupaten Kepulauan Sangihe pun diminta untuk lebih siap lagi dalam menyambut hal tersebut.

“Artinya kan torang harus menginjak tanah. Jangan cuma mengadopsi dari isu-isu global. Kita harus lihat, apakah kita siap dengan kondisi itu?, sedangkan langkah-langkah atau prosedur yang kita lakukan apakah so lengkap?, sehingga kita tau peta kondisi masyarakat daerah terhadap pandemi covid-19 ini,” ungkapnya.

Dirinya pun menyebutkan sejumlah contoh-contoh kebijakan yang diambil dibeberapa daerah yang ada. Seperti ravid test massal atau pembukaan sekolah.

“Misalnya tes massal, dan dari tes massal itu dapat tau toh. Misalnya torang cuma 2000 orang yang ravid test nya reaktif, sehingga itu yang di jaga. Nah kalau sekarang kan kita belum dapat tau. Jadi tidak boleh cepat diadopsi itu, yang mungkin di daerah lain so siap. Karena mereka sudah lakukan langkah-langkah, dan mereka sudah yakin. Apakah kita mau adopsi itu? Itu yang harus fokus dikaji oleh tim gugus,” urainya.

“Kita (DPRD) hanya mengingatkan. Seperti juga hal nya pembukaan sekolah, itu juga harus dikaji lebih Konfrehensif. Termasuk mau tanya ke orang tua, apa dorang pede mau lepas depe anak-anak. Karena orang dewasa saja anggap enteng, apalagi ini anak-anak. Jadi untuk itulah rapat kerja ini kita adakan, agar Kabupaten Kepulauan Sangihe siap menyambut New Normal,” kuncinya. (Js)

Pos terkait