Tidak Ada Barang Berbahaya, Sidak Tol Laut Sangihe Dinilai Over Ecting

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Inspeksi Mendadak (Sidak) muatan kontainer pada kapal Tol Laut, yang dilakukan Tim gabungan dari Dirjen Perhubungan Laut, Reskrim Mabes Polri di Pelabuhan Nusantara Tahuna, Jumat (13/3) pekan lalu dinilai berlebihan.

Pasalnya saat dilakukan penggeledahan oleh aparat kepolisian dan disaksikan tim gabungan di sejumlah kontainer yang sebelumnya telah dipolice-line tidak ditemukan barang berbahaya. Namun tim yang dipimpin langsung Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut Dirjen Hubla, Wisnu Handoko itu, hanya menemukan beberapa jenis barang yang tidak sesuai manifest muatan.

Bacaan Lainnya

Temuan tersebut kemudian dijadikan fakta temuan penyimpangan dari pihak tim gabungan, sedangkan pengirim isi dari kontainer yang dibawa kapal Tol Laut ke Tahuna merupakan pekerjaan dari shipper (perusahaan swasta) yang ada di Surabaya.

Sayangnya, pada saat Konferensi pers yang digelar Minggu (15/3) di terminal peti kemas pelabuhan Nusantara Tahuna Handoko tidak bisa memberikan jawaban kongkrit kepada para awak media yang menanyakan jenisĀ  barang apa saja yang tidak sesuai manifest.

“Jadi dugaan penyimpangan yang kami temukan, yaitu adanya isi muatan dalam kontainer tidak sesuai manifest barang, serta adanya manipulasi data terkait rute pengiriman barang melalui Tol Laut,” kata Handoko.

Pun saat para awak media menanyakan apakah penyimpangan yang ditemukan itu, menyebabkan kerugian negara, Handoko enggan memberi jawaban, ia justeru mengalihkan pernyataan dengan topik lainya. Menurutnya bahwa, dugaan penyimpangan tersebut akan didalami oleh pihak aparat kepolisian.

Sementara itu, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Sangihe, Ferry Kantohe kepada media ini menyatakan, bahwa akibat adanya Sidak tersebut, aktifitas mereka sempat terganggu, bahkan saat melakukan bongkar barang dari kontainer mereka dihantui rasa takut karena diawasi oleh sejumlah aparat kepolisian dengan senjata api.

Namun demikian aktifitas mungkar muat hingga saat ini masih berlangsung. Sementara ketua Tim Gabungan sudah bertolak ke Jakarta pada Minggu malam dengan Kapal penumpang ke Manado selanjutnya kembali ke Jakarta. (js)

Pos terkait