Tangkal Corona, Satgas Sangihe Semprotkan Disinfectan

  • Whatsapp

Tahuna, detikawanua.com – Kasus Virus Corona Diesiase (Covid-19) tiap hari di Indonesia terus bertambah, masyarakat kian panik. Langkah-langkah pemerintah guna pencegahan masuknya Covid-terus dilakukan.

Satuan Tim Gugus Tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (23/3) melakukan penyeprotan disinfectan.

Muat Lebih

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Rivo Pudihang ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, benar tim Satgas telah melakukan beberapa kegiatan, salah satunya penyemprotan disinfectan guna menangkal penyebaran Covid-19.

“Penyemprotan disinfectan ini sudah dilaksanakn sejak hari Sabtu lalu, termasuk di beberapa rumah Ibadah yakni Gereja dan Masjid di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan total keseluruhanya sebanyak 86 rumah Ibadah, yang berada di Kecamatan Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Kecamatan Mangainitu, Kecamatan Tamako dan Kecamatan Tabukan Utara (Tabut),” ujar Pudihang yang juga selaku Ketua Tim Satgas percepatan penanganan Covid-19.

Lanjut dijelaskan Pudihang, saat ini tim Satgas melakukan penyemprotan dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Serta di tempat-tempat banyak dikerumuni orang.

“Sedangkan diruang publik mulai, Senin (23/3) khususnya perkantoran Pemerintah Daerah, kemudian instansi terkait lainya. Serta di Kapal, ketika kapal masuk kami langsung melakukan penyemrotan disinfectan, dan perlu masyarakat banyal tahu. Ketika toko-toko tutup kami langsung mengambil kesempatan melakukan penyemprotan,” ungkap Pudihang.

Tak hanya melakukan penyemprotan disinfectan. Pihaknya telah melakukan berbagai cara seperti sosialisasi kepada masyarakay. Namun diakuinya,.ada beberapa masyarakat ketika melakukan keberangkatan dan hendak balik ke Sangihe, tidak mendengar seruan atau aturan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Bahwa mereka harus melakukan isolasi diri di rumah sendiri.

“Selain pemyemprotan, upaya kami melakukan pencegahan Covid-19 adalah sosialisasi kepada masyarakat. Namun yang menjadi permasalahan adalah, ada masyarakat yang tidak mau mendengar anjuran pemerintah untuk isolasi diri bila dari luar daerah. Terkait ini juga kami telah melakukan pemantauan kapan kedatangan mereka, kapan lokasi mereka dan memberikan nasehat. Tetapi ketika hari sudah malam mereka keluar rumah,” tegasnya.

Dan himbauan bagi masyarakat, supaya Covid-19 ini penyebarannya tidak berdampak ke masyarakat banyak. Patuhilah aturan yang sudaj ditetapkan oleh pemerintah, hindari kegiatan yang mengundanh banyal orang.

“Kami menegaskan patuhi aturan pemerintah, serta ada kegiatan dalam bentuk acara yang mengundang banyak orang itu sudah ditiadakan, setiap kegiatan pertemuan semuanya dipending. Bahkam kami di Sangihe kalau ada rapat-rapat harus jaga jarak,” imbuhnya sembil menambahkan untuk personil penyemrotan disinfectan 40 orang dari Satpol, 10 orang dari Tagana, 9 orang dari Polres, 9 orang dari Kodim dan 9 orang dari Lanal.

Disisilain Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sangihe dr Joppy Thungari mengajak maayarakat yang ada di rumah tak lupa membersikan lingkungan sekitar dan menyiapkan Disinfectan secara mandiri.

“Saya berharap masyarakat Sangihe dapat menyiapkan disinfektan secara mandiri dirumah, dan disemprotkan pada tempat yang sering disentuh oleh tangan seperti gagang pintu, kursi, meja dan tempat-tempat yang memang perlu disemprot oleh disinfectan,” ajak Thungari.

Dia menambahkan, bahan-bahan yang dapat di pakai membuat disinfectan secara mandiri dirumah adalah cairan pembersih seperti bayclin dicampur dengan air.

“Jika 1 botol Bayclin maka dicampur dengan air 9 botol yang sama takaranya dengan bayclin dan untuk pengaplikasiannya bisa menggunakan botol bekas pewangi pakaian saat menyetrika,” tambanya. (js)

Pos terkait