Sekprov Mokodongan saat menerima Aksi Damai Pemuda GMIM di Kantor Gubernur Sulut.
Manado, detiKawanua.com – Peristiwa pembakaran Rumah Ibadah yang terjadi di Aceh Singkil, beberapa pekan lalu, terus menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk puluhan Pemuda Sinode GMIM dalam aksi yang digelar Jumat (23/10) siang di lobby kantor Gubernur.
Para pemuda ini tentunya mengutuk penutupan serta pembakaran sejumlah Gereja di Indonesia, termasuk diantaranya yang terjadi Aceh Singkil Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Massa aksi lansung disambut Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Ir. Siswa Rahmat Mokodongan. Sekprov Mokodongan pun menyatakan dukungan terhadap langkah para pemuda tersebut.
“Gubernur sudah mengeluarkan lima poin dalam himbauan bersama dengan Presidium Pimpinan umat beragama, bahwa terkait dengan peristiwa tersebut. kami menghimbau agar warga Sulut tetap tenang dan tidak terpancing dengan gerakan-gerakan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab yang sengaja untuk memecah belah persatuan dan keutuhan bangsa,” tegas salah satu putra terbaik Bumi Totabuan ini.
Dukungan penuh juga dinyatakan oleh Pejabat Gubernur Sulut Pemprov Sulut, Dr. Sony Sumarsono MDM, melalui Juru Bicara Pemprov Sulut, Dr. Jemmy Kumendong, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipatif, guna mencegah dampak konflik tidak sampai ke daerah Nyiur Melambai ini.
“Pemprov tentunya sudah mengambil langkah-langkah strategis guna mengantisipasi dampak konflik di Aceh Singkil, tidak berimbas dengan membuat keruh hubungan antar umat beragama di Sulut yang harmonis,” Ujar Kumendong. (Rafsan Damopolii)












