Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

INGAGE Resmi Dimulai, ICRS: "Generasi Muda Manado Sangat Kreatif"

Drs Mochtar Bonde memberikan sambutan pada pembukaan INGAGE.

Manado, detiKawanua.com - Pelatihan lintas agama untuk generasi muda (INGAGE) di Sulawesi Utara (Sulut), yang dimotori Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) atas dukungan Norwegian Agency for Development Coorperation (Norad) dan The Lutheran World Federation (LWF), resmi dimulai.

Pelatihan INGAGE yang diselenggarakan dari tanggal 22 - 28 September 2016 dan diikuti oleh 30 peserta ini, secara resmi dibuka oleh Perwakilan Kemenag Sulut Drs Mochtar Bonde, di Hotel Formosa Manado, Kamis (22/09).

Dalam sambutannya, Bonde mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi pada pelaksanaan INGAGE. Karena hal ini merupakan hal yang strategis dalam kaitannya toleransi beragama di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.

"Dengan tema 'Untuk Memperkuat Kesetaraan Hak dan Membangun Jembatan Lintas Iman', pelatihan ini diharapkan dapat mengembalikan Sulawesi Utara menjadi nomor satu kembali pada Indeks Keberagaman Nasional," harap Bonde.

Foto bersama usai Pembukaan INGAGE di Hotel Formosa Manado, Kamis (22/09). /Red

Sementara, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut melalui Kasubbag Agama Lefina Pangkey, mengatakan, Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mensupport kegiatan INGAGE ini.

"Kegiatan ini sangat strategis untuk meningkatkan tolerasi di Sulawesi Utara. Karena kegiatan ini membuka ruang bagi kaum muda untuk melibatkan diri dalam keragaman iman dan tradisi keagamaan, serta bersikap kritis terhadap hubungan antar komunitas," ujar Pangkey.

Dalam program INGAGE ini, menurut Dr Leonard Epafras dari ICRS, kaum muda dibekali diri dengan pemahaman tentang perbedaan iman dan kesetaraan. "Serta mengeksplorasinya melalui digital secara kreatif dan inovatif, untuk bersama membangun Indonesia yang lebih baik," terangnya, ketika diwawancarai awak media usai pembukaan kegiatan.

Dr Leonard Epafras dari ICRS ketika diwawancarai awak media. /Red

Acara INGAGE (Interfaith New Generation Initiative and Engagement, red) ini, sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Medan pada tanggal 1-7 September 2016, dan akan dilaksanakan di Kota Ambon pada 13-19 Oktober 2016.

"Kami memilih Medan, Manado, dan Ambon, dikarenakan ketiga kota ini memiliki tradisi dan sejarah yang kuat, serta perbandingan populasi umat beda agama yang hampir berimbang. Di Kota Manado sendiri, dari 120 pendaftar yang berminat mengikuti kegiatan ini, dapat disimpulkan generasi mudanya sangat kreatif," kata Dr Leonard.

Lanjut, dirinya mengatakan, program tersebut bertujuan meng-INGAGE para pemuda lintas iman di daerah yang terkenal dengan slogan 'Sulut yang Sulit Disulut' ini, terutama dalam hal membangun kehidupan harmonis di daerah yang ditinggalinya.

"Ada tiga isu yang kita fokuskan, yakni interfaith/lintas iman, HAM, dan komunikasi digital. Nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan dengan pemberian materi dan Live In, dengan tinggal di rumah keluarga yang berbeda keyakinan," pungkasnya.

(vkg)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 September 2016 , , , ,

0 komentar for "INGAGE Resmi Dimulai, ICRS: "Generasi Muda Manado Sangat Kreatif""

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional