Example floating
Example floating
Example 468x60
BOLMONG RAYAHEADLINEKotamobaguPOLITIKSULAWESI UTARA

Jangkar Politik dari Totabuan: Menakar Lembaran Baru Aditya Anugrah Moha di Panggung Sulawesi Utara

×

Jangkar Politik dari Totabuan: Menakar Lembaran Baru Aditya Anugrah Moha di Panggung Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini
Foto: (Ist)

SULUT – Lanskap politik Sulawesi Utara tengah bersiap menghadapi babak baru. Di tengah deru konsolidasi partai-partai besar, nama Aditya Anugrah Moha, S.Ked. kembali mencuri perhatian publik Bumi Nyiur Melambai. Langkah politik pria yang akrab disapa ADM ini baru saja mencatat tonggak penting setelah resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara periode 2025–2030.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menandai reposisi strategis bagi sang putra Totabuan. Dari yang sebelumnya mengakar kuat memimpin mesin partai di tingkat lokal Kabupaten Bolaang Mongondow, kini ADM mendampingi dr. Michaela Elsiana Paruntu untuk menakhodai gerbong beringin di level provinsi.

Rumah, Orang Tua, dan Kompas Moral

Di balik ketangguhan langkah politiknya, ada cerita tentang rumah, keluarga, dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil. ADM lahir dan tumbuh besar dalam asuhan orang tua yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Ayahnya, almarhum Syamsudin Kudji Moha, dan ibunya, Marlina Moha Siahaan, adalah jangkar utama pembentukan karakter kepemimpinannya.

Sebagai anak, ADM melewati proses belajar yang panjang dari kedua orang tuanya. Dari sang ayah, ia menyerap pelajaran berharga tentang ketegasan, prinsip dalam bersikap, serta kemampuan tangguh untuk bertahan menghadapi badai kehidupan. Sementara dari sang ibu sosok figur publik yang pernah dipercaya memimpin sebagai Bupati Bolaang Mongondow selama dua periode, ia memperoleh nilai-nilai kesungguhan, rasa simpati, empati yang dalam pada masyarakat, serta komitmen penuh pada perjuangan.

Ketika sang ayah berpulang, ADM seketika memikul tanggung jawab besar sebagai pilar pelindung bagi keluarganya. Nilai-nilai keteladanan yang ia saksikan sehari-hari di dalam rumah bertransformasi menjadi identitas dirinya, perpaduan antara ketegasan seorang ayah dan kepekaan sosial seorang ibu. Bagi ADM, keluarga bukan sekadar tempat kembali, melainkan sebuah kompas moral yang selalu mengingatkannya untuk tetap membumi.

Benteng Pertahanan di Balik Panggung Politik

Di balik ketangguhan ADM di panggung politik yang keras, ada cerita tentang kehangatan keluarga yang menjadi benteng pertahanan utamanya. Menikah dengan Angelina Tjandring, kehidupan domestik ADM adalah cerminan dari keseimbangan antara karier publik dan komitmen sebagai kepala keluarga. Kehadiran sang istri bukan sekadar pendamping di acara-acara seremonial, melainkan pilar emosional yang konstan memberikan dukungan moral di setiap masa-masa sulit.

Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai buah hati yang kini tumbuh menjadi pelengkap kebahagiaan sekaligus pengingat terbesar bagi ADM tentang masa depan yang harus ia perjuangkan. Sebagai seorang ayah, ADM seringkali menyelipkan nilai-nilai kesederhanaan, disiplin, dan religiusitas kepada anak-anaknya di tengah padatnya jadwal konsolidasi politik.

Bagi ADM, keluarga adalah kompas. Ketika tekanan politik di Manado atau Jakarta memuncak, rumah dan pelukan hangat anak-istri di Totabuan selalu menjadi tempatnya kembali untuk memulihkan energi dan menjernihkan pikiran. Keteguhan prinsip yang ia tunjukkan di luar, berakar kuat dari keharmonisan yang ia rawat di dalam rumah.

Menempa Diri Lewat Kawah Candradimuka Organisasi

Bagi publik Sulawesi Utara, nama ADM bukanlah sosok baru. Langkah politiknya sudah dimulai sejak usia belia. Lahir di Kotamobagu pada 25 Januari 1982, perjalanan hidup ADM adalah sebuah kurva transformasi yang menarik. Dibesarkan dalam kultur Bolaang Mongondow yang kental, ia awalnya meniti jalan sebagai calon klinis dengan menyelesaikan studi Sarjana Kedokteran (S.Ked.) di Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Namun, takdir kepemimpinannya justru terasah di luar ruang laboratorium. Dunia organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan lintas sektor menjadi kawah candradimuka tempat ia menempa insting kepemimpinan dan menjalin kedekatan emosional dengan masyarakat bawah.

Di ranah keagamaan dan pembinaan pemuda muslim, ADM merupakan kader tulen Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Ia tumbuh melalui seluruh jenjang pengkaderan organisasi dari bawah, dari tingkat dasar hingga lanjutan, menjadikannya figur yang dipandang memahami kultur pembinaan umat.

Sementara di dunia intelektual, integritasnya diakui dalam Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam hingga didapuk sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Kota Kotamobagu dan di tingkat nasional dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum Majelis Nasional (MN) KAHMI.

Jejaring kepemudaannya kian kokoh melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mulai dari Ketua KNPI Kabupaten Bolaang Mongondow, Bendahara KNPI Sulawesi Utara, hingga Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI Bidang Parlemen Internasional. Kepiawaiannya menggerakkan massa sayap partai juga matang saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) periode 2010–2015. Bahkan pada panggung politik nasional mutakhir, ia dipercaya memegang tongkat komando strategis sebagai Panglima Relawan Nasional Bogani (Prabowo-Gibran) Indonesia pada Pilpres 2024 silam.

Panggung organisasi yang beraneka warna ini menjadi batu loncatan yang solid. Ia bahkan sempat mengukir sejarah sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara termuda di usia 22 tahun, sebelum akhirnya melenggang ke Senayan selama dua periode (2009–2014 dan 2014–2019) sebagai salah satu legislator termuda di DPR RI. Dari Kotamobagu, yang menjadi basis kulturalnya, ia merajut jejaring pemilih yang setia.

Menjaga Denyut Pusat dan Arsitektur Regional

Kemampuan manajerial ADM di internal partai juga mendapat pengakuan tinggi di level struktural pusat. Kepercayaan ini mewujud kala dirinya ditarik untuk mengawal substansi legislasi dan ketatanegaraan sebagai Tenaga Ahli (TA) Fraksi Partai Golkar di MPR RI.

Tak hanya itu, insting taktisnya diuji di lini krusial pemenangan pemilu dengan memegang amanah sebagai
Direktur Data dan Informasi Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) periode 2024–2029. Di tengah kesibukannya mengelola basis mahadata saksi dan strategi pertahanan suara nasional di Jakarta, ia tetap meluangkan energi mengarsiteki jejaring regional, memastikan mesin partai di daerah asal tetap berdenyut kencang menghadapi kontestasi lokal.

Konsolidasi Visi dan  Narasi Baru Pengabdian

Namun, perjalanan politik tidak pernah berupa garis lurus yang mulus. Dinamika naik-turun hingga babak-babak krusial dalam kehidupannya justru membentuk kedewasaan politik pria berlatar belakang dokter ini. Ujian kehidupan yang pernah dilaluinya, termasuk pengorbanannya yang sempat menjadi sorotan nasional demi membela sang ibu diterimanya sebagai konsekuensi perjuangan hidup. Bagi ADM, setiap fase menantang bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan sebuah lembaran bersih yang siap ditulis ulang dengan narasi pengabdian yang jauh lebih luas.

Sekembalinya ia ke arena, kapasitas kepemimpinannya langsung teruji ketika ia terpilih secara aklamasi memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Bolaang Mongondow pada pertengahan 2022. Keberhasilannya mengonsolidasikan struktur partai di tingkat kabupaten menjadi modal berharga bagi penugasan barunya di level provinsi hari ini.

Saat memimpin Rapat Pleno Perdana DPD I Golkar Sulut di Manado, ADM dengan gaya komunikasinya yang cair namun tegas membakar semangat para kader. Ia mengingatkan bahwa kerja-kerja politik ke depan menuntut kedalaman esensi, bukan sekadar seremonial.

“Agenda konsolidasi yang kini tengah digulirkan tidak boleh hanya dipandang sebagai formalitas restrukturisasi organisasi. Konsolidasi itu bukan sekadar menyatukan struktur, tapi menyatukan visi,” tegas ADM di hadapan puluhan pengurus daerah.

Ia juga menambahkan optimisme baru mengenai peta gerak partai di bawah nahkoda barunya. “Semoga amanah ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk memperkuat soliditas, membangun konsolidasi organisasi, dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara,” imbuhnya, menegaskan komitmen penuh gerbong beringin di bawah kepengurusan yang baru.

Kini, dengan mandat baru sebagai Sekretaris DPD I Golkar Sulut di pundaknya, Aditya Anugrah Moha tidak hanya membawa pulang pengalaman masa lalu, tetapi juga modal sosial dari jejaring organisasi kemudaan, keagamaan, dan intelektualnya untuk menavigasi Beringin Sulut menuju masa depan yang lebih adaptif, solid, dan membumi.