MANADO – Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kepedulian nyata di tengah musibah yang menimpa warga Kota Manado. Melalui aksi kemanusiaan, partai berlambang pohon beringin ini turun langsung membantu masyarakat yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.
Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Michaela Elsiana Paruntu (MEP). Dalam aksi sosial ini, MEP didampingi oleh Sekretaris Golkar Sulut, Aditya Anugrah Moha, serta sejumlah jajaran pengurus lainnya, termasuk Gilang Ramadhan Hiola.
Golkar Sulut mendistribusikan total 300 kilogram beras yang dialokasikan untuk 30 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran. Dengan pembagian yang merata, masing-masing keluarga menerima bantuan pangan sebanyak 10 kilogram beras untuk menyambung kebutuhan hidup harian mereka.
Ketua DPD I Golkar Sulut, Michaela Elsiana Paruntu, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan moral bagi partai politik untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa-masa sulit. Bagi MEP, solidaritas terhadap sesama tidak boleh berhenti pada retorika semata.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kebakaran. Kami berharap bantuan beras ini bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sedikit meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah,” ujar MEP di sela-sela penyerahan bantuan.
Ia juga berharap dukungan ini dapat menjadi pemantik bagi berbagai pihak lain untuk turut serta mengulurkan tangan, sehingga proses pemulihan warga Sindulang Satu pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Persoalan pascakebakaran yang dihadapi warga memang tergolong kompleks. Selain kehilangan tempat tinggal, puluhan keluarga tersebut kini harus berjuang keras memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah upaya menata kembali kehidupan mereka dari nol.
Meski disadari bantuan pangan ini belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi korban, langkah responsif dari Golkar Sulut menjadi perhatian mendesak yang sangat berarti bagi para warga. Aksi kemanusiaan ini sekaligus memperlihatkan fungsi esensial partai politik yang bergerak di luar agenda organisasi dan dinamika elektoral, yakni menjadi penopang sosial bagi rakyat yang sedang tertimpa kemalangan.









