Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Ketua GP Ansor Manado Asriyanto Karim Ajak Pemuda Jadi Benteng Ideologi dan Rawat Toleransi

×

Hari Kesaktian Pancasila 2026, Ketua GP Ansor Manado Asriyanto Karim Ajak Pemuda Jadi Benteng Ideologi dan Rawat Toleransi

Sebarkan artikel ini

MANADO – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Manado, Asriyanto Karim, S.H.I., menyampaikan pesan mendalam bagi generasi muda pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pondasi hidup yang menjaga keutuhan Indonesia dari berbagai ancaman disintegrasi.

Dalam penyampaiannya, Asriyanto Karim menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar teks seremonial yang dibacakan saat upacara, melainkan falsafah hidup yang telah teruji oleh waktu dan sejarah dalam menyatukan kemajemukan bangsa Indonesia.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 ini, yang mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’, harus menjadi momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali ketangguhan bangsa ini. Sejarah kelam masa lalu mengajarkan kita betapa mahalnya harga sebuah persatuan, dan betapa saktinya Pancasila dalam merajut keberagaman yang ada,” ujar tokoh pemuda muslim yang juga alumni IAIN Manado tersebut, Kamis (01/10/2026).

Asriyanto menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini telah bergeser. Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan pemberontakan fisik, maka pemuda hari ini dihadapkan pada perang ideologi di dunia digital, penyebaran hoaks, serta infiltrasi paham radikal dan intoleran yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Kader Ansor, Banser, dan seluruh elemen pemuda di Kota Manado harus berada di garda terdepan untuk menjadi benteng pertahanan ideologi. Kita tidak boleh lengah. Ruang-ruang digital dan sosial harus kita isi dengan narasi kebangsaan, nilai-nilai gotong royong, keadilan, serta kemanusiaan yang beradab,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga Pancasila berarti menjaga warisan para ulama dan pendiri bangsa yang telah sepakat menjadikan NKRI sebagai bentuk final negara. Bagi GP Ansor, komitmen terhadap Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Lebih lanjut, Asriyanto menekankan pentingnya mempertahankan predikat Kota Manado sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Aksi-aksi nyata seperti pengamanan hari besar keagamaan dan kolaborasi lintas iman harus terus ditingkatkan.

“Tugas kita hari ini adalah memastikan Pancasila tetap sakti di hati setiap anak bangsa. Kita buktikan dari Manado, bahwa perbedaan agama, suku, dan ras justru menjadi kekuatan utama kita untuk bergotong royong membangun daerah. Pemuda adalah motor penggerak kerukunan itu,” pungkas Asriyanto.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, PC GP Ansor Kota Manado menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi kepemudaan (OKP) keagamaan lainnya demi menjaga stabilitas keutuhan wilayah dan kedamaian masyarakat Sulawesi Utara.