Example floating
Example floating
BOLTIM

Lampu Pelabuhan Kotabunan Tanpa Perawatan, Kondisi Tower Dianggap Membahayakan Warga

×

Lampu Pelabuhan Kotabunan Tanpa Perawatan, Kondisi Tower Dianggap Membahayakan Warga

Sebarkan artikel ini

BOLTIM, detiKawanua.com – Kondisi lampu Pelabuhan Kotabunan dinilai sangat memprihatinkan. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir lampu tersebut disinyalir hanya dibiarkan seakan tidak ada perawatan dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kotabunan.

Warga Kotabunan, Pusran Beeg mengungkapkan sudah sejak beberapa tahun ini kondisi lampu tersebut sudah dibiarkan. Bahkan, disekeliling tower nampak sudah sudah dikelilingi rerumputan. Mirisnya kondisi menara lampu juga sudah berkarat dan akan berdampak pada masyarakat sekitar.

“Kondisi lampu dermaga ini jika dilihat memang sudah dibiarkan. Padahal lampu Pelabuhan itu sangat penting. Lampu itu sebagai penanda adanya Pelabuhan. Nah jika dibiarkan dan tidak dirawat takutnya, menara Pelabuhan akan roboh dan bisa menimpa warga,” ungkap Pusran, pada Senin, (13/04/2026).

Pusran pun menyayangkan akan sikap dari pihak UPP kelas III Kotabunan yang seakan hanya membiarkan kondisi lampu yang terbengkalai. Padahal menurutnya, Pelabuhan Kotabunan baru saja selesai dikerjakan dengan anggaran puluhan miliar dari pihak Kementrian.

“Memang benar Pelabuhan Kotabunan baru selesai ditingkatkan. Anggarannya puluhan miliar untuk menambah dan menata Pelabuhan. Namun sungguh sayang, lampu Pelabuhan malah tidak terawat. Ini harus disikapi agar tidak membahayakan warga,” terang Pusran.

Pusran yang juga merupakan wartawan menjelaskan bahwa persoalan lampu Pelabuhan tersebut sudah pernah di konfirmasi kepada mantan Mantan Kepala Kantor UPP Kotabunan, Cristian W. Egam, terkait pemeliharaan lampu dermaga dan jaringan penerangan di kawasan pelabuhan tersebut.

Pusran mengungkapkan persolan pemeliharaan lampu navigasi berada di bawah tanggung jawab Distrik Navigasi Kelas I Bitung. Jika lampu dermaga tidak berfungsi optimal, maka dapat berdampak pada keselamatan kapal, khususnya saat beraktivitas pada malam hari. Lampu tersebut menjadi salah satu penunjuk arah utama bagi kapal yang hendak merapat ke pelabuhan.

“Kalau lampu tidak menyala, kapal akan kesulitan melihat arah masuk ke dermaga. Ini tentu berisiko, terutama di malam hari,” katanya.

Dengan adanya persoalan tersebut, Pusran berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar pemeliharaan fasilitas di pelabuhan dapat dilakukan secara optimal demi menjamin keselamatan pelayaran dan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kantor UPP Kotabunan maupun Distrik Navigasi Kelas I Bitung belum berhasil dikonfirmasi terkait pernyataan tersebut.

Diketahui, proyek pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Kotabunan di Bolaang Mongondow Timur didorong untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, dengan anggaran Rp48,6 miliar. 
Pembangunan fisik dimulai sejak peletakan baru pertama oleh Bupati pada Mei 2024.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait proyek tersebut:
  • Replacement Fasilitas Laut (2025): Tender pekerjaan konstruksi replacement fasilitas laut Pelabuhan Kotabunan telah selesai, dengan nilai Pagu APBN sebesar Rp48.696.131.007,00 pada tahun 2025.
  • Peresmian dan Penguatan Fungsi (2026): Bupati Boltim mengadakan audiensi dengan Kemenhub RI pada Januari 2026 untuk merencanakan peresmian dan penguatan fungsi pelabuhan sebagai pusat distribusi dan konektivitas. (***)