Example floating
Example floating
HEADLINEMINUT

Perdana, Penanaman Kelapa PTPN I Regional 8 di Likupang Timur, didukung Penuh Pemkab Minut

×

Perdana, Penanaman Kelapa PTPN I Regional 8 di Likupang Timur, didukung Penuh Pemkab Minut

Sebarkan artikel ini

Sekda Minahasa Utara, Novly Wowiling. (Ist)

Minut, detiKawanua.com – PTPN I Regional 8 secara resmi menggelar penanaman perdana Kelapa, menandai langkah strategis menghidupkan kembali komoditas unggulan daerah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, khususnya di Minahasa Utara (Minut).

Hal ini menjadi penanda harapan baru bagi kebangkitan komoditas Kelapa Sulawesi Utara (Sulut) yang mulai ditanam di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, Kamis (29/1/26) kemarin.

Momentum ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Penanaman perdana tersebut menjadi penegasan bahwa kelapa kembali diposisikan sebagai komoditas masa depan yang siap bersaing di pasar global.

Dukungan lintas sektor pun terlihat jelas dengan hadirnya Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrikpati Peilohy, serta Staf Khusus Menteri PPN Sukmo Harsono.

Mewakili Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Sekretaris Daerah Novly Wowiling menyampaikan apresiasi atas inisiatif PTPN I Regional 8 yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional di sektor pertanian dan perkebunan.

Ia menegaskan, penguatan sektor pangan dan perkebunan merupakan fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, telah menekankan bahwa kemandirian pangan bukan pilihan, melainkan keharusan.

Menurut Novly, Indonesia memiliki kekuatan besar pada potensi lokal, dan kelapa menjadi salah satu komoditas strategis yang harus dimaksimalkan. Sulawesi Utara sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai sentra produksi kelapa nasional, dengan peluang pengembangan yang masih sangat luas.

“Minahasa Utara memiliki lahan subur dan sumber daya manusia yang siap. Kami optimistis daerah ini dapat menjadi salah satu pusat pengembangan kelapa yang berdaya saing,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTPN I Regional 8 bukan hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Yang ditanam hari ini bukan hanya bibit kelapa, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik bagi petani dan generasi mendatang,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *