Example floating
Example floating
Example 468x60
EkonomiBisnisHEADLINE

Pertamina Uji Kesiapan Tanggap Darudat Lewat Simulasi di IT Bitung

×

Pertamina Uji Kesiapan Tanggap Darudat Lewat Simulasi di IT Bitung

Sebarkan artikel ini

Simulasi pemadaman kebakaran di Integrated Terminal Bitung. 

Bitung, detiKawanua.com – Kapal tanker Pertamina disimulasikan bertabrakan dengan kapal penumpang di perairan sekitar Integrated Terminal (IT) Bitung, Sulawesi Utara.

Tabrakan itu memicu kebakaran dan kebocoran hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan.

Peristiwa tersebut bukan kejadian sebenarnya. Insiden itu merupakan skenario dalam simulasi penanggulangan keadaan darurat yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di IT Bitung, Sabtu (10/10/2026).

Dalam skenario, kapal tanker Pertamina awalnya bertabrakan dengan kapal penumpang. Benturan kemudian menyebabkan kebakaran dan kebocoran.

Tim internal IT Bitung langsung bergerak melakukan penanganan. Namun, api dalam skenario terus membesar.

Kondisi itu membuat penanganan tidak lagi cukup dilakukan oleh tim internal. Pertamina kemudian meminta bantuan pemadam kebakaran dan sejumlah instansi terkait.

Pjs Integrated Terminal Manager Bitung Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yudistira Chandra Barus, mengatakan simulasi dilakukan untuk menguji kesiapan personel menghadapi kondisi darurat.

“Hari ini kami melaksanakan simulasi penanggulangan darurat di Integrated Terminal Bitung. Skenarionya terjadi tabrakan antara kapal tanker kami dengan kapal penumpang, lalu ada kebakaran dan kebocoran,” ujar Yudistira.

Simulasi tersebut melibatkan TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, KSOP hingga masyarakat sekitar.

Yudistira mengatakan latihan itu juga untuk memastikan koordinasi lintas instansi berjalan cepat saat terjadi keadaan darurat.

“Tujuannya untuk meningkatkan awareness terhadap keadaan darurat supaya warga di sekitar sini lebih aware lagi dan lebih cepat dalam merespons,” katanya.

Dari simulasi tersebut, respons tim internal Pertamina dan stakeholder yang terlibat dinilai cukup baik. Meski begitu, masih ditemukan sejumlah catatan untuk dievaluasi.

“Response time dari tim kami sudah cukup bagus. Response time dari stakeholder yang kami minta bantuan juga sangat bagus,” kata Yudistira.

“Memang masih ada beberapa hal yang harus dievaluasi dan tentunya evaluasi ini untuk perbaikan ke depannya,” sambungnya.

Kapolres Bitung yang diwakili Kabagops AKP Sadia mengatakan Polri mendukung pelaksanaan simulasi tersebut.

Dia menyebut pengamanan fasilitas Pertamina dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 13 Tahun 2011 tentang Sistem Pengamanan Objek Vital.

“Kami bekerja sama dengan pihak Pertamina Patra Niaga. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Pertamina karena kami dilibatkan dalam penanggulangan kecelakaan, simulasi keadaan darurat,” ujar Sadia.

Menurut Sadia, latihan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji koordinasi antarinstansi ketika menghadapi situasi kontingensi.

“Konsep kegiatannya adalah konsep kemanusiaan, sejauh mana lintas koordinasi kita dengan pihak terkait termasuk Pertamina apabila kita menghadapi situasi kontingensi seperti ini,” katanya.

Dalam skenario, kebakaran awalnya ditangani tim internal IT Bitung. Namun, api terus membesar hingga bantuan Damkar dibutuhkan.

Sekretaris Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Nimbrot Polontoh, mengatakan pengerahan Damkar dilakukan setelah kemampuan penanganan internal tidak lagi mencukupi.

“Ketika dari internal IT Terminal Bitung mencoba memadamkan namun eskalasi kebakaran sudah meningkat, maka secara SOP mereka harus minta bantuan kepada kami,” ujar Nimbrot.

Nimbrot berharap kerja sama antara Pertamina dan Damkar terus diperkuat untuk menghadapi potensi kebakaran, khususnya di kawasan objek vital nasional.

“Harapan kami pola kemitraan ini tetap terbangun untuk lebih menjaga dan meminimalisir kerugian yang besar akibat terjadinya kebakaran,” katanya.

Simulasi berlangsung sekitar 1,5 jam. Skenario dimulai dari tabrakan kapal, kebakaran dan kebocoran hingga kondisi darurat berhasil ditangani.

Latihan tersebut sekaligus menjadi evaluasi kesiapan personel, peralatan dan koordinasi Pertamina bersama instansi terkait dalam menghadapi keadaan darurat.**