SANGIHE – Pemilihan Kapitalaung (Kepala Desa) di Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menampilkan fenomena menarik. Meski maju sebagai calon tunggal dalam kontestasi politik tingkat desa ini, Dekki Taduminggir tidak mau setengah-setengah. Ia tetap menunjukkan komitmen dan keseriusan penuh untuk berjuang demi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menuntaskan masalah krusial penanganan banjir dan ketersediaan air bersih.
Saat ditemui oleh media, Dekki Taduminggir menegaskan bahwa status sebagai calon tunggal bukanlah alasan untuk bersantai. Baginya, kepercayaan masyarakat Kampung Lesabe adalah amanah besar yang harus dibayar dengan kerja nyata dan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Fokus Total pada Pemerataan Air Bersih
Masalah pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam visi-misi Dekki. Ia mengungkapkan, jika Puji Tuhan dirinya mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk terpilih menjadi Kapitalaung, langkah konkret pertama adalah melakukan perbaikan total pada saluran air bersih di wilayah tersebut.
“Saya ingin memastikan seluruh masyarakat Kampung Lesabe tanpa terkecuali dapat menjangkau air bersih dengan mudah. Selain itu, kami akan membuat bak penampung air bersih di setiap Lindongan, secara khusus di setiap kompleks pemukiman warga,” ujar Dekki, Jumat (16/10/2026).
Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi kelangkaan air saat bencana melanda, ia juga merencanakan pembuatan sumur bor di setiap Lindongan. Sumur bor ini nantinya berfungsi sebagai pemasok cadangan air ke bak-bak penampung ketika banjir terjadi, sehingga warga tidak akan kesulitan air bersih dalam kondisi darurat.
Solusi Strategis Atasi Banjir di Lindongan II
Masalah menahun yang dihadapi warga Lindongan II adalah musibah banjir akibat meluapnya Sungai Balughang dan Sungai Lesabe. Menanggapi hal ini, Dekki memaparkan rekam jejaknya yang sudah bergerak sejak menjabat sebagai kepala lindongan. Berbagai usaha telah dilakukan, termasuk mengirimkan proposal resmi ke Kementerian maupun Balai Sungai di Manado. Namun, hingga saat ini memang belum ada tindak lanjut nyata dari pihak terkait.
“Puji Tuhan, jika saya terpilih menjadi Kapitalaung, saya tidak akan menunggu lagi. Saya akan berangkat langsung ke Kementerian untuk menjelaskan kondisi riil di lapangan saat banjir terjadi, agar kampung kita mendapat perhatian yang serius dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Sembari memperjuangkan perbaikan sungai di tingkat pusat, Dekki juga menyiapkan langkah mitigasi lokal yang cerdas. Ia berencana membangun jalan kampung alternatif yang menghubungkan Lindongan I sampai Lindongan II melalui rute yang tidak terkena dampak banjir, yaitu jalur Kembung, Siku, tembus Resunang. Jalur alternatif ini disiapkan agar kendaraan warga tetap bisa melintas dan roda ekonomi tidak lumpuh saat banjir melanda.
Komitmen Mempererat Toleransi dan Bantuan Keagamaan
Di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan, Dekki Taduminggir membawa misi keharmonisan yang kuat. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dan toleransi antarumat beragama di Kampung Lesabe melalui aksi gotong royong, seperti berpartisipasi bersama-sama dalam pembangunan tempat ibadah.
Lebih lanjut, ia juga berencana menyentuh aspek kesejahteraan rohani warga melalui pemanfaatan anggaran desa.
“Jika berkenan dan sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan dana kampung, saya akan mengalokasikan bantuan terhadap semua gedung ibadah yang warga jemaatnya adalah masyarakat Kampung Lesabe. Tentu hal ini akan dilakukan secara adil dan bergilir,” pungkasnya optimis.
Dengan program kerja yang terukur, taktis, dan menyentuh kebutuhan mendasar, Dekki Taduminggir membuktikan bahwa semangat membangun desa tidak diukur dari seberapa banyak lawan politik, melainkan dari besarnya ketulusan untuk mengabdi kepada masyarakat Kampung Lesabe.






