Example floating
Example floating
HEADLINEMINAHASA RAYAMINAHASA SELATANMINAHASA TENGGARAPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

RDP Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo Minta Pemerintah Carikan Solusi Dari Mahalnya Harga Beras

×

RDP Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo Minta Pemerintah Carikan Solusi Dari Mahalnya Harga Beras

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo

SULUT – Komisi II DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Biro Perekonomian, dan Kepala Bulog, membahas kenaikan harga beras yang mahal di pasaran.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sulut, Pricylia Rondo menyatakan, melihat situasi dan kondisi di Sulawesi Utara salah satunya bergantung pada bulog nasional dan bulog itu membeli padi gaba dari petani.

Dari sini cadangan beras pemerintah akan menuju ke penggilingan. Saat penggilingan pihak swasta hampir tidak juga mendapatkan padi tersebut, sehingga tidak memiliki stok yang cukup untuk pendistribusian ke pasar-pasar relatif agak sedikit. Menurutnya, tentunya ini akan berlaku hukum suplai yang membuat harga beras di pasar itu tinggi.

Melihat problem tersebut, Politisi PDIP ini menanyakan apakah bulog baiknya segera turun ke pasar yang memang cadangan berasnya cukup besar, agar boleh memperhatikan fakta yang ada saat ini.

“Beberapa minggu yang lalu saya dan Ibu Jeane Laluyan pergi ke bulog di Kota Kotamobagu. Hadir juga Kepala Dinas Pangan Pak Ketut. Dari percakapan kami memutuskan untuk pergi juga ke gudang bulog. Nah disana terkonfirmasi memang begitu banyak beras, tetapi kita melihat faktanya sekarang bahwa beras sangat mahal, ” ujarnya, Senin (14/07/2025) di ruang Komisi II DPRD Sulut.

Legislator Dapil Mitra-Minsel ini juga membeberkan, dirinya turun langsung ke pasar melihat harga beras dan sempat didokumentasikan. Harga beras bervariasi mulai dari Rp16.000 sampai Rp19.000 bahkan sampainRp 20.000 per kilogram.

Pricylia pun mengemukakan, meskipun di tengah maraknya harga beras yang mahal. Namun, dirinya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) yang sudah turun ke masyarakat untuk menjual beras dengan harga yang murah.

Di sisi lain, Kata Pricylia, ada hal menarik juga yang terjadi. Saat dirinya berada di bulog harga beras Rp13.700 dengan label beras premium. Dengan kondisi seperti ini, apakah dari pihak bulog tidak bisa mengambil langkah-langkah yang strategis?

“Beras biasa dan diberi label beras premium. Apakah bulog dengan dinas terkait tidak bisa melakukan operasi pasar ini meminimalisasi hal ini, ” tuturnya.

Ia pun berharap, semua pihak terkait duduk bersama dan mencari solusi untuk aliran yang tersumbat, sehingga ada jalan keluar untuk masyarakat yang menjerit dengan mahaknya harga beras saat ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *