Example floating
Example floating
SULAWESI UTARA

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal, Disperindagkop-PM Kotamobagu Rencanakan Operasi Pasar

×

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Natal, Disperindagkop-PM Kotamobagu Rencanakan Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi
Kotamobagu,
detiKawanua.com

– Kurang dari tiga pekan jelang Hari Raya Umat Kristiani, Natal 25 Desember
2015, harga sejumlah bahan pokok di sejumlah Pasar Tradisional di Kotamobagu,
mulai merangkak naik.
Sebagaimana
hasil pantauan detiKawanua.com di Pasar Serasi, yang terletak di jantung kota
Kotamobagu, Sabtu (05/12), kemarin, kecenderungan naiknya harga terutama
terjadi pada tanaman holtikultura seperti tomat dan cabai rawit. “Tomat saat
ini harganya sudah Rp 28 ribu/kilo gram, padahal beberapa hari sebelumnya masih
di bawah Rp 20 ribu. Sementara untuk cabai rawit, semangkok (1/5 kilo gram,
red), Rp 15 ribu,” ujar pedagang wanita paruh baya yang mengaku bernama Hilda.
Menurut Hilda, berkaca
dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kecenderungan naiknya harga bahan
pokok tersebut, masih akan terus terjadi. Terlebih, 1 sampai 2 pekan terakhir
menjelang Natal. “Biasanya kalau sudah mendekati Natal seperti ini, hampir
semua barang akan mengalami kenaikan harga,” terangnya.
Terkait hal itu,
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal
(Disperindagkop-PM) Kota Kotamobagu, Herman Arai, saat dikonfirmasi Minggu
(06/12), siang kemarin, membenarkan adanya kecenderungan naiknya harga harga bahan
pokok. “Kalau tomat sama cabai rawit itu tanaman musiman. Sesuai hukum ekonomi,
ketika permintaan lebih besar dari ketersediaan barang, ya pasti naik. Maka wajar
saja kalau momentum Natal seperti ini kemudian harganya naik, sebab permintaan
meningkat tajam,” ujar Arai.
Dikatakan dirinya,
kecenderungan kenaikan harga juga kemungkinan akan terjadi untuk bahan-bahan
lainnya. “Memang saat ini baru tomat dan cabai rawit yang cenderung naik
harganya, tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk bahan lainnya akan
terjadi kecenderungan yang sama,” terangnya.
Untuk itu,
dirinya mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana yang akan dijalankan
instansinya dalam mengantisipasi kenaikan harga. “Saat ini kita memang lagi fokus
untuk persiapan peresmian Pasar 23 Maret. Akan tetapi sudah ada rencana membentuk
tim terpadu bersama dengan sejumlah instansi terkait lainnya, dalam rangka
menggelar operasi pasar,” demikian Arai. (Ilman Ariyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *