Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Sukses Sedot 3.431 Peserta, Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 Resmi Ditutup Gubernur Sulut

×

Sukses Sedot 3.431 Peserta, Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 Resmi Ditutup Gubernur Sulut

Sebarkan artikel ini

MANADO – Festival Literasi Sulawesi Utara (Sulut) 2026 resmi ditutup pada Minggu (4/10/2026) di Museum Negeri Sulawesi Utara. Festival tahun kedua yang berlangsung selama tiga hari sejak 2 Oktober 2026 ini sukses mencetak sejarah dengan total peserta mencapai 3.431 peserta dari hari pertama hingga penutupan.

Mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban”, festival ini berhasil menjadi ruang perjumpaan bagi literasi, budaya, seni, kreativitas, serta generasi muda di bumi Nyiur Melambai. Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor J. Mayangkay, jajaran asisten daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulut, dan tamu undangan.

Puncak Acara dan Duta Literasi Baru

Ketua Umum Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, dalam laporan pembukanya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Selama tiga hari, festival telah menghadirkan berbagai tokoh dan pegiat literasi tingkat regional maupun nasional. Ragam kegiatan yang digelar meliputi bincang buku, talk show, workshop, pameran buku dan seni, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni.

Malam puncak festival juga menandai lahirnya ikon literasi baru Sulawesi Utara. Julio Lawendatu dari Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi dinobatkan sebagai Putra Literasi Sulut 2026, didampingi oleh Fidelis Greatania dari Manado yang terpilih sebagai Putri Literasi Sulut 2026.

“Kami berharap gelar ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi awal tanggung jawab untuk membawa gerakan literasi lebih dekat ke sekolah, kampus, komunitas, serta masyarakat,” ujar Standius.

Gubernur Puji Teater Maria Walanda Maramis

Apresiasi tinggi datang dari Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Ia memuji penampilan luar biasa para aktor dan aktris muda dalam pementasan teater yang mengangkat kisah pahlawan nasional asal Sulut, Maria Walanda Maramis.

Menurut Yulius, pementasan tersebut menjadi bukti pentingnya membaca dan menulis untuk memahami sejarah besar bangsa. Melalui teater ini, ia mengingatkan kembali bahwa Maria Walanda Maramis adalah salah satu tokoh emansipasi perempuan pertama di Nusantara yang mendirikan sekolah formal bagi perempuan.

“Ini kelasnya sudah nasional. Melalui literasi dan seni seperti ini, kita paham bahwa di Sulawesi Utara ada seorang perempuan hebat, Maria Walanda Maramis, yang sudah berpartisipasi dan beremansipasi sejak masa lalu,” puji Gubernur Yulius.

Rencana Transformasi Perpustakaan Daerah

Menanggapi antusiasme anak muda yang begitu besar, Gubernur Yulius Selvanus langsung menginstruksikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk melakukan perombakan fasilitas. Ia meminta agar perpustakaan daerah ditata ulang menjadi tempat yang menarik dan interaktif, meniru konsep Museum Negeri yang ramah generasi muda.

Lebih lanjut, Gubernur mengusulkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyandingkan fasilitas perpustakaan dengan ruang publik di alun-alun Kota Manado. Langkah ini diambil agar aktivitas berkumpul atau nongkrong (kongko-kongko) pemuda di area terbuka dapat dialihkan ke dalam perpustakaan.

“Buat tempat perpustakaan itu menarik. Ajak anak-anak muda yang biasa kongko-kongko di alun-alun untuk masuk ke perpustakaan, sehingga aktivitas mereka menjadi lebih positif dan produktif,” tegasnya.

Meski rangkaian festival telah berakhir, panitia dan pemerintah daerah berharap semangat membaca, menulis, dan berkarya tidak ikut selesai, melainkan terus berlanjut demi mencerdaskan masyarakat Sulawesi Utara.