Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOPOLITIKSULAWESI UTARA

Melawan Apatisme dari Pinggiran Manado: Cara Irfan Yusuf Menghidupkan Roh PSI Kecamatan Singkil Menuju Pileg 2029

×

Melawan Apatisme dari Pinggiran Manado: Cara Irfan Yusuf Menghidupkan Roh PSI Kecamatan Singkil Menuju Pileg 2029

Sebarkan artikel ini

MANADO – Bagi sebagian besar anak muda di kawasan pinggiran Kota Manado, politik sering kali dianggap sebagai panggung sandiwara yang menjemukan. Janji-janji manis yang menguap seusai pemilu menyisakan trauma ketidakpercayaan yang mendalam. Namun, di Kecamatan Singkil, sebuah gerakan perlahan mendobrak stigma tersebut. Motor penggeraknya adalah Irfan Yusuf, pengusaha muda yang akrab disapa “Pipang” sekaligus Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Singkil.

Irfan bukanlah politisi dengan setelan jas mewah yang mengintip realitas dari balik kaca mobil. Ia adalah sosok yang memilih turun langsung ke jalanan berbatu, mendengarkan keluh kesah warga di warung kopi, dan meyakinkan generasi baru bahwa perubahan hanya bisa dijemput, bukan ditunggu. Pergerakan militan dari bawah ini bukan tanpa arah, langkahnya kini kian mantap menatap panggung kontestasi politik yang lebih besar. Nama Irfan Yusuf mulai santer dipersiapkan untuk masuk dalam bursa petarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang, membidik kursi DPRD Kota Manado dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkil-Mapanget.

Mengakar Melalui Sembilan Jantung Gerakan

Langkah nyata Irfan untuk merobohkan tembok apatisme politik dimulai dari penguatan struktur paling mendasar. Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil mengonsolidasikan kekuatan hingga memuncak pada pelantikan serentak sembilan pengurus ranting (DPRt) PSI se-Kecamatan Singkil.

Pelantikan ini menjadi simbol bahwa PSI di Singkil tidak sekadar numpang lewat. Sembilan ranting tersebut diibaratkan sebagai sembilan jantung gerakan yang berdenyut langsung di tengah pemukiman warga sekaligus modal awal mesin pemenangan menuju 2029.

“Kami tidak mengumpulkan massa dengan iming-iming materi. Yang kami kumpulkan di sembilan ranting ini adalah mereka yang punya kesamaan semangat untuk melayani aspirasi rakyat dan menjaga solidaritas,” tutur Irfan dengan nada optimis saat melaporkan kesiapan barisannya.

Restu Penuh Srikandi PSI: Bawa “Spirit Jokowi” ke Parlemen

Langkah berani dari akar rumput ini mendapat apresiasi langsung dari struktural tertinggi partai di Sulawesi Utara. Ketua DPW PSI Sulut, Ir. Tatong Bara, bersama Ketua DPD PSI Kota Manado, Monica Tambajong, turun langsung menyaksikan pengukuhan tersebut. Kehadiran dua srikandi politik ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan membawa pesan dukungan yang konkret bagi masa depan politik Irfan Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, Tatong Bara secara khusus memberikan pendidikan politik literatif bagi para pengurus baru. Mantan Wali Kota Kotamobagu itu menyampaikan pesan yang kuat agar Irfan Yusuf terus setia pada garis perjuangan masyarakat bawah.

“Spirit kerja nyata Pak Jokowi harus dibawa oleh Bro Irfan,” tegas Tatong Bara saat menitipkan pesan perjuangan. Menurutnya, kerja-kerja sosial tanpa pamrih yang ditunjukkan Irfan di Singkil merupakan contoh nyata model kepemimpinan masa depan yang dibutuhkan PSI.

Dukungan senada digaungkan oleh Monica Tambajong. Anggota DPRD Kota Manado yang juga tokoh milenial ini memuji ketegasan Irfan dalam merampungkan infrastruktur partai hingga ke tingkat paling mikro. Monica menegaskan bahwa komitmen yang ditunjukkan oleh struktur DPC Singkil adalah modal utama partai dalam menyongsong target besar di tahun 2029. Kehadiran kepengurusan yang solid di bawah komando Irfan diyakini mampu merebut simpati publik secara luas dan memastikan satu fraksi utuh untuk PSI di parlemen.

“Dia Datang Bukan Hanya Saat Cari Suara”

Penerimaan masyarakat terhadap gerakan yang dibangun Irfan Yusuf pun mulai menunjukkan riak positif. Di lorong-lorong Kelurahan Wonasa hingga Ketang Baru, nama Irfan kian akrab di telinga warga biasa. Gaya komunikasinya yang santai tanpa sekat protokoler membuatnya mudah diterima.

“Biasanya politisi itu datang pas mau pemilu saja, sebar bantuan lalu hilang,” ungkap Tety, salah satu warga setempat saat berdiskusi di posko warga. “Tapi Pak Irfan beda. Sebelum ada urusan caleg-calegan pun, dia sering nongkrong, mendengar masalah air bersih dan selokan tersumbat di sini. Dia anak muda yang mau mendengar.”

Senada dengan Tety, tanggapan positif juga datang dari kalangan milenial Singkil. “Bagi kami anak muda, gaya politik kaku sudah membosankan. Bro Irfan ini membawa pendekatan yang segar. Kita bisa berdialog sambil ngopi, tidak ada pembatas. Itu yang membuat kami yang awalnya apatis jadi tertarik ikut bergerak di ranting,” tutur seorang pemuda setempat.

Singkil-Mapanget dan Ujian Politik Kemanusiaan

Dapil Singkil-Mapanget dikenal sebagai salah satu medan laga elektoral paling kompleks di Kota Manado. Di balik kesibukan warganya, wilayah ini kerap berhadapan dengan masalah klasik perkotaan seperti tata kelola sampah, ancaman luapan air saat musim penghujan, hingga minimnya ruang kreativitas dan lapangan kerja bagi pemuda. Bagi Irfan Yusuf, deretan masalah ini bukan sekadar statistik pemilu, melainkan “medan laga” yang sesungguhnya untuk menguji komitmen PSI.

Ia selalu menekankan kepada para pengurus ranting bahwa mandat yang mereka pegang bukanlah kartu identitas untuk pamer kekuasaan. Sebaliknya, itu adalah kontrak sosial untuk melayani.

Ketika ada fasilitas publik yang rusak atau warga yang kesulitan mendapatkan hak dasarnya, di situlah kader PSI Singkil didorong untuk menjembatani dan mengawal solusinya hingga tuntas. Politik, di tangan Irfan, dikembalikan pada khitahnya sebagai alat perjuangan kemanusiaan.

Menyulut Api Solidaritas Baru Menuju Parlemen

Kini, mesin politik PSI di Singkil telah panas dan siap melaju. Di bawah kepemimpinan Irfan Yusuf, partai berlambang gajah hitam berkepala merah ini pelan-pelan menghapus kesan eksklusif dan berubah menjadi wadah yang ramah bagi siapa saja yang ingin berkontribusi.

Kesiapan infrastruktur partai hingga ke tingkat ranting yang dilaporkan Irfan mempertegas bahwa PSI tidak lagi sekadar menjadi penggembira. Dengan target bertarung di Dapil Singkil-Mapanget pada Pileg 2029, Irfan Yusuf sedang mencoba membuktikan bahwa ruang-ruang kebijakan publik bisa direbut dengan cara-cara yang segar, dialogis, dan tanpa sekat modal besar.

Perjalanan menuju 2029 memang masih panjang, namun api solidaritas yang dinyalakan dari lorong-lorong Singkil ini telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Manado bahwa anak-anak muda dan masyarakat akar rumput siap mengambil alih kendali atas masa depan mereka sendiri.