Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Hari Santri Nasional 2026, Seska Budiman Ajak Santri Sulawesi Utara Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Penjaga Kerukunan Daerah

×

Hari Santri Nasional 2026, Seska Budiman Ajak Santri Sulawesi Utara Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Penjaga Kerukunan Daerah

Sebarkan artikel ini

SULUT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem, Seska Ervina Budiman, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada hari ini, 22 Oktober.

Dalam momentum peringatan ini, Seska Budiman memberikan apresiasi mendalam atas rekam jejak dan peran sejarah kaum santri. Menurutnya, pondok pesantren dan santri bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, melainkan benteng pertahanan moral bangsa yang telah teruji sejak masa sebelum kemerdekaan hingga era modern saat ini.

Seska mengingatkan kembali bahwa Hari Santri Nasional yang merujuk pada dicuskannya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1945 harus dimaknai secara kontekstual. Jika dahulu santri mengangkat senjata melawan kolonialisme, maka hari ini jihad santri adalah melawan kebodohan, kemiskinan, dan degradasi moral.

“Selamat Hari Santri Nasional untuk seluruh santri di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Santri adalah aset berharga yang membuktikan loyalitas tanpa batas bagi keutuhan NKRI. Di era modern ini, kita sangat membutuhkan peran aktif santri untuk menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa,” ujar legislator perempuan yang dikenal vokal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) tersebut.

Sebagai srikandi yang duduk di Komisi II DPRD Sulut dengan membidangi sektor Perekonomian dan Keuangan, Seska menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas santri. Ia menekankan pentingnya santri untuk mulai membekali diri dengan kemampuan wirausaha (entrepreneurship) serta adaptasi teknologi digital.

Mantan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Bolaang Mongondow Timur ini menilai pondok pesantren memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh menjadi pusat ekosistem ekonomi syariah dan kemandirian umat di daerah.

“Tantangan global hari ini menuntut santri untuk multi-talenta. Saya mengajak seluruh santri di Sulawesi Utara untuk tidak ragu berinovasi, mempelajari dunia usaha, dan menguasai teknologi digital. Kita ingin melihat lulusan pesantren menjadi motor penggerak perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing,” tutur Seska.

Lebih lanjut, Seska yang juga memiliki latar belakang aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan menegaskan komitmennya di parlemen untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada dunia pendidikan keagamaan. Ia menilai kontribusi pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia sangat membantu tugas pemerintah daerah.

“Di Sulawesi Utara, yang kita kenal sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama, santri memiliki peran strategis untuk merawat toleransi tersebut. Karakter santri yang tawadhu, santun, dan inklusif adalah modal besar untuk menjaga kedamaian di bumi Nyiur Melambai,” tambahnya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulut ini berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan jaringan pondok pesantren dapat semakin diperkuat. Hal ini dinilai krusial demi memastikan fasilitas pengajaran di pesantren terus meningkat, sehingga mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.