Example floating
Example floating
SULAWESI UTARA

Ulat Api Mulai Ancam Perkebunan Warga Kotamobagu

×

Ulat Api Mulai Ancam Perkebunan Warga Kotamobagu

Sebarkan artikel ini
Areal Perkebunan Warga Kobo Besar Mulai Diserang Ulat Api.
Kotamobagu, detiKawanua.com – Ancaman hama ulat api yang sejak awal tahun 2015 muncul dan menyerang sejumlah besar areal perkebunan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), perlahan tapi pasti mulai merembet masuk wilayah Kota Kotamobagu.
Sebagaimana informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (DP4K) Kota Kotamobagu, Hardi Mokodompit, Kamis (01/10) siang tadi, hama yang menjadikan pohon kelapa sebagai sasaran utama ini, saat ini mulai menyerang perkebunan warga di desa Kobo Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur.
“Awalnya memang hama ini menyerang kebun-kebun kelapa di Boltim, namun informasi yang kita terima, itu sudah mulai menyerang areal perkebunan di desa Kobo Besar,” ujar Mokodompit, saat ditemui di ruang kerjanya.
Meski masuknya hama ini secara langsung bisa mengancam perekonomian sejumlah warga Kotamobagu yang masih menjadikan hasil kebun kelapa sebagai komoditas ekonomi, namun Hardi mengakui pihaknya saat ini masih kesulitan dalam melakukan pencegahan. Terlebih, instansi yang dipimpinnya tak punya alokasi anggaran yang khusus menangani persoalan tersebut.
“Saat ini kita hanya bisa berharap bantuan dari provinsi. Sebab, hanya di provinsi yang memiliki anggaran untuk kasus-kasus yang sifatnya insidentil seperti ini,” imbuhnya.
Tim dari provinsi sendiri, menurut Hardi, sempat datang dan melakukan peninjauan lapangan belum lama ini. Hanya saja, saat dilakukan peninjauan, hama berbahaya ini belum sampai ke perkebunan Kobo Besar. “Kira-kira 2 minggu lalu sudah ada tim dari provinsi yang datang,” dirinya menambahkan.
Untuk diketahui, masuknya hama yang tergolong ganas ini di Kobo Besar, akan menjadi ancaman serius bagi para petani, utamanya petani kelapa, tidak hanya di desa Kobo Besar dan sekitarnya, namun juga seluruh petani kelapa yang ada di Kota Kotamobagu.
“Ini jelas menjadi ancaman serius. Sebab, hama ini mampu membuat pohon kelapa menjadi kering, dan kelihatan seperti baru habis terbakar. Meski untuk saat ini kita baru bisa berharap bantuan dari provinsi, namun akan langkah alternatif akan kita upayakan secepatnya, agar wilayah yang terkena hama ini tidak semakin meluas,” tandasnya. (Ilman Ariyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *