Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Hasil Perjuangan Gubernur Olly ke Menhub, Harga Tiket Kini Turun 15%

Di Postkan Infodetikawanua | Minggu, 26 Mei 2019 , ,

Manado, detiKawanua.com - Menjawab pertanyaan masyarakat, keluh kesah yang sekaligus meminta untuk menurunkan harga tiket pesawat yang mahal pada momen Idul Fitri 1440 Hijriyah/Tahun 2019 ini, oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, saat dialog terbuka pada agenda Buka Puasa Bersama di lokasi Kuliner Ramadhan di Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu (25/05), ternyata sebelumnya telah meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk segera menurunkan harga dan akhirnya sekarang ini turun sampai 15%.

"Pemerintah sangat peduli soal tersebut. Begitu masyarakat minta untuk diturunkan, saya langsung meminta Menhub agar memperhatikannya dan terbukti turun 15%,” ungkap Olly, sembari mengatakan walaupun memang tidak signifikan penurunan harga tiket 15% tersebut, dikarenakan mahalnya harga bahan bakar Avtur yang harus di-supplay dari Amerika. 

“Semuanya dibeli dengan dollar, kalau harga tiket turun akan berdampak tidak baik. Bahkan juga bagi keselamatan penumpang,” ujarnya.

Nanun, meski harga tiket mahal, dirinya optimistis untuk sektor pariwisata di Sulut akan tetap 'bergairah' sebagaimana data yang ada, untuk turis domestik yang datang sudah mencapai 2 juta orang. 

"Makanya torang (kami) berupaya terus agar supaya harga tiket yang merupakan salah satu prioritas pemerintah provinsi ini diturunkan. Kalau bisa jangan terlalu mahal sekali, makanya di minta turun hingga 25% tapi yang terealisasi baru 15%,” pungkas gubernur seraya disambut tepuk tangan warga yang hadir saat kegiatan tersebut.

(**/IsJo)

Hadir Dibuka Puasa Bersama, Gubernur Olly Berdialog Langsung dan Serap Aspirasi Warga

Di Postkan Infodetikawanua | Sabtu, 25 Mei 2019

Manado, detiKawanua.com - Hadir ditengah-tengah masyarakat Muslim Sulawesi Utara yang tengah menjalani Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah/Tahun 2019, Gubernur Olly Dondokambey, SE pada Sabtu (25/05) sore tadi di Kawasan Mega Mas Manado didampingi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen melakukan ngabuburit (menunggu waktu berbuka puasa) hingga waktu berbuka.
Tidak hanya sampai disitu, Gubernur Olly pun menyempatkan diri berdiskusi secara terbuka bersama masyarakat dilokasi Pasar Ramadhan dan menerima keluh kesah dari masyarakat.

"Saya ucapkan selamat berbuka puasa bagi umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa," ucap gubernur sembari melakukan prosesi tabur beduk sebagai tanda waktu berbuka puasa telah tiba.
Disamping itu, Olly juga berharap agar semua yang dilalui dan dilakukan di bulan suci yang penuh rahmat ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan dalam membangun daerah Sulawesi Utara.

“Di bulan yang penuh rahmat ini yang dibutuhkan adalah, memperkaya iman dan menjaga silahturahmi antar sesama. Mari kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Dirinya juga meyakini, pada setiap ajaran agama itu menganjurkan manusia untuk bekerjasama dan tolong menolong antar sesama manusia.

“Didalam ajaran Islam diajarkan 
harus hidup secara Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah serta Ukhuwah Wathantaniah. Itu jelas diajarkan, karena kalau kita jalani pasti akan tenang.

Adapun juga, ketika gubernur mengunjungi stand-stand kuliner buka puasa dikawasan tersebut, dirinya berdialog langsung dengan para pedagang kuliner sembari mendengarkan aspirasi mereka, dan mendapatkan bahwa selama bulan puasa pendapatan para pedagang  juga tak menentu (kadang naik turun).
“Hasil pendapatan kami tak menentu. Yang ramai itu sekitar pukul 18:00 hingga 20:00 Wita, namun setelahnya, pelanggan mulai berkurang,” terang salah satu pedagang, sembari mengatakan tetap semangat berdagang walaupun dalam suasana ibadah.

Turut pula hadir pada kesempatan tersebut, jajaran pejabat teras lingkup Pemprov Sulut.

(Advetorial Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulut)

Ngabuburit, Gubernur Olly Berdialog, Serap Aspirasi Warga dan Buka Puasa Bersama

Di Postkan Infodetikawanua | ,


Manado, detiKawanua.com - Hadir ditengah-tengah masyarakat Muslim Sulawesi Utara yang tengah menjalani Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah/Tahun 2019, Gubernur Olly Dondokambey, SE pada Sabtu (25/05) sore tadi di Kawasan Mega Mas Manado didampingi Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Edwin Silangen melakukan ngabuburit (menunggu waktu berbuka puasa) hingga waktu berbuka.

Tidak hanya sampai disitu, Gubernur Olly pun menyempatkan diri berdiskusi secara terbuka bersama masyarakat dilokasi Pasar Ramadhan dan menerima keluh kesah dari masyarakat.

"Saya ucapkan selamat berbuka puasa bagi umat muslim yang tengah menjalani ibadah puasa," ucap gubernur sembari melakukan prosesi tabur beduk sebagai tanda waktu berbuka puasa telah tiba.

Disamping itu, Olly juga berharap agar semua yang dilalui dan dilakukan di bulan suci yang penuh rahmat ini mampu memperkuat ikatan persaudaraan dalam membangun daerah Sulawesi Utara.

“Di bulan yang penuh rahmat ini yang dibutuhkan adalah, memperkaya iman dan menjaga silahturahmi antar sesama. Mari kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujarnya.

Dirinya juga meyakini, pada setiap ajaran agama itu menganjurkan manusia untuk bekerjasama dan tolong menolong antar sesama manusia.

“Didalam ajaran Islam diajarkan 
harus hidup secara Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah serta Ukhuwah Wathantaniah. Itu jelas diajarkan, karena kalau kita jalani pasti akan tenang.

Adapun juga, ketika gubernur mengunjungi stand-stand kuliner buka puasa dikawasan tersebut, dirinya berdialog langsung dengan para pedagang kuliner sembari mendengarkan aspirasi mereka, dan mendapatkan bahwa selama bulan puasa pendapatan para pedagang  juga tak menentu (kadang naik turun).

“Hasil pendapatan kami tak menentu. Yang ramai itu sekitar pukul 18:00 hingga 20:00 Wita, namun setelahnya, pelanggan mulai berkurang,” terang salah satu pedagang, sembari mengatakan tetap semangat berdagang walaupun dalam suasana ibadah.

Turut pula hadir pada kesempatan tersebut, jajaran pejabat teras lingkup Pemprov Sulut.

(IsJo/*)

56 Peserta Ikuti Penataran Dasar Guru Sekolah Minggu di Jemaat GMIM Pniel Liwutung

Di Postkan Infodetikawanua | ,


Mitra,detiKawanua.com - Dalam rangka meningkatkan pola pelayanan yang ada, puluhan guru sekolah minggu mengikuti panataran dasar di jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pniel Liwutung Wilayah Pasan.

Ketua Panitia Pdt Nolivia Borahi STh, mengatakan kegiatan kali ini yang berlangsung mulai tanggal 23 mei 2019 hingga 26 mei 2019 dan diikuti 56 peserta, merupakan bagian dari kebutuhan pokok seorang guru sekolah minggu yang ada di GMIM. Dimana setiap guru diperlengkapi dalam merealisasikan misi pelayanan Anak di semua aras.karena kegiatan kali ini merupakan jenjang dasar untuk pelatihan guru sekolah minggu sehingga nantinya sudah memenuhi standart dan harapan pelayanan bagi Anak mengacu dari alkitab dan visi misi pelayanan anak GMIM.
Ketua panitia Pdt Nolivia Borahi,STh
Foto bersama Pnt ASM Sinode GMiM Bersama Pnt ASM GMIM Pniel daN ketua Panitia

" dari kegiatan ini kami berharap setiap guru semakin diperlengkapi untuk melayani anak-anak berdasarkan kasih dan amanat Yesus Kristus" ungkap Borahi

Foto bersama peserta

Sementara itu Pnt Anak Sekolah Minggu Jemaat Pniel Liwutung, Pnt Tinne Youla Maramis, STh, saat memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian penataran dasar meminta para guru sekolah minggu untuk terus memberi diri dalam pelayanan yang ada terlebih dalam memuji kemuliaan nama Tuhan.karena tugas guru sekolah minggu menjadi dasar anak anak mengenal kristus selain dalam lingkup keluarga.

"Kiranya dengan adanya penataran dasar ini, kita semua semakin semangat, termotivasi ut menjadi guru sekolah minggu yang terpanggil,bertobat dan terampil" ungkap Maramis
Pemaparan pemateri

Sesuai informasi yang diterima , selain menghadirkan pembicara yang ada di wilayah Pasan, penataran dasar kali ini juga turut menghadirkan pemateri dari Komisi Pelayanan  Anak Sinode GMIM. (Indri Rambi).

Liwutung Dua dan Lowatak, Dua Desa Asal Mitra Tembus Bursa Inovasi Nasional

Di Postkan Infodetikawanua | ,


Maxi Alou Korkab P3MD Mitra

Mitra,detiKawanua.com - Inovasi sejumlah desa di kabupaten Minahasa (Mitra) dengan memanfaatkan Dana Desa (Dandes) mulai membuahkan hasil dengan masuknya dua desa yakni desa Lowatak dan liwutung dua dalam program menu inovaso desa tingkat nasional.

Hal tersebut diperkuat dengan turun langsungnya tim dari kementrian desa yang membidangi Program Inovasi desa.

" iya, konsultan nasional program inovasi desa sudah datang ke Mitra dan memgunjungi salah satu desa yang masuk nominasi yakni desa liwutung dua kecamatan pasan dan karena kebetulan cuaca tidak mendukung, Tim tidak berkesempatan mengunjungi desa lowatak yang ada di touluaan selatan," jelas Maxi Alow Korkab P3MD Mitra.

Lebih lanjut alou mengatakan, dua inovasi yang masuk dari Mitra masing masing untuk desa Liwutung Dua yakni pembuatan kecap dengan memanfaat air buah kelapa sedangkan untuk desa lowatak yakni peningkatan proksi cap tikus menjadi bioetanol untuk farmasi.

" biasanyakan cap tikus hanya untuk moras sekarang ditingkatkan kadarnya untuk farmasi dan sudah ada di buat antiseptik dan ini bisa di tingkatkan untuk BBM," jelas alou.

Tim Konsultan Nasional di desa Liwutung dua

Dirinya juga mengatakan inovasi yang ada di mitra kali ini sudah disandingkan dengan inovasi yang ada di daerah lain dan memuaskan untuk hasil yang ada dan ini juga bukti pengoptimalan dana desa.

" mitra masuk 10 besar dan tentunya ini juga menjadi dorongan bagi desa lain untuk terus berinovasi kedepannya,maka desa desa  harus banyak mencari referensi," ucapnya


Berikan Rasa Nyaman dan Aman, Pemprov Melalui Dishub Sulut Siap Pantau Angkutan Lebaran

Di Postkan Infodetikawanua | ,


Manado, detiKawanua.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perhubungan Sulut, menggelar rapat koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1440 Hijriah/ tahun 2019 di Kantor Dinas Perhubungan Sulut, Jumat (24/5).

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang menerangkan tujuan dilaksanakannya rakor tersebut untuk menjamin kelancaran, kenyamanan, keselamatan dan keamanan dalam perjalanan saat mudik lebaran.


"Rapat koordinasi ini sangat penting untuk mempersiapkan prasarana demi memudahkan yang masyarakat yang akan merayakan lebaran tahun ini," kata Humiang, yang didampingi Kepala Dishub Sulut, Lynda Watania.

Lanjut Humiang, Pemprov lewat Dishub akan melaksanakan Pengawasan Persyaratan Teknis Laik Jalan terhadap angkutan penumpang umum yang dioperasikan melalui Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Ramp Check) di terminal, tempat penyimpanan kendaraan dan lokasi-lokasi tempat wisata untuk meningkatkan keselamatan angkutan umum masa angkutan lebaran tahun 2019.

"Waktu penyelenggaraan angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 dimulai pada H-7 tanggal 29 Mei 2019 dan berakhir pada H+7 tanggal 13 Juni 2019 nanti," ungkap Humiang.

Lebih jauh, Humiang menghimbau Dishub Kabupaten/Kota untuk selalu dengan Pemprov Sulut terkait pelaksanaan ramp check di masing-masing wilayah sehingga jika ditemukan adanya angkutan umum yang tidak laik jalan dapat dilakukan tindakan yang tegas.

" Pelaksanaan angkutan lebaran tahun 2019 dapat menjamin kelancaran, kenyamanan, keselamatan dan keamanan bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan atau mudik lebaran," imbuh Humiang.

Rapat koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1440 Hijriah/ tahun 2019 turut dihadiri jajaran Polda Sulut.

(IsJo/*)

Seminar Budaya 2019 Tingkat Provinsi, Sangian Wakili Gubernur Olly

Di Postkan Infodetikawanua | ,


Manado, detiKawanua.com - Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Seminar Budaya Tahun 2019 yang digelar di salah satu hotel di Kota Manado, Jumat (24/05).

Dalam sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang dibacakan Kadis Disbud Sulut Fery Sangian bahwa, Indonesia memiliki beraneka ragam peninggalan budaya dan sejarah. Kekayaan dan keragaman tersebut menunjukkan bahwa nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, dalam memenuhi kebutuhan hidup.

"Yang sampai saat ini dapat dijadikan pengetahuan bagi kita, terutama generasi muda, untuk kepentingan study, penelitian maupun rekreasi," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Sangian, sudah selayaknya dilestarikan, dikembangkan dan diberdayakan agar eksistensinya senantiasa menjadi identitas, warna dan karakter daerah yang ada di Nusantara ini sebagai kekayaan bangsa.

"Hal ini penting, apalagi globalisasi dengan segala dinamikanya telah mengikis tatanan budaya bangsa, lintas generasi yang cenderung meninggalkan identitasnya," ungkapnya, sembari mengatakan, padahal sejak zaman dahulu, budaya kita telah mendapat pengakuan dunia internasional.

"Karena itulah saya menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan seminar ini, dalam rangka menambah wawasan masyarakat, terutama generasi muda dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia, untuk lebih memantapkan pembangunan manusia yang berkepribadian dan berdaya saing," tukas Sangian.

Ia pun berharap, melalui kegiatan tersebut bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada peninggalan-peninggalan budaya dan sejarah masa lalu.

"Mendorong daya tarik masyarakat untuk menjaga, melindungi dan memanfaatkan kebudayaan yang ada sesuai dengan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita," tandas Sangian.

Diketahui, turut hadir dalam seminar tersebut, Nara sumber baik dari daerah maupun pusat, budayawan dan seniman serta pengamat kebudayaan, kepala dinas Kabupaten/kota yang membidangi kebudayaan dan para tamu undangan lainnya.

Di HAPSA dan POR P/KB GMIM, Kandouw Juga Menyampaikan Soal Pendidikan Untuk Anak

Di Postkan Infodetikawanua | , ,


Minut, detiKawanua.com - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengajak kepada semua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM menjadi motor dalam melebarkan pelayanan gereja yang tidak dibatasi oleh tembok Gereja tapi lebih luas yakni menyentuh masyarakat sekitar.

Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan seluruh P/KB GMIM dengan bersama-sama membangun iman, baik iman individu maupun gereja seperti dua tokoh reformasi Protestan, yakni Calvin dan Erasmus.

"Iman yang kita miliki adalah warisan spiritual yang luar biasa. Calvin dan Erasmus sampaikan bahwa warisan spiritual harus mampu menjadi investasi material dan investasi intelegensi," jelas Kandouw dalam sambutannya menghadiri Perayaan Hari Persatuan (HAPSA) dan Pekan Olahraga (POR) Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (24/5/2019).


Disamping itu, Kandouw juga mengajak seluruh P/KB GMIM sebagai salah satu stakeholder masyarakat, pemerintah dan gereja untuk bersama-sama sejak dini, membimbing generasi muda penerus gereja dan masyarakat untuk menaruh perhatian yang serius dengan dunia pendidikan.

"Marilah kita mendrive anak-anak untuk lebih fokus ke pendidikan," tegas orang nomor dua di Sulut ini.

Lebih jauh lagi, Kandouw meminta P/KB GMIM memberi perhatian terhadap dinamika yang terjadi ditengah masyarakat khususnya terhadap keamanan dan ketertiban

Ibadah Agung Perayaan HAPSA dan Pembukaan POR PKB dipimpin oleh Ketua Majelis BPMS GMIM Pdt Hein Arina. 

Perayaan HAPSA dan POR P/KB GMIM turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar,, Ketua WKI Sinode GMIM Pnt Adriana Dondokambey dan para pejabat Pemprov Sulut.

(**)

Silangen Berharap Pasar Murah Bisa Berikan Kemudahan Bagi Masyarakat

Di Postkan Infodetikawanua |

Manado, detiKawanua.com - Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen pada Jumat (24/05) kemarin telah  meninjau pasar murah yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulut bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah di halaman belakang Kantor Gubernur. Hal tersebut dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Dimana, atas kegiatan dimaksud, Silangen mengharapkan agar dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat sekitar dan anggota DWP untuk mendapatkan bahan sembako dan kebutuhan lainnya, terutama dengan harga yang sangat terjangkau.

"Ini jelas sangat baik sekali dalam membantu masyarakat anggota Dharma Wanita dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan pokok kita menjelang lebaran," terang Sekprov.

Untuk diketahui kegiatan pasar murah ini berlangsung satu hari, sedangkan untuk bahan pokok yang dijual antara lain: 
beras, gula, minyak goreng
tepung dan mentega dengan harga yang murah dan terjangkau. 

Adapun kegiatan pasar murah ini dihadiri oleh Ketua DWP Sulut Ivone Silangen-Lombok dan Kadisperindag Sulut Jenny Karouw. 

(IsJo/*)

Gaghana Launchihg Produk Lokal Minyak Kelapa "Lana Bango"

Di Postkan Infodetikawanua | Jumat, 24 Mei 2019 , ,

Tahuna, detikawanua.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, melaunching produk lokal Sangihe minyak kelapa (Lana Bango), pada saat pelaksanaan dua tahun kepemimpinan Gahangho, Rabu (22/5/2019) bertempat di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo.

Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME menuturkan, dengan dilaunchingnya lana bango di Kabupaten Sangihe, dirinya akan berkonsultasi dengan para pengusaha toko. Dimana, kata Bupati, akan mengurangi pasokan minyak kelapa dari luar yakni Bimoli, dan masyarakat dapat menggunakan lana bango sebagai kebutuhan dapur setiap hari.

"Terkait dengan lana bango saya akan lakukan koordinasi dan akan bicarakan dengan pengusaha yang ada di Sangihe, untuk dapat mengurangi pasokan minyak kelapa Bimoli, dan diharapkan masyarakat menggunakan produk lokal lana bango," ungkap Gaghana.

Selain itu menurut Bupati, saat ini masyarakat petani sedang dilanda krisis kopra dengan harga yang menurun drastis.

"Dan ini juga merupakan solusi terkait dengan anjloknya harga kopra, dengan mengurangi minyak kelapa Bimoli masyarakat petani juga terbantu, karena masyarakat mengola kelapa menjadi lana bango," bebernya.

Ditambahkannya, tak hanya itu, kegunaan untuk mengola lana bango banyak manfaatnya.

"Sedangkan kegunaan dari membuat lana bango banyak manfaatnya. Karena untuk tempurung itu bisa dibuat bara dan dijual ke rumah makan, sedangkan untuk ampas bisa dibuat makanan ternak," pungkasnya. (js)

PSDKP Tahuna Amankan 2 Unit Kapal Berbendera Filipin bersama ABK Dilaut Indonesia

Di Postkan Infodetikawanua | , ,

Tahuna, detikawanua.com - Kapal Pengawas Hiu 15 Stasiun PSDKP Tahuna kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) unit Kapal Ikan Asing (KIA) yang berbendera Philipina beserta Abknya dan melakukan penertiban tethadap 4 (empat) unit alat bantu penangkapan ikan berupa rumpon-rumpon milik dari warga asing yang dipasang diperairan Indonesia tepatnya di ZEEI Laut Sulawesi WPP 716 pada Jumat, 24/Mei 2019 hari ini.

Kepala Stasiun PSDKP Tahuna, Johanis Rio Medea, S.St.Pi menjelaskan kedua kapal nelayan Philipina tersebut beserta Abknya di tangkap pada saat mereka sedang melakukan kegiatan atau aktifitas penangkapan ikan di seputaran perairan Indonesia khususnya di perairan kabupaten kepulauan sangihe provinsi sulawesi utara.

"Penangkapan ke dua kapal penagkap ikan tersebut bersama anak buahnya di lajukan oleh kapal patroli milik dari PSDKP yaitu KP. Hiu 15 yang di Nakhodai oleh  Capt Aldy Firmansyah," kata medea.

Adapun kronologi Penangkapan terhadap kedua kapal penagkap ikan tersebut yakni, FB.Golden Boy dilakukan pada pagi hari yaitu pada saat mereka sedang melakukan kegiatan pwnagkapan ikan dengan jumlah Abknya yaitu 4 orang yang merupakan warga negara  Philipina, sedangkan FB.Girlan di tangkap selang 1 jam kemudian di lokasi yang sama yaitu bwrada di daerah perairan indoneaia,kapal tersebut juga juga yaitu melkukan aktifitas yang sama dan mempunyai 5 orang abk yang merupakan warga  Philipina juga.

Saat dilakukan pemeriksaan awal terhadap ke dua kapal penangkap ikan tersebut di dapati dimana kedua kapal tersebut tidak memiliki diokumen perijinan untuk melakukan kegiatan perikanan diperairan Indonesia atau illegal fishing, sementara itu diatas kapal ditemukan beberapa alat tangkap ikan jenis hand line, perahu bantu katinting, tinta umpan serta muatan beberapa ekor ikan Tuna hasil tangkapan.

Selain menangkap kapal pencuri ikan, dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan ini, pihaknya telah berhasil menertibkan 4 unit alat bantu penangkapan/ rumpon illegal yang dipasang di di laut Sulawesi tanpa izin dan berdasarkan identitas yang ada diduga kuat milik nelayan Philipina.

Selanjutnya sesuai arahan Plt Dirjen PSDKP  Dr. Agus Suherman, kedua kapal pelaku illegal fishing dan rumpon-rumpon ilegal tersebut akan diproses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan RI no 45 Thn 2009 ttg Perikanan oleh Penyidik Perikanan Stasiun PSDKP Tahuna.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah komando ibu Menteri Susi Pudjiatuti terus berkomitmen untuk tegas memberantas illegal fishing oleh nelayan asing, dan laut Sulawesi, "perairan kepulauan Sangihe dan sekitarnya merupakan wilayah yang berbatasan dengan perairan negara Philipina sehingga menjadi salah satu wilayah rawan terjadinya pencurian ikan maka menjadi prioritas untuk peningkatan pengawasan", tutup Capt Aldi. (js)

Hari Jumat Masyarakat Sangihe Wajib Berbahasa Daerah

Di Postkan Infodetikawanua | , ,

Tahuna, detikawanua.com - Satu kebudayaan yang bakal terancam punah di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah bahasa Daerah. Mempertahankan nilai budaya ini bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nmr:142/430/2019, tentang penetapan hari Jumat sebagai hari berbahasa Sangihe di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Penetapan bahasa daerah bersamaan dengan launching minyak kelapa lokal pada Rabu (22/5) kemarin pasca syukuran dua tahun kepemimpinan Bupati Jabes Ezar Gaghana dan Wakil bupati Helmut Hontong, merupakan suatu tujuan yang positif di mana bahasa daerah merupakan unsur kebudayaan daerah serta bagian integral dari kebudayaan nasional yang berperan dalam meningkatkan martabat dan peradaban bangsa.

"Sebab terlalu banyak kita menyangkal, bahkan juga terlalu banyak kita melakukan hal di luar konteks kita sebagai orang Sangihe, termasuk berbahasa Sangihe. Jadi keputusannya, setiap Jumat, kita harus berbahasa Sangihe, mau tidak mau kita harus lakukan," ujar Gaghana.

Karena yang menjadi bentuk keprihatinan sekarang ini, generasi-generasi sekarang termasuk anak-anak sudah jarang, bahkan, sudah tidak diperdengarkan lagi bahasa Sangihe yang diucapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini tanggung jawab kita. survei membuktikan salah satu bahasa yang akan pudar adalah bahasa Sangihe. Karena, sudah tidak lagi terdengar masyaratakat secara umum berbahasa Sangihe. Jadi, untuk menjunjung tinggi nilai budaya, ini adalah salah satu gerakan dan tidak hanya se batas himbauan. Dan jika masih ada sikap malu dalam berbahasa Sangihe, sekarang saya minta stop," imbuhnya.

Untuk itu Bupati mengajak setiap hari jumat wajib hukumnya menggunakan bahasa daerah Sangihe. Sebab, Sangihe adalah tanah adat yang didirikan oleh masyarakat yang sangat kuat terhadap nilai luhur dan adat, sedangkan nilai luhur juga adalah kekayaan dan modal sosial dipertahankan menjadi pembangunan di negeri ini. (js)

detiKawanua.com

detiKawanua.com

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional