Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Suprise ke 57, Terobosan Gubernur Olly Sebagai Sang Pembuka Gerbang Ini Siap Mendunia

Di Postkan Info detiKawanua | Senin, 19 November 2018 ,

Minut, detiKawanua.com - "Sang Pembuka Gerbang" merupakan buku terobosan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) membangun Pariwisata Sulut yang pada Minggu (18/11) tadi malam, resmi diluncurkan di Hotel Sutan Raja Minahasa Utara (Minut).

Sang Pembuka Gerbang Olly Dondokambey mengaku kaget, berterima kasih dan mengapresiasi terhadap editor Steven Kandouw, penulis Dino Gobel, begitu pun sutradaranya .

“Hari ini saya kaget dan sangat bahagia karena adanya peluncuran buku Sang Pembuka Gerbang yang bertepatan dengan perayaaan HUT saya yang ke 57.Sebenarnya, apa yang diceritakan dalam buku ini bukan merupakan kerja keras saya, melainkan karena diberikan sesuatu yang juga ikut dibantu oleh teman-teman,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, atas dukungan tersebut dalam empat bulan ini begitu cepat naiknya Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang datang ke Sulut.Selain itu, Dondokambey mengungkapkan, adanya buku ini adalah sesuatu yang lahir dari kekosongan.

“Dalam buku ini menceritakan diri saya sejak menjadi Gubernur Sulut, ini berkat Tuhan, dan Tuhan itu adil, sebab perekonomian Sulut naik terus sehingga manfaat kepada masyarakat sangat banyak,” kata Olly sembari menambahkan ini juga berkat Kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).

Sebelumnya, Editor Buku Sang Pembuka Gerbang, yang juga Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw menuturkan, yang membedakan manusia dengan ciptaan lain adalah mendokumentasikan peristiwa perjalanan hidup manusia.

“Maka dari itu, dalam menuliskan dokumentasi ini penting.Apalagi pada (4/7/2018) merupakan peristiwa penting yang dialami penduduk Sulut, karena pariwisata terjadi lonjakan yang amat dahsyat yakni kunjungan Wisatawan Mancanenegara (Wisman) 10 ribu per bulan,” ucap Kandouw.

Ditambahkannya, ini karena kerja keras seorang Olly Dondokambey, sebab menurut hemat saya ini harus diwariskan kepada anak cucu kita, dengan catatan hal tersebut susah diikuti oleh Provinsi lain.

“Oleh karenanya, ini harus diimplementasikan agar dibaca oleh semua orang, dan masyarakat di Indonesia harus mengikuti apa yang dirasakan masyarakat Sulut. Bapak Olly anda orang besar,” ujar Kandouw seraya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-57 untuk Gubernur Olly Dondokambey yang merayakannya hari ini.

Penulis buku Dino Gobel mengakui memang berbeda antara menulis dan menceritakan.Namun, alasan ditulisnya buku ini adalah untuk menceritakan keistimewaan sosok Olly Dondokambey.

“Buku ini menceritakan fakta dan data tentang bagaimana Pak olly sejak
Tanggal 04 Bulan 7 Tahun 2018 dalam membangun pariwisata Sulut, dimana terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisatawan asing di Bumi Nyiur Melambai (Sulut).

Disisi lain, tambah Gobel, disodorkannya buku ini, karena Sulut berpartisipasi dalam perekonomian di Asia Pasifik, sehingga dalam buku ini meguraikan bagaimana pariwisata Sulut berkembang dengan pesat.

“Apalah artinya buku ini kita tulis, namun tidak diback up dan dicetak oleh industri nasional dan internasional,” pungkasnya.

Dalam peluncuran buku ini dilakukan penandatanganan buku oleh Gubernur Olly, disaksikan langsung Ketua BPK V, Komjen Filipina, Kakanwil Kemenag Sulut, Direktur Gramedia, Anggota DPR RI Komisi XI Periode 2004-2009 dan Periode 2009-2014, Forkopimda, Walikota dan Bupati se Sulut, Ketua dan Anggota DPR Provinsi Sulut, Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan dan Dr Devi Kartika Kandouw-Tanos MARS, serta Pejabat Eselon II Pemprov Sulut, yang pada acara tersebut turut di memeriahkan acara ini artis ibukota Via Vallen.

(IsJo/**)

Aparat Desa dan TPID Kecamatan Tibawa Kunjungi Boltim

Di Postkan Info detiKawanua | Minggu, 18 November 2018 ,

Para Aparat Desa dan TPID Kecamatan Tibawa.

Boltim, detiKawanua.com - Tertarik dengan pengembangan inovasi desa yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), aparat desa beserta Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) se-Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo mengunjungi Boltim pada Jumat (17/11) kemarin. 

Rombongan dipimpin langsung Sekretaris Kecamatan Tibawa, Rizal Botutihe dan disambut Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH di kediamannya di desa Togid, Kecamatan Tutuyan. Selanjutnya, didampingi Ketua TP PKK Boltim Ny Nursiwin Dunggio, rombongan diarahkan ke desa Bukaka Kotabunan untuk melihat lebih dekat program 1 rumah 1 kolam dan pengerjaan embung desa.

Dari Bukaka, rombongan kemudian dibawa menuju desa Atoga Timur yang merupakan juara lomba tingkat desa se-Kabupaten Boltim dan juara kedua lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Di desa Atoga Timur, rombongan melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan tangan dari bonggol jagung dan wisata alam yang saat ini tengah dikembangkan desa itu. 

Sekretaris Kecamatan Tibawa Rizal Botutihe mengungkapkan, tujuan kedatangannya bersama aparat di 16 desa dan TPID se-Kecamatan Tibawa adalah untuk melakukan studi tiru berbagai program inovasi desa yang ada di Boltim.

"Fokusnya, studi tiru embung desa maupun Bumdes. Tentunya hal yang baik di Boltim akan kita terapkan di Kecamatan Tibawa," terang Rizal.

Bupati Boltim Sehan Sehan Landjar SH juga mengungkapkan, masing-masing daerah memiliki formulasi berbeda dalam mengembangkan inovasi desa. Di Boltim, selain support dan reward kepada seluruh pihak yang terlibat, dirinya juga melakukan diskresi dengan memberikan ruang yang cukup dari sisi pembiayaan.

"Inovasi desa rujukannya sudah ada dari Kemendes. Tinggal tata cara pelaksanaannya sedikit berbeda, dan sejauh mana keberanian pemerintah daerah untuk memberi ruang dalam pembiayaan," ujarnya.

Di samping itu, kata Bupati, para Kepala Desa (Sangadi, red) juga harus selalu didorong untuk lebih kreatif menciptakan, inovasi sesuai potensi sumberdaya yang ada di desanya.

"Dengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dituntut kreatifitas para Sangadi untuk mengelola uang itu," ucap Eyang, sapaan akrab Bupati Boltim.

(Fidh)

Gaghana: 2019, Kelurahan Bakal Dapat Bantuan Dana

Di Postkan Info detiKawanua | , ,

Tahuna, detikawanua.com - Komitmen Pemerintah pusat terhadap masyarakat tidak ada hentinya, pasalnya pada tahun 2019 mendatang bukan hanya Desa yang mendapatkan bantuan Dana Desa melainkan Kelurahan pun nantinya akan mendapatkan Dana.

Hal tersebut dikatakan oleh  Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, saat membawakan sambutan pada pelaksanaan Program Me'Daseng di Kelurahan Batulewehe Kecamatan Tahuna Timur, Jumat (16/11)

Lanjutnya, seperti instruksi Presiden Joko Widodo terkait dana Kelurahan pada tahun 2019 mendatang, hal tersebut bukan karena Politik.

"Dana Kelurahan ini atas usul dari Walikota yang hadir di Istana Negara saat diundang oleh Presiden, karena banyak Kelurahan yang meminta untuk dijadikan Desa karena mendapatkan dana desa," kata Gaghana.

Tamba dia, demi mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, dana Kelurahan ini akan dikucurkan demi optimalisasi Pemerintahan Di Kelurahan ataupun di Desa. Agar supaya tidak terjadi menyimpangan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan baik yang ada di Kelurahan maupun di desa, bagi para Lurah yang nantinya akan mendapatkan Dana Kelurahan tersebut, untuk dapat mengelolahya sebaik mungkin demi masyarakat. Sehingga berbahagialah para Lurah, bahwa pada tahun 2019 mendatang dana saluran 300 juta ini dapat dikelolah untuk kesejahteraan mamasyarak. (js)

Dekatkan Pelayanan, JEG-HH Me’daseng Di Tahuna Timur

Di Postkan Info detiKawanua | Sabtu, 17 November 2018 ,

Tahuna, detikawanua.com - Program Medaseng yang merupakan program unggulan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, memasuki kurang lebih dua tahun pemerintahan Bupati Jabes Gaghana SE ME dan Wakil Bupati Helmud Hontong SE, terus berjalan dengan tujuan melayani masyarakat secara langsung. Dan untuk kali ini Medaseng dilaksanakan di Kelurahan Batulewehe Kecamatan Tahuna Timur, Jumat (16/11).

“Pelaksanaan program medaseng,  saat ini kita laksanakan di Kelurahan Batulewehe, Dengan agenda salah satunya dialog terbuka dengan masyarakat terkait dengan hal-hal penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta apa yang menjadi aspirasi dari warga," kata  Gaghana dalam sambutannya 

Lanjut kata dirinya, medaseng merupakan agenda yang sangat baik untuk mengukur kinerja pemerintah daerah. 

Ada beberapa catatan yang harus dilakukan bersama, menurut evaluasi kami kalau tidak dilaksanakan program medaseng, maka betapa jauhnya hubungan masyarakat dengan pemerintah hari ini. Medaseng adalah upaya untuk memberikan solusi terhadap setiap proses yang kita jalani dalam pembangunan daerah ini,” ujar Gaghana 

Tamba, setahun lebih program medaseng, dia menegaskan kepada setiap instansi untuk terus berinovasi dalam melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sangihe.

“Dalam setahun lebih perjalanan agenda medaseng banyak hal yang telah kita lewati. Program ini menjadi langkah memberikan solusi terhadap masyarakat melalui serap aspirasi lewat dialog. Jadi, silahkan masyarakat mengevaluasi serta bertanya apa yang menjadi keluhan bahkan melaporkan masalah di tiap wilayahnya,”  ujarnya sembari menambahkan dalam program medaseng tersebut, ada SKPD-SKPD yang datang dengan tujuan dapat menjawab setiap aspirasi warga yang ada. (js)

CPNS Masih Ada Kesempatan Kedua, Pemerintah Siapkan Opsi Sistem Rangking 'Gantikan' Passing Grade Tes SKD

Di Postkan Info detiKawanua | , ,

Nilai Ambang Batas Tes SKD CPNS 2018. /ist

Manado, detiKawanua.com - Pemerintah mengambil opsi ranking untuk menentukan peserta yang lolos tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Keputusan itu diambil setelah hasil sementara SKD tak sesuai harapan.

"Peserta seleksi yang tak lolos passing grade akan diranking sesuai nilai yang diperoleh. Selanjutnya akan ditentukan peserta dengan nilai tertinggi meskipun tak mencapai passing grade," ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, saat meninjau pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang seperti dikutip detiKawanua.com dari Kompas.com, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, sistem ranking diterapkan guna mengisi formasi kosong akibat sedikitnya peserta yang lolos passing grade. Mengingat formasi guru dan tenaga kesehatan yang kebutuhannya sangat mendesak.

"Presentase kelulusan SKD teramat rendah, banyak peserta tak memenuhi batas nilai minimal alias passing grade," ujarnya. 

"Kemudian kita lakukan perankingan di sana. Yang jumlahnya tinggi-tinggi ini berapa orang sih, untuk mengisi formasi-formasi yang kosong itu. Kan tidak mengurangi passing grade. Artinya kita tidak menurunkan kualitas PNS-nya gitu," ungkapnya.

Pemerintah sebenarnya masih memiliki opsi menurunkan passing grade. Tetapi opsi itu tak diambil lantaran tak sesuai dengan visi BKN. 

BKN khawatir jika menurunkan passing grade akan merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) tak berkualitas.

"Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. Kalau guru dan tenaga kesehatan kosong, ini siapa yang akan mengajarkan anak-anak. Kan lebih baik ada gurunya dari pada tidak sama sekali. Jadi itu perlu," katanya.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Caranya bagaimana, kalau diturunkan passing grade, kan dapatnya PNS yang elek-elek (jelek-jelek)," imbuhnya. 

Balik lagi ke guru yang tidak berkualitas. Apakah kita mau anak-anak kita diajar oleh guru-guru yang tidak berkualitas. Nggak mau, siapa yang mau. Jadi harus bagus. Nah, mungkin penurunan passing grade itu tidak menjadi pilihan.

"Tapi anak-anak (peserta) tes ini yang passing gradenya belum memenuhi itu banyak yang skor totalnya tinggi sekali," tuturnya.

Proses perankingan ini menunggu jumlah peserta yang lolos passing grade di SKD. Setelah itu penentuan kelulusan peserta SKD melalui proses ranking disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jumlah yang dibutuhkan untuk SKB yakni tiga kali formasi yang dibutuhkan.

"Kita harus lihat dulu yang lulus murni harus seberapa banyak. Katakanlah ada tiga jabatan, lulus murni ada sembilan orang, ya kan udah penuh. Kan tidak diperlukan lagi. Tapi misalnya dari tiga jabatan itu ada lima orang yang lulus murni, berarti dia butuh orang orang lagi. Tapi yang empat orang ini menunggu yang lima orang itu selesai dulu prosesnya," katanya.

Meski telah ditetapkan, regulasi sistem ranking masih terus dibahas di pemerintah pusat. Pemerintah menargetkan Senin (19/11/2018), regulasi ranking dapat segera dituntaskan. ***

(Redaksi

Diancam Pidana Enam Tahun Penjara, Polisi Tetapkan SR Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

Di Postkan Info detiKawanua | Jumat, 16 November 2018 , ,

Tahuna, detikawanua.com - Satuan Reskrim Polres Sangihe menetapkan SR alias Sonya sebagai tersangka kasus penyebaran ujaran kebencian.

Kapolres Sangihe melalui Kasat Reskrim Danny Tampenawas ditemui sejumlah media diruang kerjanya Kamis 15/11/18 membenarkan penetapan tersangka kasus ujaran kebencian.

"Benar kami telah menetapkan SR sebagai tersangka ujaran kebencian dan yang bersangkutan telah dilakukan  pemanggilan dengan status tersangka namun yang bersangkutan tidak hadir dan akan dilakukan panggilan kedua."ujar Tampenawas.

Lanjutnya, SR sebagai tersangka diminta koperatif dan sportif ketika dipanggil hadir untuk kepentingan pemeriksaan.

"Saya berharap yang bersangkutan koperatif dan siap hadir diperiksa namun ketika pemanggilan pertama tidak hadir, akan dilakukan pemanggilan kedua dan bisa saja dilakukan pemanggilan paksa apabila tersangka tidak hadir."tegas Tampenawas.

Menurutnya, tersangka akan dijerat dengan Undang - Undang ITE.

"Pasal yang diterapkan adalah pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan ancaman pidana sebagai mana diatur dalam Pasal 45 ayat (2) yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah)," kunci Kasat yang dekat dengan wartawan ini.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu SR dilaporkan oleh ZA karna melakukan ujaran kebencian melalui media sosial. (js)

Peran PKK Sulut Diakui Gubernur Mampu Kendalikan Inflasi Dua Tahun Terakhir Ini

Di Postkan Info detiKawanua |

Manado, detiKawanua.com - Peran dari Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulut selain sangat penting juga sangat membantu program pemerintahan untuk masyarakat terutama bagi kaum perempuan dikarenakan peranan PKK dalam mengendalikan inflasi (indikator untuk melihat tingkat perubahan dan saling pengaruh-memengaruhi) di Sulut, seperti halnya program menanam tanaman barito (bawang, rica dan tomat) di area pekarangan rumah.

"Selama dua tahun terakhir, inflasi di Sulut dapat dikendalikan. Ini juga karena peranan PKK. Di era globalisasi saat ini, peran produktif dan peran sosial kader PKK itu sebagai media untuk mengakomodasi partisipasi perempuan sangat penting," ucap gubernur
saat membuka kegiatan Temu Kader PKK/Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sulut yang bertempat di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Jumat (16/11).

Dirinya juga mengapresiasikan kinerja, kekompakan dan kerjasama dari seluruh kader dan pengurus TP PKK Sulut yang dinahkodai Ketua Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan itu dalam hal melaksanakan seluruh program kegiatan PKK demi meningkatkan kualitas keluarga di Sulut.

"Segenap jajaran pengurus dan anggota PKK semakin dituntut untuk menghadirkan peningkatan pengelolaan organisasi PKK, terutama dalam upaya optimalisasi terhadap potensi dan sumber daya yang dimiliki," kata Olly.

"Saya lihat semua kader PKK sangat kompak. PKK merupakan andalan sekaligus panutan dalam masyarakat, PKK terus meningkatkan kebersamaan untuk mewujudkan kader-kader yang terampil," tambahnya.

Gubernur juga berharap pelaksanaan seluruh kegiatan dimaksud dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas serta menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan peran dan eksistensi TP-PKK guna memberdayakan peran keluarga.

"Terutama peran ibu-ibu, peran perempuan, dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, membangun masyarakat dan bangsa yang maju dan sejahtera," terangnya sembari mengungkapkan rasa optimisnya bahwa kedepan TP-PKK di Sulut menjadi lebih eksis, lebih kreatif, memiliki inovasi dan lebih berperan lagi.

"PKK menjadi ujung tombak, dalam pelaksanaan program-program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, pariwisata, kelestarian lingkungan, dan program-program kesejahteraan lainnya sehingga kita dapat mengoptimalkan pencapaian visi pembangunan di daerah ini, menuju kesejahteraan yang setinggi-tingginya," tandas gubernur.

Sebelumnya melalui Ketua TP-PKK Sulut, Rita menjelaskan tujuan dilaksanakannya temu kader PKK tersebut untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta saling bertukar informasi dan pengalaman antar kader untuk meningkatkan kualitas keluarga di Sulawesi Utara.

"Agenda ini juga juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara pengurus dan kader PKK antar kabupaten, kota serta provinsi, serta memperkuat kebersamaan antara para kader dan pengurus PKK di Sulawesi Utara," ucap Rita yang merupakan isteri dari gubernur.

Terkait kegiatan yang merupakan program tahunan dari TP-PKK Sulut bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sulut itu, selain merupakan sarana bertukar informasi dan pengalaman antar Kader PKK se-Sulut, juga untuk meningkatkan motivasi dan kebersamaan dalam rangka mendukung program pemerintah, melalui peningkatan kesejahteraan keluarga, kesejahteraan ibu dan anak. Adapun Temu Kader PKK itu juga digelar lomba Defile dan Cerdas Tangkas Kader PKK, Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK yang selanjutnya penyerahan penghargaan bagi pengurus PKK yang telah lama mengabdi di PKK oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Turut hadir Wakil Gubernur, Steven Kandouw, Wakil Ketua TP PKK Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos dan para pengurus TP-PKK Kabupaten dan Kota se-Sulut.

(IsJo)

Gubernur Pastikan ULA Biro Umum Ini Akan Mudahkan Pelayanan Ke Masyarakat

Di Postkan Info detiKawanua | ,

Manado, detiKawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat melaunching Ruangan ULA (Unit Layanan Administrasi) Biro Umum Setdaprov Sulut pada Jumat (16/11) siang tadi di Kantor Gubernur, memastikan bahwa kehadiran ULA tersebut memiliki dua tugas inti untuk kepentingan masyarakat.

"Yang pertama, agar bisa melayani masyarakat dalam proses administrasi secara maksimal dan kedua, sudah ada ukurannya, sampai dimana proses pelayanan kepada masyarakat. Intinya dua itu," jelas gubernur, sembari menambahkan sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang betul-betul prima dan ini (ULA) juga dalam rangka kepentingan masyarakat semua.

"SKPD juga nanti kita akan dorong. Kan tidak semua SKPD ada pelayanan langsung ke masyarakat hanya SKPD-SKPD tertentu yang pelayanan langsung ke masyarakat kita akan terapkan sistimnya seperti itu," terang Olly yang saat itu didampingi isteri tercinta Rita Dondokambey-Tamuntuan dan Kepala Biro Umum, Clay J.Dondokambey.

Adapun sebelumnya juga melalui Karo Clay (sapaan akrab Kepala Biro Umum) telah menjelaskan seperti proses administrasi masuk keluarnya surat menyurat melalui ULA tersebut dikelola dengan prinsip OD-SK (Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw) olah dokumen sesuai ketentuan yang diberlakukan melalui Biro Umum dan Protokol.

"Dulu pengelolaan administrasi masih dikelola secara parsial, artinya surat menyurat itu memang tersentral ke Biro Umum tapi surat masuk keluarnya (termasuk surat kepimpinan) itu masih diantar ke masing-masing biro dulu. Nah, ini yang nantinya akan diatur (sistem ULA) kita upayakan semua terintegrasi semua harus masuk ke Biro Umum. Yang diatur bukan subtansi surat apa yang diberikan tetapi alur pelayanan surat itu yang diatur," terang Clay sembari menambahkan begitu juga dengan masyarakat bisa langsung mendapatkan informasinya sudah sampai dimana keberadaan surat tersebut.

"Itu bisa dicek real time, kapan dimasukan, prosesnya sudah sampai dimana dan kapan bisa diambil," jelas Clay.

Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah Kepala SKPD dan para staf ASN Biro Umum dan Protokol.

(IsJo)

Hari Ini, Pentas 'Ruang Musik Kawan' Hentak De'Corlano Manado

Di Postkan Info detiKawanua | , ,

Kawanua Kreatif saat menggelar konpres. /ist

Manado, detiKawanua.com - Para Anak muda di Kota Manado yang tergabung dalam Kawanua Kreatif membuat sebuah pentas musik yang mengangkat tema "Ruang Musik Kawan".

Iven yang menyasar kepada kaum muda tersebut, akan menghentak di lokasi outdoor yang ada di De'Corlano, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

Bahkan iven musik ini dibuat dengan sesuatu yang berbeda. Iven tersebut merupakan semi festival musik.

"Sebelumnya kita sempat membuat beberapa iven dan sekarang kita akan membuat sesuatu yang agak berbeda. Sebenarnya kita akan membuat semi festival musik. Karena beberapa iven musik di Manado banyak yang bergenre keras," ujar Daniel Umbex selaku Kreatif Director, Kamis (15/11/18).

Lia melanjutkan, iven ini bersifat kolektif dan akan berkolaborasi dengan teman-teman musisi di Kota Manado. 

"Mereka pun mau bermain tanpa dibayar. Kalau cuma untuk mencari musiknya, kita sebenarnya bisa panggil band reguler. Tapi kita mau yang benar-benar mau berkarir," ucapnya.

Untuk musisinya sendiri, ada 13 band yang akan mengisi pada iven tersebut. Nanti juga akan ada juga kreatif market dan manual breuw untuk teman-teman pecinta kopi.

Sementara itu, Ivent Director Stive Sandro menambahkan, Acara tersebut akan dibuka oleh musisi Manado yakni Axel Gula dan akan dilanjuti band-band lainnya. "Ada juga band dari luat Sulawesi Utara (Sulut)," ujarnya.

Untuk open gate sendiri akan dibuka pada Jumat (16/11/2018) sekitar pukul 15.00 Wita, dan berlangsung selama dua hari yakni Jumat dan Sabtu.

(Rul

TMMD Rembang Membawa Dampak Yang Positif Bagi Warga

Di Postkan Info detiKawanua | Kamis, 15 November 2018 ,

Rembang, detiKawanua.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Tahun 2018 yang dilaksanakan di wilayah Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang telah rampung dilaksanakan.  Target dapat menyelesaikan semua program, baik fisik maupun non fisik, sudah tereliasisasi.

Salah satu program yang dikerjakan dalam rangkaian kegiatan ini adalah pembangunan jalan penghubung pedukuhan yaitu Dukuh Ngotoko dan Desa Pasedan yang berada di wilayah Kecamataan Bulu. Ratusan anggota Satgas TMMD bersama masyarakat dikerahkan untuk mengerjakan kegiatan pembangunan jalan dengan volume panjang 2.358 meter dan lebar 2,5 meter.

Kondisi jalan yang menghubungkan dua pedukuhan ini sebelumnya merupakan jalan berbatu dan sulit dilintasi. Dengan dibangunnya jalan ini akses infrastruktur menuju ke salah satu Dukuh diharapkan akan lebih mudah dijangkau, menjadi lebih ramai dan lebih dikenal umum, sehingga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Dukuh Ngotoko dan Desa Pasedan.

Program TMMD Reguler ini juga memiliki manfaat besar, diantaranya untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sasaran fisik yang dikerjakan diantaranya makadam jalan, dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Selama waktu tiga puluh hari ini sudah selesai proses pengerjaannya, dan sebagian hasil TMMD Reguler ini sudah dapat dinikmati atau dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Pasedan. Ini seperti pada pengerjaan akses jalan yang menghubungkan Dukuh Ngotoko dan Desa Pasedan yang sudah terlihat bagus.

Salah satu warga Dukuh Ngotoko Takrim (51), menyampaikan rasa  puasnya  dan mengucapkan banyak terimakasih karena jalan yang tadinya rusak sudah menjadi bagus. Ini memudahkan masyarakat Ngotoko dan Pasedan untuk memasarkan hasil-hasil pertanian dan perkebunan mereka, yang secara tidak langsung juga akan dapat meningkatkan perekonomian warga. Kamis(15/11).

Itulah sebabnya dirasa wajar kalau Takrim dan warga lainnya, berharap agar program TMMD ini menjadi kalender tetap di setiap tahunnya. Ini sebagai wujud kemanunggalan TNI-rakyat serta untuk mempercepat pembangunan dan lebih meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. (*)

Komunikasi Sosial TNI Dengan Rakyat

Di Postkan Info detiKawanua | ,

Rembang, detiKawanua.com - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang ini mendapat apresiasi dari masyarakat, semua ini akan meninggalkan sejuta kesan dan kenangan indah yang tertinggal dan akan dikenang selalu oleh masyarakat setempat, Kamis (15/11).

Menurut salah satu warga bapak Humaedi (39), keberadaan prajurit TNI pada pelaksanaan TMMD di daerah mereka sungguh sangat bermakna dan bermanfaat. Banyak sudah pekerjaan fisik yang berhasil dilakukan seperti betonisasi dan makadam jalan penghubung yang diselesaikannya, RTLH, pembuatan Poskamling dan kegiataan-kegiatan lainya,”ungkapnya.

Kenangan lain yang juga mengesankan saat para prajurit menginap di rumah warga selama kegiatan TMMD, sehingga para prajurit secara langsung aktif berbaur dalam kegiatan masyarakat. Bahkan ikut dengan warga berbincang-bincang seperti di rumah warga, atau tempat lainnya.

Humaedi juga mengaku,” sangat senang dengan kedatangan bapak- bapak Prajurit TNI, saya sempat terharu karena tidak pernah bermimpi Desa saya akan di datangi tentara untuk TMMD. Warga disini tidak merasa terbebani,justru merasa bangga Desanya terjamah TMMD Reguler Kodim Rembang,” ucapnya.

Warga berharap,” program seperti ini dapat kembali hadir di tahun-tahun mendatang. Hal Ini menunjukan bahwa TNI telah manunggal dengan rakyat dan semakin dicintai rakyat,” imbuhnya. (*)

TNI Bersihkan Umbul-Umbul Di Desa Pasedan

Di Postkan Info detiKawanua | ,

Rembang, detiKawanua.com - Dengan berakhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 dengan ditandai dengan upacara penutupan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Nopember 2018 di lapangan sepakbola Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, maka semua kegiatan yang ada dalam program baik kegiatan fisikmapun non fisik juga sudah selesai dilaksanakan dengan sukses.

Terlihat anggota Koramil 05/Bulu sudah mulai bersih-bersih dan melepas umbul-umbul yang saat itu dipergunakan untuk meramaikan dan mensukseskan rangkaian kegiatan upacara penutupan TMMD. Unbul-umbul yang saat itu dipasang dilapangan sepakbola Desa Kemadu dan sepanjang jalan menuju ke lokasi TMMD di Desa Pasedan.

Lokasi TMMD yang berada di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu sehingga anggota Koramil 05/Bulu saat itu selalu terlibat untuk menyiapkan penyelenggaraan upacara baik pembukaan maupun penutupan yang dilaksanakan kemarin.

Anggota Koramil Bulu dengan kesadaran penuh membantu menyiapkan dan membersihkan sarana/prasarana upacara yang digelar Kodim Rembang tersebut.

“Kami anggota Koramil 05/Bulu ikut aktif mempersiapkan dan pembersihan dalam upacara baik pembukaan  maupun penutupannya, kesuksesan dalam upacara tersebut menjadi tanggung jawab kami juga” Ujar Cholik Mahmudi selaku Bati Tuud Koramil 05/Bulu yang saat itu memimpin kegiatan pembersihan dan pelepasan umbul-umbul. (*)

detiKawanua.com

detiKawanua.com

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional