BILLY REGAR MUNDUR, DPC HANURA MINSEL HILANG ” NAHKODA”

MINSEL,  detikawanua..com – Kini partai Hati Nurani Rakyat ( HANURA)  Minsel kehilangan taji ibarat anak ayam kehilangan induknya beginilah yang terjadi setelah keluar surat pengunduran diri Ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) kabupaten Minsel

Dari berbagai spekulasi yang muncul soal penyebab Pengunduran diri tersebut beredar kabar alasan pengunduran diri Ketua DPC Hanura Minsel Billy Regar S.Sos Terkait adanya konflik internal di kubuh partai Hanura mulai dari pusat yang berkepanjangan sehingga berdampak sampai ke daerah.

Melalui surat resmi yang tertanggal 10 Juli 2018 Regar menyampaikan pengunduran diri nya secara resmi dari tugas jabatan sebagai Ketua DPC Partai yang membesarkan namanya itu yang boleh menghentarnya menjadi Anggota Dewan Minsel

Dari kutipan lampiran surat pengunduran diri nya yang di posting di sosial media hari ini Selasa (10/07/2018) yang juga memuat 5 Tembusan surat dengan bermeterai 6000 , Billy Regar menyampaikan terimakasih nya kepada ketua Umum partai Hanura yang sudah memberikan kepercayaan kepada diri nya, dan semogah keputusan ini bisa mengugah para elit partai Hanura untuk bisa berdamai mencari solusi untuk kemajuan partai.”Ucap Billy Regar dalam lampiran surat pengunduran diri nya.

Adapun beberapa Anggota Dewan Minsel saat bersuah dengan beberapa awak media justru bertanya-tanya soal pengunduran diri Sdr Billy Regar pada posisi bergengsi sebagai ketua DPC Hanura Minsel.

Dari kutipan salah satu media online biro Minsel Billy Regar Saat di konfirmasi mengaku Benar dirinya sudah mengundurkan diri secara tertulis dan untuk sementara akan melihat perkembangan kedepan
( Vandytrisno) 




Motor Metik VC Truck Box

Tahuna, detiKawanua.com – Pengendara sepeda motor Metik bernomor Polisi. DL 3929 A tewas di tempat setelah menabrak truck Box di jembatan penghubung antara Kelurahan Tidore dan Towo’e (Tito), Senin (9/7/2018) berkisar pukul 20.00 malam.
Iswadi (25) warga setempat mengatakan, pengendara sepeda motor melaju dari arah Tidore kelurahan Tidore kecamatan Tahuna menuju arah Towo’e kelurahan Sawang Bendar Kecamatan Tahuna.
“Kemungkinan korban dengan kecepatan tinggi melewati jalur dan hilang kendali sehingga menabrak truck yang berlawanan arah,” kata Iswadi kepada sejumlah wartawan. 
Setelah dikonfirmasi  di TKP kepada pihak Polres Sangihe melalui Kepala Satuan (Kasat) Lantas AKP I Komang S Wijaya, membenarkan ada Laka Lantas namun pihaknya belum memberi keterangan lebih lanjut terkait apa penyebab kecelakaan tersebut.
“Untuk data selengkapnya identitas korban belum diketahui dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Liun Kendage Tahuna, sedangkan pengendara truck Box  sudah diamankan Pihak Polres Sangihe untuk dimintai keterangan selanjutnya,” kunci Wijaya. (js)



Wagub Kandouw: Ada Laporan, Sebagai Warga Negara Yang Baik, Taat Hukum dan Hormati Undangan Panwas

Manado, detiKawanua.com – Menghadiri undangan dari pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Minahasa pada Senin (09/07) pagi tadi di Tondano, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw pun selaku warga negara yang baik langsung merespon undangan terkait klarifikasi/berikan keterangan rekaman video yang beredar di media sosial Facebook tentang adanya pembagian uang kepada para lansia (lanjut usia) di daerah Tateli Minahasa pada beberapa waktu lalu.

“Ada laporan, untuk itu saya sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, menghormati undangan Panwas tersebut, karena Panwas sebagai stakeholter pilkada. Dan saya hadir memberikan keterangan,” terang Wagub, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak ada hal lain hanya memberikan keterangan.

Diketahui bahwa Kandouw dalam menghadiri kegiatan para Lansia itu, berkapasitas sebagai Pemerintah Provinsi Sulut dan juga sebagai Ketua Lansia Sulut.

(IsJo)




Bupati Walikota Terpilih 6 Daerah di Sulut, Dilantik Presiden atau Gubernur? Kumendong: Menunggu Arahan Dari Mendagri

Manado, detiKawanua.com – Pelantikan Bupati Walikota terpilih pada Pilkada serentak 2018 di 6 daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni, Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Utara, Kota Kotamobagu, Sitaro dan Talaud, seusai agenda surat edaran Mendagri bulan Januari tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 20 September mendatang.

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, Jemmy Kumendong saat diwawancarai wartawan menjelaskan bahwa tahapan pelantikan bisa menjadi 3 tahapan hingga bulan Desember memdatang.

“3 Daerah yang pada bulan September tahap pertama yakni Kabupaten Minahasa, Sitaro dan Bolmut, jika berkenan ketiga daerah lainnya, Kotamobagu, Minahasa Tenggara dan Talaud itu nanti Bulan Desember dan Juli 2019,” terang Kumendong, Senin (09/07) di ruang kerjanya Kantor Gubernur.

Namun, kesemuanya itu dikatakannya Pemprov Sulut masih menunggu arahan petunjuk dari Kemendagri termasuk prosesi pelantikan siapa yang nantinya (apakah Presidem atau Gubernur) akan melantik para bupati walikota terpilih.

“Kami harapkan kepada seluruh masyarakat di enam daerah pilkada, bahwa pelaksanaan pesta demokrasi telah selesai dan marilah untuk kembali menatap masa depan dengan mendukung bupati dan walikota terpilih untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Sebab, program pemerintahan dan pembangunan bisa berjalan baik jika dukungan masyarakat turut berperan didalam menyukseskannya,” tandasnya.

(IsJo)




Bupati Landjar Hadiri Harganas Ke-25

Bupati Landjar saat menghadiri Harganas ke 25 Kota Manado.
Boltim, detiKawanua.com – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-25 yang digelar di Kawasan Megamas Manado, Sabtu (7/07), berlangsung meriah.
Bupati kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH yang hadir dalam kegiatan itu, turut bersepeda santai (funbike) bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jajaran BKKBN serta pejabat Pemda se Sulut. 

Sesekali Bupati Sehan Salim Landjar harus menghentikan sepedanya karena, dicegat tamu undangan lokal maupun luar daerah untuk berswafoto. Permintaan itu pun dilayani Bupati satu-persatu baik perorangan maupun rombongan. 

Usai sepeda santai, Bupati bersama seluruh masyarakat yang hadir serta, utusan dari BKKBN seluruh Indonesia menyantap bubur Manado yang disediakan oleh panitia.
Menurut Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo bahwa, kegiatan itu diselenggarakan untuk mengingatkan kembali pentingnya mencintai dalam keluarga dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga.
“Peringatan Harganas, memiliki tujuan meningkatkan peran serta pemerintah dan pemerintah daerah, mitra kerja dan swasta, tentang pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga (agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan  lingkungan) dan pembentukan karakter sejak dini, untuk mewujudkan pelembagaan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. dengan konsep pendekatan Keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, serta peduli dan berbagi” ungkap, Sigit.
Menariknya, konsep pendekatan keluarga yang digunakan itu sama dengan yang sering disampaikan Bupati Sehan Salim Landjar yakni, Keluarga Berkumpul meluangkan waktu tanpa disibukkan dengan gawai (gadget, televisi, atau alat elektronik lainnya).
Sebagaimana diketahui, dalam berbagai pidatonya, Bupati selalu mengingatkan dampak buruk gawai diantaranya, sering tidak sadar membuang waktu berjam-jam sekedar untuk menatap layar ponsel.
“Fenomena saat ini, orang tua lebih banyak tanggap dan cepat mereson HP  dibanding kebutuhan anak. tidak apa-apa digunakan asal pada hal positif. jangan habis waktu kita untuk memegang HP daripada kita mengusap kepala anak” kata Bupati.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang turut hadir pada acara puncak peringatan Harganas juga mengatakan, setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra/putrinya, anak-anaknya, agar kedepan bisa hidup dengan baik, benar, mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga.

“Demi mewujudkan harapan itu, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada, mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestarian lingkungan” paparnya. (Fidh)




Puncak Harganas XXV di Sulut, Menko Puan Maharani: Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah

Manado, detiKawanua.com – Mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan generasi muda bangsa yang baik dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik. Sesuai dengan pepatah “Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah,” maka untuk itu, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan biasakan membuat rencana yang baik, jangan begitu tiba masa, baru tiba akal.

Demikian arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (7/7).

Acara itu dihadiri oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise; Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey; Plt, Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo; Ketua TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo; Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos; para Gubernur, Walikota/Bupati dan individu berprestasi penerima tanda kehormatan dari pemerintah; jajaran Forkompimda Sulut; remaja generasi berencana; jajaran BKKBD se-Indonesia; masyarakat Manado; dan media massa.

Program Keluarga Berencana diketahui sudah ada sejak tahun 1968 – 2018 yang artinya sudah berusia 50 tahun. Namun, masih saja ada yang belum paham arti pentingnya Keluarga Berencana Itu.

“Sampai saat ini masih saja ada yang belum tahu dan paham tentang Keluarga Berencana yang dalam benak pikirannya itu KB adalah alat Kontrasepsi. (Padahal) Keluarga berencana itu adalah Keluarga yang punya rencana untuk masa depan anggota keluarga,” papar Puan.

“Setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra/putrinya – anak-anaknya, agar kedepan bisa hidup dengan baik – benar – mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga,” lanjut Menko PMK.

Demi mewujudkan harapan itu, tambah Menko Puan, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada, mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestatian lingkungan.

“Bila benar-benar kita hayati, kita lakukan dengan penuh rasa cinta kepada Tuhan yang maha kuasa dan kepada keluarga yang kita cintai, semua itu tidak ada yang sulit,” tandas Menko PMK.

Menko PMK dalam sambutannya juga mengapresiasi keberhasilan Program KB di tanah air yang ditandai dengan banyaknya kampung kumuh yang kini jadi kampung bersih, kampung kreatif, kampung sejahtera, kampung berencana, dan kampung KB.

“Itu semua merupakan ikhtiar nyata yang harus mendapat dukungan masyarakat, pemerintah, dan swasta. Semua itu niatnya – Nawaitunya adalah upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia yang Indonesia yang birdman pada peningkatan indek Pembangunan Manusia dan SDM,” katanya.

Menko PMK juga turut menyemangati para remaja agar tetap semangat meraih prestasi, menjunjung tinggi martabat keluarga, Bangsa dan Negara. Menko PMK juga mengapresiasi kreativitas GenRe yang ikut menyemarakkan Asian Games 2018 melalui flashmob.

“Itulah yang dinamakan generasi berencana yang disingkat GenRe,” katanya lagi.

Menko PMK pada kesempatan yang sangat akrab ini juga banyak berinteraksi kepada hadirin terutama dari kelompok-kelompok binaan BKKBN sebagai penegasannya bahwa untuk acara semacam ini agar lebih banyak berinteraksi daripada giat seremonial tanpa manfaat sama sekali.

“Saya berharap dalam acara peringatan Harganas nantinya dapat berlangsung akrab seperti ini. Karena dengan suasana seperti ini, rasa kita sebagai satu keluarga besar Indonesia dapat semakin terasa,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Olly berterima kasih pada pemerintah pusat yang memberi kepercayaan kepada Sulut menjadi tuan rumah peringatan Harganas XXV. Kata Olly, agenda Harganas diikuti belasan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

“Sekitar 13 ribu orang datang ke Sulut untuk mengikuti Harganas. Pertemuan ini adalah silaturahmi nasional. Pilkada serentak belum lama selesai dan dalam acara Harganas ini kita semua dapat berkumpul di Sulut,” katanya.

Gubernur Olly juga turut mempromosikan pariwisata Sulut kepada ribuan peserta kegiatan Harganas. Dirinya mengajak para peserta untuk menikmati keindahan panorama alam dan keramahtamahan masyarakat Sulut yang dapat memberikan kesan dan warna tersendiri bagi para peserta kegiatan Harganas.

“Banyak lokasi wisata dan tempat kuliner yang bisa bapak dan ibu datangi di Sulawesi Utara,” papar Olly.

(IsJo)




Sukses HARGANAS XXV di Sulut, Salah Satu Buah Karya Gubernur Olly Untuk Keluarga se-Indonesia

Manado, detiKawanua.com – Agenda akbar tahunan nasional untuk keluarga dari pemerintah pusat yakni peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXV Tahun 2018 yang kali ini Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi tuan rumah, berjalan sukses dihadiri sejumlah Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, pejabat tinggi negara serta menuai apresiasi besar dari pemerintah pusat dan para 618 peserta Gathering Bina Keluarga Ceria yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia atas segala rangkaian kegiatan dan fasilitas yang disajikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut selaku tuan rumah lokal yang dipusatkan di Kota Manado mulai tanggal 2 hingga puncak acara tanggal 7 Juli 2018, yang kesemuanya itu tidak lepas dari lobi/upaya keras Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE untuk wujudkan agenda nasional tersebut diselengarakan di Bumi Nyiur Melambai ini.
Mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirkan generasi muda bangsa yang baik dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik. Sesuai dengan pepatah “Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah,” maka untuk itu, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan biasakan membuat rencana yang baik, jangan begitu tiba masa, baru tiba akal.
Demikian arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (7/7) pagi.
Acara itu dihadiri oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise; Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey; Plt, Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo; Ketua TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo; Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos para Gubernur, Walikota/Bupati dan individu berprestasi penerima tanda kehormatan dari pemerintah; jajaran Forkompimda Sulut; remaja generasi berencana; jajaran BKKBD se-Indonesia; masyarakat Manado; dan media massa.
Program Keluarga Berencana diketahui sudah ada sejak tahun 1968 – 2018 yang artinya sudah berusia 50 tahun. Namun, masih saja ada yang belum paham arti pentingnya Keluarga Berencana Itu.
“Sampai saat ini masih saja ada yang belum tahu dan paham tentang Keluarga Berencana yang dalam benak pikirannya itu KB adalah alat Kontrasepsi. (Padahal) Keluarga berencana itu adalah Keluarga yang punya rencana untuk masa depan anggota keluarga,” papar Puan.
“Setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra/putrinya – anak-anaknya, agar kedepan bisa hidup dengan baik – benar – mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga,” lanjut Menko PMK.
Demi mewujudkan harapan itu, tambah Menko Puan, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada, mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestatian lingkungan.
“Bila benar-benar kita hayati, kita lakukan dengan penuh rasa cinta kepada Tuhan yang maha kuasa dan kepada keluarga yang kita cintai, semua itu tidak ada yang sulit,” tandas Menko PMK.
Menko PMK dalam sambutannya juga mengapresiasi keberhasilan Program KB di tanah air yang ditandai dengan banyaknya kampung kumuh yang kini jadi kampung bersih, kampung kreatif, kampung sejahtera, kampung berencana, dan kampung KB.
“Itu semua merupakan ikhtiar nyata yang harus mendapat dukungan masyarakat, pemerintah, dan swasta. Semua itu niatnya – Nawaitunya adalah upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia yang Indonesia yang birdman pada peningkatan indek Pembangunan Manusia dan SDM,” katanya.
Menko PMK juga turut menyemangati para remaja agar tetap semangat meraih prestasi, menjunjung tinggi martabat keluarga, Bangsa dan Negara. Menko PMK juga mengapresiasi kreativitas GenRe yang ikut menyemarakkan Asian Games 2018 melalui flashmob.
“Itulah yang dinamakan generasi berencana yang disingkat GenRe,” katanya lagi.
Menko PMK pada kesempatan yang sangat akrab ini juga banyak berinteraksi kepada hadirin terutama dari kelompok-kelompok binaan BKKBN sebagai penegasannya bahwa untuk acara semacam ini agar lebih banyak berinteraksi daripada giat seremonial tanpa manfaat sama sekali.
“Saya berharap dalam acara peringatan Harganas nantinya dapat berlangsung akrab seperti ini. Karena dengan suasana seperti ini, rasa kita sebagai satu keluarga besar Indonesia dapat semakin terasa,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Olly berterima kasih pada pemerintah pusat yang memberi kepercayaan kepada Sulut menjadi tuan rumah peringatan Harganas XXV. Kata Olly, agenda Harganas diikuti belasan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
“Sekitar 13 ribu orang datang ke Sulut untuk mengikuti Harganas. Pertemuan ini adalah silaturahmi nasional. Pilkada serentak belum lama selesai dan dalam acara Harganas ini kita semua dapat berkumpul di Sulut,” katanya.
Gubernur Olly juga turut mempromosikan pariwisata Sulut kepada ribuan peserta kegiatan Harganas. Dirinya mengajak para peserta untuk menikmati keindahan panorama alam dan keramahtamahan masyarakat Sulut yang dapat memberikan kesan dan warna tersendiri bagi para peserta kegiatan Harganas.
“Banyak lokasi wisata dan tempat kuliner yang bisa bapak dan ibu datangi di Sulawesi Utara,” papar Olly.
Diketahui sejumlah kegiatan telah digelar dalam meramaikan peringatan Harganas tersebut dengan melibatkan semua stakeholder pemerintahan dan swasta.
(Advetorial Biro Pemerintahan OTDA dan Humas Setdaprov Sulut)



PERSIAPAN PENGUCAPAN SYUKUR MINSEL, PUSAT KOTA AMURANG AMAN TERKENDALI

MINSEL,  detikawanua.com – Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati nomor 377 tertanggal 29 Juni 2018 tentang penetapan hari Pengucapan Syukur kabupaten Minsel yang jatuh pada tanggal 08 Juli 2018 dan di lanjutkan dengan surat edaran nomor 579 dalam hal himbauan untuk di perhatikan oleh segenap Aparatur Sipil Negara yang dapat melanjutkan himbauan ke masyarakat Minsel.

Bertolak dari SK dan Surat Edaran tersebut hari ini Sabtu ( 07/07/2018 ) terpantau Persiapan Pengucapan Syukur di kabupaten Minahasa Selatan ( Minsel) menjadi puncak kesibukan menjelang Hari besar umat Kristiani dan seluruh masyarakat Minsel sangat kental dengan rasa syukur atas anugerah Tuhan bagi umatnya boleh merasakan berkat kekuatan dan kesehatan juga berkat Jasmani setiap hari

Sudah menjadi biasa dan luar biasa ibarat Ikan tanpa garam pelaksanaan Pengucapan syukur selalu identik dengan Kegiatan transaksi jual beli di pasar terutama terpantau di pasar 54 Amurang sangat sibuk dengan  pembelanjaan masing-masing untuk Acara besok hari

Salah satu masyarakat yang tengah berbelanja Army Talumepa mengaku Pengucapan kali ini agak berbeda karena di dalam pusat kota Amurang saja tidak terjadi kemacetan yang membuat sopir menunggu lama bahkan jalan utama di seputaran teguh bersinar dan didepan pertokoan sangat lancar

” ia tahun ini Pasar di nilai sangat baik karena selain jalannya yang di Kategorikan lancar karena tidak terlalu mengalami kemacetan juga di trotoar jalan seputaran kota tidak mengalami kepadatan penjual yang selalu menjadi penyebab kemacetan.  Ujar Army

Kepala pasar Amurang Rio Joseph mengaku kelancaran pengguna jalan dan penataan pedagang tidak lepas dari kerjasama yang baik Para petugas Satpol PP,  Babin Kamtibmas , Koramil,  LAJ Dinas Perhubungan yang sangat intens menjaga kelancaran dan keamanan Pada Persiapan Pengucapan Syukur kali ini.  Jelas Rio

Adapun Koordinasi baik sangat terlihat pada persiapan kali ini sehingga Kelancaran arus datang dan pulang terlihat aman dan terkendali,  diharapkan besok hari semua masyarakat Minsel merayakan Pengucapan syukur dengan baik dan penuh suka cita.
( Vandytrisno)




Peringatan HUT Kodam XIII Mdk ke-60, Inilah Sejumlah Pesan Kesan Pangdam Madsuni

Tomohon, detiKawanua.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-60 Kodam XIII/Merdeka yang digelar di Lapangan Upacara Mako Rindam XIII/MDK di Kota Tomohon pada Selasa (3/7), dilaksanakan upacara yang dipimpin langsung Ispektur Upacara Pangdam XIII/MDK Mayjen TNI Madsuni. Dimana prosesi peringatan HUT itu juga dihadiri pejabat provinsi diantaranya Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) di wakili Kepala SatPol PP Sulut, Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng)/perwakikan, Kapolda Sulut, Kapolda Gorontalo dan Kapolda Sulteng, disertai seluruh Bupati/Walikota se-wilayah Kodam XIII/Merdeka, Danlantamal, Danlanudsri, tokoh-tokoh agama, tokoh masyrarakat dan tokoh adat, para pejabat dan jajaran Kodam/MDK dihadiri Kasdam XIII/MDK, Irdam XIII/MDK, Pamen Ahli, Para Asisten, Para kabalak, Dansat Wil Kodam XIII/MDK, Forkopimda Kota Tomohon, Kepala BNN Provinsi Sulut, Danlanudsri Manado, Kabinda Sulut. Dimana dalam prosesi upacara itu juga diikuti oleh personel Polda Sulut, yakni Satuan Brimob dan Sabhara.

Adapun kegiatan HUT Kodam tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya seperti;
1. Upacara Parade Pasukan Kodam XIII/MDK, 2. Marching Band, 3. Atraksi BDM (Yong Moodo) dari Anggota Yonif Raider 712/WT.

Menurut Pangdam Madsuni dalam sambutannya bahwa, peringatan HUT ke-60 Kodam XIII/Merdeka ini, pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pembinaan tradisi satuan, yang ditujukan untuk memelihara jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan yang dilandasi oleh kebanggaan, kecintaan dan ikatan batin yang kuat di antara sesama warga Kodam XIII/Merdeka.

“Peringatan HUT Kodam XIII/Merdeka, sebenarnya jatuh pada tanggal 16 Juni yang lalu. Namun karena bersamaan dengan suasana Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah dan berbagai kegiatan lain yang lebih urgen, antara lain agenda nasional pelaksanaan Pilkada serentak 2018, maka pelaksanaan peringatan hari jadi Kodam XIII/Merdeka tahun 2018 baru dapat dilaksanakan pada hari ini (Selasa, 3/7).

Pangdam menegaskan, Kodam XIII/Merdeka adalah juga bagian dari struktur pranata sosial yang eksistensinya selalu terhubung dengan dinamika kehidupan warga dan komunitas sipil lain di sekitarnya serta pemerintah daerah dan aparat negara lainnya.

“Oleh karena itu, pelihara dan jaga terus kemanunggalan TNI-rakyat di manapun kalian bertugas dan berada. Ingatlah jati diri kalian sebagai seorang prajurit TNI, yakni sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional,” tegasnya. Pangdam juga mengingatkan prajuritnya, agar memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI

Mudah-mudahan, dengan ridho Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kodam XIII/Merdeka dapat bersinergi dengan seluruh komponen bangsa yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah untuk bersama, bahu-membahu dengan rakyat, mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” tandas Jendral Bintang Dua dan mantan Danjen Kopasus itu.

(IsJo/tim)




Sulut Tuan Rumah Harganas ke-XXV, Hari Ini Dibuka dan Bakal Dihadiri Presiden Jokowi

Jakarta, detiKawanua.com – Diselah-selah kunjungan kerjanya di Jakarta pada Senin (2/7), Gubernur Olly menyempatkan diri untuk bertemu Sekretaris Kabinet Pramono Anung di ruang kerja Sekretaris Kabinet. Dimana pertemuan tersebut dalam rangka kesiapan serta pematangan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah HARGANAS XXV.

Seperti diketahui bersama, Sulut dipercayakan menjadi tuan rumah untuk kegiatan nasional itu yang acara puncaknya dilaksanakan pada 6-7 Juli nanti dan pembukaan rangkaian kegiatannya dibuka sejak Selasa (03/07) hari ini. Adapun sesuai agenda kegiatan tersebut bakal dihadiri Presiden RI ini akan dipusatkan di kawasan Megamas Kota Manado. Gubernur Olly pada pertemuan tersebut melaporkan bahwa Sulut telah siap menggelar even akbar dimaksud. Dalam pertemuan, diagendakan juga dengan kesiapan keamanan jelang kedatangan Presiden di Bumi Nyiur Melambai.

Pertemuan ini disambut hangat Menteri Sekretaris Negara RI Bapak Pramono Anung dan akan menindaklanjuti dengan melaporkan kesiapan HARGANAS ke XXV pada Bapak Presiden. Pelaksanaan HARGANAS ke XXV Ini juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Sulut dalam rangka mempromosikan parwisata.

Sementara itu melalui Wakil Gubernur, Steven Kandouw dalam keterangannya kepada wartawan bahwa iven nasional Harganas ke-XXV tahun 2018 nantinya akan dipusatkan di Kawasan Megamas Mamado yang rangkaian kegiatannya dimulai tanggal 3 (hari ini) sampai puncak tanggal 7 Juli 2018 nanti, mengimbau kepada masyarakat Bumi Nyiur Melambai menyambut para tamu, yang kemungkinan hadir pada Harganas ini sebanyak 30 ribu peserta.

“Para tamu yang datang dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, oleh karena itu masyarakat terutama yang ada sekitar lokasi kegiatan, yaitu di Manado, Minahasa Utara dan Tomohon untuk menunjukan kepada peserta bahwa Sulut daerah yang pantas menjadi tuan rumah,” terang Kandouw.

Wagub juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Terutama juga kita harus menjaga kebersihan,” sambung mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Hal itu dimintakan wagub, mengingat Harganas ke-XXV yang bertemakan ”Hari Keluarga: Hari Kita semua” dengan membawa tagline ”Cinta Keluarga Cinta Terencana” ini direncanakan dihadiri Presiden Joko Widodo. Presiden kemungkinan hadir pada hari puncak tanggal 7 Juli 2018.

“Pak Presiden pasti datang,” sambung wagub.

Adapun rangkaian kegiatan Harganas di Manado, antara lain pameran tentang keluarga, funbike, makan pagi atau sarapan bersama keluarga dengan target 2.000 orang.

(IsJo)