‘Luruskan Kiblat Bangsa’, Revolusi Putra BMR Sulut Nakodahi DPP IMM

Ketua umum DPP IMM terpilih periode 2016-2018, Taufan Putra Revolusi Korompot.

Nasional, detikawanua.com – Rasa bangga dan bahagia masyarakat di Sulut mengalir kepada salah satu putra daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR) Sulawesi Utara (Sulut) yakni, Taufan Putra Revolusi Korompot yang pada Jumat (27/5) malam tadi resmi terpilih sebagai Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2016-2018 di Jakarta. Dirinya (Taufan,red) yang memang dalam perhelatan kanca nansional Muktamar IMM, mampu menunjukan kharismanya kepada mata Indonesia tidak hanya mampu bersaing sehat namun pula telah terbukti mempunyai talenta, intelektual murni, pekerja serta bermasyarakat.
Dalam pemilihan sistem formatur tadi malam yang cukup alot untuk menentukan hasil siapa yang berhak menduduki kursi 01 DPP IMM dalam dua tahun kedepan itu, putra terbaik Kota Kotamobagu Sulut itu terlihat tenang seperti sifat sehari-harinya akhirnya pun forum menyepakati dirinya (Taufan,red) yang paling berhak untuk nakodahi lembaga bergengsi dikalangan Mahasiswa nasional itu.
“Alhamdulillah dan terima kasih atas kepercayaan teman-teman dan saudaara/i kepada saya untuk mengemban amanah ini. Saya akan meneruskan program sebelumnya dan dengan program unggulan yakni ‘Luruskan Kiblat Bangsa’ yang didalamnya terdapat program kerja, InsyaAllah bersama kita semua sama-sama jalankan untuk IMM dan bangsa Indonesia kedepan,”terang Taufan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Hikmah DPP IMM periode 2014-2016 ini. 
‪Taufan berjanji selain amanah, akan juga konsistensi dalam kepemimpinannya, dimana dirinya ingin ada kemajuan dan perubahan bagi Indonesia.  Program-program nasional dari IMM sebagaimana yang melekat motto pada dirinya ‘Luruskan Kiblat Bangsa’. 
“InsyaAllah semua akan terus dijalankan pada kepemimpinan DPP IMM periode 2016-2018 mendatang,”ungkapnya.
Rep/Editor: Isjo



Gubernur dan Isteri Hadiri Hari Kemerdekaan dan Misi Diplomatik AS di Surabaya

foto-foto Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Ny Rita Dondokambey-Tamuntuan dan anaknya Rio A Dondokambey, saat menghadiri peringatan hari kemerdekaan AS di Surabaya. (ist)
Manado, detikawanua.com – Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didampingi Isteri tercinta, Ny‪ Rita Dondokambey-Tamuntuan dan juga anak, Rio Alexander Dondokambey, pada Jumat (27/5) malam tadi, telah mengadiri perayaan peringatan hari kemerdekaan negara Amerika Serikat yang ke 240 tahun sekaligus dengan 150 tahun Misi Diplomasi Amerika Serikat yang digelat di Kedutaan Amerika Serikat di Kota Surabaya.
Dari informasi yang diterima detikawanua.com, tidak hanya Gubernur Sulut yang namun turut dihadiri juga Walikota Manado, Vicky Lumentut bersama isteri, serta Bupati Minahasa, Jantje Sajow‬. (cjd/vr/aps/dkc).

Rep/Editor: Isjo



TKI Sulut di Kongo Diduga Ilegal Karena Melanggar 4 Hal Ini

Kadisnakertrans Sulut, Marsel Sendoh Ketika Bersama Wartawan JIPS di Ruangan Rapatnya, Jumat (27/5) tadi. (Ist)
Manado, detikawanua.com – Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Kepala dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulut, Marsel Sendoh saat bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) di Kantor Disnakertrans Sulut, Jumat (27/5) menegaskan, sangat memberikan perhatian khusus terhadap para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sulut yang bekerja di negara Kongo dan telah dideportasikan ke tanah air.
“Setelah kami konfirmasi dengan Badan Pelayanan Perlindungan dan Penempatan tenaga kerja Indonesia (BP3TKI) Sulut dan telah melakukan  hearing dengan Komisi IV DPRD Sulut belum lama ini, maka yang perlu kami sampaikan bahwa TKI asal Sulut yang bekerja di Kongo itu adalah murni ilegal,”ungkapnya.
Kenapa dikatakan murni ilegal, menurut Sendoh, yang pertama mereka tidak ada atau tidak melalui perusahaan yang menjamin soal pengiriman para TKI asal Sulut itu, yang kedua tidak ada perjanjian kontrak dengan satu wadah atau Badan Penjamin Perusahaan (BPP) sesuai dengan aturan Uandang-Undang No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri.
“Ketiga kami tidak pernah mendapat informasi untuk mereka di daftarkan menjadi TKI yang seharusnya setelah di daftar di Kabupaten/Kota harusnya di beritahukan ke Provinsi bahwa ada TKI yang akan bekerja/dikirim di negara Kongo, ke empat masalah tersebut nanti kami tahu setelah mereka kembali dan sudah dalam masalah,”rincinya.
Namun dikatakannya pula walaupun demikian setelah Disnakertrans mendapat konformasi dari BP3TKI belum lama ini melalui undangan langsung pertemuan, kalaupun misalkan terjadi masalah kecelakaan pada puluhan TKI tersebut, maka pemerintah tetap akan memberikan bantuan melalui BP3TKI.
“Mereka (BP3TKI) akan menyiapkan dana-dana bantuan termasuk apabila ada yang meninggal dunia. Ada dana santunan yang akan diberikan sebagai mana penjelasan yang kami terima dari Kepala BP3TKI Sulut,”ujar Sendoh mantan Karo Hukum dan HAM Setda Provinsi Sulut itu.
Lanjut Sendoh disisi lainnya secara proses hukum Dinsakertrans Sulut akan berkoordinasi lebih dengan Polda Sulut terkait karena masalah tersebut, karena hal itu sekarang sedang berproses di Polda Sulut.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan tenaga kerja di Bitung karena pada umumnya mereka itu tinggal di sana yang pada beberapa hari lalu, kami sudah mengeluarkan surat pembebasan kepada pengawas untuk turun ke Bitung mencari tahu dimana lokasi mereka berada dan kedua ada yang namanya si A ini belum tahu pasti nama jelasnya dan sementara dicari keberadaannya, karena dari informasi yang ada bahwa yang bersangkutan yang mengirim mereka menjadi TKI di salah satu Negara di Afrika (Kongo,red) tersebut,”tandasnya. (hms/dkc) 

Rep/Editor: Isjo




Puluhan Rumah Warga Digusur, DPRD Kota Manado Dimana?

Nampak terlihat beberapa alat besar menggusur puluhan rumah warga di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea. /Ist
Manado, detiKawanua.com – Menyusul terjadinya penggusuran rumah milik warga Kelurahan Tingkulu, Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Jumat (27/05) tadi, kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado kembali dipertanyakan.

Pasalnya, selaku wakil rakyat, seharusnya para legislator berada di tempat kejadian tersebut, atau paling tidak memberikan “pencerahan” agar supaya mereka bisa sabar dalam menyikapi peristiwa yang sangat memiluhkan ini.

“DPRD Kota Manado dimana? Seharusnya mereka berada di tempat kejadian perkara. Karena, mereka mewakili suara warga Kota Manado. Apalagi, saya mendengar kabar bahwa lahan yang menjadi sengketa sehingga menyebabkan penggusuran rumah sejumlah warga ini, masih berproses di Pengadilan Negeri Manado,” ujar Tommy Turangan, Ketua Aliasnsi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) Pusat kepada detiKawanua.com melalui via telpon genggam (HP).

Ditambahkan Turangan, dengan adanya kejadian ini pula, menjadi pelajaran bagi warga Kota Manado jika memilih anggota terhormat di tahun 2019 mendatang.

“Telah banyak bukti yang menjelaskan bahwa para wakil rakyat di negeri ini selalu mementingkan diri sendiri ketimbang warga yang memilih dengan hati nurani dan niat yang bersih. Untuk itu, saya berharap kedepannya warga bisa menjadikan hal-hal seperti ini sebagai tolak ukur atas kepentingan mereka,” tambah Turangan.

Terpisah, salah satu warga yang menjadi korban penggusuran mengatakan, sebelum rumah mereka dieksekusi secara paksa pada hari ini, pada Kamis (26/05) kemarin, Dirinya bersama puluhan warga yang menjadi korban penggusuran telah mendatangi Gedung DPRD Kota Manado.

“Kemarin, saya bersama teman-teman saya datang ke DPRD Kota Manado untuk mengeluhkan surat edaran terkait akan digusurnya rumah kami pada hari ini. Dan yang menerima kami hanya seorang anggota dewan yang bukan dari dapil kami. Untuk itu, kami sangat menyayangkan kejadian ini terjadi tanpa ada satupun anggota dewan Kota Manado yang menolong kami, terlebih mereka yang terpilih dari dapil kami,” keluh seorang warga yang namanya enggan diberitakan.

Sekedar untuk diketahui, ada sekitar 90 rumah warga di Kelurahan tersebut yang menjadi korban penggusuran ini.

Sementara itu, DPRD Kota Manado belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini karena sedang berada di luar daerah Kota Manado.

(v1c)




Wagub Tepis Hadir di Jakarta Ada Pembicaraan Lain Dengan Presiden dan Wapres

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wagub, Steven Kandouw foto bersama Presiden RI, Jokowi dan Wapres, Jusuf Kalla. (Ist)
Manado, detikawanua.com – Masih hangat pemberitaan media dan menjadi tranding topic dikalangan masyarakat soal keberadaan orang nomor satu di Sulut, Olly Dondokambey yang akhir-akhir ini dikabarkan bakal digadang masuk dalam kabinet Indonesia Hebat Jokowi-JK, kini oleh pasangannya (OD,red) yakni Wakil gubernur Sulut, Steven Kandouw pun ditanyakan soal kehadiran dirinya di Jakarta (Rabu lalu,red) dan sempat berpose foto bersama Presiden RI, Joko Widodo dan Wapres, Jusuf Kalla serta Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Gedung Istana Merdeka.
“Saya hadir di istana untuk menghadiri undangan pelantikan dari empat Gubernur. Malahan saya ditantang Ahok (Gubernur DKI Jakarta,red), Ahok panggil saya mau pasangaan dengan saya (Ahok,red)”kata Wagub dengan nada bercanda khasnya bersama puluhan wartawan di lobby kantor Gubernur Sulut, Kamis malam.
Lepas itu Kandouw kembali menjelaskan bahwa kehadirannya itu murni atas perintah Gubernur Sulut untuk menghadiri sejumlah acara di Jakarta sejak pagi hari (Rabu pagi,red).
“Jadi pak Gubernur menyuruh saya agar pagi-pagi hadiri rapat dengar pendapat bersama DPD RI dan pada sore harinya hanya menghadiri pelantikan Gubernur di Istana. Ini hanya gosip saja,”tandas mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut itu.
Rep/Editor: Isjo



Bahasa Inggris, Jadi Syarat Pejabat Kabinet Sulut Hebat ?

Foto ilustrasi Kantor Gubernur Sulut. (Ist)
Manado, detikawanua.com – Syarat adalah yang utama dalam hal seleksi atau pemilihan, kalau tidak memenuhi syarat tentu apa yang menjadi harapan tidak akan terwujud atau gugur syarat, dimana dalam hal tahapan uji kompetensi bagi para pejabat untuk hadapi seleksi roling jabatan dilingkup Pemprov Sulut, yang kemungkinan besarnya salah satu syarat bisa berbahasa Inggris, minimal pasif.
“Kemungkinan Pak Gubernur bakal mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris, minimal bisa mengerti percakapan bahasa Inggris,”ungkap salah satu sumber resmi di BKD Sulut, Kamis (26/5)
Dibeberkannya juga bahwa, program kerja di kepemimpinan OD-SK sekarang ini menjadikan Sulut sebagai tujuan pariwisata dunia, secara otomatis membutuhkan aparatur negara yang pintar, cekatan, terampil dan berbahasa Inggris.‬
“Menginkan membawa Sulut berjaya di era MEA.‬ Tak hanya bahasa Inggris, ke depan mungkin para Kadis harus pintar juga dalam berbahasa Mandarin,”ujar dia.‬
‪Saat dikonfirmasikan ke Kaban BKD Sulut, Femmy Suluh mengatakan, pihaknya segera membentuk tim Pansel.‬ Dimana dirinya enggan membeber secara detail rencana pembentukan Pansel itu.‬
‪”Masih kita godok, bisa Pansel atau job fit,”ujar dia.‬
‪Dari informasi yang diterima media ini, dalam tim pansel lelang jabatan nanti akan melibatkan pusat, yang kemungkinan bakal mendatangkan staf dari kementerian sebagai salah satu anggota pansel, yang mungkin Ditjen atau Deputi. Adapun Pemprov Sulut juga bakal membentuk tim pansel beranggotakan tujuh orang, terdiri dari lima anggota independen serta dua birokrat.
Rep/Editor: Isjo



Intensitas Hujan Meningkat, BPBD Boltim Imbau Warga

Kepala BPBD Boltim, Julius Pelealu.

Boltim, detiKawanua.com – Intensitas hujan dibeberapa pekan diakhir Bulan ini, masih sering mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dinilai meningkat yang mengakibatkan dibeberapa titik terjadi longsor.
Seperti dikatakan Camat Kotabunan, Ikhlas Pasambuna bahwa, hujan deras yang sering turun, bisa mengakibatkan beberapa titik jalan menjadi longsor. seperti, ditanjung Kotabunan (ruas jalan-red) sekitar Puluhan meter terjadi longsor dimana batu-batu besar dari atas tebing gunung menutupi sebagian badan jalan. beruntung kejadian ini tak menimpa pengguna jalan. Pun, tanpa hujan turun tebing tersebut sering longsor, apa lagi di saat musin penghujan.
“Mungkin tebingnya terlalu menjulang tinggi dan tanahnya yang sangat labil. Saya menghimbau kepada para pengguna jalan antara Desa Kotabunan dan Desa Paret agar berhati-hati bila melintasi jalan tersebut. Untuk mengantisipasi longsoran ini agar tak menimpa warga pengendara, baik motor ataupun mobil maka pengendaranya agar selalu waspada. pengguna jalan supaya berhati-hati saat melintasi titik longsor, apa lagi di saat hujan turun. agar mengurangi  kecepatan kendaraan,” harapnya, Rabu (25/05) kemarin kepada awak media.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim, Julius Pelealu mengatakan, fenomenna alam (hujan-red) yang masih sering mengguyur mengakibatkan ada beberapa titik terjadi longsoran tanah. seperti, di kecamatan Modayag Barat, Modayag Induk dan di Kotabunan.
“Diantaranya di desa Kokapoy, Kotabunan juga terjadi longsor dan dibeberapa titik. sehinga, langkah kita setelah Kepala desa (Sangadi-red) melaporkan maka tentunya kita akan mengantisipasinya. Kita berikan kontribusi mengunakan Dana Tanggap Darurat guna perbaikan titik bencana longsor dimaksud,” ungkapnya, kepada awak media.
Kata Dia, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kontribusi bantuan dibeberapa titik longsor. Kita akan lihat tingkat kerugiannya lalu diserahkan dananya. juga kita akan mengunakan alat berat.
“Secepatnya kita lakukan. seperti, jalan Kotabunan (tanjung-red). di Modayag induk, Modayag Barat, desa Bongkudai kita lakukan serentak. Dimusim penghujan ini, Saya imbau kepada warga masyarakat Boltim umumnya, untuk selalu waspada baik para nelayan, petani, pengguna jalan, pengendara kendaraan roda empat maupun roda dua agar senantiasa berhati-hati. jika sewaktu-waktu terjadi longsor maka secapatnya mencari tempat aman agar tak mengakibatkan korban. semoga kita semua selalu terhindar dari bencana,” ucap Julius, sembari mengimbau, Kamis (26/05) siang tadi. (Fidh)



Jadi Tuan Rumah AC3, Tiga Hari Lagi 10 Negara ASEAN ‘Serbu’ Sulut

Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut, Jane Mendur.
Manado, detikawanua.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut, pada tiga hari kedepan ini (Tanggal 28 Mei,red) akan menerima kunjungan delegasi duta besar dari 10 negara Asean termasuk Indonesia yakni, Nyanmar, Australia, Laos, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam dan Philipina dan Malaysia, dengan maksud kedatangan di Sulut untuk melakukan pertemuan/meeting bersama dengan tema Asean Connectivity Coordinating Committee (AC3).
Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut, Jane Mendur mengungkapkan, provinsi Sulut dipercayakan menjadi tuan rumah ke-2 sebagaimana yang tercantum dalam isi surat pemberitahuan kepada Gubernur Sulut (Olly Dondokambey,red) bahwa merupakan perutusan tetap Republik Indonesia untuk Aseaan (PTRI Asean).
“Kegiatan ini selain bertujuan untuk memfasilitasi pembahasan isu Asean khususnya pembentukan dokumen Asean Connectivity tahun 2025 mendatang, sekaligus mempromosikan Provinsi Sulut kepada perwakilan AC3 yakni para duta besar di 10 Negara itu,”terang Mendur, kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (26/5) siang tadi.
Menurutnya pelaksanaan pertemuan tersebut akan dimulai dari tanggal 29 sampai 31 Mei atau 3 hari lagi dari hari ini, pihaknya sangat bersyukur karena selain Sulut sudah dijadikan wilayah paariwisata MICE, pemprov Sulut siap menghadapi kunjungan tersebut.
“Sebagai tuan rumah kita harus siap mulai dari destinasi tempat wisata itu harus siap. Ini merupakan satu kesempatan besar bagi Sulut untuk juga memberdayakan para usaha kecil menengah (UKM) untuk mempromosikan kerajinan (Sovenir) hingga tempat-tempat wisata yang nantinya mereka akan kunjungi,”ungkapnya.
Rep/Editor: Isjo



SKPD Terkesan Tertutup Soal Data Sisa Pekerjaan di Lelang

Kepala Biro Pembangunan Setdaprov Sulut, Edwin Kindangen.
Manado, detikawanua.com – Kepala Biro Pembangunan Setdaprov Sulut, Edwin Kindangen mengungkapkan hingga hari ini Kamis (26/5) pihaknya masih menemui masalah terkait data informasi jumlah pekerjaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulut yang belum disampaikan berapa jumlah sisa pekerjaan masing-masing.
“Jadi belum valid berapa sisa paket pekerjaan yang akan dilelang dan hingga saat ini juga kami review terus untuk bisa mendapatkan hasilnya,”terang Kindangen, Kamis (26/5) tadi.
Disisi lain dirinya juga merasa tidak mengetahui soal kabar adanya nilai sisa pekerjaan yang ada di SKPD itu mencapai hingga Rp300 miliar.
“Saya kurang tau soal itu, karena kami masih menginvetarisir semua sisa paket pekerjaan di SKPD. Pendapat pribadi saya itu mungkin bisa saja ada tapi belum tentu dilelang karena ada paket yang dilelang dan ada juga tidak. Dalam artian, yang penunjukan langsung atau dibawah Rp200 juta itu tidak dillelang dan yang dilelang itu diatas Rp200 juta lewat ULP,”ungkapnya.
Dikatanya juga kalau soal transparansi proses barang dan jasa, pihak Biro Pembangunan sudah cukup terbuka dan transparan sebab bisa juga dicek langsung di internet bisa juga memantau langsung.
“Tapi untuk inforamasi ke masyarakat itu harus SKPD yang bersangkutan sebagai pemilik pekerjaan tersebut. Jadi harus dibedakan, kalau prosesnya disini (Biro Pembangunan,red) tapi pelaksanaannya di SKPD,”tandas Kindangen.
Rep/Editor: Isjo



Wujudkan Manado Kota Cerdas, Ini Program 100 Hari Kerja GSVL-MOR

Walikota GS Vicky Lumentut, Wawali Manado Mor Bastiaan, Ketua DPRD Noortje Van Bone (Kiri) dan Kepala Bappeda Bartje Assa (Kanan) saat menggelar Sosialisasi Discussion Visi Misi Walikota-Wakil Walikota Manado periode 2016-2021. /IstManado, detiKawanua.com – Banyak yang penasaran apa saya program 100 hari kerja pasangan GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) pasaca dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado terpilih periode 2016-2021 pada 9 Mei 2016 lalu.

Pasca dilantik , GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado terpilih 2016-2021 langsung tancap gas dengan program 100 kerja. Banyak yang penasaran, apa saya program 100 hari kerja kedua pemimpin yang bertekad menjadikan Manado Kota Cerdas?

Diakui
Wali Kota GSVL, dirinya bersama Wawali Mor bertekad mewujudkan Manado Kota Cerdas. Karena itu, program 100 hari kerja ini disusun dirinya bersama Wawali
Mor. “Kami menyusun sendiri dengan mengacu pada kebutuhan prioritas di
Kota Manado,” kata GSVL, sambil meminta dukungan stakeholder.

Ini
disampaikan GSVL saat Sosialisasi Discussion Visi Misi Walikota dan
Wakil Walikota Manado periode 2016-2021 di Gedung Serbaguna Pemkot
Manado, Rabu (25/05), yang dihadiri anggota DPRD Manado dan seluruh elemen
masyarakat.

Sementara, Wawali Mor menambahkan, dirinya diberi
tugas khusus untuk menertibkan segala bentuk perizinan layanan publik
yang sampai saat ini masih banyak dikeluhkan warga. “Ini
sebagai upaya membuka peluang invetasi sebesar-besarnya di Kota Manado.
Jadi masalah perizinan masih banyak yang perlu dibenahi,” tutur Mor.

Langkah
awal yang akan dilakukan, menurut mantan anggota DPRD Manado dua periode serta
pernah dipercayakan sebagai Wakil Ketua Dewan ini, melakukan indentifikasi
masalah regulasi perizinan. “Tugas khusus yang
diberikan ini akan saya upayakan untuk tuntaskan agar para investor
nyaman berinvetasi di Manado,” pungkas suami tercinta Imelda
Bastiaan-Markus. (*/Shy)

Ini Program 100 Hari Kerja GSVL-MOR:

  • Sosialisasi Visi Misi Walikota-Wakil Walikota Manado 2016-2021;
  • Pembentukan Panitia Seleksi Pejabat Eselon I;
  • Pembenahan Pelayanan Perizinan di BP2T;
  • Desentralisasi beberapa tugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke Kecamatan;
  • Pembenahan Pasar Bersahati, Pinasungkulan, Bahu, Tuminting dan Lililoyor;
  • Pemantapan Program Universal Coverage (UC Cerdas) di beberapa Rumah Sakit;
  • Evaluasi Kerja;
  • LKPJ 2015;
  • Penyusunan RPJMD 2016-2021;
  • Konsultasi dengan DPRD tentang Program Legislasi Daerah;
  • Melanjutkan pembebasan Pembangunan jalur hijau untuk pejalan kaki dan tepian jalan;
  • Memantapkan Program PBL Mapalus
  • Menyelasaikan Pembangunan Taman Berkat (Godbless Park);
  • Merapikan Pepohonan dan menghijaukan tepi-tepi jalan utama serta membuat penghijauan di setiap lahan;
  • Menertibkan lahan PKL;
  • Menertibkan Pengemis dan Gelandangan;
  • Mengaktifkan dan menata kembali Program Santunan Duka;
  • Peningkatan kwalitas SDM, aparat Pol PP, Petugas LLAJ Dinas Perhubungan; dan
  • Sosialisasi dan pelaksanaan Program Bendi Wisata Manado dan Car Free Day akan dilaksanakan kembali setiap Hari Minggu Jam 6-9 pagi.