Gubernur Sarundajang Sumbang 55 Juta Untuk Pembangunan Ampitiater Kaum Muda




Mobil Pemadam saat Memasuki Daerah Lokasi Kebakaran
Manado, detiKawanua.com – Ungkapan “Dewi Fortuna belum memihak”, hampir saja disematkan pada keluarga Lakoro-Mentol. Sebab, mengawali bulan Juli 2015 dan saat bulan suci Ramadhan, rumah semi permanen miliknya nyaris hangus dialap si jago merah, Rabu (01/07) dini hari tadi.
Rumah yang berlokasi di Kelurahan Titiwungen Lingkungan 4 (lorong kapal sandar), Kecamatan Sario, Manado, dan tak jauh dari bangunan Masjid Miftahul Jannah ini, sempat membuat panik warga. Sebab sekitar pukul 01.30 WITA, api mulai melalap beberapa perabotan rumah seperti lemari, dan beberapa bagian dalam bangunan dapur.
Namun beruntung, api cepat dipadamkan warga sekitar, sebelum mulai membesar dan membakar seluruh bagian belakang rumah. Sebanyak 3 unit Mobil Pemadam Kebakaran diturunkan dalam kejadian ini untuk memastikan seluruh bagian rumah terbebas dari jilatan api.
Cekcok antar sejumlah warga sempat terlihat usai pemadaman api. Ditengarai saling tuduh terhadap siapa dalang dari perbuatan yang hampir saja menimbulkan musibah ini. Namun konflik berhasil direda, sehingga warga pun kembali dapat melanjutkan aktivitas sahurnya dengan tenang.
Penyebab kebakaran, hingga berita ini diturunkan, masih dalam penyelidikan Kepolisian Sektor (Polsek) Sario. (Rafsan Damopolii)

Suasana Rapat Banggar DPRD Kotamobagu dengan Beberapa SKPD. /Ist
Kotamobagu, detiKawanua.com – Tata kelola keuangan yang dipraktekkan beberapa SKPD di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, tenyata masih memiliki kelemahan. Hal ini terungkap dalam rapat Banggar DPRD dan beberapa SKPD di gedung DPRD Kotamobagu, Selasa (30/06).
Dalam rapat tersebut, anggota Banggar DPRD Hi Agus Supriantja mengkritisi sistem pengelolaan keuangan Pemkot Kotamobagu. “Hari saya diundang rapat terkait dengan pergeseran Anggaran di beberapa Dinas Kotamobagu, dan baru saja menerima Draf yang disodorkan. Dimana setiap dinas sudah menyebutkan angka-angka yang nantinya akan dilakukan pergeseran,” ujarnya.
Dirinya menilai, semestinya jika membahas anggaran seperti ini, bila mana ada sesuatu yang dianggap sangat urgen, misalnya soal kesalahan Nomor Rekening atau adanya perubahan Regulasi.
“Menurut saya, yang perlu ditindaklanjuti karena dianggap sangat penting. Bilamana ada kesalahan dalam Rekening atau ada perubahan regulasi, yang kemudian mengharuskan kita untuk melakukan pergeseran anggaran,” tambah politisi Partai Hanura ini.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika faktanya, pergeseran anggaran yang dibahas nanti tidak ada sesuatu yang sangat urgen, maka ini adalah bukti lemahnya sistem pengelolaan keuangan daerah kita, dan mestinya patut dipertanyakan.
“Harusnya agar tidak ada pergeseran anggaran, maka harus diakomodir secara keseluruhan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Induk, agar tidak ada lagi yang namanya pergeseran anggaran seperti saat ini,” jelasnya.
“Ini adalah koreksi saya kepada pihak Pemerintah Kota Kotamobagu, terlebih khusus Badan Perencanaan daerah (BAPPEDA),” tegas Supriantja.
Sementara dari hasil pantauan awak media, SKPD yang hadir dalam rapat tersebut di antarannya adalah Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Umum Pemkot, dan Dinas Tata Kota kotamobagu. (*/zbm/Ilman)

Pelantikan PPL se-Kota Bitung. /ist
Bitung, detiKawanua.com – Wakil Walikota (Wawali) Bitung Max Lomban menghadiri kegiatan pelantikan serta sumpah dan janji Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Pilkada se-Kota Bitung.
Dalam sambutannya mewakili Walikota Bitung Hanny Sondakh, dirinya mengatakan, pelantikan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) se-kota Bitung ini merupakan proses awal penyelenggaraan pengawasan yang akan dilaksanakan secara serentak pada akhir Tahun 2015 ini.
“Kami pemeritah setempat menghimbau kepada saudara-saudari yang baru dilantik bekerja dengan semaksimal mungkin dilapangan karena kalianlah ujung tombak disaat pelaksaan pemilihan kepala daerah,” kata Lomban, Selasa (30/06).
Dirinya juga berharap kepada peserta yang baru dilantik, untuk tetap memegang teguh sumpah dan janji sehingga dapat selalu bersikap netral.
“Bekerja secara Sinegritas dan harus berdasarkan tekad yang kuat dan disiplin saat melaksanakan tugas dan tanggung jawab agar pemilu dapat dilaksanakan dengan tertib dan bersih bermartabat dan terarah agar nantinya diperoleh kader terbaik dan berkualitas,” kunci Lomban. (Arby Maspeke)

Eduardo Saverin dan Elaine Andriejanssen. /Ist
detiKawanua.com – Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook, akhirnya resmi menikahi Elaine Andriejanssen, gadis berdarah Indonesia.
Pernikahan dua sejoli beda negara ini, dari kabar yang beredar, dilangsungkan di Perancis. Tak banyak informasi yang bisa didapat dari pernikahan keduanya karena semuanya serba dirahasiakan.
Namun, lokasi pernikahan keduanya diduga digelar di daerah Nice. “Kami diminta untuk datang ke bandara Nice pada tanggal 25 Juni. Sisanya semuanya adalah misteri,” tutur salah seorang undangan.
Diketahui, Elaine dan Eduardo berawal dari pertemuan mereka kembali di salah satu acara bisnis di Singapura. Rekan Mark Zuckerberg itu lantas melamar Elaine di Bali pada Maret tahun lalu. (*/wok/vkg)