Merinding!, Ini Closing Statement Pasangan E2L-HJP Pada Debat Terbuka Pertama

Sulut – Elly Engelbert Lasut dan Hanny Jost Pajow (E2L-HJP) tampil memukau saat Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diselenggarakan KPU Provinsi Sulut, Rabu (09/10) bertempat di Sutan Raja Kota Kotamobagu.

Mengangkat Tema Debat Terbuka “Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Parawisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Tata Ruang Wilayah Yang Berwawasan Lingkungan”, Pasangan E2L-HJP tampak menguasai materi debat sehingga mampu menjawab seluruh pertanyaan dari panelis dan pertanyaan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya, Steven Kandouw- Denny Tuejeh, dan Yulius Selvanus-Victor Mailangkay.

Di akhir Debat, moderator mempersilahkan semua pasangan calon untuk memberikan Closing Statement sebagai penutup Debat Publik Pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, dimana Pasangan Calon Nomor Urut 1 diwakili Cagub Yulius Selvanus, Nomor Urut 2 diwakili Cagub Elly Lasut, dan Nomor Urut 3 diwakili Cawagub Denny Tuejeh.

Menariknya, pada kesempatan Pasangan Nomor Urut 2 E2L-HJP memberikan Closing Statement, E2L membawakan dengan gaya oratornya, kecerdasannya, struktur bahasa, dan rektorika yang membuat para pendengar merinding karena sesuai realita kehidupan yang dialami masyarakat Sulawesi Utara.

“Luar biasa, ini calon gubernur yang pantas memimpin Sulut. Pintar, Cerdas, mengerti kebutuhan dan keinginan rakyat. Riki badiri kita pe bulu-bulu nyawa ada dengar,” ujar Misran, warganet saat menonton Live Streaming Debat Terbuka pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Berikut Closing Statement Pasangan E2L-HJP pada Debat Terbuka Pertama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut:

“Ketulusan, keikhlasan dan niat baik adalah dorongan yang kemudian kita harapkan bisa berdampak pada warga masyarakat di Sulawesi Utara ini.”

“Menurunkan angka kemiskinan, mencegah inflasi, meningkatkan kesejahteraan, menyiapkan lapangan kerja bagi anak-anak muda untuk mencegah dampak negatif dari bonus demografi adalah tujuan kami yang dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan dimaksud.”

“Kami juga memiliki visi dan misi yang sudah kami sampaikan tadi. Kami ingin membangun kemudian mengolah semua sumber daya alam yang berbasis lingkungan agar berdampak pada perekonomian masyarakat di Sulawesi Utara ini.”

“Kami juga berharap saudara-saudara sekalian dari upaya visi dan misi kami tadi, kemudian semua penderitaan yang dialami warga Sulawesi Utara akibat terjadinya covid 19 dan ancaman inflasi yang pasti telah mendera lama warga masyarakat Sulawesi Utara. Kemudian bisa membuat mereka pulih, mereka bisa recovery, dan kita kemudian akan melihat Sulawesi Utara yang sejahtera, Sulawesi Utara yang diberkati, Sulawesi Utara yang memiliki pemimpin yang mengasihi seluruh warganya yang ada.”

“Untuk itu saudara-saudara sekalian, pada kesempatan ini, saudara-saudara warga Sulawesi Utara akan tiba saatnya untuk mengambil keputusan untuk memilih siapa yang akan saudara pilih menuntun Sulawesi Utara ini menuju pada kesejahteraan.”

“Kami saudara-saudara sekalian, pasangan nomor urut 2 Elly Lasut dan Hanny, menawarkan diri dengan penuh kerendahan hati kepada seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara. Kami bukan cuma sekedar untuk membangun, atau menjadikan kami sebagai gubernur dan wakil gubernur, tetapi kami bermimpi dan berharap agar supaya anak-anak dan cucu kita itu kemudian bisa diperdayakan masuk dalam kategori warga masyarakat yang sejahtera, warga masyarakat yang diberkati, dengan konsepsi yang kami sampaikan tadi untuk menuntun Sulawesi Utara ini menuju Sulawesi Utara yang lebih hebat.”

“Saudara-saudara sekalian, pada kesempatan ini juga saya sampaikan, bahwa pengelolaan dampak dari lingkungan yang saat ini mendera Sulawesi Utara juga menjadi titik berat pandangan kami untuk segera kami selesaikan. Dimana-mana seperti Tondano, di Kabupaten Bolaang Mongondouw, yang tadinya adalah lumbung beras tetapi kemudian akibat dari alih fungsi lahan, akibat Pengelolaan tanah yang kemudian tidak berkelanjutan, tidak berkualitas, tidak bervisi, akibatnya saudara-saudara, lahan yang dulunya menghasilkan pangan yang begitu besar kemudian harus merana akibat kesalahan pengelolaan lingkungan tersebut.”

“Maka kami saudara-saudara sekalian, jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, kami akan berusaha betul memberikan sesuatu, memberikan yang terbaik bagi Sulawesi Utara ini untuk mengangkat derajat warga masyarakat Sulawesi Utara di bidang pendidikan, kualitas SDM, di bidang kesehatan, yang semuanya kami tawarkan dengan dasar ketulusan dan keikhlasan ini.

Demikian saudara-saudara yang bisa saya sampaikan, Syukur Moanto, tarima Kase, manambo nambo. Terima kasih banyak atas apa yang sudah terjadi pada malam hari ini, Terima kasih sudah mendengarkan visi dan misi kami, semoga ini kemudian bisa bermanfaat bagi warga Sulawesi Utara hari ini dan di masa yang akan datang.”

“Ely Lasut-HJP pasangan nomor urut 2, Pilih nomor 2,”pungkasnya.




Pemkot Kotamobagu Sambut Kunjugan PT KADI.

Kotamobagu- Pemerintah Kota Kotamobagu menerima kunjungan rombongan PT KADI Internasional yang berasal dari negara Jepang, pada Jumat 11 Oktober 2024 tadi.

Rombongan yang terdiri dari Mr. Tanohiro Mori (Ohmiya), Mr. Kensaku Okada, Mr. Masaki Hirano, Mr. Gitetsu Nitsijima diterima langsung oleh Pj. Wali Kota Kotamobagu Abdullah Mokoginta diruang kerjanya.

Pj. Wali Kota Abdullah Mokoginta menyampaikan bahwa rombongan yang datang berkunjung tersebut adalah personil yang merupakan para teknisi yang membangun jalan khususnya Inobonto, Kotamobagu dan Doloduo.

Sementara untuk maksud kedatangan mereka menurut Pj. Wali Kota Kotamobagu, semata – mata untuk bernostalgia, dimana pada kenyataannya, proyek besar pembangunan jalan yang mereka bangun di era orde baru, sampai saat ini masih dipergunakan oleh masyarakat setempat dengan berbagai pemanfaatan.

“Kunjungan ini merupakan kunjungan pribadi, mereka sudah pensiun, namun mereka ingin melihat karya – karya mereka apakah masih ada. Dan ketika mereka datang, Alhamdulillah karya mereka masih ada dan masih dipergunakan sampai sekarang serta masih terawat dengan baik,” terang Pj. Wali Kota.

“Atas nama Masyarakat dan Pemerintah se Bolaang Mongondow Raya mengucapkan banyak terima kasih atas karya – karya mereka yang dibangun di Bolaang Mongondow, itu sangat bermanfaat, walaupun kurang lebih lima puluh tahun lalu, namun sampai sekarang masih dinikmati oleh masyarakat,” sambungnya.

Seperti diketahui, di era orde baru, daerah – daerah yang belum memiliki akses jalan yang memadai, termasuk daerah transmigrasi, untuk hasil bumi yang ada maka para petani akan mengangkutnya menggunakan pedati dan dengan jarak tempuh yang cukup lama, namun dengan adanya pembangunan jalan tersebut, maka arus distribusi pengangkutan menjadi lebih cepat, sehingga perputaran ekonomi masyarakat makin lancar dan hasil bumi dapat cepat dipasarkan keluar.

“Karena adanya program transmigrasi pada waktu itu, maka pemerintah pusat membangun dua proyek yakni bendungan untuk mengairi sawah masyarakat dan para transmigran, proyek berikutnya adalah pembangunan jalan. Dan disitulah peran bapak – bapak ini yang membuka akses jalan. Jalan yang dulunya berbelok – belok, dibuat lurus oleh mereka yang manfaatnya untuk mempermudah jarak dan mempersingkat waktu,” terang Abdullah sambil menunjukkan beberapa dokumentasi foto yang diberikan oleh rombongan PT. KADI.

“Landasan pembangunan jalan yang dibuat begitu kuat, sehingga sampai saat ini jalan tersebut masih seperti kondisi semula, bahkan lebar jalan pun masih seperti saat awal dikerjakan, jalan masih dinikmati masyarakat banyak,” tambahnya. (*)




PJ Wali Kota Kotamobagu Hadiri Debat Calon Gubernur Sulut.

Kotamobagu- Pada Rabu malam, (09/10/2024) malam, PJ Wali Kota Abdullah Mokoginta, menghadiri Debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2024.

Agenda ini berlangsung di Hotel Sutanraja, di Kelurahan Kobo Besar, Kotamobagu Timur, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Para pasangan Calon tersebut, antara lain; Nomor urut 1, Yulius Selvanus dan Viktor Mailangkay. Nomor urut 2 Elly E Lasut dan Hanny Joost Pajouw. Dan nomor urut 3 Steven Kandow dan Denny Tuejeh.

Sekadar diketahui juga Debat ini dihadiri juga sejumlah Kepala Pemerintah Daerah di Bolmong Raya. Selain itu, dijaga ketat ratusan personil Polisi dan TNI. (*)




Abdullah Mokoginta Hadiri Peresmian Kantor BPR Modern Exprss Cabang Kotamobagu.

Kotamobagu- Pj. Wali Kota Kotamobagu, Abdullah Mokoginta, menghadiri peresmian Kantor BPR Modern Express Cabang Kotamobagu.

Peresmian ini dilaksanakan pada Kamis 10 Oktober 2024, di Kelurahan Matali Kecamatan Kotamobagu Timur.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya Kantor BPR Modern Express Cabang Kotamobagu,” ucap Pj Wali Kota.

“Bagi Pemerintah Kota Kotamobagu kegiatan peresmian ini juga merupakan kegiatan yang sangat strategis, karena selain merupakan bukti akan iklim investasi dan ekonomi di Kota Kotamobagu yang terus mengalami kemajuan, peremismian kantor cabang BPR Modern Express di daerah ini, juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” ujarnya.

Kegiatan Peresmian Kantor BPR Modern Express Cabang Kotamobagu tersebut juga turut dihadiri secara Virtual oleh CEO PT. Modern Multiartha, Sonny Waplau, Bob Sugiarto dan Robinson Sanjaya, Jajaran Direksi dan Komisaris PT. Modern Multiartha, serta dihadiri secara langsung oleh Group Head Bisnis BPR Modern Express, Danny Sumampouw, Kadiv Bisnis Area 2 BPR Modern Express, Idham. H. Hasan, Kepala Cabang BPR Modern Express Cabang Kotamobagu, Muh. Arif Masulili, sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu serta perwakilan sejumlah Bank di Kota Kotamobagu. (*)




Amir Liputo Jelaskan Persoalan TPA Ilo-ILo

Sulut – Anggota DPRD Sulut, Amir Liputo mengatakan, ada persoalan di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Ilo-Ilo. Hal itu disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Dapil Kota Manado ini saat diwawancarai usai rapat paripurna, Rabu (09/10).

Persoalan itu, kata Amir, semestinya TPA ini dibangun harus bersamaan dengan tempat pengelolaan sampah itu sendiri.

“Sekarang tempatnya sudah jadi. Kita tinggal membangun pengelolaan sampahnya, sehingga sampah yang masuk dikelola dulu baru dibuang ke TPA sampah,” ungkapnya

Amir mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Kementerian PUPR bidang persampahan. Dan dari pihak kementerian itu sendiri tinggal menunggu respon dari Gubernur yang baru, dan mereka siap membantu Sulut untuk membantu pembuatan proses daur ulang sampah di TPA Ilo-Ilo.

Selain itu, lanjut Amir, bahkan sudah ada pengusaha yang akan masuk. Namun diketahui bersama, kemampuan sampah kita ini tidak konsisten. Dan diperparah lagi masyarakat belum mampu memilah mana sampah yang bisa diolah kembali, dan mana yang harus dibuang.

“Semua juga tergantung kesadaran masyarakat. Kedepannya perlu juga kita melakukan pendekatan edukasi kepada masyarakat terkait pengolahan sampah,” pungkasnya.




Yasti Full Time Menangkan SKDT di Pilgub :  Sekprov Sulut Putra BMR

Steven Kandouw – Denny Tuejeh – Yasti Soepredjo Mokoagow/ist

Kotamobagu, detiKawanua.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw-Alfret Denny Tuejeh (SK-ADT), melaksanakan beberapa agenda kampanye pada sebagian titik di Bolaang Mongondouw Raya (BMR).

Dalam kunjungan silaturahminya, SK-ADT disambut ribuan masyarakat. Sejumlah tokoh politik dari PDI Perjuangan BMR semisal Yasti Soepredjo Mokoagow juga terlihat di tempat itu.

Yasti yang juga Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Utara juga ikut mengawal SK-ADT pada debat publik pertama.

Sosok ternama dari Bolaang Mongondouw yang baru saya dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024-2024 itu menegaskan akan mengawal SK-ADT pada Pemilihan Gubernur dsn Wakil Gubernur Sulut.

“Kita harus linear, saya di DPR RI tegak lurus di Provinsi Pak Steven dan Pak Denny meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh  pak Olly dan pak Steven. Saya akan full time untuk pasangan 3 (Tiga) double, untuk Tiga di Provinsi dan Tiga di Kotamobagu, tidak ada lain harus Tiga double jika kita ingin Sulawesi Utara maju dan Kotamobagu maju,” tegas Yasti.

Mantan Bupati Bolmong itu membeberkan, jika SK-DT menang sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, maka Sekprov Sulut akan dijabat figur dari Bolaang Mongondow.

“Jika pak Steven dan pak Denny insyaallah dilantik, maka calon Sekprov tentunya putra asli Poyowa Besar,” kata dia.

Yasti yang saat ini sedang didorong ke Komisi Lima DPR RI menegaskan siap berjuang untuk pembangunan BMR.

“BMR dan Sulut butuh infrastruktur. Insya Allah kalau saya di Komisi Lima maka pembangunan infrastruktur akan terus berkelanjutan di Sulut,” tegasnya.

“Sejujurnya tugas saya adalah memantapkan infrastruktur yang sudah dimantapkan pasangan OD-SK,” ungkapnya.

Ia berjanji usai pelantikan Presiden 20 Oktober 2024 mendatang, Yasti akan kembali ke Sulut untuk memenangkan pasangan SK-DT di Pilgub Sulut dan NK-STA di Pilwako Kotamobagu.

“Saya ada untuk memenangkan calon-calon kepala daerah dari PDIP mulai dari Provinsi hingga Kabupaten dan Kota,” ungkapnya.

“Ada Kota Kotamobagu, Bolmong, Bolsel, Bolmut dan Boltim, khusus BMR PDIP harus jaya,” tandasnya. **




Polemik RSUD Pratama Damau, Ini Penjelasan Kadinkes Sulut

Sulut, detiKawanua.com – Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dr. Debbie K. R. Kalalo menegaskan, RSUD Pratama di kKecamatan Damau itu kewenangan Kabupaten Talaud. Sedangkan surat Wakil Gubernur Sulut perihal hasil fasilitasi rancangan peraturan Bupati tersebut untuk minta rekom tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) RSUD Pratama Damau.

“Ini dasar mau buat struktur organisasi bukan ijin operasional (RSUD Pratama Damai Talaud),” terang Kalalo, Rabu 09 Oktober 2024.

Tidak sampai situ, Kalalo pun menjawab melalui klarifikasi terkait proses perizinan RSUD Pratama Damai Kabupaten Kepulauan Talaud, demikian uraiannya:

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, maka Rumah Sakit Kelas D Pratama adalah rumah sakit umum yang memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat untuk peningkatan akses bagi masyarakat pada daerah yang memenuhi kriteria daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah kepulauan atau pulau-pulau kecil terluar, daerah tertinggal, daerah yang belum tersedia rumah sakit atau rumah sakit yang telah ada sulit dijangkau akibat kondisi geografis.

Mengacu pada hal tersebut, maka Kementerian Kesehatan memberikan bantuan pembiayaan untuk pembangunan Rumah Sakit Kelas D Pratama di daerah lengkap dengan fasilitas, sarana prasarana dan alat kesehatan dengan catatan bahwa Daerah yang akan menerima bantuan tersebut wajib membuat komitmen untuk pemenuhan ketenagaan sesuai dengan standar dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan pertimbangan aksesibilitas pelayanan kesehatan maka Kementerian Kesehatan membangun Rumah Sakit Kelas D Pratama di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Saat ini Rumah Sakit tersebut telah selesai dibangun namun belum beroperasi dengan alasan belum terbit izin operasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, maka untuk memperoleh izin operasional, suatu Rumah Sakit harus memenuhi peryaratan sebagaimana terdapat dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, mencakup pemenuhan ketenagaan, sarana prasarana dan alat kesehatan.

Untuk pemenuhannya maka dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, diatur bahwa rumah sakit harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Pada tanggal 3 Juli 2024, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud menghubungi Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui WhatsApp Call untuk berkonsultasi terkait pengurusan izin operasional RSUD Pratama Damau. Pihak Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menjelaskan tentang :

1. Izin Operasional Rumah Sakit Kelas D Pratama, Kelas D dan Kelas C diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Talaud setelah terbitnya Notifikasi atau Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud;

2. Notifikasi/Rekomendasi diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud setelah dilakukan visitasi oleh Tim Visitasi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan;

3. Tim Visitasi sebagaimana dimaksud pada angka (2) terdiri dari :

a. Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara;
b. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud;
c. DPMPTSP Kabupaten kepulauan Talaud;
d. Organisasi Perumahsakitan :
1) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI);
2) Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA);

4. Rumah Sakit wajib melakukan pemenuhan persyaratan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan, dimana salah satu persyaratan mutlak adalah pemenuhan ketenagaan dan Struktur Organisasi Dan Tata Kerja (SOTK) Rumah Sakit.

5. Pengisian dokumen self assessment serta contoh dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Dalam komunikasi tersebut, Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud memahami dan menyampaikan bahwa akan melaporkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud untuk proses lebih lanjut.

Pada tanggal 5 Juli 2024, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menghubungi Kepala Bidang pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud untuk mengkonfirmasi kembali terkait kesiapan untuk pemrosesan Izin Operasional RSUD Pratama Damau dan diperoleh informasi bahwa masih dalam persiapan untuk pengurusan PKKPR.

Pada tanggal 9 Oktober 2024, dilakukan konfirmasi kembali, dan diinformasikan bahwa sementara menunggu terbitnya Peraturan Bupati Kepulauan Talaud terkait Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) RSUD Pratama Damau. Berdasarkan hasil konfirmasi ini, maka Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud untuk pelaksanaan Visitasi bila persiapan telah selesai dan pemenuhan persyaratan telah dirampungkan. **




15 Pejabat Eselon III dilantik dan diambil Sumpah Gubernur Olly

Sulut, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, melantik dan mengambil sumpah 15 pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (10/10/2024). Upacara pelantikan berlangsung di ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut.

Dalam sambutannya, Dondokambey menyampaikan kepercayaan bahwa para pejabat yang baru dilantik akan melaksanakan tugas mereka dengan baik.

“Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang dipercayakan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulut kepada Johnny Suak.

Beberapa pejabat yang dilantik antara lain Christian Iroth sebagai Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sulut, dan Hendra Tambajong sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sulut. **




Konsep Pariwisata Debat Cagub-Cawagub, E2L Galakkan Ekowisata Berbasis Konservasi

Kotamobagu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar debat perdana Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulut pada Pilkada 2024, Rabu (09/10) bertempat di Hotel Sutan Raja Kota Kotamobagu.

Debat perdana yang diselenggarakan KPU Sulut ini mengangkat tema
“Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Parawisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Tata Ruang Wilayah Yang Berwawasan Lingkungan”.

Dalam kesempatan tersebut, Calon Gubernur Elly Engelbert Lasut (E2L), mendapat pertanyaan dari panelis terkait strategi pasangan calon E2L-HJP dalam mengembangkan wisata berbasis budaya lokal di Sulut tanpa merusak keaslian budaya.

Menjawab pertanyaan dari panelis, Politisi senior ini menyampaikan, akan menggalakkan ekowisata berbasis pada konservasi yang berdampak pada pembangunan wisata di Provinsi Sulut tanpa merusak lingkungan.

lanjut E2L, pembangunan wisata itu nantinya akan diarahkan pada usaha untuk mengakses destinasi wisata yang baru, atau membangun destinasi wisata yang akses menuju ke tempat tersebut pantas dan wajib untuk digalakkan.

Calon nomor urut 2 ini juga mengatakan, konsep tentang dampak ekonomi pembangunan pariwisata terhadap masyarakat itu juga sangat penting untuk di bangun pemerintah provinsi.

“Sebagai contoh, orang mengakses destinasi wisata, kemudian masyarakat menyiapkan kulinernya, masyarakat menyiapkan souvenirnya, semua itu adalah bagian dari ekowisata yang kemudian kita harapkan tidak merusak lingkungan,” kata E2L.

Untuk menghindari kerusakan lingkungan, E2L menegaskan, akan mengisi pembangunan pariwisata itu secara sustainable atau berkelanjutan.

“Itu nantinya akan berdampak positif pada warga masyarakat. Sehingga lingkungan tetap aman, itu akan tetap longter atau panjang, sehingga dampaknya kepada masyarakat bukan cuma pada waktu-waktu tertentu saja,” tandasnya.




E2L Keliru Jawab Pertanyaan SK, Akhirnya Akui Sejalan

Kotamobagu, detiKawanua.com – Pertanyaan yang dilontarkan Calon Gubernur nomor urut tiga Steven Kandouw (SK), soal optimalisi renewable energy atau energi terbarukan, tak mampu dijawab dengan baik oleh Cagub nomor urut dua Elly E Lasut (E2L), saat Debat Publik Pertama, di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, pada Rabu (9/10/2024).

Dalam pertanyaannya, SK menjelaskan, Sulawesi Utara dijuluki sebagai ‘promotion land of renewable energy’ oleh APEK. Dan, itu memang betul karena 60 persen sumber energi di Sulut sudah dari energi terbarukan, dibanding rata – rata nasional belum sampai 30 persen. “Bagaimana kebijakan yang akan paslon nomor urut dua laksanakan berhubungan dengan konsep energi terbarukan ini?” tanya SK kepada E2L.

E2L pun menjawab pertanyaan yang disodorkan tersebut. “Pembangkit listrik tenaga air itu bergantung pada kecepatan atau debit air yang mengalir di sungai itu. Air sungai tentunya bergantung dari penghijuan, reboisasi atau tanaman – tanaman di sekitar yang kemudian menahan air dan kemudian menghasilkan air,” tutur E2L.

“Maka konsep untuk energi terbarukan itu sebenarnya hanya berdasarkan pada kemampuan kita untuk mengelola lingkungan, semuanya harus berbasis pada konservasi pada lingkungan agar supaya penempatan energi terbarukan ini betul – betul berbasis lingkungan dan tidak merusak lingkungan,” kata E2L.

“Sebagai contoh, penggunaan gelombang laut dan angin itu adalah bagian – bagian dari bagaimana kita mengembangkan energi terbarukan tersebut. Hanya saja memang kita membutuhkan modal yang besar. Nah, untuk kerjasama dengan APBN atau pemerintah pusat untuk menghadirkan pengadaan alat – alat yang menghasilkan energi terbarukan itu,” ujar E2L.

“Itu juga terasa penting dan juga investasi dari APBD bekerjasama dengan pihak swasta, untuk menghadirkan investasi tentang menghadirkan energi terbarukan itu juga menjadi konsep kami untuk membangun Sulut,” tukasnya.

Steven Kandouw pun mendapat kesempatan menanggapi jawaban dari Elly Lasut.

“Yang saya maksud dengan optimalisasi renewable energy, bukan bagaimana kita menjaga lingkungan supaya airnya tetap kencang dan banyak, tapi bagaimana mengoptimalkan yang sudah ada sekarang,” jelas Kandouw.

“Contohnya geothermal yang sudah 40 Mega Watt ini bagaimana kita manfaatkan langsung. Seperti kepada rumah tangga – rumah tangga, pastinya harganya akan jauh lebih murah dari harga listrik yang ada sekarang di PLN, sehingga masyarakat akan tidak terbeban,” terangnya.

“Yang kedua kita dorong terus energi terbarukan supaya kita mendapatkan kompensasi dari dunia internasional yang namanya karbon trade. Sulut sudah mendapatkan sekitar 8 miliar rupiah dan kita akan optimalkan itu apabila energi terbarukan kita capai sampai 80 persen, niscaya kabon trade yang akan kita dapatkan itu 80 miliar rupiah,” tukas Steven.

Ketika diberi kesempatan kembali menanggapi, E2L pun mengakui sejalan dengan SK.

“Justru itulah yang kita sampaikan bahwa semuanya itu adalah harapan. Kita berkeinginan yang sama, saya sejalan pemikirannya dengan sahabat saya ini, Pak SK. Karena itulah titik persoalannya kita akan membangun sumber geothermal, sumber tenaga air, sumber tenaga angin dan gelombang, semuanya perlu investasi dan investasi itulah yang perlu kita lakukan. Apakah itu dari swasta atau kah dari pemerintah pusat,” tukas Elly. **