KPU Sulut Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS

Sulut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar simulasi Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Hasil Suara untuk Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota di Pilkada Serentak 2024, Jumat (18/10) bertempat di halaman Kantor KPU Sulut.

Kegiatan simulasi ini dihadiri langsung Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI Idham Holik.

Dalam sambutannya, Idham Holik menegaskan bahwa kegiatan simulasi ini, sebagai satu sarana untuk melakukan pembelajaran dan mengevaluasi sampai mana efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemungutan penghitungan suara.

“Kami Sebagai penyelenggara Pilkada harus memastikan bahwa proses pemungutan dan penghitungan suara ini berjalan lebih baik lagi dan berjalan lebih tertib,” ujar Holik.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi pesan kepada masyarakat provinsi Sulut, bahwa penyelenggara Pilkada sudah sangat siap untuk memberikan pelayanan di hari pemungutan suara.

“Kegiatan ini tentunya juga menjadi hal penting buat kita bersama untuk mengetahui sampai sejauh mana pemilih  memiliki literasi berkaitan dengan penggunaan hak pilihnya,” terangnya.

Ia pun meyakini, rekan-rekan dari Penyelengara Pilkada di Provinsi Sulut yang telah melakukan kegiatan sosialisasi ini sudah cukup efektif.

“Dari sisi literasi pemilih hari ini bisa semakin meningkat. Literasi pemilih merupakan hal yang sangat penting bagi kita dalam rangka melakukan konsolidasi demokrasi, kegiatan kali ini juga memberikan pelajaran bagi kita semua tentang arti penting dari hak-hak saksi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara,” jelasnya.

“Begitu juga kegiatan kali ini menyampaikan pesan kepada kita tentang peran strategis dari pengawas TPS. Itulah kenapa dari sisi tata letak kursi atau tempat duduk saksi, kami tempatkan di belakang Ketua dan anggota KPPS atau KPPS 1 KPPS 2 dan KPPS 3. Karena untuk memastikan bahwa mereka yang menerima surat suara itu adalah pemilih yang berhak pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih tetap, pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih pindahan, pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih tambahan, dan mereka memenuhi administrasi yaitu membawa identitas kependudukan ataupun surat pemberitahuan,” tambahnya.

Lanjutnya, tujuan ditempatkannya saksi dan pengawas TPS di belakang Ketua dan anggota KPPS untuk memastikan ketua KPPS menandatangani bagian depan surat suara.

“Kenapa surat suara harus ditandatangani, ini berkaitan dengan penentuan suara sah dan tidak sahnya. Apabila ada surat suara tidak ditandatangani maka surat suara dinyatakan tidak sah apabila sudah terlanjur kehitung karena ini berkaitan dengan hak kedaulatan kita sebagai warga dalam menentukan pilihan politik sehingga itulah alasan kenapa kami mengubah tempat duduk TPS, untuk memastikan tidak ada human error dalam proses pemungutan dan penghitungan suara ini,” ungkapnya.

Terkait pelayanan terhadap pemilih prioritas, itu adalah pemilih yang harus diperlakukan dengan perlakuan khusus baik itu pemilih disabilitas ataupun pemilik lansia.

“Saya berharap dalam prakteknya di lapangan pada hari pemungutan suara mohon kursi prioritas ditulis dengan kalimat kursi prioritas, itu harus ada dan tidak boleh diduduki oleh pemilik pada umumnya.Karena kita ketahui antrian di antara antrian pemilih pasti ada yang namanya kategori pemilih prioritas baik lansia maupun disabilitas,”pungkasnya, sambari berterima kasih kepada KPU Provinsi Sulut yang melibatkan secara aktif rekan pemilih disabilitas (*)




Bersama Stakeholder Terkait, Otban Wilayah VIII Manado Deklarasi Zona Integritas Menuju WBBM

Manado, detiKawanua.com – Otoritas Bandara Udara (Otban) Wilayah VIII Manado menggelar Launching Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sekaligus Penandatangan Deklarasi Zona Integritas, Jumat (18/10/2024) bertempat dihalaman Kantor Otban VIII Manado.

Dikatakan Kepala Otban Manado, Ambar Suryoko, Deklarasi ini dilakukan pihaknya bersama Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Manado, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Manado, Balai Karentina Hewa Ikan dan Tumbuhan Sulut, Balai Karentina Kesehatan Kelas 1 Manado, Perwakilan Pangkalan TNI AU Samratulangi Manado, Perwakilan Pangkalan Udara TNI AL Manado, Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado, PT. Angkasa Pura Cab. Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Semua ini berkat kolaborasi dan dukungan dari teman-teman semua, yang sudah kita lakukan dari tahun-tahun kemarin,” ungkap Suryoko dalam sambutanya seraya menyebutkan terakhir kali juga kita kerja bersama saat penanggulangan dampak Erupsi Gunung Ruang, yang dampaknya hingga ke Luar Negeri.

Dijelaskanya, kegiatan ini merupakan rangkain acara Peringatan Hari Perhubungan Nasional sekaligus tindak lanjut dari Periolehan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Tahun 2021 kepada Kantor Otban Wilayah VIII Manado.

“Tujuannya adalah bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada penerima jasa, masyarakat dengan layanan cepat, transparan, akuntabel, dan tidak ada pungli dari Otban,” tegasnya.

Sebab, kata dia, tugas pelayanan dari Kantor Otban ini untuk menunjang di dalam penerbangan yang aman dan nyaman.

“Jika ada kawan-kawan kena pungli sampaikan ke saya, komitmen saya memberantas pungli. Kami mohon dukungan dari teman-kawan semua,” tegasnya.




Fakta Hasil Survey, Trend Elektabilitas E2L Meros, Berikut Datanya

RESMI: Rilis hasil survey yang dikeluarkan Indonesian Politic Research pada Oktober 2024 yang memperlihatkan adanya trend penurunan elektabilitas dari Paslon E2L-HJP.

Sulut, detiKawanua.com – Elektabilitas Calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Elly Engelbert Lasut (E2L), yang pada awalnya unggul dalam berbagai survei, kini mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data dari sejumlah lembaga survei kredibel, tren elektabilitas E2L menurun drastis, memunculkan pertanyaan mengenai kinerja dan efektivitas kepemimpinannya, terutama di Kabupaten Kepulauan Talaud yang selama ini ia pimpin.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam survei yang dilakukan pada 1-7 September 2024 menunjukkan elektabilitas pasangan Elly Lasut-Hanny Joost Pajouw berada di angka 53,3%.

Meskipun masih terbilang tinggi, angka ini merupakan penurunan yang signifikan dibandingkan survei LSI pada Maret dan April 2024, di mana elektabilitas E2L mencapai 59%. Dengan penurunan sebesar hampir 6%, muncul kekhawatiran bahwa popularitas E2L tidak lagi sekuat sebelumnya.

Penurunan tren ini tidak berhenti di sana. Hasil survei Poltracking Indonesia, yang dilakukan pada 15-21 September 2024, semakin mempertegas tren penurunan elektabilitas E2L. Berdasarkan survei ini, Elly Lasut hanya memperoleh angka elektabilitas sebesar 48,1%, lebih rendah dari hasil yang diperoleh pada survei LSI sebelumnya. Poltracking Indonesia mengambil sampel dari 800 responden dengan margin of error sebesar ±3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Penurunan elektabilitas E2L semakin jelas terlihat dalam survei terbaru yang dirilis oleh Indonesian Politic Research pada Oktober 2024. Lembaga tersebut mencatat bahwa elektabilitas E2L kini berada pada angka 41,35%, menunjukkan penurunan yang terus berlanjut dan semakin memperlemah posisinya dalam bursa Pilkada Sulut 2024.

Banyak pihak mulai mempertanyakan penyebab penurunan elektabilitas Elly Engelbert Lasut. Salah satu Pemerhati Politik Sulut Dr Jhony Lengkong, menilai bahwa penurunan tersebut bisa dimaknai sebagai sinyal kesadaran masyarakat terhadap kepemimpinan E2L, terutama ketika mengacu pada kinerjanya sebagai Bupati Kepulauan Talaud hampir 15 tahun.

“Jika masyarakat tidak merasa senang, maka wajar jika elektabilitas E2L terus menurun. Itu berdampak terhadap tingkat kepuasan dan kesadaran masyarakat juga kecerdasan rakyat Sulut melihat bahwa, apakah Kabupaten Kepulauan Talaud yang dipimpin E2L tidak menunjukkan perubahan yang signifikan atau seperti apa,” ujar Lengkong.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang tidak memberikan perubahan nyata di daerah yang dipimpinnya menjadi cermin bagi masyarakat untuk menilai apakah seorang calon mampu membawa kemajuan di level yang lebih luas.

Lengkong juga menggarisbawahi bahwa penurunan elektabilitas sering kali merupakan refleksi dari kegagalan seorang pemimpin dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. “Penurunan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan seseorang dalam satu daerah tidak disukai masyarakat. Jika dalam lingkup kecil seperti Talaud saja kinerjanya dinilai tidak memuaskan, bagaimana masyarakat Sulut bisa mempercayakan provinsi,” tambahnya.

Dengan penurunan elektabilitas yang begitu signifikan, tantangan besar kini menanti Elly Lasut dalam upayanya untuk merebut posisi Gubernur Sulut. Kompetitor lain, seperti Steven Kandouw dan Alfred Denny Tuejeh, juga ada Paslon Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay yang elektabilitasnya justru terus meningkat, memberikan tekanan kuat bagi E2L untuk segera memperbaiki strategi kampanyenya jika ingin tetap kompetitif dalam Pilkada 2024.

Selain itu, semakin dekatnya waktu pemilihan juga mempersempit ruang gerak E2L untuk melakukan perbaikan citra. Dengan berkurangnya dukungan dari berbagai kalangan, terutama generasi muda dan kalangan pemilih rasional, E2L dihadapkan pada realitas bahwa popularitas semata tidak cukup untuk menjamin kemenangan dalam kontestasi politik. Ia harus menunjukkan kinerja nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulut jika ingin kembali mendapatkan kepercayaan pemilih.

Meskipun masih ada waktu sebelum hari pemilihan tiba, tren penurunan elektabilitas E2L ini menjadi peringatan keras bahwa kepemimpinan dan visi politiknya harus lebih jelas dan terukur. Jika tidak, penurunan ini bisa menjadi awal dari kekalahan yang lebih besar dalam Pilkada Sulut 2024. ***




Gubernur Olly Hadiri Langsung Pelantikan Lima Anggota BPK RI Periode 2024-2029

Sulut, detiKawanua.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey menghadiri langsung pelantikan lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2024-2029, bertempat di Gedung Mahkamah Agung (MA), Kamis (17/10/24).

Tak hanya Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Terlihat sejumlah tokoh penting juga turut hadir dalam acara ini.

Termasuk mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPR Puan Maharani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap anggota BPK yang baru.

Upacara pelantikan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Sunarto.

Kelima anggota BPK yang dilantik adalah Akhsanul Khaq, Bobby Adhityo Rizaldi, Budi Prijono, Daniel Lumban Tobing, dan Fathan Subchi.

Mereka terpilih setelah melewati uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang dilaksanakan oleh DPR pada awal September 2024, menyisihkan 74 calon lainnya. (Advetorial Diskominfo Sulut)




Solit Bergerak, PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi Menangkan SKDT dan JG-KWL

Minut, detiKawanua.com – Dalam upaya memperkuat basis dukungan di Minahasa Utara (Minut), PDI Perjuangan menggelar konsolidasi khusus untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 2 dan 3 di JG Center, Kamis (17/10) pagi.

Acara ini dihadiri oleh ratusan kader PDI Perjuangan yang tersebar di wilayah Minut, serta para tokoh penting partai, termasuk Calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) nomor urut 3, Steven Kandouw, dan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Minut, Joune Ganda (JG) dan Kevin William Lotulung (KWL).

Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan soliditas kader dalam mengawal kemenangan Paslon Steven Kandouw dan Denny Tuejeh (SKDT) untuk Pilgub Sulut, serta JG-KWL dalam pemilihan Bupati Minut. Kader partai diingatkan untuk menjaga semangat dan terus memperkuat organisasi agar dapat mengatasi tantangan politik yang ada, terutama menjelang pemilihan.

Dalam kesempatan tersebut, Steven Kandouw menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut sangat konsisten dalam mendukung pembangunan di Minut, yang menjadi salah satu pusat perhatian Pemprov karena potensi pariwisatanya yang besar. Salah satu bukti komitmen tersebut adalah upaya Pemprov Sulut dalam membangun infrastruktur, seperti pembangunan dan peningkatan kualitas jalan Bandara-Likupang yang bertujuan untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan.

“Minut diberkati dengan KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, yang merupakan hadiah dari Pemerintah Pusat. Kami di Pemprov Sulut sangat mendukung ini dengan membangun infrastruktur yang mendukung aksesibilitas. Jalan Bandara-Likupang yang saat ini ditingkatkan adalah contoh nyata dari upaya kami dalam mendorong sektor pariwisata yang berkelanjutan di Minut,” kata Steven Kandouw.

Ia juga menambahkan bahwa visi SKDT untuk Kabupaten Minut telah disiapkan dengan matang, dimana pembangunan yang direncanakan akan lebih tepat sasaran sesuai dengan potensi daerah. “Sudah ada segmen pembangunan khusus yang kami siapkan untuk Minut. Pembangunan daerah harus mengikuti market value dan mengembangkan apa yang menjadi keunggulan daerah tersebut. Dengan begitu, kita bisa lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Minut,” tambah Steven.

Steven Kandouw juga menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat Minut sangat besar. Ia meminta agar seluruh kader PDI Perjuangan di Minut terus solid dan mendukung penuh program-program pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemprov Sulut, di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK). Menurutnya, dukungan dari masyarakat dan kader PDI Perjuangan sangat penting untuk melanjutkan pembangunan berkelanjutan yang sudah dimulai.

“Saya meminta kepada seluruh kader dan masyarakat Minut agar terus bersama dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Minut dan Sulut yang lebih maju. Apa yang telah kami bangun dalam pemerintahan OD-SK harus terus dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat kita,” ucap Steven.

Ia juga mendorong para kader untuk mensosialisasikan capaian-capaian pemerintahan OD-SK kepada masyarakat luas. Menurutnya, soliditas dan kerja keras kader di lapangan akan sangat menentukan hasil pemilihan nanti.

Acara konsolidasi ini turut dihadiri oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, serta pasangan calon JG-KWL yang siap memimpin Kabupaten Minut. Reza Rumambi mengingatkan bahwa kemenangan dalam pemilihan mendatang hanya bisa diraih jika seluruh kader partai tetap kompak dan bekerja keras.

“Kita harus solid, harus satu komando, dan harus bekerja keras. Tidak ada kemenangan yang datang dengan mudah, tetapi dengan kekuatan kader PDI Perjuangan di Minut, saya yakin kita bisa memenangkan paslon yang kita usung,” ujar Rumambi.

Konsolidasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh kader PDI Perjuangan untuk terus berjuang memenangkan pasangan SKDT dalam Pilgub Sulut, serta JG-KWL dalam pemilihan Bupati Minut. Dukungan dari kader dan masyarakat diyakini akan menjadi kunci utama dalam memastikan kemenangan di pemilihan yang semakin dekat ini. **




Logistik Surat Suara Pilgub Untuk KPU Kotamobagu, Lengkap Pengawalan.

POLITIK- Logistik Surat Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), untuk pendistribusian di KPU Kotamobagu dikawal ketat oleh Personil Polres Kotamobagu.

Dari informasi yang diperoleh Detikawanua.com, sejumlah Personil dari Polres Kotamobagu dan Tim dari KPU, beberapa waktu lalu sebelum berita ini tayang, mereka berada di Manado.

Rute yang akan mereka lalui untuk mendistribusikan Surat Suara tersebut, antara lain Kabupaten Minsel, Kabupaten Bolmong, dan Bolsel, serta Kotamobagu.

Ketua KPU Kotamobagu, Mishart A Manoppo, mengakui hal tersebut. “Ada pengawalan,” sahutnya saat ditanya. Lanjutnya, hal tersebut dikawal dengan lengkap. “Ada lengkap pengawalan,” sambungnya. (*)




FGD Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Digelar Bappelitbangda Kotamobagu, Demi Pembangunan Berkelanjutan.

Kotamobagu- Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotamobagu kembali melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 17 Oktober 2024, di aula kantor Bappelitbangda Kotamobagu.

FGD ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pemateri yang kompeten di bidangnya, serta peserta dari berbagai sektor yang berkepentingan dengan isu pangan dan gizi di wilayah Kotamobagu.

Di antaranya adalah Assisten II Kota Kotamobagu, Adnan, yang hadir mewakili pemerintah daerah, sekaligus membuka kegiatan ini, Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Chelsia Paputungan, pemateri hingga peserta FGD.

Menurut Kepala Bappelitbangda, Chelsia Paputugan, salah satu tujuan utama dari pelaksanaan FGD ini adalah untuk menyusun dan memperkuat Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi yang komprehensif.

“RAD ini akan menjadi landasan dalam merencanakan dan melaksanakan kebijakan serta program di bidang ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat di Kotamobagu,” ujarnya.

Ketahanan pangan dan gizi merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan daerah. Bappelitbangda menekankan bahwa upaya menjaga ketersediaan pangan yang berkualitas serta meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi merupakan kunci untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kotamobagu yang terus berkembang.

Selain itu, melalui FGD ini, berbagai pemangku kepentingan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam memberikan masukan dan pandangan mereka terkait isu-isu strategis yang berhubungan dengan ketahanan pangan dan gizi.

“Masukan tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk merumuskan strategi yang lebih baik dalam mengatasi tantangan yang ada,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta pihak swasta yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi di daerah ini.

Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam mengenai masalah-masalah aktual yang dihadapi, baik dalam hal ketersediaan pangan maupun kualitas gizi masyarakat.

Salah satu pemateri yang hadir dalam FGD ini adalah pakar di bidang pangan dan gizi yang memberikan pandangan terkait pentingnya sinergi antara berbagai program pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kualitas gizi serta pentingnya peningkatan program edukasi kepada masyarakat terkait pola makan sehat serta akses yang lebih baik terhadap pangan yang berkualitas.

Kotamobagu sebagai salah satu kota yang sedang berkembang pesat di Sulawesi Utara, memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan regional.

“Oleh karena itu, melalui FGD ini, Bappelitbangda berharap dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses yang merata terhadap pangan sehat dan bergizi,” kata Chelsia. (*)




Dinsos Kotamobagu Kembali Menanggapi Sembako Bagi Korban Terdampak Musibah di Gogagoman.

Kotamobagu- Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, kembali menanggapi terkait bantuan bagi 7 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musibah Kebakaran sejumlah rumah di Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat pada Jumat (11/10/2024) lalu.

Pasca kebakaran waktu itu, diketahui Pemkot langsung merespon memberikan pertolongan bagi 7 KK tersebut, dimana sejumlah orang yang masuk dalam data tersebut langsung dibawa ke rusunawa di RSUD Kotamobagu untuk sementara.

Dinsos sendiri, memberi sembako bagi mereka sejak itu hingga hari ini.” Barusan dapat info dari kabid kalau terakhir hari ini untuk makannan jadi,” kata Nova C Manoppo, Kepala Dinsos.

Lanjutnya lagi, untuk besok mereka mulai mandiri. “Jadi mulai besok sudah mandiri, tapi untuk sembako masih tersedia di posko,” pungkasnya. (*)




Dinsos Kotamobagu Masih Terus Fasilitasi Sembako Bagi Korban Terdampak Kebakaran.

Kotamobagu- Hingga Rabu (16/10/2024), Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Kotamobagu masih terus memberikan bantuan bagi 7 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Kebakaran Rumah di Kelurahan Gogagoman, Kotamobagu Barat, pada Jumat (11/10/2024) lalu.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinsos Kotamobagu, Noval C Manoppo. “Iya, sampai hari ini kami masih memberikan bantuan sembako bagi mereka. Jumlah korban terdampak kebakaran juga tak sedikit,” ucap Noval.

Menurutnya, hal tersebut akan berhenti sampai pada ekonomi mereka mulai stabil. “Sembako yang kami berikan, itu akanberhenti sampai ekonomi mereka mulai stabil, sehingga untuk sekarang masih kami berikan bantuan,” ungkapnya. (*)




‘Menuju Kemenangan’, Elektabilitas SKDT Terus Naik Salip Elly-HJP

Sulut, detiKawanua.com – Pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw (SK) dan Alfred Denny Tuejeh (ADT), mulai bernafas lega.

Menurut Husin Yazid, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Puskaptis, elektabilitas pasangan ini terus mengalami peningkatan signifikan, melampaui pesaing utama mereka, Elly Engelbert Lasut (EEL) dan Yulius Selvanus Lumbaa (YSL) – Viktor Mailangkay.

“Trend kenaikan elektabilitas SK-ADT sangat mencolok. Mereka kini unggul solid dibandingkan dengan pasangan EEL dan YSL, terutama jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya,” ungkap Husin Yazid.

Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pasangan SK-ADT semakin kuat seiring dengan berbagai program strategis yang mereka tawarkan untuk pembangunan Sulut ke depan.

Kenaikan elektabilitas SK-ADT tak lepas dari reputasi Steven Kandouw sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan track record cemerlangnya selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut.

Denny Tuejeh, sebagai figur intelektual dan berpengalaman di bidang kebijakan publik, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih.

Survei terbaru ini semakin mengukuhkan posisi SK-ADT sebagai kandidat terkuat menuju kemenangan dalam Pilkada 2024, mengalahkan lawan-lawannya. Masyarakat Sulawesi Utara kini semakin optimis dengan pasangan yang dinilai mampu membawa perubahan dan kemajuan nyata bagi daerah.

Dengan hasil survei yang begitu positif, peluang kemenangan pasangan SK-ADT semakin terbuka lebar. Terlebih, dukungan dari berbagai kalangan terus mengalir, memastikan momentum kemenangan tetap berada di tangan mereka. **