Abdullah Mokoginta dan Tim TPID Ikuti Rapat Secara Virtual Oleh Kemendagri RI.

Kotamobagu- Abdullah Mokoginta, selaku PJ Wali Kota Kotamobagu, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), ikuti rapat evaluasi penanganan inflasi. Hal tersebut digelar secara virtual bersama Kemendagri Republik Indonesia (RI). Senin (04/11/2024).

Agenda ini tujuannya merumuskan langkah-langkah akan dilakukan Pemerintah Daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan, sebagaimana arahan Kemendagri.

“Di Kota Kotamobagu sendiri, untuk menekan laju inflasi, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai langkah, salah satunya Gerakan Pangan Murah. Selain itu, kami juga terus memantau harga dan pasokan sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran. Apabila diperlukan, kita akan mempertimbangkan opsi mendatangkan pasokan dari luar daerah,” ucap Abdullah.

Menurutnya keadaan inflasi di Kotamobagu masih terkendali, kalau dibanding dengan bulan sebelumnya. Dirinya berharap juga kepada TPID, tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga.

“Harapan saya, TPID terus memantau pergerakan harga di pasar dan merumuskan langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga maupun pasokan,” sambung Abdullah.

Dilain sisi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotamobagu, Syamsuddin, menyampaikan kalau Kota Kotamobagu merupakan salah satu Daerah yang baik dalam hal penanganan inflasi.

“Inflasi Kotamobagu mengalami penurunan, dengan month-to-month mendekati angka 0,03 persen dan year-on-year berada di angka 3,18 persen dari sebelumnya 4,06 persen. Hal ini menjadikan Kotamobagu sebagai kota dengan pengendalian inflasi terbaik di Indonesia,” katanya.

Sekadar diketahui, rapat virtual ini berlangsung di ruang kerja Wali Kota Kotamobagu. Sofyan Mokoginta sebagai sekda ikut hadir, yang sekaligus juga sebagai ketua TPID. Selain itu sejumlah Asisten, dan pimpinan OPD dilingkup Pemkot Kotamobagu. (*)




Sambut HKN 2024, RSUD Kotamobagu Gelar Lomba.

Kotamobagu- Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2024, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu menyelenggarakan serangkaian kegiatan lomba dan acara kesehatan yang akan melibatkan seluruh karyawan dan karyawati rumah sakit.

Kegiatan ini ditujukan untuk memeriahkan perayaan HKN ke-60, sekaligus sebagai wujud kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan dan kesejahteraan para karyawan serta pasien yang ada di RSUD Kotamobagu.

Peluncuran rangkaian lomba ini secara resmi dilakukan oleh Direktur Utama RSUD Kotamobagu, Fernando M. Mongkau, S.Kep., Ns., M.Kes., pada Senin, 4 November 2024, bertempat di halaman utama rumah sakit.

Dengan penuh antusias, Fernando memimpin acara pembukaan tersebut sebagai tanda dimulainya kegiatan-kegiatan internal yang akan digelar untuk menyemarakkan HKN 2024 di lingkungan RSUD Kotamobagu.

Mengusung tema “Semarak Gerak Bersama Sehat Bersama”, peringatan HKN tahun ini menjadi momentum penting bagi RSUD Kotamobagu dalam mendorong semangat kebersamaan dan kesehatan, baik di antara para karyawan rumah sakit maupun pasien. Melalui berbagai kegiatan lomba dan aksi sosial, rumah sakit berupaya membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan menyenangkan.

Menurut Fernando Mongkau, yang akrab disapa Nando, lomba-lomba yang diselenggarakan bersifat internal dan hanya diikuti oleh karyawan serta karyawati RSUD Kotamobagu.

“Kami menggelar beberapa lomba yang bervariasi untuk menumbuhkan semangat kebersamaan serta memberikan hiburan bagi para pegawai. Di antara lomba-lomba tersebut adalah line dance, kompetisi video inovasi layanan promosi, RSUD idol, kepatuhan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik (RME), kebersihan ruangan, serta sepak bola dangdut,” jelasnya.

Lomba-lomba tersebut disusun sedemikian rupa untuk mendorong semangat inovasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan kerja. Misalnya, lomba video inovasi layanan promosi bertujuan untuk menggali ide-ide kreatif dari karyawan dalam mempromosikan layanan kesehatan yang ada di RSUD Kotamobagu.

Di sisi lain, kompetisi kepatuhan dalam pengisian RME diharapkan dapat meningkatkan kesadaran karyawan akan pentingnya data medis yang akurat dan tepat waktu.

Line dance dan sepak bola dangdut dipilih sebagai lomba yang mengutamakan aspek hiburan dan kebugaran. Selain meningkatkan kebugaran fisik, kegiatan ini juga menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan di antara para karyawan.

Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan di lingkungan kerja sekaligus mengurangi stres yang mungkin dirasakan dalam rutinitas sehari-hari di rumah sakit.

Tidak hanya fokus pada kegiatan lomba untuk internal, RSUD Kotamobagu juga turut menyelenggarakan program tali asih bagi pasien yang sedang menjalani perawatan. Pemberian tali asih ini akan dilakukan sehari sebelum puncak acara HKN pada tanggal 12 November 2024. Nando menyampaikan bahwa pihaknya ingin memberikan perhatian dan dukungan bagi pasien sebagai bagian dari komitmen RSUD Kotamobagu dalam memberikan layanan kesehatan yang penuh empati dan kepedulian.

Bingkisan yang akan diberikan diharapkan bisa menjadi dukungan moril bagi para pasien, memberikan rasa nyaman, serta menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam proses penyembuhan. Kegiatan tali asih ini juga merupakan wujud nyata dari nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan yang selalu diusung oleh RSUD Kotamobagu dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Sebagai acara puncak dari rangkaian kegiatan HKN ke-60, RSUD Kotamobagu akan menggelar beberapa kegiatan kesehatan dan kebugaran yang bisa diikuti oleh seluruh elemen rumah sakit dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini meliputi fun walk atau jalan sehat bersama, senam zumba, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

“Pada acara puncak HKN nanti, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam fun walk, zumba, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tekanan darah dan gula darah,” lanjut Nando.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, RSUD Kotamobagu berupaya untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka, terutama dalam hal pencegahan penyakit yang berkaitan dengan tekanan darah dan kadar gula.

Acara fun walk dan zumba akan menjadi momen kebersamaan yang penuh semangat, di mana para peserta dapat berolahraga bersama-sama sambil menikmati suasana yang menyenangkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik yang rutin.

Selain itu, kegiatan donor darah yang diadakan dalam rangka HKN ini juga memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi, di mana peserta dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan stok darah di RSUD Kotamobagu. Partisipasi masyarakat dalam donor darah sangat diharapkan karena bisa membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan.

Komitmen RSUD Kotamobagu dalam Meningkatkan Kesehatan dan Kebersamaan

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di RSUD Kotamobagu ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam mendukung kesehatan karyawan, pasien, dan masyarakat sekitar. Dengan berbagai kegiatan yang melibatkan elemen olahraga, hiburan, dan aksi sosial, RSUD Kotamobagu berharap dapat mempererat hubungan antar-karyawan dan antara rumah sakit dengan masyarakat.

Selain sebagai bentuk perayaan, rangkaian kegiatan ini juga mencerminkan misi RSUD Kotamobagu untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada fisik, namun juga pada kesejahteraan mental dan sosial seluruh elemen yang terlibat.

Dengan semangat “Semarak Gerak Bersama Sehat Bersama”, RSUD Kotamobagu berharap agar momen peringatan HKN ke-60 ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menjaga kesehatan, menjalin kebersamaan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan bersama. (*)




Kolaborasi Bersama KPU, PW IPNU-IPPNU Gelar Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Jelang Pilkada Serampak 2024 di Mitra dan Bolsel

Sulut, detiKawanua.com – Guna mendukung penyelenggaran Pilkada Serempak di Sulut Tahun 2024, Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Sulut dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Sulut bekerjasama dengan KPU Sulut menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih di Desa Molompar Timur, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Desa Tolondadu II, Kecamatan Bolaang Ukit, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Sabtu-Minggu (2-3/11/2024).

Dijelasakan Ketua Panitia IPNU Fikram B. Syahrain, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

“Kegiatan ini dihadiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi lokal,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, lanjut dia, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami hak pilihnya, serta kewajiban mereka sebagai pemilih.

“Pentingnya memilih pemimpin di era digital menjadi titik fokus dari KPU Sulut mengingat bonus demografi yang akan berpartisipasi dalam pemilu nanti adalah milenial dan gen z. Oleh karna itu KPU Sulut berkolaroborasi dengan PW IPNU dan IPPNU Sulut. Sebagai organisasi yang memainkan peran penting dalam mengkader pelajar pelajar di Sulut,” terangnya.

Ditambahkannya, giat tersebut menghadirkan 6 narasumber yang kompeten di bidangnya, diataranya Irwan Sakula, S. Ip., Sudjib Laiya, S. Pd, MM, M. Junaidi Maskromo, S. Hi., Rahmat Machmud, M. Si., Saiful Adjidji, A. Md Kom., dan Ridwan Eko Pujianto, SST.

“Berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam konteks Pemilihan umum. Setiap narasumber memberikan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi, sehingga peserta mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai proses pemilihan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Nurul Inayah Rifai selaku Ketua Panitia dari PW IPPNU Sulut mengatakan, sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemilihan, tetapi juga menekankan nilai-nilai demokrasi dan partisipasi yang aktif dalam proses politik.

“Dalam konteks ini, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak dalam masyarakat. Dengan pemahaman yang baik tentang proses pemilihan, diharapkan mereka dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan politik yang sehat dan demokratis,” ujarnya.

Dikatakamya lagi, kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih ini merupakan langkah strategis dalam menyongsong pemilihan kepala daerah di tahun 2024.

“Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan pemilihan dapat berlangsung dengan adil dan transparan, serta menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan mampu memenuhi harapan rakyat. Melalui upaya bersama ini, PW IPNU IPPNU Sulut dan KPU Sulut berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi, sehingga setiap suara memiliki arti dan dampak yang signifikan bagi masa depan daerah,” pungkasnya. **




Ratusan Perangkan Desa Demo di Kantor Bupati Talaud, Minta Manumpil Jadi Penyelamat Atas “Dosa” E2L

Talaud, detiKawanua.com – Suasana penuh harapan dan ketegangan menyelimuti Kantor Bupati Kepulauan Talaud, Senin (4/11/2024) pagi, saat ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Talaud mendatangi Penjabat Bupati Fransiscus Manumpil.

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, sudah tujuh bulan lamanya penghasilan tetap (Siltap) mereka, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), belum juga terbayarkan.

Dalam aksi tersebut, para perangkat desa menuntut pembayaran segera untuk Siltap dua triwulan (April-Juni dan Juli-September) yang belum diterima. Mereka juga meminta agar triwulan empat (Oktober-Desember) dibayarkan tepat waktu. Kehadiran Penjabat Bupati Manumpil diharapkan bisa menjadi solusi atas apa yang mereka sebut sebagai “dosa” pemerintahan sebelumnya di bawah Bupati Elly Engelbert Lasut (E2L), yang meninggalkan tanggungan besar bagi para perangkat desa.

Mulyadi Maratade, Kepala Desa Sawang yang ikut dalam aksi, dengan lantang menyampaikan keresahannya.

“Kami menjaga tapal batas NKRI tanpa dipersenjatai. Tapi tolong, jangan biarkan kami kelaparan. Kami diberi makan enam bulan sekali. Kami mohon, dengan hadirnya Bapak Pj Bupati jadi dewa penyelamat untuk kami semua,” ungkapnya.

Merespons tuntutan para perangkat desa, Fransiscus Manumpil memastikan akan segera menuntaskan persoalan Siltap yang menunggak. Di hadapan para massa demonstran, Manumpil memperkenalkan sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kepala Badan Keuangan, yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan desa.

“Kita sudah dengar apa yang disampaikan Kepala Badan Keuangan yang bertanggung jawab tentang keuangan. Bahwa Siltap bapak dan ibu sekalian akan terbayar. Jadi kita pegang. Saya akan kontrol,” ujar Manumpil dengan penuh ketegasan.

Tidak hanya menenangkan, Manumpil juga mengaku prihatin dengan kondisi perangkat desa yang belum menerima hak mereka selama tujuh bulan terakhir. Ia menjelaskan, bahwa sebenarnya pengeluaran untuk Siltap seharusnya dianggarkan selama satu tahun dalam Anggaran Dana Desa (ADD) sebagai belanja wajib yang harus dibayarkan secara rutin.

“Harusnya ADD dianggarkan selama satu tahun. Ini adalah belanja wajib mengikat yang harus dibayar secara rutin. Karena bapak dan ibu tuntut adalah Siltap penghasilan tetap dan dana operasional dari perangkat desa. Yang namanya Siltap harus dibayar secara rutin,” jelas Manumpil.

Manumpil pun menambahkan bahwa terdapat beberapa desa yang alokasi dananya tidak sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), terutama pada komponen belanja ketahanan pangan yang belum diatur dalam APBD 2024.

“Saat ini untuk Siltap, ada beberapa desa yang penggunaannya tidak sesuai dengan APBDes, terutama yang berhubungan dengan belanja ketahanan pangan. Program ini tidak ditata dalam APBD 2024,” tambahnya.

Fransiscus Manumpil, yang juga Asisten Administrasi Umum Pemprov Sulut, menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan pembayaran ADD tahun 2024 secepatnya. Ia menegaskan bahwa dana yang tidak tertata di APBD dan telah mengganggu pembayaran Siltap akan ditangani sesuai prosedur hukum, dan pihak-pihak terkait akan berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Percayalah kita akan selesaikan secepatnya untuk pembayaran ADD tahun 2024. Kemudian yang terkait dana yang tidak tertata di APBD, yang telah menggunakan Siltap bapak dan ibu sekalian akan berurusan dengan aparat penegak hukum,” tegas Manumpil, yang didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Aksi damai ratusan perangkat desa ini menjadi catatan penting bagi Penjabat Bupati Talaud untuk segera mengambil langkah nyata. Harapan besar diletakkan pada pundak Manumpil untuk menjadi “dewa penyelamat” yang mengembalikan hak mereka yang selama ini tertahan. ***




Penegakkan Hukum di Sulut, Ada Motif Politik?

Manado, detiKawanua.com – Masyarakat Indonesia pasti mendukung misi pemberantasan korupsi oleh aparat penegak hukum termasuk kepolisian.

Namun, penegakan hukum dengan motif politik tertentu jadi perilaku tidak baik dan menjijikan di alam demokrasi.

Pasalnya, di sebuah negara yang mengaku sudah menjalankan prinsip demokrasi, pelaku praktik kejahatan demokrasi sesungguhnya lebih jahat dari koruptor.
Dugaan pelaku kejahatan demokrasi saat ini disematkan kepada Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Langie.

Satu bulan jelang Pilkada serentak 27 November 2024, Polda Sulut yang dipimpinnya melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat daerah.

Dugaan tersebut tak berlebihan. Sejumlah kejadian belakangan ini berupa pengakuan warga, serta video intimidasi yang dilakukan oknum kepolisian agar memilih pasangan calon tertentu, membuyarkan harapan netralitas aparat negara mengawal Pilkada serentak yang aman, nyaman, adil dan jujur.

Royke Langie jadikan misi ke-7 dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sebagai ‘dalil’ pemberantasan korupsi yakni “Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba”.

Royke Langie seakan lupa atau ‘sengaja tidak tahu’ bahwa misi pertama dalam Asta Cita yakni “Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM)”, jadi prioritas utama negara dan pemerintah saat ini.

Disebut prioritas dikarenakan seluruh rakyat Indonesia di dalamnya pemerintah sementara menjalani proses demokrasi menyonsong pemungutan suara Pilkada 27 November 2024.

Royke Langie seakan tak sabar menunggu waktu satu bulan selesai Pilkada untuk menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan penyalagunaan anggaran oleh sejumlah oknum pejabat, jadi tanda tanya besar.

Padahal, ia bisa belajar dari Kejaksaan Agung RI yang menetapkan status tersangka Tom Lembong usai pelaksanaan Pemilu, Pilpres, bahkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Dugaan motif politik dibalik pemeriksaan pejabat hingga pimpinan organisasi Gereja semakin sempurna dengan dukungan berbagai kelompok masyarakat berupa karangan bunga yang berjejeran di depan Mapolda Sulut, Jalan Bethesda, Kota Manado.

Masyarakat semakin curiga karena sebelum marak dukungan karangan bunga, Royke Langie mengundang makan malam sejumlah pimpinan Ormas dan LSM awalnya dirancang rahasia, namun bocor ke publik.
Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) salah satu yang dicatut mendukung langkah hukum Royke Langie sebagai Kapolda Sulut melalui karangan bunga yang langsung dibantah Pdt. Dr. Welman Boba, M.Th sebagai Ketua Sinode GMIST.

Pendeta Johan Manampiring bahkan ikut berdoa kepada Tuhan agar ‘menilik kebohongan apapun oleh penguasa’.

Taufik Manuel Tumbelaka, pengamat politik dan pemerintahan yang juga putra Gubernur pertama Sulawesi Utara ikut memberikan masukkan agar Kapolda Royke Langie fokus pada pelaksanaan 16 Pilkada di Sulut.

Sekali lagi, masyarakat sangat mendukung proses hukum, di antaranya penyelidikan dana hibah organisasi termasuk puluhan miliar dana hibah yang diterima Polda dan Polres se Sulut dari pemerintah daerah dalam kurun waktu tertentu.
Berikut 8 misi dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto:

1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM)
2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru
3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur
4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas
5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba
8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. ***




Diduga Tak Netral, Bawaslu Sulut Telusuri Oknum Polisi Foto Bersama Salah Satu Cagub

Dok: Istimewa.

Sulut, detiKawanua.com – Bawaslu Sulut menelusuri dugaan oknum yang diduga kuat adalah anggota polisi yang foto bersama salah satu calon Gubernur Sulawesi Utara, YSK.

Netralitas Aparat Penegak Hukum di Sulawesi Utara menghadapi pelaksanaan Pilkada 2024 menuai sorotan.

Kali ini viral di media sosial beredar foto diduga dua oknum anggota Polres Minahasa berfoto dengan warga dan Calon Gubernur Sulut nomor urut 1, Yulius Selvanus K.

Seperti akun atas nama Gabriela Wurangian yang memposting di grub medsos ‘Bacirita Orang Sulut’ di laman Facebook.

Tampak diduga dua oknum anggota Polres Minahasa foto bersama warga dengan Cagub YSK.

Dalam foto tersebut sudah ditandai garis panah warna merah ke arah dua orang, yang satu memakai kaus warna hitam dilapis kemeja lengan panjang kotak-kotak serta oknum satu mengenakan kaos warna hijau.

Dua oknum diduga polisi serta warga tampak foto bersama Cagub YSK yang duduk di tengah, sambil mengangkat tangan dengan jari telunjuk menunjukkan angka 1.

Selain foto bersama, juga ikut di posting foto tampak muka dua oknum tersebut yang beredar luas di facebook dan media sosial lainnya.

Hal ini kemudian mendapat respon dari Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara. Anggota Bawaslu Sulut, Zulkifli Densi mengatakan ini menjadi informasi awal yang kemudian ditindaklanjuti jajaran Kabupaten/ Kota yang menjadi lokasi kejadian.

“Terimakasih atas informasinya. Kami jadikan sebagai informasi awal yang kemudian akan dilakukan penelusuran untuk keterpenuhan syarat formal dan materil untuk kemudian akan dijadikan sebagai temuan pengawas pemilu,” jelasnya. ***




Viral di Medsos Diduga Dua Oknum Anggota Polres Minahasa Berfoto dengan Cagub YSK

Dok : Istimewa.

Manado, detiKawanua.com – Kenetralan aparat penegak hukum khusus Polri jelang Pemilukada Sulut terus menuai sorotan.

Kali ini viral di media sosial beredar foto diduga dua oknum anggota Polres Minahasa berfoto dengan warga dan Calon Gubernur Sulut no 1 Yulius Stevanus Komaling (YSK).
Seperti akun atas nama Gabriela Wurangian yang memposting di grub medsos ‘Bacirita Orang Sulut’ di laman Facebook.
Tampak diduga dua oknum anggota Polres Minahasa foto bersama warga dengan Cagub YSK.

Dalam foto tersebut sudah ditandai garis panah warna merah ke arah dua oknum Polisi yang satu memakai kaus warna hitam dilapis kemeja lengan panjang kotak-kotak serta oknum satu mengenakan kaos warna hijau.

Dua oknum polisi bersama warga tampak foto bersama Cagub YSK yang duduk di tengah, sambil mengangkat tangan dengan jari telunjuk menunjukkan angka 1.

Selain foto bersama juga ikut di colase foto tampak muka dua oknum tersebut di laman Facebook tersebut. Gabriela Wurangian juga menulis caption, yakni:

“Selamat Hari Minggu Kanit Buser Polres Minahasa Komdan Ronny Wentuk dan Komdan Hendra Mandang. Jadi Reen bahkan tidak bermain. Semoga Tuhan Allah SWT ampuni neh kasiang, jangan kasiang kotor skali tu bagitu. Masalahnya komdan nda ada HAK bapilih sampe komdan pensiun sebagai polisi. So dapa janji apa so kong brani skali bagini so. INI PELECEHAN DEMOKRASI !!! Jadi Isu GMIM cuma for mo tutup ini KAPOLDA pe anggota yang model bagini kang? semua orang.”

Pun yang juga diapload Steven Wawontana New di grub ‘Pikiran Rakyat Minsel’ (PRM) juga di laman FB juga menampilkan foto yang sama.

Namun dengan narasi caption yang berbeda.
Tak pelak dua postingan ini langsung mengundang ratusan reaksi yang beragam dari warga net.

Dari tangkapan pembicaraan di medsos ada yang kontra dan mempertanyakan kenetralan aparat kepolisian, namun juga ada yang memberikan dukungan.

Sayangnya berita pantauan ini belum dapat dipastikan kapan dan di mana foto yang viral ini dibuat. ***




Dokumen Persyaratan dan Cara Mengurus Pindah Memilih di Pilkada 2024




Semarak Perayaan HUT ke-87, Steven Kandouw Sebut WKI Sinode GMIM Adalah Jantung Pelayanan Gereja

Dok : Istimewa.

Minsel, detiKawanua.com – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-87 Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berlangsung meriah di Desa Pontak, Wilayah Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Jumat (1/11). Ribuan jemaat WKI dari berbagai wilayah datang berbondong-bondong untuk mengikuti ibadah syukur dan memeriahkan acara ini.

Perayaan akbar ini dipimpin oleh Ketua Badan Pekerjaan Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Hein Arina, yang memimpin ibadah dengan penuh khidmat. Dalam khotbahnya, Pdt. Arina mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan dedikasi WKI GMIM yang telah berkiprah selama hampir sembilan dekade dalam mendukung pertumbuhan gereja dan masyarakat di Minahasa.

Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua BPMS GMIM, Penatua (Pnt) Drs. Steven Kandouw, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Kehadiran Pnt Steven menambah suasana syukur dan kebanggaan di kalangan jemaat, terutama bagi para wanita yang telah menjadi tulang punggung pelayanan gereja.

Saat diwawancarai awak media, Pnt Steven Kandouw menyampaikan rasa hormatnya atas kontribusi besar WKI GMIM bagi gereja dan masyarakat selama 87 tahun. Ia memandang peran Wanita Kaum Ibu sebagai kekuatan penting yang tidak hanya berfungsi sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pemimpin dalam berbagai aspek kehidupan pelayanan dan sosial.

“Saya sangat bangga dan bersyukur atas kehadiran dan komitmen dari Wanita Kaum Ibu GMIM yang telah berjalan selama hampir sembilan dekade. Ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi refleksi dari dedikasi yang tulus dan kerja keras dari seluruh anggota WKI yang telah setia mendukung pelayanan gereja,” ujar Pnt Steven Kandouw.

Lebih lanjut, Pnt Steven Kandouw menekankan harapannya agar WKI GMIM dapat terus menjadi inspirasi dan penggerak bagi seluruh jemaat, khususnya generasi muda. Ia mengajak seluruh WKI untuk terus beradaptasi dengan tantangan zaman dan berinovasi dalam pelayanan.

“Harapan saya, Wanita Kaum Ibu GMIM dapat terus memperluas peran mereka, bukan hanya dalam lingkungan gereja, tetapi juga dalam masyarakat luas. Dunia saat ini sangat membutuhkan kehadiran sosok-sosok perempuan yang kuat, berintegritas, dan berkomitmen untuk melayani. Dengan semakin kompleksnya tantangan sosial dan ekonomi, saya percaya bahwa WKI GMIM mampu berperan lebih besar dalam membawa perubahan positif,” tambahnya.

Selain itu, Pnt Steven menyoroti pentingnya peran WKI dalam menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan. Ia menyatakan bahwa kekuatan WKI terletak pada semangat persatuan dan solidaritas yang terus dijaga selama bertahun-tahun. “Saya sangat menghargai semangat persatuan di antara Wanita Kaum Ibu GMIM. Ini adalah kekuatan luar biasa yang harus terus dipelihara. Solidaritas inilah yang menjadi fondasi kuat bagi GMIM, sebuah kebersamaan yang harus diteladani oleh setiap generasi.”

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Umum Panitia HUT ke-87 WKI GMIM, dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS. Kehadirannya bersama para tokoh penting GMIM seperti Ketua Komisi Kategorial Perempuan Gereja (KKPGA) GMIM, Pdt Dr Vanny Suoth, memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan di tengah ribuan jemaat yang hadir.

dr Kartika Devi Kandouw-Tanos mengungkapkan bahwa HUT ke-87 ini adalah momentum berharga untuk menguatkan kembali semangat pelayanan WKI. “Kami ingin terus mendorong Wanita Kaum Ibu GMIM agar semakin aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Sebagai perempuan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan yang baik, baik dalam gereja maupun di rumah,” ujarnya.

Perayaan HUT WKI GMIM tahun ini juga menampilkan beragam kegiatan yang mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Seluruh rangkaian acara, mulai dari ibadah syukur hingga kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan, menjadi pengingat bagi jemaat tentang betapa pentingnya peran WKI dalam kehidupan gereja.

Para pemimpin gereja berharap, dengan momentum ini, seluruh anggota WKI GMIM akan semakin termotivasi untuk terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. “Wanita Kaum Ibu GMIM bukan hanya sekadar organisasi, tetapi mereka adalah jantung dari pelayanan gereja,” pungkas Pnt Steven Kandouw dengan penuh antusiasme.

Dengan semangat yang berkobar dan dedikasi yang tiada henti, WKI GMIM telah dan akan terus menjadi inspirasi, tidak hanya bagi anggota gereja GMIM, tetapi juga bagi masyarakat luas yang melihat dan merasakan dampak positif dari pelayanan mereka. ***




YK Diperiksa Tipikor Polda Sulut, Jabat Sekda Talaud Sejak Era E2L

Manado, detiKawanua.com – Meskipun dihadiri libur, namun pihak bagian Subdittipikor Dit Krimsus Polda Sulut tetap melakukan pemeriksaan.

Kali ini giliran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Talaud Yohanes Kamagi diperiksa bagian Subdittipikor Dit Krimsus Polda Sulut, Minggu (2/11/2024).

Dengan mengenakan kemeja biru dan celana panjang hitam, Kamagi yang menjabat Sekda sejak era Bupati dr Elly Engelbert Lasut (E2L) tersebut, langsung menuju ruangan Tipidkor 9, Sabtu (02/10/2024) tepat pukul 10.30 wita.

Pada pemeriksaan ini Kamagi ikut
didampingi Plt Kadis Kesehatan Talaud Leida Dachlan memasuki ruangan Tipikor. Namun tak lama kemudian plt Kadis Kesehatan Talaud keluar dari ruangan.

Kamagi saat keluar dan dikonfirmasi menyatakan masih sementara diperiksa.

“Tunggu saja sampai selesai,” tukasnya.

Dari informasi yang diperoleh diduga pemanggilan ini terkait pemeriksaan Nilai Kontrak Rumah Sakit Pratama Damau berbandrol Rp. 42 Miliar di era Mantan Bupati Talaud Elly Lasut.

Sayangnya hingga berita ini dipublis, Polda Sulut belum berhasil dikonfirmasi terkait pemeriksaan Sekda Talaud. ***