Unsrat Gelar Pelatihan Pembuatan Kompos dari Limbah Sabut Kelapa

Manado, detiKawanua.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menggelar pelatihan Pembuatan Kompos dari Sabut Kelapa, Sabtu (4/8/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung ini, diikuti 9 orang Petani Kelapa yang bekerja di perkebunan kelapa, baik milik sendiri maupun milik orang lain. 

Menurut salah satu personel PKM Unsrat, Parluhutan Siahaan, tujuan kegiatan ini ialah meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap dalam pengelolaan limbah sabut kelapa sebagai bahan dasar pembuatan kompos dengan teknologi fermenter, terciptanya usaha rumah tangga dalam produksi kompos dari bahan dasar sampah organik, serta peningkatan kesadaran pelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat di Kota Bitung.

“Limbah sabut kelapa sampai saat ini belum ada pemanfaatan bagi petani perkebunan kelapa selain hanya untuk pengasapan ikan. Oleh karena itu diperlukan pelatihan tentang teknologi pembuatan kompos dengan memperkenalkan teknologi fermenter sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatannya,” ujar Siahaan.

Lanjutnya, sampah maupun limbah, baik di perkotaan maupun pertanian, dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Antara lain di bidang kesehatan dapat menyebarkan berbagai bibit penyakit, bidang lingkungan dapat menyebabkan polusi bau, air, serta pemandangan yang tidak baik.

“Bagi Kota Bitung yang akan mempertahankan piala Adipura, kualitas lingkungan hidup, termasuk pengelolaan sampah menjadi fokus perhatian dalam penilaian kelayakan Adipura,” tambahnya.

Sedangkan target kegiatan ialah terjadinya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap dalam pengelolaan limbah sabut kelapa sebagai bahan dasar pembuatan kompos dengan teknologi fermenter bagi masyarakat di Kota Bitung. 
“Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah: 1) melaksanakan ceramah dan praktik dalam pembuatan kompos dengan bahan dasar sabut kelapa; 2) melaksanakan monitoring dan evaluasi keberhasilan program. Sementara evaluasi keberhasilan kegiatan, dilakukan dengan pengamatan perubahan sikap dan keterampilan dalam membuat kompos dengan bahan dasar limbah sabut kelapa dengan menggunakan skala Likert,” papar Franky RD Rengkung.

“Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah sabut kelapa untuk dijadikan kompos, baik melalui teknologi fermentasi maupun secara konvensional, serta perubahan sikap di dalam keikutsertaan mempertahankan kualitas lingkungan hidup,” tandasnya. ***
(Indra)



Unsrat Gelar Pendidikan Konservasi Bagi Anak SD di Lingkar Tambang PT MMS

Manado, detiKawanua.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar kegiatan pendidikan konservasi untuk murid sekolah dasar di lingkar tambang PT Meares Soputan Mining (MMS), Jumat (3/8/2018).
Kegiatan sebagai bagian dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unsrat ini, dilaksanakan di Kelurahan Batuputih Bawah, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, dan peserta yang ikut sebanyak 26 siswa SD kelas 4 sampai dengan kelas 6.
“Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan tentang konservasi sumber daya alam hayati untuk murid-murid sekolah dasar di lingkar tambang PT Meares Soputan Mining, sehingga terjadi perubahan pengetahuan dan sikap dalam menghentikan praktik perburuan dan perusakan habitat sumber daya alam hayati, ujar Saroyo, salah satu personel PKM Unsrat. 
Menurutnya, Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan  Australia. Bahkan, beberapa kawasan menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi telah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam Dua Sudara, Taman Wisata Alam Batuputih, Taman Wisata Alam Batuangus, dan Hutan Lindung Gunung Klabat. 
“Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak usia dini menjadi upaya yang sangat penting dan harus dilakukan dengan bekerjasama dengan mitra-mitra potensial,” paparnya. 
Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini, ialah workshop tentang keanekaragaman hayati di Sulawesi, dan pengenalan terhadap jenis-jenis satwa kunci Sulawesi.
“Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap aspek konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi. Untuk mengukur sikap digunakan kuesioner dengan skala Likert. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif (pengetahuan/penguasaan materi) dan afektif (penguasaan sikap),” terang Parluhutan Siahaan, personel PKM Unsrat lainnya. 
“Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dari 6,0 menjadi 7,8 sedangkan sikap dari 5,6 menjadi 8,0. Dari hasil kegiatan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan konservasi bagi anak-anak usia sekolah dasar di lingkar tambang PT Meares Soputan Mining telah meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap konservasi sumber daya alam hayati Sulawesi bagi peserta,” pungkasnya. ***
(Indra)



Pilsang Boltim 2018, Dipastikan Tidak Ada Kotak Kosong

Suasana pembekalan 119 Panitia Tingkat Desa Pemilihan Sangadi gelombang II tahun 2018. 

Boltim, detiKawanua.com – Pemilihan Sangadi (Pilsang) atau kepala desa, di 17 desa se Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tahun 2018, bakal berbeda dengan Pilsang yang pernah digelar sebelumnya. 
Pasalnya, dalam pelakasanaan Pilsang yang akan digelar serentak tanggal 29 Oktober mendatang, dipastikan tidak akan ada calon tunggal melawan kotak kosong.

“Untuk pemilihan Sangadi atau Pilsang gelombang ke II tahun 2018 tidak mengatur mekanisme calon tunggal. Jadi tidak akan ada lawan kotak kosong,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Ir. Muhammad Assagaf saat membuka kegiatan pembekalan 119 panitia tingkat desa pemilihan Sangadi serentak gelombang II tahun 2018, di Kantor Bupati Boltim, Jumat (03/08/2018).

Sekda juga menuturkan, meskipun tahun ini hanya 17 desa yang akan melaksanakan Pilsang, namun seluruh masyarakat Boltim bisa ikut berpartisipasi mencalonkan diri di desa-desa yang melaksanakan Pilsang karena, tidak ada batasan dan syarat terkait domisili.

“Bakal calon Sangadi tidak wajib harus berdomisili di desa yang akan melaksanakan pemilihan Sangadi,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Otda Setda Boltim Ikhlas Pasambuna membenarkan bahwa Pilsang kali ini terbuka untuk umum, dan calon tidak harus terdaftar atau bertempat tinggal di desa yang melaksanakan Pilsang.

“Namun yang bersangkutan, harus membuat surat pernyataan apabila terpilih wajib menetap dan tinggal di desa tersebut. Apabila tidak, akan di berhentikan sebagai Sangadi. Pernyataan itu harus dimasukan pada saat pendaftaraan berkas,” jelas Ikhlas.

Dirinya menambahkan, jika terjadi hanya satu orang calon yang terjaring, maka akan dilakukan perpanjangan pendaftaran calon hingga didapatkan jumlah yang sesuai aturan.

“Apabila hingga batas waktu perpanjangan pendaftaran tidak ada calon lain yang maju maka, dapat dimungkinkan pilsang di desa tersebut ditunda kurang lebih hingga tiga bulan,” ungkapnya.

Ikhlas mengimbau kepada panitia Pilsang untuk, mengedepankan profesionalisme dan tidak diskriminatif. “Selalu koordinasi dengan panitia kabupaten dan kecamatan. Jangan menjadi pemicu dan pemacu konflik di desa,” imbaunya. 
(Fidh)



Manado Fiesta 2018 di Mata Akademisi

Manado, detiKawanua.com – Pelaksanaan Manado Fiesta 2018 pada 31 Agustus – 9 September 2018 nanti, mendapat apresaisi banyak kalangan di Sulawesi Utara. Salah satunya dari mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
“Manado Fiesta 2018 bisa memberikan dampak positif bagi pariwisata di Indonesia  Bagian Utara, khususnya Kota Manado sebagai pelaksaan iven tahunan ini,” ujar Arifin Temuhulawa, salah satu mahasiswa yang sedang menempuh program doktoral (S3) di Unsrat. 
Mengapa berdampak bagi Utara Indonesia, menurutnya karena Manado merupakan pintu gerbang Indonesia, terutama dari negara-negara yang berada di kawasan Pasifik. “Jadi suksesnya Manado Fiesta nanti, ikut mempengaruhi kunjungan wisatawan ke daerah-daerah sekitar Manado, seperti Gorontalo dan Palu,” pungkasnya, Jumat (03/08/2018).
Senada diungkapkan Arhanuddin Salim. Menurut Dosen IAIN Manado ini, Manado Fiesta bukan hanya iven ‘milik’ Kota Manado. Tetapi Manado Fiesta telah menjelma menjadi ‘ikon’ Indonesia Bagian Utara. “Sebagai pintu gerbang wilayah utara Indonesia, semua iven yang digelar Manado pasti disoroti dunia. Karena itu, Manado Fiesta bukan hanya ‘milik’ Manado, namun sudah menjadi ‘ikon’ Indonesia Utara,” tegasnya. 
(Indra) 



Disneyland Hongkong Senilai 2 Triliun Diatas Lahan 125 Hektar Segera Hadir di Sulut

Manado, detiKawanua.com – Kompleks puncak Tatempangan Desa Koha Minahasa bakal diprediksikan menjadi satu lokasi wisata yang wah! dan bakal seperti Disneyland Hongkong sehingga menunjang sektor pariwisata serta peningkatan perekonomian di Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut, Olly Dondokambey membenarkan hal tersebut bahwa pembangunan diatas lahan 125 hektar tersebut mempunyai nilai investasi sebesar Rp 2 Triliun.
“Disitu nantinya akan dibangun fasilitas lengkap seperti Hotel, Restaurant, Wahana bermain serta olahraga Paralayang dan lain-lain yang terpenting juga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Bulan depan sudah mulai berjalan prosesnya,” terang Gubernur saat diwawancarai wartawan, Jumat (03/08) siang tadi di lobi kantor Gubernur yang bersama Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen.
Sementara itu oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Weni Lumentut investor yang nantinya akan menanamkan sahamnya adalah  PT Gudang Garam Group.
“Kita terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan Pemprov Sulut dalam hal hal itu dan nantinya akan dibangun hotel, wahana bermain dan lain-lain (mirip Disneyland Hongkong). Untuk target pembangunannya selama 2 tahun,” ungkap Lumentut.
Disamping itu menurutnya kelebihan dari lahan puncak tersebut dapat melihat langsung pemandangan dari 5 kabupaten kota terdekat seperti, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Manado dan Minahasa Selatan
“Ini akan kita genjot terus dikarenakan juga demi peningkatan perekonomian masyarakat Sulut khususnya warga setempat di Desa Koha. Dimana juga, keuntungan lainnya bisa membackup sektor pariwisata yang kini sedang gencar-gencarnya oleh pak Gubernur (Olly Dondokambey),” tandas Lumentut. (IsJo)



Nyaris Celaka, Nakhoda KM Mercy Teratai Mendapat Teguran

Tahuna, detiKawanua.com – Kapal Penumpang Mercy Teratai dan Venecian sempat membuat geger penumpang yang ada di dalam kedua kapal tersebut waktu pelayaran dari Manado ke pelabuhan Tahuna, Rabu, (1/8/2018). Diduga Kapal Motor Mercy Teratai dengan Kapal Motor Venecian hampir saja mengalami insiden kecelakaan. Disinyalir KM Mercy Teratai hampir saja menyerobot KM Venecian yang bersamaan alur pelayaraannya ke Kepulauan Sangihe.
Salah satu penumpang KM Mercy Teratai sempat merekam kejadian tersebut. Ia mengatakan, “kira-kira di sekitaran Tanjung Piso, KM Mercy Teratai tiba-tiba menyerempet ke arah kapal yang kami tumpangi (Venecian). Posisinya dekat skali. Penumpang semua berteriak. Seakan-akan Kapal Mercy Teratai mau memotong jalur kapal yang kami tumpangi. Masih beruntung KM Venecian segera mematikan mesin kapal,” ungkap salah satu penumpang yang tak ingin namanya dipublis.
Sementara itu di media sosial facebookpun viral soal kejadian itu. Salah satu pengguna facebook, Matheos Ambat mengutuk keras kejadian tersebut. Kata dia, “Nafsu dan ego satu dua orang jangan sampai membahayakan banyak orang. Perlu ditelusuri dan diproses secara hukum supaha ada efek jera. Jangan jadi kebiasaan bermain main dengan nyawa banyak orang.”
Untuk menghimpun informasi lebih jelas, datang menghampiri Pelaksana Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 2 Tahuna, Daniel Mahaleng, Kamis (2/8/2018). Ia mengatakan pihaknya sudah memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan.
“Tadi pagi saya sudah memanggil Nakhoda dari dua Kapal tersebut untuk meminta kronologis kejadian. Pertama saya meminta keterangan dari pihak Venecian, demikian juga dengan Mercy Teratai. Setelah ditanya mereka menyampaikan itu merupakan kesalahan teknis di atas kapal dari KM Mercy Teratai. Pada saat itu Nakhoda KM Mercy Teratai sementara menelepon istrinya. Di situ mungkin dari juru mudi yang bawa kapal ini, ada mungkin, dibilang kesalahan, tidak, tapi kelalaian sehingga membuat kapal agak miring ke kanan seakan akan memotong haluannya KM Venecian,” Jelas Mahaleng.
Namun demikian lanjut dia, kita bersyukur tidak terjadi hal-hal yang sama sama kita tidak inginkan.
“Tadi kita sudah berikan pembinaan dan disaksikan oleh KP3 dan teman-teman. Kami menekankan agar hal ini tidak terjadi lagi. Kalaupun terjadi hal yang sama, maka tentu proses hukum akan berjalan bila kedepatan disengajakan. Tadi masih dalam tahap pembinaan bersifat teguran,” pungkas dia. (js)



Inilah Nama-Nama 38 PATI TNI Yang Terima Mutasi Jabatan dan Promosi 38 Perwira Tinggi TNI

Jakarta, detiKawanua.com – Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi (Pati) TNI.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/745/VII/2018, tanggal 31 Juli 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi jabatan 38 Pati TNI yang terdiri atas 20 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 15 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 3 (tiga) Pati jajaran TNI Angkatan Udara.
Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 20 Pati TNI AD, yaitu Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.I.P. dari Pangdam I/BB menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dari Kapuspen TNI menjadi Pangdam I/BB, Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang, S.I.P., M.M., M.Tr.(Han) dari Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Kapuspen TNI, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. dari Pangdam IM menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko dari Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Pangdam IM, Brigjen TNI Rosdianto, S. Sos., M.Tr. (Han) dari Pati Ahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Oloan Parulian Sianturi, M.. dari Paban Sahli Bid. Strahan Pok Sahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Kasad menjadi Pati Ahli Kasad Bid. Ideologi dan Politik, Brigjen TNI Dandang Doetoyo dari Kadislitbangad menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Mulyo Aji, M.A dari Irben Itjenad menjadi Kadislitbangad, Kolonel Kav Abdul Rahman Made, S.I.P. dari Kakordos Seskoad menjadi Irben Itjenad, Brigjen TNI Iskandar M. Munir, M. Soc.Sc dari Sesditjen Pothan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Cpl Suwarno, S.I.P. dari Kabag Distribusi dan Pemeliharaan pada Biro Sarpras Settama Bakamla menjadi Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Brigjen TNI B. Agustin Silitonga, S.E dari Bandep Ur. Renkontijensi Setjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Made Datrawan dari Paban Sahli Bid. SDB Pok Sahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Kasad menjadi Bandep Ur. Renkontijensi Setjen Wantannas, Kolonel Chb Bondan Widiawan, S.Kom dari Analis Madya Bid. Opini Puskom Publik Kemhan menjadi Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN, Mayjen TNI Abdul Rachman Kadir dari Deputi Bid. Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Yan Akhmad Mulyana, S.H., M.H. dari Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI F.X. Bangun Pratiknyo, S.Sos dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Sabar Simanjuntak, S.I.P., M.Sc dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).
15 Pati TNI AL, yaitu Laksda TNI Dr.  A. Octavian, S,T., M.Sc., D.E.S.D dari  Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan menjadi Danseskoal, Laksda TNI Sulistiyanto, S.E., M.M., M.Sc., P.S.C dari Danseskoal menjadi Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Laksma TNI Edy Sulistyadi, S.T. dari Kapuslaik Baranahan Kemhan menjadi Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Laksma TNI Sri Yanto, S.T. dari Kapuskodifikasi Baranahan Kemhan menjadi Kapuslaik Baranahan Kemhan, Laksma TNI Dr. Drs. I. Wayan Warka, M.M. dari Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla menjadi Dosen Tetap Unhan, Laksda TNI Karma Suta, S.E., M.M. dari Aspers Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI I Nyoman Mandra, M.Sc dari Pati Sahli Kasal Bid. Dokstraops menjadi Aspers Kasal, Kolonel Laut (P) Iswan Sutiswan, S.E. dari Paban Rendik Ditdik Akademi TNI menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Dokstraops, Laksma TNI Marhuale Simbolon, S.Pi dari Kadisfaslanal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Kolonel Laut (T) Puguh Santoso, S.E., M.M. dari Paban V Faslan Slogal menjadi Kadisfaslanal, Laksda TNI Dwi Widjajanto, S.A.P., CFrA dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Eko Yulianto, S.E., M.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Suprayitno P., S.E. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Bambang Sugeng, S.E., M.A.P dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) dan Laksma TNI Hadi Santoso, S.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
3 (tiga) Pati TNI AU, yaitu Marsma TNI Danardono Sulistyo Adji, M.PP dari Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan menjadi Sesditjen Pothan Kemhan, Marsma TNI Dra. Hening Sitaresmi dari Pati Sahli Kasau Bid Strahan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun) dan Kolonel Lek Pujiyanto S., S.I.P dari Ir Kohanudnas menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Strahan.
(IsJo/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman)



MANADO DALAM FIESTA

Penulis: S. Ahmad Assagaf a.k.a Amato



detiKawanua.com – Dalam fiesta, Manado adalah kisah dari sebuah masa depan yang menggemakan kembali puisi masa lalu kota ini. Masa depan itu adalah cita-cita terbaik para pembangun kota ini, kisahnya tentang mereka yang menuai bahagia dalam kemakmuran. Adapun masa lalu itu adalah jejak langkah sosial dan budaya warga Manado sejak zaman baheula kota ini, puisinya bicara soal hidup dan kebebasan.

Dalam fiesta, Manado bukan keseluruhan dari bagian-bagiannya, tapi setiap orang, setiap kelompok, setiap bagian dari suatu keseluruhan. Seperti di dalam fiesta, di Manado setiap individu akan mengejar kepentingan mereka sendiri dalam sebuah kompetisi kreatif tanpa melanggar kesepakatan kita sebagai satu keseluruhan warga masyarakat. Pun, dalam fiesta, tidak ada satupun individu yang boleh dikorbankan atas nama komunitas, kelompok, atau bahkan masyarakat.

Maka, dalam fiesta, Manado menjadi Manado.

Lalu ada sementara pihak, beberapa orang, yang hendak menarik Manado keluar dari fiesta. Entah atas nama apa, mereka mulai menggugat fiesta atau, setidaknya, menggugat eksistensi Manado di dalam fiesta. Gambaran tentang masyarakat Manado sebagai masyarakat fiesta mereka pandang dengan jijik dan sinis.

Setidaknya ada dua keberatan utama mereka. Pertama, di dalam fiesta, Manado tergambarkan sebagai hura-hura, konsumerisme, dan pemborosan. Tak ada kerja keras dan daya juang. Dalam pandangan yang pertama ini, di dalam fiesta, Manado menjadi segala sesuatu yang membayangkan mereka pada keramaian tanpa perenungan, pesta tanpa rasa prihatin, dan gaya tanpa substansi.

Kedua, di dalam fiesta, Manado tergambarkan sebagai sebentuk sensualitas liar. Keindahan yang terjual, kecantikan tanpa batasan moral. Singkatnya, bagi mereka, fiesta adalah ajakan pada degradasi moral warga Manado. Semacam gambaran pembenaran atas popularitas “bubur dan bibir” yang, bagi mereka, sangat menghina.

Jika maksud mereka adalah menampilkan Manado yang lain dari bubur dan bibir, maka itu absah dan layak. Tapi jika maksud mereka hanya sekadar membunuh fiesta demi, katakanlah, menciptakan masyarakat Manado yang relijius dan bermoral, maka mereka sungguh tidak mengerti fiesta dan bagaimana semangat itu telah menyelamatkan langkah Manado hingga hari ini.

Fiesta bukan hanya istilah bagi Manado dalam sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan pemerintah untuk memajukan pariwisata kota ini. Fiesta adalah semangat yang dari padanya Manado menjadi Manado dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Bagi seorang pengembara yang pernah hidup di banyak kota di luar Manado, fiesta adalah apa yang terucap sebagai pujian yang tidak bisa diberikan pada manapun kota di Republik ini kecuali bagi Manado. Pun ketika pujian itu diucapkan dalam ungkapan populer tentang bubur dan bibir atau tentang orang Manado sebagai orang yang hanya “menang nampang doang” dalam istilah orang Jakarta.

Popularitas bubur dan bibir Manado adalah refleksi dari sebuah kekuatan kultural dan alamiah Manado yang tidak akan berani diklaim oleh kota manapun di Indonesia. Anda merasa terhina oleh istilah itu? Manado tidak. Karena Manado tidak merasa terhina oleh pencapaian kulturalnya – bubur, sebagaimana oleh berkah alamnya – bibir, yang tidak bisa dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Republik ini.

Dan tahukah Anda bahwa ekspresi melecehkan orang Manado sebagai hanya “menang nampang doang” atau “biar kalah nasi yang penting jangan kalah aksi” adalah ekspresi yang paling puncak dari rasa frustrasi orang bukan Manado untuk menjadi seperti Manado sebagai sebuah kota yang, bersama Bali, telah meninggalkan semua kota lain di negeri yang kita cintai ini dalam progresivitas universalnya.

Apa itu progresivitas universal? Meminjam bahasa Surat Kepercayaan Gelanggang, progresivitas universal adalah kesadaran bahwa “kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri.”

Manado, seperti Bali dalam cermin yang berbeda, adalah figurasi sosio-geografis dan sosio-kultural dari progresivitas universal. Dengan itu, dalam caranya sendiri, Manado meninggalkan kota-kota lain dalam mewarisi kebudayaan dunia serta laju kemajuannya. Menjadi kota dengan tingkat toleransi paling tinggi di Republik ini hanyalah salah satu contoh dari progresivitas itu.

Persoalannya, kita lupa bahwa semua itu dicapai Manado dalam perjumbuhannya dengan fiesta. Bahwa pariwisata menjadi medan prioritas bagi Manado dalam fiesta, itu hanya bagian kecil yang wajar karena Manado memang telah sekian lama siap untuk menerima terbukanya dunia di kota ini. Sejarah masuknya orang-orang Arab dan China di kota ini, misalnya, adalah petunjuk yang cukup klasik dari kesiapan dan progresivitas Manado itu.

Makanya, menerima turis – dalam dan luar negeri – bukanlah sesuatu yang asing bagi Manado, termasuk menjaga sensualitas kultural dan alamiah sebagai rayuan bagi para pelancong itu. Kepanikan moral yang dibuat-buat atas popularitas rayuan Manado itu hanyalah tanda ketidakmampuan sebagian kecil warga Manado untuk menjadi “ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia.” Sementara Manado sendiri akan terus bergerak ke masa depan dalam meneruskan kebudayaan itu “dengan cara kami sendiri.”

Maka Manado dalam fiesta adalah sekaligus rayuan (dalam konteks kecil pariwisata) dan “cara kami sendiri” (dalam konteks besar kebudayaan). Jadi berhentilah menanggapi popularitas bubur dan bibir Manado sebagai hinaan dengan menerimanya dalam tataran yang jauh lebih filosofis dan terbuka sebagai, sekali lagi, pujian terhadap capaian kultural (bubur) dan berkah alam (bibir) bagi Manado.

Bagaimanapun juga, Manado memang karnaval, pesta, dan hiruk pikuk kegembiraan. Bukan karena Manado identik dengan konsumerisme dan hura-hura, tapi karena Manado adalah keceriaan – tak ada yang bersedih dalam fiesta, interaksi – tak ada yang bersendiri dalam fiesta, kompetisi – tak ada yang diistimewakan dalam fiesta dan, tentu saja, sensualitas – tak ada yang tak menggoda dalam fiesta.

Fiesta adalah tameng kultural Manado yang menyelamatkan kota ini dari gempuran dua konflik sosial bernuansa agama di Ambon dan Poso pada beberapa tahun lalu. Saya ingin mengutip pernyataan seorang warga Manado, seorang lelaki bertato, saat menjawab khutbah provokasi seorang lelaki seberang yang mengajak perang sebagai kesimpulan, “Jang bawa maso ngana pe perang pa torang pe pesta.”

Dan apa yang membuat saya, seorang warga Manado turunan habib, anak dari seorang ustadz yang namanya diabadikan sebagai nama sebuah jalan kecil di Manado, bisa dengan nyaman mengadaptasi skenario penyaliban Yesus dan mementaskannya dengan 144 orang Kristen Boltim sebagai pemain di atas panggung berukuran 14 x 20 meter? Fiesta.

Artinya, baik secara objektif maupun secara subjektif, fiesta adalah apa yang melindungi harta terbesar Manado, warisan sejarah, eksistensi geososial, dan gemuruh cita-citanya, yaitu keragaman. Dalam fiesta, Manado adalah sebuah perayaan atas keragaman.

Manado dalam Manado Fiesta 2018

Jadi jelas, fiesta bukan hanya karnaval, pesta, yang diselenggarakan pemerintah Manado setiap tahun. Fiesta adalah Manado itu sendiri. Karenanya Manado Fiesta, entah tahun ini atau di tahun-tahun nanti, harus bisa dijadikan sebagai momentum peringatan bagi identitas kultural kita sebagai warga dalam fiesta.

Dan, dalam setiap tahunnya, Manado Fiesta akan menggemakan peringatan ini berdasarkan konteks dan semangat zamannya. Pada Manado Fiesta 2018, barangkali semangat zaman yang paling urgen adalah mengembalikan Manado pada Manado. Yakni mengembalikan Manado pada sejarah, entitas geososial, dan cita-citanya yang dikerangkakan dalam keragaman absolut yang tak boleh usai kita perjuangkan.

Artinya jelas, masih dalam kerangka itu namun dengan konteks yang lebih spesifik, Manado Fiesta 2018 harus menjadi momentum bagi kembalinya Manado dalam fiesta. Kembalinya Manado dalam keceriaan yang damai, interaksi yang kreatif, kompetisi yang progresif, serta sensualitas yang atraktif dalam keragaman yang komunikatif dan saling bersinergi.

Manado, Agustus 2018.



ASN Pemprov Sulut Terima Warning Keras Dari Gubernur Olly Seperti Ini

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Olly Dondokambey menegaskan dalam sambutan saat memimpin apel pencanangan HUT ke 73 Republik Indonesia dan HUT ke 54 Provinsi Sulut di Lapangan Kantor Gubernur, Jumat (03/07) pagi tadi bahwa untuk kalangan pejabat dan ASN lingkup Pemprov Sulut harus bekerja keras memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Jangan lagi saling menjatuhkan dan hilangkan budaya baku cungkel,” tegasnya.
Adapun diketahui singgungan keras dari orang nomor satu Sulut itu dikarenakan masih banyak ASN maupun sejumlah pejabat yang bekerja di bawah standar yang dimana ditengah keseriusan kerja dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta perkembangan Bumi Nyiur Melambai di berbagai sektor.
“Silakan nilai sendiri,” tandas Gubernur. (IsJo)



Siap ‘Disulap’ Jadi Ruangan Kerja Baru OD-SK, Lantai 6 di Gedung Putih Ini Dinilai Efektif Tunjang Kinerja

Manado, detiKawanua.com – Usai memimpin apel kerja Pencanangan HUT RI ke 73 yang dirangkaikan dengan HUT Provinsi Sulut ke 54 di Lapangan Kantor Gubernur, Jumat (03/08) pagi tadi, oleh Gubernur Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur, Steven Kandouw dan Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen meninjau ruangan yanh terletak dilantai 6 Kantor Gubernur yang rencananya bakal dijadikan ruang kerja baru dari Gubernur dan Wagub Sulut yang sebelumnya kini terletak dilantai 2.
“Mudah-mudahan renovasi ruang kerja saya dan pak Wagub yang ada di lantai 6 ini cepat tuntas dan segera kami gunakan. Bulan depan diusahakan cepat rampung dan segera bisa kami gunakan demi menunjang kegiatan kerja,” kata Gubernur Olly Dondokambey.
Diketahui ruangan lantai 6 tersebut merupakan ruangan paling atas dan dikenal wartawan semenjak beberpa tahun yang lalu ‘sunyi sepi’ dan nantinya kini siap di renovasi menjadi ruang kerja baru Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta beberapa ruangan lainnya di lantai 6 tersebut berbandrol  7 Miliar untuk tahun anggaran (TA) 2018. (IsJo)