Kandouw Tegaskan Lansia Bukan Objek Dan Punya Andil Dalam Pembangunan
Bogor, detiKawanua.com – Menghadiri undangan dari Kementerian Sosial RI pada Kamis (23/08), oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw bersama Kepala Biro Kesra, Kartika Devi Kandouw-Tanos mengikuti agenda kegiatan pertemuan para Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) se-Indonesia yang berlangsung di Hotel Onih Bogor Jawa Barat dan dibuka oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lansia, Andi Hanindito.
Adapun tujuan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (23-25 Agustus) dan dihadiri 150 peserta baik dari Dinas Sosial maupun Komda Lansia se-Indonesia itu menurut Hinindito, untuk mendorong kepedulian pemerintah daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur masyarakat dalam mensinergikan pemberdayaan masyarakat untuk kemandirian lansia.
Sementara itu Wagub Kandouw yang juga selaku Komda Lansia Sulut mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut guna mensinergitaskan program kerja pemerintah pusat dan daerah untuk lebih meningkatkan kesejahteraan lansia.
“Selaku pemerintah dan Ketua Komda Lansia Sulut, saya menyambut baik apa yang dilaksanakan pihak Kementerian Sosial RI. Untuk itu perlunya dilakukan berbagai upaya perlindungan sosial, penciptaan lingkungan yang ramah, sehingga menunjang kreativitas dalam membangun lansia sehat dan produktif serta potensial,” terang Kandouw, sembari mengakui bahwa penanganan lansia harus diperbaharui karena komposisi lansia di tengah-tengah penduduk semakin besar.
“Lansia bukan lagi obyek, mau tidak mau lansia harus dilibatkan dalam segala aspek pembangunan. Lansia dapat diberdayakan dan lebih berperan aktif dalam pembangunan dengan memperlihatkan fungsi kreatif, pengetahuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman, usia dan kondisi fisik,” jelas Wagub.
Terinformasi kegiatan tingkat Nasional tersebut selain sebagai wujud perhatian, kepedulian dan penghargaan, konsolidasi serta koordinasi terkait kegiatan Komda Lansia kepada para lansia di Indonesia, juga menjadi sarana komunikasi dengan harapan terwujudnya koordinasi yang sinergis diberbagai sektor terkait upaya peningkatan kesejahteraan lansia, serta sebagai bentuk penyelarasan program dan kegiatan guna terwujudnya program kerja Komda Lansia di Tahun 2019 mendatang.
(IsJo/**)
TEAM SFQR LANAL TAHUNA AMANKAN DUA ORANG WARGA NEGARA PHILIPINA
Disaksikan Bupati, Boltim FC Kandaskan Perlawanan Persis Sangihe
“Saya bangga dengan kerja keras para pemain Boltim FC. Meski mendapat perlawanan sengit, namun mereka tetap fokus dan mampu mencetak gol sekaligus memangkan pertandingan,” puji Bupati usai pertandingan di Kotabunan.
Pemprov Push Pengembangan Toko Online Di Sulut, 300 Pedagang UMKM Berpeluang
Manado, detiKawanua.com – Saat ini bila kita ingin membeli suatu barang maupun jasa cukup raih smartphone kemudian membuka situs e-Commerce dan berbelanja disana. Segala kepraktisan itu menyebabkan terjadinya pergeseran perilaku konsumen, dan juga menyebabkan pelaku bisnis offline dituntut cepat bergerak ke perdagangan online dengan menjadi seller di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan sebagainya.
Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menghimpun dan mendorong 300 pedagang pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se Sulawesi Utara untuk memiliki toko onlinenya sendiri dalam acara sosialisasi e-commerce bertajuk “Belanja dan Jualan Online, Murah, Cepat dan Aman” yang berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat (24/8).
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan M.Rudy Mokoginta saat membuka acara mengajak segenap komponen masyarakat agar jeli dan cerdas menangkap peluang besar ini mengingat optimalisasi di sektor ini akan berdampak pada meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi bangsa umumnya dan ekonomi Sulut pada khususnya.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Sulut semakin memahami dan mengerti tentang bagaimana pengelolaan perdagangan elektronik khususnya e-commerce, sehingga nantinya memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas dan profesionalitas SDM di Sulawesi Utara,” himbau Gubernur Olly seperti yang disampaikan Mokoginta.
Menariknya acara kolaborasi bersama Kemenkominfo RI ini turut menggandeng situs belanja Shopee dimana para official marketplace tersebut memberikan tips dan berbagai materi berjualan online kepada para pedagang UMKM Sulut. Para undangan nampak menyimak dengan seksama tips bagaimana membuat foto produk dengan gambar yang jelas dan menarik, menjual barang berkualitas, tips pengiriman logistik, pendanaan melalui Fintech, fasilitas pembukaan toko online secara gratis, dan penjelasan mengenai transaksi payment melalui rekening bersama yang lebih aman.
Melalui kegiatan ini masyarakat Sulut tentunya punya asa yang sama agar kedepan Batik Bentenan, Kacang Tore Kawangkoan, Dodol Amurang, Rumah Panggung Minahasa dan produk khas Sulut lainnya dapat turut menjadi penjualan populer di marketplace dan situs-situs belanja online nasional maupun internasional.
Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary, Narasumber Direktorat E-Business Kemenkominfo Hafied Rum, Technopreneur M.Imran, Sekretaris Dinas Kominfo Setda Prov Sulut Febe Moniaga, Official Shopee Indonesia serta Pedagang dan Pelaku UMKM Sulawesi Utara.
(IsJo)
Amalia Ramadhan Landjar Serahkan Bantuan Pembangunan Gereja GMIBM Tutuyan
Hadiri HUT GMIBM, Wabup: Perbedaan Itu Indah
“Kepada umat kristiani, saya selaku pemerintah daerah berharap agar kedepannya, selaku umat yang beriman wajib hukumnya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi menunjang pembangunan daerah yang kita cintai ini,” harap Wabup Rusdi.
“Kita memang berbeda keyakinan, tapi kita adalah satu keluarga besar. Untuk itu, saling memberi dan saling membantu terutama dalam pembangunan rumah ibadah juga perlu kita lakukan,” kata Wabup.
“Pelayanan dan sentuhan langsung ke masyarakat ini tidak pandang buluh, termasuk jemaat GMIBM Tutuyan memiliki hak yang sama dengan warga lainnya,” terang Rusdi.
JEG – HH Serap Aspirasi di Kampung Patta Timur
Paket Makanan Kering Di Rutan Kelas II Mdo Ternyata Ganja
Manado, detiKawanua.com – Dicurigai petugas jaga rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Manado, satu paket bungkusan makanan kering yang terbungkus lakban begitu padat, pun akhirnya didapati bungkusan tersebut berisikan 64,13 Gram ganja. Adapun kronologi kejadiannya menurut Kepala Rutan, Roni A Rumondor menuturkan bahwa paket ganja pesanan dari tersangka inisial K itu diantar ke Rutan oleh seorang kurir (tersangka) berinisial A pada Selasa (21/08) Pukul 17.00 Wita yang pemesanannya melalui online media sosial (Medsos).
“Setelah diperiksa paket tersebut dan hasilnya adalah ganja, kami langsung amankan barang bukti dan selanjutnya bersama BNNP (Badan Nasional Narkotika Provinsi) Sulut melakukan penyelidikan, pengembangan dan penangkapan terhadap tersangka lainnya,” terang Rumondor pada wartawan, Jumat (24/08) di Kantor BNNP Sulut.
“Untuk pengamanan penjagaan rutan kami sesuai SOP termasuk kiriman titipan makanan dan penggunaan Handphone (HP) bagi pengunjung itu harus diperiksa. Saat itu juga petugas kami pun langsung dilakukan tes urine oleh BNNP,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala BNNP Sulut Utomo H Cahyono mengungkapkan bahwa dalam pengembangan penyelidikan tersebut telah mengamankan tiga tersangka lainnya sehingga total semua empat tersangka.
“Jadi dua tersangka merupakan tahanan Rutan (Napi) dan dua dari luar. Keberhasilan mengungkap dan menangkap para tersangka ini atas kerja sama dengan pihak Rutan Kelas II A Manado,” terang Cahyono, sembari menambahkan keempat tersangka telah diamankan dan diproses sesuai pasal aturan berlaku.
“Keempat tersangka dikenakan hukuman pasal 111 ayat 1 juncto pasal 131 dan 132 ayat 1 huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun serta denda minimal 800 juta rupiah dan maksimal 8 miliar rupiah,” pungkas Kepala BNNP Sulut itu.
(IsJo)
SKPD Bermasalah Serta Target Kerja, Sekprov Silangen Wajibkan Update dan Responsif Informasi
Manado, detiKawanua.com – Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Edwin Silangen mengingatkan bahwa update informasi dan responsif sangat penting bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga perkembangan terkini akan program dan kinerja roda pemerintahan berjalan dengan baik.
“Agar kita dapat mengetahui progresnya seperti apa, apalagi jika ada masalah dalam SKPD tersebut. Oleh karenanya dimintakan terutama bagi kepala-kepala SKPD jika terjadi masalah secepatnya dicarikan solusi penyebab terjadi masalah demikian,” ujar Silangen.
Dirinya juga menungkapkan bahwa pada Jumat (24/08) sore telah memimpin rapat rutin bersama dengan kepala SKPD yang pada kesempatan itu mengingatkan kembali tentang cepat merespon dalam tugas pokok terutama yang menjadi kendala termasuk masalah yang timbul di tengah-tengah masyarakat.
“Begitupun dengan target pencapaian kinerja dan anggaran yang diberikan diharapkan dapat terealisasi dengan baik karena hal ini merupakan bukti dari pencapaian kinerja dari setiap SKPD.
“Misalkan prediksi 10, kalau dia tidak mencapai 10 ini berarti bicara soal kinerja memang harus betul-betul presisi atau akurat,” jelas Sekprov.
Dimana disisi lain kata Panglima ASN Pemprov Sulut itu untuk pendapatan disektor pajak Pemprov Sulut kini terbesar disumbangkan dari pendapatan PKB dan BBN-KB (Kendaraan Bermotor)
“Kesempatan ini juga diharapkan kiranya masyarakat bisa sadar pajak dan segeralah membayar jika belum membayar pajak, sebagai bukti warga negara Indonesia yang baik,” tandas Silangen.
(IsJo)










