Provinsi Sulut Raih Harmony Award RI Karena Kerukunan, Aman, Nyaman dan Tentram

Minut, detiKawanua.com – Provinsi Sulawesi Utara aman, nyaman dan tenteram. Suasana kondusif ini adalah buah dari tingginya kesadaran masyarakat Sulut untuk selalu hidup berdampingan satu dengan yang lain dalam kerukunan dan kedamaian. Demikian ungkapan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw dalam sambutan selamat datang kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Camat Regional I di salah satu hotel di Minahasa Utara, Rabu (29/8) tadi malam.

“Dengan kerukunan dan damainya Sulawesi Utara ini menjadi kunci kesuksesan dan dipercayakannya Sulut sebagai tuan rumah sejumlah iven nasional,” tambahnya sembari menambahkan dengan kerukunan juga membuat Sulut meraih beberapa penghargaan dari pemerintah pusat, seperti, Harmony Award (daerah terbaik dalam kerukunan umat beragama) dari Kementerian Agama RI dan daerah paling toleran dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Selain itu, di hadapan para camat regional I, Kandouw juga menerangkan terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi Sulut karena didukung pesatnya perkembangan pariwisata Sulut. Selama tahun 2015 sampai tahun 2017 Pertumbuhan ekonomi Sulut selalu berada pada  angka diatas 6 % atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5 %.

“Kami juga mampu menurunkan persentase penduduk miskin sebesar 1,08 persen, dari 8,98 persen tahun 2016 menjadi 7,9 persen pada bulan September tahun 2017,” ungkap Kandouw.

Untuk diketahui, di sektor pariwisata, dalam tahun-tahun terakhir terjadi peningkatan yang signifikan terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara. Tahun 2015, jumlah wisatawan macanegara sebanyak 27.059, meningkat menjadi 48.288 pada 2016, dan pada tahun 2017, jumlah wisatawan mancanegara mencapai angka 86.976, serta selang bulan Januari sampai Juni tahun 2018 mencapai 59.125. Hal ini berkat dukungan penerbangan langsung Manado-Tiongkok serta berkat sinergitas kerja segenap komponen pembangunan di daerah dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Pertemuan itu turut dihadiri Bupati Minut Vonny Panambunan, Sesditjen Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) Kemendagri, Nugroho, Wakil Ketua TP PKK Sulut, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, perwakilan Forkopimda dan para pejabat Pemprov Sulut.

(IsJo)




Manado Fiesta 2018, Walikota: Mari Jo Ka Manado, Diversity in Harmony

Manado, detiKawanua.com – Dengan penuh kehangatan dan rasa toleransi, kita sambut pengunjung Manado Fiesta 2018. Kita buktikan, Manado bukan hanya memiliki keindahan alam dan laut, tapi kekayaan terbesar Manado ada dalam keragaman dan perbedaan yang dimilikinya. 
Penegasan ini disampaikan Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat memimpin Rapat Akhir Persiapan Pelaksanaan Manado Fiesta 2018 di Hotel Aryaduta, Rabu (29/08/2018).
Karena itu, lanjut Walikota, mari kita doakan dan sukseskan Manado Fiesta 2018 yang akan digelar dari tanggal 31 Agustus sampai dengan 9 September 2018. “Manado, diversity in harmony. Manado adalah Rumah Besar Kita. Mari Jo Ka Manado. Mari Jo Ramaikan Manado Fiesta 2018!” pungkas Walikota, didampingi Wakil Walikota Mor Bastiaan dan Kapolresta Manado AKBP FX Surya Kumara. 
Diketahui, dalam iven terbesar tahunan Kota Manado ini, terdapat tujuh festival (disingkat F7) yang menampilkan kekayaan pariwisata dan budaya, serta menghibur warga, yakni:
  • FISCO (fish & coral) : Karnaval Mobil Hias, Karnaval Rumah Besar Kita, serta Atraksi di Darat, Laut dan Udara pada tanggal 31 Agustus.
  • FUNTASTIC : Festival Choir, Konser Musik Akbar, Band, Kolintang, Masamper, Stand Up Komedi, Fotografi, Vlog dan Olahraga.
  • FLYING : Atraksi Udara dan Lomba Paralayang di Gunung Tumpa.
  • FOOD : Festival dan Lomba Kuliner.
  • FAIR: Pameran Diving, Pariwisata, Perdagangan dan Investasi.
  • FASHION: Festival Busana Kaeng Manado. 
  • FAITH : Acara Pentas Seni Budaya Kolosal pada tanggal 8 September dan Pengucapan Syukur (open hause) masyarakat se Kota Manado pada tanggal 9 September 2018.

(Indra



Diduga Pembangunan Plaza Kuliner Belum Kantongi Ijin Tata Ruang

MINSEL, detikawanua.com – Proyek Pembangunan Plaza Kuliner yang di gaungkan Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan ( Minsel ) sejak Tahun lalu mulai dilaksanakan pengerjaannya meski menimbulkan pro kontra terkait lokasi pengerjaan yang menurut tokoh-tokoh masyarakat tak seharusnya di lokasi tersebut mengingat tempatnya kecil dengan anggaran berbandrol Rp 2,117,000
Namun tetap saja dilaksanakan oleh pihak ketiga CV.Minsel Jaya Perkasa

Meski Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Bapelitbang ) Minsel belum mengetahui pasti apakah pelaksana tender dalam hal ini Dinas Pariwisata sudah mengantoi ijin atau belum karena sesuai konfirmasi sebelumnya Kepala Bapelitbang Dr.Meydi Maindoka MSi dirinya belum tau kalau ijin Tata Ruang telah terbit untuk kegiatan tersebut.

” saya tidak tau kalau sudah ada ijin Tata Ruang atau belum karena yang keluarkan Ijin tersebut yah.. dari Bappeda Minsel.. Coba tanyakan dulu apakah sudah ada ijin Tata Ruang karena harus ada kajian sebelum keluarkan ijin. ucap Meydi

Kadis pariwisata Minsel Franky Toar mengaku sesuai dengan kajian dari Konsultan dengan berbagai pertimbangan misalnya dampak dan struktur tanah yang bagus ada di lokasi yang sekarang di belakang hotel Sutan Raja

” memang banyak pertimbangan kenapa dilokasi tersebut selain struktur tanah dan dampak air laut ada juga pertimbangan lain seperti Panorama atau keindahan alam terbuka dan wisata kulinernya akan dapat dirasakan jika di lokasi tersebut. Jelas Toar

Lanjut Toar untuk Paving Blok yang di bongkar itu akan di pasang kembali dengan volume yang sama disamping menunggu pengerjaan lanjutan itu selesai pada jalan boulivard tahun ini . jadi tidak akan mengurangi Volume dari pemasangan paving blok.

Sebelumnya tanggapan beragam masyarakat soal Lokasi tersebut baik di Medsos maupun pembicaraan di warung kopi menurut mereka strategi tata kota harusnya dikaji lagi sebab wilayah pemerintahan sebaiknya dipisahkan dengan wilayah perdagangan juga pusat keramaian karena akan menimbulkan dampak yang luarbiasa.
( Vandytrisno )




Turun Lapangan, Ole Serap Aspirasi Warga Lowu Raya

Marty M Ole, SMn
Ratahan,detiKawanua.com
– Sepak terjang Marty M Ole, SMn sebagai salah satu legislator di Dewan Pimpinan
Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Tenggara (Mitra) terus diperlihatkan, kali ini
guna menyerap aspirasi warga Ole turun kelapangan guna mendengar langsung.
 “ ini sudah kewajiban saya sebagai anggota
dewan untuk mendengarkan aspirasi warga terlebih yang ada di dapil saya, kali
ini diskusi langsung terasa lebih kekeluargaan,” terang Ole (29/8/2018).

Dirinya bahkan mengatakan,
sebelum turun langsung kelapangan dan bertemu dengan masyarakat dirinya juga
menggelar RESES yang dihadiri langsung keterwakilan SKPD yang ada di ligkup
Pemkab Mitra untuk bisa mencarian solusi dari usulan masyarakat.
“ tadi juga
sebelum turun lapangan saya juga melaksanakan reses dan beberapa usulan
disampaikan masyarakat dan didengar dan diterima langsung sesuai dengan SKPD
terkait,”ucap srikandi banteng Mitra yang saat ini juga terdaftar sebagai bakal
calon legislatif DPRD Mitra di PEMILU 2019.

Ole Bersama Masyarakat Lowu Dua di salah satu Perkebunan
Lebih lanjut
dikatakan Ole, dari hasil turun lapangan yang dia lakukan di wilayah kepolisian
Lowu Raya banyak usulan terkait perbaikan Sungai Palaus yang sering berdampak
bencana serta Pengadaan Lampu jalan di lorong lorong serta peningkatan jalan
pertanian.
“ pada intinya
saya siap mengawal usulan dari masyarakat yang ada, karena ini sudah menjadi
tugas yang dipercayakan sebagai wakil rakyat,” Pungkas Ole yang juga beberapa hari mendatang akan kembali menggelar Reses di kelurahan Lowu utara dan Lowu Satu setelah usai berjumpa dengan masyarakat kelurahan Nataan dan Lowu Dua.

Sementara itu,
Lurah Lowu Dua, Meyta Ompi mengapresiasi kinerja dari Ole yang rela dan tak
segan segan untuk bertemu langsung masyarakat , bahkan hingga datang di
perkebunan untuk melihat seccara langsung .



“ tadi bukan
hanya sekedar berbicara, bu dewan juga melihat secara langsung kondisi dari
usulan usulan yang ada, yang tentunya kami sebagai pemerintah kelurahan dan
masyarakat sangatlah berterima kasih,” kata Ompi.




Maraknya Ilegal Loging, Bupati Minta Pemprov Ambil Langkah Tegas

Bupati Boltim Sehan Landjar.

Boltim, detiKawanua.com – Pembalakan hutan di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dinilai sudah sangat parah dan memprihatinkan. Selama ini pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat sudah berulang kali minta keseriusan dari pihak pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) serta pihak kepolisian guna melakukan pencegahan, namun belum ada upaya maksimal. 
Hal ini seperti dikatakan Bupati Boltim, Sehan Salum Landjar, bahwa terlihat di 3 lokasi yakni desa Bukaka Kotabunan, desa Tutuyan, desa Togid, dan desa Matabulu, masih marak pembalakan liar (ilegal loging-red). Bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun dari para oknum perusak hutan ini, melakukan usaha loging yang ilegal. “Ada sejumlah lokasi di Boltim, yang memang masih marak ilegal loging,” terang Bupati.
Bahkan beredar kabar di masyarakat, kata Bupati, salah-satu cukong dari ilegal loging di Boltim adalah anggota DPRD. “Benar atau tidaknya kabar yang beredar di masyarakat, namun hal ini sudah berlangsung lama dan sampai saat ini masih terjadi di tiga lokasi tersebut. Bukan hanya merusak hutan tapi sekaligus merusak jalan perkebunan masyarakat yang di bangun oleh pemerintah,” papar Bupati Landjar.
Lanjut Bupati, Saya baru menerima laporan dari pemerintah desa Tutuyan II (dua), bahwa masyarakat sudah sangat resah dengan adanya praktek pembalakan liar yang terjadi di kawasan hutan adat di wilayah Tutuyan dan membuat jalan perkebunan menjadi rusak.

“Jika tidak ada tindakan dari pihak aparat penegak hukum (polisi) dan Pemprov yang berkewenangan dalam pengawasan hutan, maka masyarakat mengancam akan mengambil tindakan,” tandas Bupati.

Untuk itu, Saya harap keseriusan pihak Pemprov Sulut dan pihak Polda agar mengambil tindakan tegas terhadap ilegal loging di Boltim, guna mencegah semakin meluasnya kerusakan hutan, dan jalan perkebunan sesuai peraturan berlaku. Sekaligus mencegah tindakan masyarakat yang sudah gerah dengan perilaku para pembalak hutan.

“Saya berharap, keseriusan dari Pemprov dan Polda supaya mengambil tindakan tegas terkait dengan adanya ilegal loging di Boltim yang semakin marak, sesuai peraturan berlaku,” kata Bupati.

 (Fidh)



Warga Pertanyakan Keaktifan Wabup RK di Pemerintahan Minahasa Tenggara

Wabup Mitra, Ronald Kandoli

Mitra,detiKawanua.com
– Keaktifan Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli setelah melepas status Plt Bupati Mitra menggantikan James Sumendap Petahana yang ikut Pilkada, Mulai di pertanyakan warga.
“ kemana wakil
bupati, seharusnya meski sudah tidak lagi menjabat Plt seharusnya harus terus
masuk kantor dan melakukan tugas di pemerintahan hingga habis masa jabatan
sebagai wabup,” ungkap ronie pomato warga Belang (28/8/2018).
Lebih lanjut
dikatakannya, sering sekali mendengar cerita orang orang terkait sudah tidak
aktif lagi Wabup menjalankan amanah yang dipercayakan rakyat Mitra,sehingga
pertanyaan pertanyaan terus saja muncul di kalangan masyarakat.
  sudah akhir masa jabatan malah sudah tidak
aktif lagi, pastinya gaji jalan terus, tentunya juga harus di imbangi dengan
kewajiban sebagai Wabup,” terangnya.
Dirinya juga
berharap agar diakhir masa jabatan Wabup RK bisa meninggalkan kenangan manis
bagi masyarakat Mitra, jangan sampai habis masa jabatan masyarakat juga lupa
pernah mempunyai wabup seorang RK.
“ semoga di masa
masa akhir ini RK bisa terus melakukan kewajibannya sebagai wabup sehingga
mempunyai kesan baik di masyarakat Mitra,” pungkasnya.
Sesuai informasi
yang diterima media ini dari sejumlah ASN di Lingkup Pemkab Mitra, didapati
ruang Wabup Ronald Kandoli telah dikosongkan. (Indri Rambi)




MANDAK : 5.820 Siswa SD / SMP Bakal Terimah Bantuan PIP Dari Pemerintah Pusat

Tahuna, detiKawanu.com – Perhatian Pemerintah Pusat  kepada Pemerinta  Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pendidikan kepada Siswa kurang mampu terus diupayakan. Nantinya, sebanyak 5.820 Siswa SD dan SMP  mendapat bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dispend Drs Djoli Mandak MPd kepada sejumlah media.
Mandak mengatakan, sebanyak 5.820 siswa SD dan SMP akan menerima bantuan PIP tahun 2018.
“Bantuan yang diterima setahun sekali berbeda-beda SD jumlah siswa sebanyak 4.086 kelas I dan VI berjumlah Rp 225 ribu per tahun, kelas II sampai kelas V Rp 450 ribu per tahun,  maupun SMP kelas VII Rp 375 ribu per tahun, kelas VIII dan IX Rp 750 ribu per tahun,” kata Mandak
Mandak menjelaskan, untuk kelas I SD dan VI nilai bantuannya lebih kecil, dibanding dengan kelas dua hingga kelas lima.
Dikarenakan perjalanan pendidikannya hanya setengah semester. Begitu juga siswa SMP kelas satu lebih kecil dibandingkan kelas VIII dan IX. Dikarena kelas VII siswa baru yang masuk baru setengah semester,
bantuan tersebut langsung ditransfer ke rekening siswa masing-masing melalui BRI.
Lanjut dikatakanya, dana PIP dilakukan secara bertahap untuk saat ini dalam berproses merujuk pada Surat Keterangan (SK) pencairan dana dari pusat. Dan untuk tahun 2018 ini meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya 2.402 siswa. Penerbitan SK akan dilakukan secara bertahap berdasarkan data yang terupdate dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Data bantuan PIP didapat dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang ada di pusat. Kemudian siswa yang namanya terdata akan mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan wajib membawa kartu tersebut ke sekolah untuk di entry dalam Dapodik,” tutup Mandak. (js)



4 September, Slank ‘Manggung’ di Manado Fiesta 2018

Manado,  detiKawanua.com – Slanker Manado dan sekitarnya, bersuka cita. Pasalnya, Slank akan hadir dan menghibur warga Manado dalam rangka memeriahkan iven Manado Fiesta 2018.
“Kaka Slank bersama personelnya siap menghibur para Slankers, di ajang Manado Fiesta 2018 yang tinggal beberapa hari lagi,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Dra. Meivi Lenda Pelealu, beberapa waktu lalu. 

Dari akun resminya, Slank dijadwalkan manggung di festival tahunan terbesar Kota Manado, pada 4 September 2018 nanti.
“Manajemen Slank juga sudah mengeluarkan foto resmi, bahwa mereka akan tampil pada Selasa 4 September 2018 pukul 18.00 Wita, 
di area Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado,” pungkas Lenda. 
(Indra



Sebelum Raih Medal Emas Di Asian Games, Ridel Minta Restu Gubernur Olly

Manado, detiKawanua.com – Kembali atlet asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meraih medali emas yang kali ini di cabang olahraga eksebisi E-Sport (Clash Royale) di Asian Games 2018 Palembang-Jakarta, oleh atlet atas nama Ridel Yesaya Sumarandak, pada Senin (27/08) malam yang berlangsung di Britama Kelapa Gading-Jakarta Utara telah menumbangkan perwakilan asal China yakni, Huang Chenghui atau Lciop, dengan skor 3-0.

Sebelumnya Ridel (16) yang merupakan putra daerah Kabupaten Minahasa dan terdaftar sebagai siswa di SMA Negeri 3 Tondano itu, sebelum berangkat ke arena Asian Games, telah bertemu tatap muka langsung dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di ruang kerjanya di Kantor Gubernur yang pada kesempatan itu pula Gubernur Olly memberikan suport sekaligus langsung melepas keberangkatannya (Ridel) yang didampingi kedua orang tuanya.

Selain itu, Ridel yang tak lupa atas dukungan dari Gubernur Olly pun usai pertandingan sekaligus perolehan medali emas Senin malam itu, langsung mengucap syukur serta dengan bangga memberikan ucapan terima kasih kepada orang nomor satu Sulut (Gubernur Olly) serta para pendukungnya dan seluruh warga Bumi Nyiur Melambai yang selama bertanding telah menopang dengan doa serta suport dukungan.

“Hasilnya emas, Sulut bangga, terima kasih pak Gubernur yang begitu peduli dengan para Gamers. Ini menjadi medali emas pertama Indonesia di Asian Games tahun 2018 ini,” ucap remaja yang dikenal dengan Nickname (nama akun) nya BenZerRidel sembari berharap semoga Sulut kedepan dapat mencetak atlet ke Level Nasiona maupun Internasional, khususnya pada turnamen permainan yang sangat digandrungi para remaja,” ungkap Ridel.

Adapun melalui Gubernur Olly, mengharapkan semoga dengan capaian prestasi Ridel, dapat memacu para anak muda di Sulawesi Utara untuk terus berkarya sehingga dapatkan mengharumkan nama Sulut.

(Isjo)




MSC Manado Fiesta 2018, Komitmen Pemerintah Majukan Musik di ‘Kota Seribu Gereja’

Sekda Assa membacakan sambutan Walikota Manado ketika membuka Manado Singing City 2018 International Choral Festival and Grandprix. /ist

Manado, detiKawanua.com – Musik adalah bahasa universal, lintas budaya, melampaui perbedaan. Melalui musik kita jalin keakraban, kebersamaan dan persaudaraan, serta memelihara nilai-nilai luhur, menghibur manusia dan memberi inspirasi demi peradaban yang lebih maju. 
Demikian sambutan Walikota Manado yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Peter KB Assa, ketika membuka Manado Singing City (MSC) 2018 International Choral Festival and Grandprix, di Ruang Serba Guna Kantor Walikota, Selasa (28/08/2018) malam.

Lanjutnya, bagi Manado yang dikenal dengan ‘Kota Seribu Gereja’, seni musik khususnya paduan suara, telah lama menjadi bagian budaya Manado. Paduan suara menjadi jalan salah pilihan warga Kota Manado untuk mengolah potensi terbaik yang dimilikinya. “Karena itu, Pemerintah berkomitmen memajukan seni musik (termasuk paduan suara). Salah satunya, dengan menjadikan paduan suara bagian dalam rangkaian Manado Fiesta 2018, melalui iven Manado Singing City 2018 International Choral Festival and Grandprix ini,” jelas Sekda. 
“Kegiatan ini juga menjadi ajang mempromosikan talenta bermusik warga Manado ke dunia luar, serta menjadi promosi pariwisata Kota Manado,” tambahnya. 

Di akhir sambutan, Walikota berpesan, tetap jaga semangat kebersamaan, persaudaraan dan kerukunan di antara kita semua. “Kiranya iven ini bisa menghibur, menginspirasi dan memotivasi kita dalam bermusik, juga dalam mengolah kehidupan agar berguna bagi diri dan sesama manusia,” pungkasnya. 
(Indra)