Pemkot Manado Dukung Penuh Open Tournament Pencak Silat Pangdam Merdeka Cup

Kadispora Manado, Laurens Umboh. /ist


Manado, detiKawanua.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado siap all out untuk mensukseskan Open Tournament Pencak Silat yang memperebutkan Piala Pangdam X III/ Merdeka.

Dukungan penuh Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan ini, disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Manado Laurens Umboh, Kamis (18/10/2018).

Mor Bastiaan mensuport Open Tournament Pencak Silat yang memperebutkan Piala Pangdam XIII/ Merdeka.

Kegiatan yang akan digelar 28-30 Oktober 2018 mendatang ini, merupakan kerjasama Kodam XIII/Merdeka dengan Pemkot Manado melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Pak Walikota dan Wakil Walikota sangat mendukung Open Tournament Pencak Silat yang memperebutkan Piala Pangdam XIII/ Merdeka ini. Selain dukungan moril, juga dukungan anggaran penuh yang ditata di dinas kami,” ujar Kadispora Manado, Kamis pagi.
Dikatakannya, dengan digelarnya OT Pencak Silat 2018 diharapkan akan menciptakan atlit pencak silat, yang tidak hanya berprestasi di dalam daerah tapi juga berprestasi nasional atau bahkan internasional.
“Semoga kesuksesan kegiatan ini nantinya, bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi. Semoga kelak akan lahir atlit-atlit baru yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ucap Umboh.
OT Pencak Silat 2018 ini akan diikuti oleh 419 peserta, yang terdaftar baik dari Sulawesi Utara (Sulut) maupun kontingen dari luar daerah. Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, Sumatera Barat, Papua Barat, Kalimantan Selatan, sudah memastikan ikut serta dalam kejuaraan tersebut.
Kegiatan yang mengangkat “Melalui Open Tournament Pencak Silat Pangdam XIII/Merdeka Mari Jo Bersama Bangun Prestasi, Bentuk Pribadi, Pererat Silah Turahmi, Wujudkan Budaya Tinggi Dan Jaga Persatuan Dan Kesatuan Yang Hakiki”, rencananya akan dibuka langsung oleh Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang. ***
(Indra)



Gaghana Minta Kabag Ekomoni Desak Pihak SPBU dan Pertamina

Tahuna, detikawanua.com – Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME minta kepada Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Skteratriat Daerah (Setdakab) Johanis Pilat mendesak pihak  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Pertamina Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk segera meminimalisir antrian yang berkepanjangan.
Dari pantauan orang nomor satu ini  beberapa hari terakhir di dua SPBU Tahuna saat dirinya menuju kantor, antrian berkepanjangan mengisi BBM tidak bisa dihindari, guna meminimalisir antrian ini Bupati minta Kabag Ekonomi segera mendesak pihak SPBU dan Pertamina.
“Ini harus dilakukan agar tidak menggangu pelayanan masyarakat,” kata Gaghana.
Lanjut, Antrian BBM saat ini kami sementara pelajari, yang mana Kabag Ekonimi telah saya undang agar memberikan penegasan. Kemarin saya pergi ke kantor jam delapan masih antri, siang juga sperti itu.
Gahgana menjelaskan, pertamina buka jam tujuh rekananya datang ke SPBU setengah delapan, sedangkan mengisi tanki sampai jam sembilan ini satu menjadi permasalahan utama.
“Saya minta untuk pengisian BBM di tanki lebih pagi lagi, jangan sampai aktifitas masyarakat terhalang, sementara pihak SPBU sedang mengisi tanki, jadi diminta kepada Kabag Ekonomi untuk desak pihak Pertamina agar dapat melayani lebih pagi, supaya tidak menghalangi pelayanan masyarakat,” kunci Gaghana (js)



Dinas Kehutanan Berbagi Pengetahuan Melalui Penyuluhan Di TMMD

Rembang, detiKawanua.com – Satgas TMMD Reg ke 103 Kodim 0720/Rembang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Rembang untuk memberikan penyuluhan kehutanan bertempat di Balai Desa Pasedan.
Danramil 08/Sluke Kapten Arh Sumijan yang saat ini diberi tanggung jawab kegiatan menyampaikan, penyuluhan kehutanan ini masuk dalam sasaran non fisik dalam program TMMD Ke 103 Kodim Rembang.
“Bukan hanya fokus dalam satu kegiatan sasaran fisik dan sasaran tambahan saja tetapi sasaran non fisik juga harus dilaksanakan,” terang Danramil Sluke Kapten Arh Sumijan, Kamis (18/10/2018).
Dalam kesempatan yang sama Dinas Kehutanan Kabupaten Rembang  Bpk Sumarto mengatakan, penyuluhan kehutanan sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan hutan karena ada sanksi hukum bagi masyarakat yang salah memanfaatkan hutan, disamping itu masyarakat yang tinggal di sekitar hutan akan meningkatkan kesejahteraannya. Hutan merupakan ekosistem hayati yang saling berkaitan langsung dengan kelangsungan  manusia, untuk itu kita wajib untuk menjaga kelestariannya.
 Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bapak Kusman Kepala Desa Pasedan mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0720/Rembang yang telah memberikan banyak wawasan melalui program TMMD Reg ke 103.
“Kami jadi mengerti tentang manfaat hutan bagi kehidupan manusia dan rasa syukur ternyata hutan juga dapat dikelola untuk meningkatkan perekonomian kami,” tuturnya.(*)



Tanggung Jawab Logo Palang Merah Dilokasi TMMD

Rembang, detiKawanua.com – Tim Kesehatan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memiliki tugas mendukung dan menjaga kesehatan personel Satgas selama pelaksanaan TMMD yang telah dimulai sejak tanggal 15 Oktober 2018 lalu.
Sesuai kebijakan Komandan Satgas bahwa tim kesehatan juga turut melayani masyarakat umum yang ingin berobat. Satgas Kesehatan yang diawaki 2 (dua) personel Poskes Kodim 0720/Rembang. Disetiap harinya selalu dipadati oleh pasien yang hendak berobat, di lokasi TMMD Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Kamis (18/10).
Bintara Kesehatan Serma Warko mengungkapkan, setiap hari berkeliling ke sasaran memastikan para anggota maupun warga yang turut membantu di TMMD ini tetap terjamin kesehatannya. Seperti mengantisipasi adanya luka akibat goresan maupun kecelakaan kerja lainnya, juga setiap malam posko kedatangan masyarakat untuk ikut berobat.
“Tentu saja dengan senang hati kita melayani warga meskipun pengobatan pada tahap penanganan awal dan pengobatan ringan untuk lanjutan telah berkomunikasi dengan Puskesmas setempat dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,”ujarnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Letkol Arh Andi Budi Sulistianti membenarkan pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran khususnya tim kesehatan untuk juga melayani masyarakat khususnya di wilayah TMMD dan pengobatannya tidak dipungut biaya atau gratis.
“Meskipun kita belum menyelenggarakan pengobatan massal, namun saya menerima laporan bahwa banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Kita sangat senang karena antusias warga untuk berobat begitu tinggi. Ini menunjukan keberadaan kita disini diterima dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,”tuturnya. (*)



Pengurus Kadin Boltim Resmi Dilantik

Nampak Pengurus Kadin Boltim tengah dilantik. 

Boltim, detiKawanua.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar SH, menghadiri pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cabang Boltim, yang diselenggarakan di gedung Aula lantai III kantor Bupati, pada Kamis (18/10/2018) siang.
Pengurus Kadin Boltim dilantik langsung oleh Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hangky Arther Gerungan.
Pada kesempatan ini, Gerungan melalui sambutannya mengatakan, Kadin merupakan wadah, yang bertujuan untuk membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha Indonesia. 
“Kadin juga memiliki tujuan untuk memadukan secara seimbang, keterkaitan antar potensi ekonomi nasional di bidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta, antar-sektor dan antar-skala, dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib bedasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” terangnya.
Dirinya berharap, pengurus Kadin di Boltim dapat berperan penuh dalam meningkatkan perekonomian rakyat. “Kadin jangan hanya berharap pada APBD daerah. Tapi bagaimana kita bisa menciptakan APBD sendiri, melalui pemaksimalan berbagai program yang ada,” katanya memotivasi.

Sementara itu, Bupati juga dalam penyampaiannya memberikan sedikit gambaran tentang fungsi Kadin.

“Kadin memiliki atau berfungsi sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia, antara para pengusaha Indonesia dan pemerintah, dan antara para pengusaha Indonesia dan para pengusaha asing,” terang Bupati.
Regulasi tersebut, kata Bupati, yakni mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam arti luas mencakup seluruh kegiatan ekonomi, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan professional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional.
“Saya berharap agar para Kepala desa juga bisa ikut bersinergi dengan Kadin. Dengan begitu, akan tercipta hubungan komunikasi serta sinergi program antara Kadin dan Pemdes, guna memakmurkan masyarakat di desa,” papar Bupati Landjar.
Selain itu, Bupati berharap agar Kadin di Boltim dapa membawa manfaat besar di Boltim.
“Jangan berpikir bagaimana agar pengurus Kadin bisa menjadi sukses dan sejahtera, tapi berfikirlah bagaimana Kadin bisa membantu warga untuk sukses dan sejahtera. Dengan demikian, Kadin menjadi bermanfaat untuk semua kalangan rakyat,” ucap Bupati siang tadi.
(Fidh)



Kepala Stasiun BBM Tahuna ‘Alergi’ Wartawan

Tahuna, detiKawanua.com – Revolusi mental yang digaungkan pemerintah pusat guna memperbaiki tata layanan birokrasi terhadap masyarakat termasuk keterbukaan informasi publik sebagaimana amanat Undang Undang nomor 14 Tahun 2018.

Namun, perbaikan pelayanan tersebut tidak mengakar sampai tatanan pelayanan publik dibawahnya. Seperti pelayanan publik di Stasiun Bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahuna, belum menunjukan pelayanan prima terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat khususnya daerah perbatasan yang menjadi sasaran utama pembangunan.
Sikap tidak pekah terhadap kepentingan pelayanan kebutuhan masyarakat tersebut ditunjukan kepala Stasiun BBM Tahuna Ambotang, ketika ditemui sejumlah awak media untuk mengkonfirmasi antrian panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tahuna akan tetapi yang bersangkutan enggan dan menghindar dari para awak media dan bahkan disinyalir berdusta dengan keberadaannya.
Ini terungkap dari jawaban yang berbeda dari dua orang security yang bergantian menerima para awak media.
“Bapak lagi di rumah karna kurang sehat” kata salah seorang Security.
Tak lama salah satu security  menghampiri awak media tetapi dengan jawaban yang berbeda  dengan yang pertama.
“Bapak lagi ada tamu,”ujarnya.
Mendengar jawaban yang berbeda para awak media merasa kecewa dengan sikap sang kepala Stasiun BBM tersebut yang terkesan mengabaikan keluhan masyarakat sebagai konsumen.
“Intinya ini kepala Stasiun BBM tidak mau dikonfirmasi padahal masyarakat ingin apa masalahnya sampai berbulan bulan ini di Sangihe kendaraan harus antri di SPBU.
Dengan sikap seperti itu secara tidak langsung dia (Ambotang) membenarkan kalau pasokan dari Pertamina yang terlambat ke SPBU dan  mengakibatkan antrian panjang.”sembur Rendy Saselah dari media online.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Sangihe Azis Janis menyesalkan sikap kepala Stasiun BBM Tahuna Ambotang yang tidak mau terbuka bahkan ‘alergi’ dengan wartawan.
“Ini pengangkangan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi.
Tiga bulan terakhir masyarakat menunggu jawaban dan informasi dari semua intansi terkait termasuk stasiun BBM Tahuna karna hanya di Sangihe ada antrian panjang kendaraan saat mengisi BBM.”terang Janis.
Ia pun meminta agar PT Pertama Regional VII mengevaluasi jabatan Ambotang.
“Saya menilai Ambotang belum mampu menjalankan tugas dengan profesional sehingga sebaiknya jabatan yang bersangkutan dievaluasi dan kalau perlu diganti saja.”kunci Janis. (js)



Berikan Pelayanan Perekaman e-KTP, Ini kata Rusmin

KTP Elektronik di Disdukcapil Botim yang sudah dicetak.

Boltim, detiKawanua.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan (Disdukcapil) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan upaya perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) kepada warga yang belum melakukan perekaman wilayah kecamatan dan desa di Boltim.
Hal tersebut dituturkan Kepala Dusdukcapil Boltim Rusmin Mokoagow, bahwa ada dua tim turun lapangan guna melakukan pererekam e-KTP. Perekaman dimaksud dari semua wajib KTP, yang sudah direkam beberapa waktu lalu tetapi belum jadi.
“Tim kita saat ini berada di 2 kecamatan yanki kecamagan Nuangan dan Motongkad,  4 November nanti. Ini sudah putaran ketiga ditahun ini. Selanjutnya, kita rencanakan ke SMA/SMK untuk perekaman yang sudah wajib KTP,” terang Rusmin.
Setelahnya tim kita, kata Rusmin, tim akan pindah ke wilayah kecamatan Modayag bersatu. “Memang di tahun ini, kita upayakan perekaman KTP akan tuntas. Sebab, sudah dilakukan juga putaran pertama diawal 2018 ini pada (Februari) lalu untuk perekaman. Kedua di bulan Mei smpai Juli. Karena, ada  permintaan dari sejumlah desa untuk melakukan perekaman di desa mereka. Walaupun ini sudah menjadi program Disdukcapil Boltim. Kemarin, kita temui di desa Atoga kecamatan Motongkad seorang kakaek berumur sekitar 113 tahun yang kita lakukan perekaman di rumahnya,” jelasnya saat disambangi di ruang kerjanya.
Menurutnya, dari beberapa wilayah kecamatan pun desa, yang sudah dilakukan perekaman di antaranya, desa Jiko bersatu terdapat 29 orang, Kotabunan 35 orang dari 42 orang. desa Bulawan bersatu 72 orang, desa Atoga Timur 16 orang dan Atoga Induk 12 orang.
“Ini data kita pekan kemarin. Upaya perekaman e-KTP serta pembuatan KTP akan terus dilakukan. Saya imbau warga masyarakat khususnya di Boltim agar melalukan perekaman apalagi sudah masuk wajib KTP dan yang belum pernah direkam. Kami siap lakukan pelayanan terhadap warga Boltim,” ucap Rusmin, Rabu (17/10/2018) siang tadi, sembari mengimbau.
(Fidh)



Gandeng Pemkot Manado, Kejuaraan Pencak Silat Piala Pangdam XIII Merdeka Segera Bergulir

Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang. /ist

Manado, detiKawanua.com – Kejuaraan Pencak Silat memperebutkan Piala Pangdam XIII/Merdeka Tahun 2018, akan segera bergulir. 
Dengan mengangkat tema, “Melalui Open Tournament Pencak Silat Pangdam XIII /Merdeka Mari Jo Bersama Bangun Prestasi, Bentuk Pribadi, Pererat Silah Turahmi, Wujudkan Budaya Tinggi Dan Jaga Persatuan Dan Kesatuan Yang Hakiki”, Open Tournament Pencak Silat Pangdam Cup dimulai tanggal 28-30 Oktober 2018, dan akan diikuti oleh 419 peserta, baik dari Sulawesi Utara (Sulut) maupun kontingen dari luar daerah.
“Dari beberapa provinsi dan kabupaten/kota seperti Gorontalo, Maluku Utara, Sumatera Barat, Papua Barat, Kalimantan Selatan, Ternate, dan Blitar, sudah memastikan ikut serta dalam kejuaraan tersebut,” terang Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang, Rabu (17/10/2018).

Kegiatan ini merupakan turnamen ajang tahunan yang sudah kedua kali dilaksanakan sejak 2017. Pembukaan akan berlangsung di aula Grhadika Jaya Sakti Kodam XIII/ Merdeka.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan wahana sebagai ajang membangun prestasi Pencak Silat dan mendorong minat generasi muda dalam berolahraga,” ujarnya.
Aritonang berharap, para peserta menjunjung sportifitas dan persaudaraan dalam menggapai prestasi yang maksimal, dan sportifitas jiwa seorang atlit.
“Diharapkan, kegiatan seperti ini bisa diagendakan tiap tahunnya, selain kita dapat menjaring bibit atlet Pencak Silat di Sulut kita juga bisa mengukur sejauh mana persiapan para kontingen daerah dalam ajang PON nanti,” pintanya.
Untuk diketahui, acara pembukaan akan dibuka langsung oleh Pangdam XIII/ Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang. ***
(Indra)



Rencana Operasikan Pasar Pondabo, Disperindagkop Boltim Koordinasi Pihak Kecamatan

Pasar Pondabo di Tutuyan. 

Boltim, detiKawanua.com – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan (Camat) untuk menggelar rapat menyangkut pengalokasian para pedagang di Tutuyan ke Pasar Pondabo.
Dikatakan Kepala Disperindagkop UKM Boltim Ramlah Mokodompis, jumlah pedagang aktif yang sudah berjualan di Tutuyan ada sekitar 25 orang pedagang. Dan mereka berjualan dipinggiran jalan.
“Hampir 30-an pedang aktif berjualan di Tutuyan. Nah, oleh karenanya kita sudah koordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan serta kepala desa yang juga melibatkan para pedagang untuk melakukan rapat sekaligus sosialisasi,” kata Ramlah.
Rapat yang direncanakan bakal digelar besok, adalah langkah kita, dengan tujuan mengalokasikan pedagang di Pasar Pondabo. “Iya, tujuannya memindahkan pedagang ke pasar Pondabo. Karena fasilitasnya sudah tersedia, yakni listrik dan air bersih,” jelas Ramlah di ruang kerjanya.
Lanjut Dia tuturkan, pedagang keliling yang ada di pasar Iyok kecamatam Nuangan bakal dipindahkan ke Pondabo. Dan itu sudah dikoordinasikan, mereka pun bersedia.
“Jika tak ada aral melintang, kita bisa pastikan bulan depan pasar Pondabo difungsikan. Karena melalui sosialisasi serta persuasif, Saya yakin mereka bisa ke pasar Pondabo. Sudah ada sarana prasarana disediakan oleh pemerintah untuk berjualan,” paparnya. 
“Fasilitasnya sudah siap pakai. Untuk kapasitas pedagang dipasar Pondabo itu bisa 100 orang pedagang. Dengan kios 30 unit serta 3 lapak besar. Mari kita gunakanlah fasilitas yang ada,” tambahnya
Saat ini, pasar yang sudah beroperasi diantaranya pasar Kotabunan, Modayag dan pasar Iyok. Untuk pasar perbaikan fasilitas yaitu pasar Motongkad. Nantinya masuk pada anggarkan 2019 mendatang, kita tinggal melengkapi memfungsikan pasar-pasar yang belum beroperasi tersebut.
“Sedangkan pasar di desa Lanut dan desa Buyat juga belum beroperasi. kita usahakan mengoperasikan sejumlah pasar tetapi, kita prioritaskan pasar Pondabo tahun ini,” terang Ramlah, Rabu (17/10/2018) siang tadi.
(Fidh)



Kata Gubernur Olly Soal Insiden Habib Smith dan Hanif Datang Ke Manado Seperti Ini Jelasnya

Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (17/10) di Lobi Kantor Gubernur mengatakan bahwa, insiden penolakan kedatangan Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif Al-Athas di Manado pada Senin (15/10) malam hingga Selasa (16/10) dini hari lalu oleh sejumlah Ormas di Sulawesi Utara, itu dikarenakan adanya miss komunikasi.

“Semua sudah kondusif, Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) dan Ormas sudah datang, puji Tuhan semua berjalan dengan baik, sehingga tidak terjadi apa-apa,” terang Gubernur.

Oleh karenanya untuk kedepan nanti dalam mencegah hal-hal seperti itu tidak terjadi kesalahpahaman lagi agar terlebih dahulu dibicarakan dengan BKSUA sehingga tidak ada salah pengertian.

“Masyarakat Sulut hanya tidak ingin adanya kegiatan yang memprovokasi. Sehingga adanya perpecahan di Sulut, untuk itu saya selaku pemerintah provinsi menghimbau agar seluruh masyarakat turut menjaga keamanan di Sulut,” ujar Olly sembari mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua lapisan elemen masyarakat juga harus turut menjaga keamanan karena masyarakat yang berada dilapangan.

‘”Namun berkat adanya pengamanan dari pihak Kepolisian dan TNI juga sehingga kondisi kembali kondusif,” tandas Gubernur.

Dugaan Ada Mainan Politik Atas Insiden Kedatangan Habib ?

Staf khusus Gubernur Sulut, Pdt Lucky Rumopa mengatakan bahwa insiden penolakan ormas terhadap kedatangan Habib Bahar Bin Smith tersebut terindikasi ada muatan politik. Dimana sebelum adanya peringatan 7 tahun wafatnya ayah Habib Bahar, Habib Bahar Bin Smith seminggu sebelumnya juga sudah pernah datang di Sulut – Manado (Alamat Karame Wawonasa).

“Artinya kami tidak pernah menolak habib datang. Di Sulut juga pernah ada penolakan ajaran kristen yang radikalisme. Jadi jangankan umat muslim di kristinani juga pernah menolak tokoh radikalis yang coba bicara yang masuk daftar pendeta yang tidak dibolehkan berkhotbah dan termasuk garis keras yang mengajak umat kristen untuk tidak menghormati Bendera Merah Putih dan itu ditolak keras umat kristiani,” terang Rumopa sembari menambahkan penolakan terjadi merupakan spontan masyarakat karena tidak menginginkan Sulut di cemari dengan sikap radikalisme.

Diketahui kedatangan Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif Al-Athas ke Manado dari informasi yang diterima pihak Pemerintah Provinsi Sulut, untuk menghadiri Tabligh Akbar sekaligus peringatan 7 Tahun wafatnya ayah dari Habib Smith yang sekaligus dirangkaikan dengan Doa Bersama Untuk Palu dan Donggala yang terkena musibah bencana.

(IsJo)