Sejumlah Pejabat Pemprov Sulut Terancam Temuan Inspektorat Dan Serapan Anggaran
Manado, detiKawanua.com – Jika ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulut yang tidak menyelesaikan temuan dari Inspektorat akan segera dimutasi atau dirolling dalam jabatannya. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur, Senin (22/10) siang tadi.
Menurutnya bahwa, kedua hal tersebut (temuan dan serapan anggaran rendah) itu menjadi salah satu indikator penilaian dari Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) itu berlaku merata bagi para pejabat eselon II baik masih aktiv (ada jabatan kepala SKPD) dalam kabinet kerja OD-SK maupun yang tidak ada jabatan.
“Pokoknya jika perangkat daerah tak mampu menyerap anggaran dan tak mampu membayar temuan akan segera dirolling,” tegas Kandouw, sembari menjawab pertanyaan wartawan tentang kapan pelaksanaan rolling jabatan, ia pun singkat memperkirakan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Disisi lain Wagub juga menyampaikan amanat Gubernur bahwa menargetkan secara keseluruhan haruslah mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang penilaian walaupun dari segi pemeriksaan baik namun penyelesaian tidak bagus, hal itu juga memepengaruhi opini pada nantinya.
“Ada temuan sekitar sebelasan SKPD, dan untuk penyerapan anggaran Pemprov Sulut hingga terakhir ini sudah 54 persen, tinggal bagi 30 persen sisanya administrasi pencairan. Namun, saya optimis untuk tahun 2018 ini bisa 95 atau 96 persen bahkan lebih jika semua berjalan dengan baik karena salah satu fungsi belanja pemerintah bagi pertumbuhan ekonomi,” terangnya.
Adapun diketahui dari hasil EPRA, tercatat salah satu dinas yakni Dinas Infokom Sulut penyerapan anggaranya paling di bawah atau rendah disebabkan terlalu berhati-hati dalam mencairkan anggarannya.
“Terlalu hati-hati dan dia (Infokom) tidak gampang mencairkan. Menurut saya disisi lain itu bagus, tapi untuk pertumbuhan ekonomi masih payah, mestinya asalkan kerjanya bagus kenapa harus takut dicairkan,” tandas Wagub.
(IsJo/*)
Kondisi Pembangunan Satu-Satunya Jalan Akses Menuju Desa Pasedan Rembang
Kisah Seorang Pencari Barang Bekas
Kejutan Hadiah Bedah Rumah Dari Personil TMMD Buat Pak Sarbu
“Aku Ingin Kuat Seperti Pak TNI”
Ibu Kades Sambangi Poskotis TMMD Rembang
Rembang, detiKawanua.com – Senin (22/10) pagi tadi, sebagian warga Desa Pasedan berbondong-bondong untuk nyumbang (istilah Jawa) ke sebuah Undangan pesta pernikahan di salah satu warga di Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Termasuk Bu Indah, istri Kepala Desa Pasedan (Pak Kusman) juga ikut serta. Sesampainya di Poskotis (Pos Komando Taktis) Satgas TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, Bu Indah mampir untuk memberikan jajanan atau makanan untuk sarapan kepada para anggota Satgas TMMD Reg-103.
“Sungguh luar biasa baiknya istri pak Kades, setiap kali selalu ingat dengan kami, selalu memberi dan berbagi, jadi nggak enak kalau setiap kali diberi”, kata Kapten Inf Bambang Sutedjo (Perwira pengawas TMMD).
Sebagian besar warga masyarakat setempat memang sudah menganggap TNI (Satgas TMMD) layaknya sebuah keluarga, saling berbagi dan saling memberi, termasuk Bu Indah.
“Tidak apa-apa pak, ini tadi dari bapak (Pak Kusman Kades), beliau juga memberi pesan setiap kali kami berkomunikasi, tolong perhatikan bapak TNI ya buk, mereka disini juga demi kepentingan kita”, kata Indah. (*)
Herson Mayulu Nakhodai GEMA Sulut
“GEMA adalah Gerakan Ma’ruf Amin yang berikhtiar mendukung dan memenangkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Jokowi,” ujar Herson, yang juga Ketua LPTQ Sulut.
Menurut Herson, dukungan ini sebagai bentuk ucapan terima kasih masyarakat Sulut kepada Jokowi.
“Sebagai bagian dari warga Indonesia, GEMA bangga jika Jokowi kembali memangku presiden untuk periode kedua karena pasangan Jokowi-Maruf Amin ini merupakan perpaduan nusantara,” jelasnya via whatsapp, Minggu (21/10/2018).
GEMA terdiri dari kader-kader NU di Sulut. Kami bersepakat membentuk suatu gerakan yang bertujuan mempersatukan persepsi warga nahdiyin yang ada di Sulut dan warga lainnya, yang bersimpati kepada pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin untuk memimpin bangsa ini.
“GEMA merupakan gerakan spontanitas warga nahdiyin. Dirinya optimis, dengan mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki, warga nahdiyin menyatu dan memenangkan KH Ma’ruf Amin sebagai wapres di 2019 nanti,” pungkasnya. ***
Sambut Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Se-Sulut Dzikir Bersama di Boltim
“Insya Allah melalui anak-anak santri, Islam dapat dipercaya sebagai agama yang damai, agama yang tenang, agama yang mengayomi, agama yang melindungi, agama yang memberikan pemerataan kepada semua makhluk Allah di muka bumi,” terang Bupati.
“Kalau ini terjadi, insya Allah maka pendidikan pondok pesantren akan memiliki posisi yang sama dengan pendidikan-pendidikan yang lain,” kata Abdul Rasyid.












