Kodim Rembang Bersama Dinas Pertanian Selenggarakan Penyuluhan

Rembang, detiKawanua.com – Senin (22/10) pagi tadi, di Balai Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, telah berlangsung kegiatan penyuluhan dari Dintanpan (Dinas Pertanian dan Pangan) Kabupaten Rembang, dalam rangka kegiatan sasaran Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang.
Acara tersebut dihadiri Widodo, SH.MM (Kepala bidang Prasarana dan Sarana Pertanian), Sugiono, SP (KJF/Kelompok Jabatan Fungsional), Kapten cpl Sularso (Danramil 12/Sarang Kodim 0720/Rembang) dan Kusman, Spd (Kepala Desa Pasedan), serta warga masyarakat setempat, Senin (22/10).
Widodo mengatakan agar warga memanfaatkan alat mesin pertanian yang telah dibagikan sebelumnya dengan Maksimal, Alsintan diberikan untuk meningkatkan Produksi serta pendapatan petani.
“Pada dasarnya pembangunan merupakan upaya melakukan perubahan dan pembaharuan yang dilakukan oleh suatu masyarakat menuju kondisi yang lebih baik, pembangunan pertanian merupakan salah satu Aspek pembangunan tersebut,” paparnya.
“Pembangunan pertanian bukan hanya meningkatkan Aspek Ekonomi saja, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan Aspek manusianya, petani harus menjadi bagian dalam kegiatan pembangunan pertanian,” lanjutnya.
“Peningkatan kualitas Individu akan menentukan keterlibatan petani dalam pembangunan, sehingga secara Aktif berpartisipasi termasuk menikmati hasil pembangunan”.pungkasnya.
Peranan Penyuluhan ini sebagai penghubung antara petani dengan pembangunan, karena melalui kegiatan penyuluhan pertanian menghasilkan SDM petani dengan kualitas yang mencerminkan sebagai masyarakat Teknologi, terbuka dan trasparan, serta madani. Penyuluhan pertanian merupakan sasaran Non Fisik TMMD Reg-103 yang harus dilaksanakan, karena sebagian besar Desa Pasedan adalah Petani. (*)



Sejumlah Pejabat Pemprov Sulut Terancam Temuan Inspektorat Dan Serapan Anggaran



Manado, detiKawanua.com – Jika ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulut yang tidak menyelesaikan temuan dari Inspektorat akan segera dimutasi atau dirolling dalam jabatannya. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur, Senin (22/10) siang tadi.

Menurutnya bahwa, kedua hal tersebut (temuan dan serapan anggaran rendah) itu menjadi salah satu indikator penilaian dari Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) itu berlaku merata bagi para pejabat eselon II baik masih aktiv (ada jabatan kepala SKPD) dalam kabinet kerja OD-SK maupun yang tidak ada jabatan.

“Pokoknya jika perangkat daerah tak mampu menyerap anggaran dan tak mampu membayar temuan akan segera dirolling,” tegas Kandouw, sembari menjawab pertanyaan wartawan tentang kapan pelaksanaan rolling jabatan, ia pun singkat memperkirakan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Disisi lain Wagub juga menyampaikan amanat Gubernur bahwa menargetkan secara keseluruhan haruslah mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang penilaian walaupun dari segi pemeriksaan baik namun penyelesaian tidak bagus, hal itu juga memepengaruhi opini pada nantinya.

“Ada temuan sekitar sebelasan SKPD, dan untuk penyerapan anggaran Pemprov Sulut hingga terakhir ini sudah 54 persen, tinggal bagi 30 persen sisanya administrasi pencairan. Namun, saya optimis untuk tahun 2018 ini bisa 95 atau 96 persen bahkan lebih jika semua berjalan dengan baik karena salah satu fungsi belanja pemerintah bagi pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Adapun diketahui dari hasil EPRA, tercatat salah satu dinas yakni Dinas Infokom Sulut penyerapan anggaranya paling di bawah atau rendah disebabkan terlalu berhati-hati dalam mencairkan anggarannya.

“Terlalu hati-hati dan dia (Infokom) tidak gampang mencairkan. Menurut saya disisi lain itu bagus, tapi untuk pertumbuhan ekonomi masih payah, mestinya asalkan kerjanya bagus kenapa harus takut dicairkan,” tandas Wagub.

(IsJo/*)




Kondisi Pembangunan Satu-Satunya Jalan Akses Menuju Desa Pasedan Rembang

Rembang, detiKawanua.com -TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 103 Kodim 0720/Rembang sudah memasuki hari ke 8 ,sudah banyak yang di kerjakan baik kegiatan Fisik maupun Kegiatan Non Fisik  sehinga perjalan TMMD sudah separuh kerja.Dalam kegiatan Fisik pengecoran jalan makadam 2,3 kilometer mengakibatkan pengedropan bahan Material sangat sulit di lakukan. Demi mengoptimalisasikan pekerjaan, Satgas TMMD melakukan cara buka tutup jalan.

Danki Satgas TMMD ,Let Inf Supriyanto  senin, (22/10/18) mengatakan, tidak ada cara lain selain dengan menerapkan cara buka tutup seperti ini. Mengingat akses jalan satu-satunya sering dilintasi saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Makanya cara seperti ini sangat efektif.

“Sistim buka tutup seperti ini memang sering dilakukan demi kelancara pekerjaan, itu pun hanya bersifat sementara pada proses pekerjaan tertentu atau pengiriman bahan material dan yang bersifat mendesak saja,”ujarnya.

Sistem yang diterapkan tentu menjadi penghambat aktivitas warga saat melintas, tapi itu tidak menjadi keluhan warga, karena mereka bisa menyadari kegiatan dilakukan Satgas TMMD demi kepentingan warga sekitar.

“Tidak apa kami harus menuggu lama selama masih dalam proses pekerjaan, lagipula pekerjaan ini untuk kita semua, bukan hanya kepentingan satu orang saja. menunggu sudah hal yang biasa buat kamai, apalagi menunggu demi perubahan desa kami, wajar-wajar saja. Kami juga merasa senang keberadaan TNI di desa kami,” ujar Warimin salah satu warga yang melintas jalan saat adanya buka tutup jalan.

Menurut pak Sani (45), selaku sopir truk yang hendak lewat mendistribusikan bahan material merasa pekerjaannya sedikit terhambat dan memakan waktu.Tapi semua dapat teratasi dengan sistim buka tutup jalan ,sehinga pengedropan bahan material dapat berjalan dengan lancar,katanya. (*)



Kisah Seorang Pencari Barang Bekas

Rembang, detiKawanua.com – Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan wujud kedekatan TNI dan Rakyat. Dalam kegiatan Tentara Manunggal membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlokasi di Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu adalah bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat, dimana TMMD kali ini akan membangun beberapa  infrastruktur desa juga bermacam-macam kegiatan non fisik. Sementara baru berjalan kurang lebih satu minggu yang lalu sudah mulai pengerjaanya.
TNI dalam peranya selalu berbuat dan berupaya meberikan yang terbaik untuk rakyat. Disepanjang jalan arah lokasi TMMD yang sedang dalam pengerjaan, terlihat seorang ibu pencari barang bekas/rongsok  yang sedang melintas didekat Poskotis mengalami kesulitan saat melintas, dimana barang bekas yang di bungkus karung untuk dijual ke pengepul hampir jatuh, saat itu pula salah satuanggota satgas TMMD langsung membantu memperbaiki posisi karung  yang hampir roboh itu. Senin (22/10)
“Lain kali hati-hati ya Bu.” Ungakap Sertu Jalil Anggota Satgas TMMD yang sedang melintas menuju Poskotis.
“Terimakasih Pak TNI atas pertolonganya dan sudah bantu saya. Mudah-mudah jalan yang dibangun oleh Bapak-Bapak TNI cepat jadi, dan saya tidak kesulitan lagi melintas dijalan ini.” ungkap pencari rongsokan. (*)



Kejutan Hadiah Bedah Rumah Dari Personil TMMD Buat Pak Sarbu

Rembang, detiKawanua.com – Selain pembangunan jalan dan poskamling yang sedang berjalan dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlokasi di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko.
Pembongkaran rumah disalah satu milik warga setempat sedang berjalan oleh Satgas TMMD dan dibantu warga setempat. Bapak Sarbu (61 th)  warga Dukuh Ngotoko Rt 05/01 mendapatkan bantuan berupa bedah Rumah Tidak Layak Huni melalui kegiatan TMMD yang sedang berjalan. Diharapkan dengan adanya bantuan bedah rumah ini, keluarga Bapak Sarbu (61) kedepan bisa merasakan tempat tinggal yang lebih layak dari sebelumnya. 
“Saya berterimakasih kepada TNI dan saya tidak menyangka dapat bantuan ini.” Ungkap Bapak Sarbu (61).
“Alhamdulillah semoga berkah untuk keluarga saya,” tambahnya. Senin (22/10)
Dengan adanya kegiatan TMMD diwilayah ini, warga merasa lebih diperhatikan dari sebelumnya. Keberadaan TMMD ini sangat membantu warga nantinya. Kesulitan  warga merupakan tugas dan kewajiban bagi TNI untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada diwilayah ini, bersama rakyat TNI kuat, melalui TMMD wujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.(*)



“Aku Ingin Kuat Seperti Pak TNI”

Rembang, detiKawanua.com – Hari Minggu biasa anak-anak saat libur sekolah di manfaatkan untuk bermain dengan teman-teman sebayanya tapi kali ini ada yang berbeda dalam TMMD di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Pada saat sedang berlangsung pelaksanaan makadam satgas TMMD dikejutkan dengan seorang anak kecil yang ikut serta berkerja mengangkati batu untuk makadam jalan, Riko (11) salah satu anak yang berasal dari Dukuh Ngotoko yang biasanya bermain dengan teman-temannya tapi kali ini dia ikut  layaknya orang-orang dewasa yang selama ini sudah bekerja. Minggu (21/10).
“Dik angkat batunya yang kecil-kecil saja ya biar tidak terlalu berat” ujar praka Sofi’i salah satu anggota Satgas dari Yonif 410/Alugoro tersebut.
Anak-anak Dukuh Ngotoko memang sudah biasa bekerja membantu orang tuanya, sehingga tenaga mereka sudah terlatih dan kuat untuk ikut membantu bekerja di lokasi TMMD tersebut.
Diharapkan dengan keterlibatan dan peran serta semua unsur sasaran program TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 akan bisa berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. (0720).



Ibu Kades Sambangi Poskotis TMMD Rembang

Rembang, detiKawanua.com – Senin (22/10) pagi tadi, sebagian warga Desa Pasedan berbondong-bondong untuk nyumbang (istilah Jawa) ke sebuah Undangan pesta pernikahan di salah satu warga di Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Termasuk Bu Indah, istri Kepala Desa Pasedan (Pak Kusman) juga ikut serta. Sesampainya di Poskotis (Pos Komando Taktis) Satgas TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, Bu Indah mampir untuk memberikan jajanan atau makanan untuk sarapan kepada para anggota Satgas TMMD Reg-103.

“Sungguh luar biasa baiknya istri pak Kades, setiap kali selalu ingat dengan kami, selalu memberi dan berbagi, jadi nggak enak kalau setiap kali diberi”, kata Kapten Inf Bambang Sutedjo (Perwira pengawas TMMD).

Sebagian besar warga masyarakat setempat memang sudah menganggap TNI (Satgas TMMD) layaknya sebuah keluarga, saling berbagi dan saling memberi, termasuk Bu Indah.
“Tidak apa-apa pak, ini tadi dari bapak (Pak Kusman Kades), beliau juga memberi pesan setiap kali kami berkomunikasi, tolong perhatikan bapak TNI ya buk, mereka disini juga demi kepentingan kita”, kata Indah. (*)




Herson Mayulu Nakhodai GEMA Sulut

Hi Herson Mayulu. /ist

Manado, detiKawanua.com – Dukungan warga kepada pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin, terus bermunculan. GEMA salah satunya. Di Sulawesi Utara (Sulut), GEMA dinakhodai oleh Hi Herson Mayulu.

“GEMA adalah Gerakan Ma’ruf Amin yang berikhtiar mendukung dan memenangkan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Jokowi,” ujar Herson, yang juga Ketua LPTQ Sulut.

Menurut Herson, dukungan ini sebagai bentuk ucapan terima kasih masyarakat  Sulut kepada Jokowi.

“Sebagai bagian dari warga Indonesia, GEMA bangga jika Jokowi kembali memangku presiden untuk periode kedua karena pasangan Jokowi-Maruf Amin ini merupakan perpaduan nusantara,” jelasnya via whatsapp, Minggu (21/10/2018).


GEMA terdiri dari kader-kader NU di Sulut. Kami bersepakat membentuk suatu gerakan yang bertujuan mempersatukan persepsi warga nahdiyin yang ada di Sulut dan warga lainnya, yang bersimpati kepada pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin untuk memimpin bangsa ini.

“GEMA merupakan gerakan spontanitas warga nahdiyin. Dirinya optimis, dengan mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki, warga nahdiyin menyatu dan memenangkan KH Ma’ruf Amin sebagai wapres di 2019 nanti,” pungkasnya. ***

(Indra



Sambut Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Se-Sulut Dzikir Bersama di Boltim

Sambut Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Se-Sulut Dzikir Bersama di Boltim


Boltim, detiKawanua.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2018 dipusatkan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Sebagai rangkaian peringatan HSN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim menggelar Dzikir Bersama di halaman Kantor Bupati, Minggu (21/10/2018) malam. Dzikir dipimpin Ustadz Abdurahman Mahruz dan dihadiri sedikitnya 1600 santri se-Sulut.

Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH dalam sambutannya mengatakan, santri merupakan tulang punggung harapan untuk memperbaiki citra Islam ke depan. Untuk itu, para Santri harus mempelajari keislaman semaksimal mungkin, agar mampu mengejahwantahkan kepada masyarakat tentang bagaimana Islam yang menjadi Rahmatan Lil Alamin.

“Insya Allah melalui anak-anak santri, Islam dapat dipercaya sebagai agama yang damai, agama yang tenang, agama yang mengayomi, agama yang melindungi, agama yang memberikan pemerataan kepada semua makhluk Allah di muka bumi,” terang Bupati.

Bupati juga berharap, pelaksanaan dzikir bisa bermanfaat dan berdampak pada pribadi masing-masing, dan secara luas dapat bermanfaat untuk Indonesia. “Saya berpesan Islam harus menjadi solusi, Islam tidak boleh menjadi masalah di Indonesia,” tuturnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulut Dr Hi Abdul Rasyid MAg, pada kesempatan itu menyampaikan harapannya, agar pesantren yang merupakan salah satu pilar pendidikan tertua di Indonesia, dalam waktu dekat akan segera difasilitasi negara dengan mengesahkan RUU terkait pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

“Kalau ini terjadi, insya Allah maka pendidikan pondok pesantren akan memiliki posisi yang sama dengan pendidikan-pendidikan yang lain,” kata Abdul Rasyid.

Dia mengajak para Santri untuk terus berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. “Para santri harus menjadi orang-orang terdepan, untuk menjadi penyejuk dan penebar kedamaian dimana pun berada karena, provinsi Sulut adalah rumah kita bersama maka kewajiban kita untuk sama-sama menjaganya,” ujarnya.

Turut hadir, Wakil Bupati Boltim Drs Rusdi Gumalangit, Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Anggota DPRD Provinsi Sulut Hi Ayub Ali Albugis, Sekda Boltim Ir Hi Muhammad Assagaf, Kakan Kemenag Boltim Ahmad Soleh, serta Ketua IPHI Provinsi Sulut Hi Djafar Alkatiri.
(Fidh/Advetorial)



Personil TMMD Terus Kedepankan Sikap Saling Membantu

Rembang, detiKawanua.com – Keberadaan anggota Satgas TMMD di Dukuh Ngotoko  rupanya tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa saja, namun juga hingga ke anak-anak yang berada di Desa  Pasedan khususnya karena personel Satgas TMMD sering bercengkrama dan bermain bersama dengan anak-anak sekitar.
Seperti halnya pagi ini , seorang anak perempuan warga setempat menuntun sepeda yang kempes dan  anggota Satgas menolong menambah angin ban sepedanya yang kempes, Minggu (21/10).
Dengan bermodalkan pompa sebagai penanda kedekatan anak dengan Satgas , tidak mengurangi semangat mereka bertemu dengan Satgas di lapangan. Tampak wajah-wajah ceria anak  semakin akrab dan sering ngajak main – main setelah istirahat siang.
Dalam keterangannya Dansatgas TMMD Sertu Suyuthi menyampaikan, waktu pelaksanaan kerja TMMD ini dimulai dari jam 8 pagi hingga pukul 4 sore, waktu longgar biasa dimanfaatkan para anggota Satgas untuk bercengkrama maupun berinteraksi dengan warga sekitar terutama pada anak – anak.
“Hal tersebut sangatlah berarti bahwa keberadaan kita diterima di tengah-tengah masyarakat, begitu juga sebaliknya kita selalu berkomitmen keberadaan prajurit di tengah masyarakat harus dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat,”tuturnya. (*)